Santai Menghadapi Speech Delay, Keterlambatan Bicara pada Anak

Santai Menghadapi Speech Delay, Keterlambatan Bicara pada Anak

Speech delay, keterlambatan bicara pada anak kerap membuat ibu-ibu kalang kabut. Lha piye, lihat anak tetangga sudah cas-cis-cus di usianya yang baru 2 tahun, sementara anak sendiri masih diem kalau enggak dipancing. Belum komentar miring, belum neneknya yang ribet nyuruh periksa ini itu karena khawatir ada yang tidak pas pada cucunya. Bahkan ada juga yang didesak untuk segera ke dokter THT, barangkali anak enggak mau ngomong karena telinganya bermasalah.

Pening pala emak. Apakah anakku speech delay? Apakah ada yang salah? Apakah anakku beneran Tuli?

Tidak semudah itu untuk menyatakan apakah anak mengalami speech delay. Mbok menawa bocah cuma males ngomong banyak, tipikal bocah plegmatis damai yang pendiam, siapa tahu?

Deteksi Dini Speech Delay pada Anak

Deteksi dini speech delay pada anak bisa dilakukan sejak anak masih bayi. Semakin dini ditemukan, semakin panjang waktu untuk mendeteksi faktor penyebab, semakin lebar pula peluang untuk terapi dan anak bisa mengejar ketertinggalannya.

  • Bayi berusia 3-8 bulan sudah mulai mengoceh. Jangan dianggap enteng ocehan bayi yang lebih mirip gumaman. Bayi menggumam sambil memainkan air ludah itu sebenarnya merupakan bentuk komunikasi bayi. Dulu jaman si K sudah mulai menggumam dan bermain air liur, aku gembira, merekam tingkahnya dan mengirimkan ke abahnya.
  • Bayi usia 9 bulan-12 bulan sudah mulai babbling atau berceloteh. Dituntaskan dengan kemampuannya untuk mengulang konsonan dan vokal yang sama di usia 12 bulan. Mamamama, papapapa, babababa. Si K dulu pertama kali babbling babababaa.
  • Mulai mengucapkan kata yang bermakna di usia 12-15 bulan meskipun tidak sempurna. Sekedar ‘moh’ sebagai kata untuk menolak, sudah menjadi penanda jika anak berada di titik aman.
  • Usia 16 bulan ke atas mulai menyusun kata dalam satu kalimat sederhana, yang mulai sempurna pengucapan dan susunan katanya di bulan-bulan berikutnya.

Faktor Penyebab Speech Delay

Setidaknya ada 4 faktor yang bisa menyebabkan speech delay, masing-masing faktor mempunyai cara penanganannya sendiri. Emak K coba runut sesuai dengan apa yang emak K pahami dan alami selama ini, ya. Kalau ada yang punya informasi tambahan, please, kasih tahu dengan meninggalkan komentar.

Speech Delay karena Hambatan Pendengaran

Hambatan pendengaran secara otomatis akan menghambat perkembangan bicara anak karena stimulasi utama untuk belajar bicara adalah dengan mendengar. Anak yang mengalami hambatan pendengaran bisa dideteksi sejak bayi. Anak yang terlalu diam, enggak terganggu dengan keramaian sekitar, harus segera dites apakah ada hambatan pendengaran. Nge-tesnya sederhana, cukup dengan menggoyangkan kerincingan di kanan-kiri bayi, jika bayi bisa menoleh ke arah suara, insyAllah pendengarannya baik-baik saja.

Jika bayi tidak merespon berbagai sumber suara sampai usianya 2 bulan, orang tua harus segera ke spesialis anak untuk kemudian dirujuk ke tenaga medis yang kompeten. Ikhtiar medis, psikologis sekaligus terapi bicara harus berjalan secara beriringan agar tumbuh-kembang anak bisa optimal. Enggak perlu berkecil hati ketika mendapati anak mempunyai hambatan pendengaran, emak K yakin setiap anak mempunyai berliannya sendiri. Its okay untuk merasa lelah dan ingin menangis, tetapi jangan putus asa untuk terus berikhtiar.

Emak K dulu juga mengalami speech delay karena hambatan pendengaran. Orang tua jaman dulu belum melek dengan teori parenting, tetapi aku sangat bersyukur karena bapak dan ibu enggak lelah mengajari untuk berkomunikasi dengan mengandalkan gerakan bibir. Usia 4 tahun bicaraku masih cadel dan banyak kesalahan disana-sini, baru saat aku sudah mulai membaca, ucapanku membaik. Lha piye, banyak ucapan yang gerakan bibirnya sangat mirip, aku hanya bisa membedakannya dengan tulisan. Semisal, Papa-Mama, Ma’e-Pa’e, makanya aku membiasakan si K memanggil Abah-Ibu, bukan Mama-Papa, semata agar aku gampang membedakan apakah si K memanggil Abah atau Ibunya. Hahahaha.

Speech Delay karena Gangguan Perkembangan Otak

Orang dengan keistimewaan Tuli, bicaranya cenderung sengau dan enggak sempurna pengucapannya. Namun, orang yang enggak sempurna pengucapannya belum tentu Tuli. Ada yang mengalami kesulitan berbicara karena syaraf otaknya terganggu, terutama syaraf yang berhubungan dengan daerah oral-motor-nya. Untuk memastikan apakah anak mengalami gangguan perkembangan otak atau tidak, harus dipastikan ke dokter spesialis syaraf dan spesialis perkembangan anak.

Speech Delay karena Minimnya Komunikasi

Speech delay  yang bukan karena indikasi medis hambatan pendengaran dan gangguan perkembangan otak, sebagian besar disebabkan karena minimnya komunikasi dengan orang sekitar. Apalagi jaman serba canggih dan sibuk begini, enggak sedikit orang tua yang puas dengan memberikan anak-anak mainan apapun yang menurutnya bagus, tetapi enggak mendampingi anak bermain. Sungguh, yang diperlukan anak adalah kehadiran kita sebagai orang tua untuk bermain, bukan mainan serba mewah tetapi kita enggak hadir di dalamnya.

Interaksi antara anak dengan orang tua atau orang dewasa dan teman sebayanya selama permainan berlangsung merupakan stimulasi bicara terbaik. Kita bisa saling berbicara, merespon, berlatih empati, berlatih menghargai lawan bicara dengan bermain bersama anak. Bermain yang terlihat sepele di mata orang dewasa, sebenarnya adalah proses pembelajaran kompleks bagi anak, bagaimana anak belajar etika berkomunikasi, kontak mata, menghargai lawan bicara, merspon lawan bicara, dll.

Speech Delay karena Over Menonton Televisi dan Bermain Gadget

Emak K beberapakali menjumpai kasus speech delay karena over menonton televisi dan bermain gadget, masih diperparah dengan minimnya komunikasi karena porsi menonton televisi dan bermain gadget lebih besar daripada porsi bermain dan berinteraksi. Apalagi jika anak menonton youtube berbahasa asing, makin bingunglah ia dengan ragam bahasa yang masuk, padahal bahasa ibunya belum kuat. Jika anak mengalami keterlambatan bicara karena terlalu over menonton televisi dan bermain gadget, tidak bisa tidak, orang tua harus membatasi screen time dan memperbanyak interaksi melalui bermain. Bermain apa saja, bermain perah, kuda-kudaan atau apapun yang disukai oleh anak.

dini.id Solusi Mengoptimalkan Tumbuh Kembang Anak

dini.id Solusi Mengoptimalkan Tumbuh Kembang Anak

Assesment Perkembangan Anak di Dini.id

Tetap santai, dampingi anak dengan penuh kasih karena orang tua adalah pendamping terbaik bagi anak. Kalau sudah mentok dan tertekan dengan kenyataan yang tak kunjung membaik, mungkin kita membutuhkan bantuan orang lain untuk melakukan assesment terkait speech delay anak. Dini.id bisa menjadi rujukan untuk mengakses assesment online gratis yang bisa kita gunakan untuk mendeteksi apakah anak mengalami keterlambatan bicara atau tidak. Enggak cuma assesment online yang disediakan oleh dini.id, website yang dibangun karena kepedulian dengan speech delay ini juga menyediakan layanan assesment, deservasi dan investigasi untuk membantu kita mengatasi speech delay pada anak. Jangan sungkan untuk meminta bantuan, kita adalah manusia yang butuh dikuatkan, butuh ditolong, butuh panduan.

Assesment Perkembangan Anak Dini.id

Assesment Perkembangan Anak Dini.id

Emak K sudah mencoba assesment online yang disediakan oleh dini.id. Assesment ini gratis,loh. Kita cukup mengisi data pada halaman depan dini.id, kemudian dini.id akan mengirimkan link dan password via whatsapp. Isian kuesioner itu akan direkam dalam bentuk pdf disertai dengan penjelasan hasil assesment dan apa saja yang perlu kita lakukan untuk mengoptimalkan tumbuh kembang anak.

Enggak cuma menyediakan assesment, dini.id juga menawarkan solusi Play Time untuk anak-anakkita yang masih membutuhkan stimulasi serius dengan didampingi oleh kids trainer professional. Biayanya pun cukup terjangkau, 1,2 juta setiap bulan dengan durasi sesi 3 jam selama 8 kali.

 

Serunya Motoran Semarang-Jogja Bareng si K

Serunya Motoran Semarang-Jogja Bareng si K

Akhir Maret lalu, pak Boss mengajak abah K meeting di Jogja,. Beliau menyuruh abah K untuk mengajak anak istri, sekalian liburan, katanya. Daku seneng, dong. Langsung menyiapkan printilan untuk travelling. Sembari menyiapkan printilan, kami berdiskusi transportasi apa yang paling tepat untuk ke Jogja. Pengalaman buruk saat travelling ke Jogja menggunakan angkutan umum, membuat kami repot jalan kaki kesana-kemari untuk ganti angkutan umum. Capek, apalagi plus menggendong si K. Akhirnya kami memutuskan untuk ke Jogja menggunakan sepeda motor!

Nekat ya? Apalagi perkiraan cuaca bakal hujan dari siang-sore hari. Kami mengambil jalur Semarang-Salatiga-Magelang-Jogja. Berangkat jam 1 siang setelah Jum’atan, sampai Jogja jam 4 sore lebih, langsung istirahat sampai maghrib tiba.

Semarang-Jogja motoran trus? Enggak lah, kami masih sempat mampir untuk makan dan istirahat. Sempat berhenti di SPBU untuk mengisi Pertamax dan merenggangkan badan. Banyak alasan kenapa kami memilih untuk menggunakan sepeda motor dibandingkan angkutan umum. Karena moda transportasi yang kami punya baru sepeda motor, jangan tanya kenapa bukan sepeda motor vs mobil, ya. Hahaha

Alasan Memilih Moda Transportasi Sepeda Motor

Mudah mencari makan. Sebagai pelaku food combining, kami harus memilih tempat makan yang sesuai dengan kaidah food combining. Apalagi abah K sedang dalam masa penyembuhan GERD, pantang telat makan, pantang makan sembarangan. Kalau naik travel, paling yang disediakan roti saja, kami sedang meminimalkan konsumsi terigu. Kalau naik bis, tahu sendiri kan jajanan di bis? Serba gorengan. Duh, daku pengen abah K sehat, masa travelling malah membuatnya kambuh.

Dengan menggunakan sepeda motor, kami bisa blusukan mencari makan di perjalanan ketika waktu makan telah tiba. Kami blusukan mencari warung makan dengan bantuan Google Maps. Rata-rata warung makan yang menyediakan banyak menu pilihan sayur harus masuk ke gang-gang, jarang banget yang di pinggir jalan besar.

Leluasa Menikmati Pemandangan. Jalur Salatiga-Selo-Magelang-Jogja, dan jalur Salatiga-Magelang adalah jalur yang harus kamu coba jika kamu pecinta pemandangan alam. Langitnya biru, bersih. Hamparan hijau bak permadani. Pohon-pohon pinus yang menjulang. Udaranya segar. Bahkan kata abah K, sering terdengar suara burung yang bersahut-sahutan.

Saking menikmatinya, kami sengaja memelankan laju sepeda motor. Sesekali berhenti untuk menikmati pemandangan Ciptaan yang Maha Elok. Ndremimil menyebut nama-Nya nan Agung, betapa Indonesia sangat indah. Menikmati ciptaan-Nya, mengagumi-Nya, berbuncah rasa syukur karena bisa menikmati pemandangan sedemikian indah dengan keadaan yang damai.

Jalur Salatiga-Magelang via Selo menyuguhkan pemandangan Merapi-Merbabu, jalurnya lumayan menanjak dan banyak tikungan tajam. Kita harus waspada, keasikan mengagumi ciptaan-Nya bisa mengurangi kewaspadaan kita di jalur-jalur rawan. Emak K sarankan untuk berhenti dulu di kantong-kantong pemberhentian jika ingin menikmati pemandangan jalur Selo.

Indahnya Jalur Selo

Indahnya Jalur Selo

Lain halnya jalur Salatiga-Magelang via Kopeng, Getasan, meski menanjak, namun masih jauh lebih landai dibandingkan dengan jalur Salatiga-Magelang via Selo. Tikungannya pun tidak terlalu tajam. Jika di jalur Salatiga-Magelang via Selo kita disuguhi gugusan bukit dan gunung Merapi-Merbabu, jalur Salatiga-Magelang visa Getasan kita bisa melihat gunung Telomoyo-Ungaran, sesekali Merapi tampak dari kejauhan.

Gampang Mampir-mampir. Poin plus yang kami suka sebagai tukang ngebolang, memakai sepeda motor membuat kami leluasa untuk mampir-mampir. Saat pulang dari Jogja kemaren, kami masih menyempatkan untuk mampir Magelang dan menginap semalam. Lumayan, kami bisa menikmati Punthuk Setumbu, Candi Pawon, Candi Mendhut, Candi Borobudur. Jika tidak ingat dengan deretan deadline, mungkin kami masih menjelajah deretan air terjun yang banyak terdapat di jalur Magelang-Salatiga.

Agar Perjalanan bareng Bocah dengan Sepeda Motor Menyenangkan

Kekuatan bocah lain dengan orang dewasa. Emosinya belum stabil, tubuhnya belum sekuat orang dewasa. Kita harus mengamati dulu dalam perjalanan pendek, apakah anak kita kuat dengan angin saat diajak ngebolang dengan sepeda motor. Si K Alhamdulillah kuat, enggak menunjukkan tanda-tanda masuk angin atau flu setelah melakukan perjalanan dengan sepeda motor.

Pastikan Anak Memakai Helm, Jaket dan Sepatu

Kemanan anak sama pentingnya dengan orang dewasa. Latih anak untuk menggunakan helm sejak dini. Si K sudah mulai kulatih meskipun masih copat-copot. Pelan-pelan saja, lama-lama ia akan terbiasa menggunakan helm. Gunakan helm SNI, ya. Pakaian jaket tebal untuk melindungi tubuh anak dari terpaan angin yang dingin.

Bawa Bekal Makanan dan Minuman yang Cukup, Tempatkan di Tas yang Mudah Diambil

Aku memisahkan pakaian dengan bekal makanan. Bekal makanan-minuman sengaja kutaruh di tas yang kubawa sendiri, kusampirkan di punggung sehingga kalau si K haus atau lapar tinggal mengambhil, enggak perlu ribet berhenti dari motor.

Anak pantang lapar dan haus. Lapar dan haus menjadi salah satu sumber kerewelan anak yang cukup merepotkan. Iya kalau kita sedang menempuh jalur dengan banyak warung bertebaran, lha kalau saat anak lapar sedang menempuh jalur hutan lak yo ngenes. Heuheuu.

Istirahat Berkala, Beri Anak Kesempatan untuk Bermain

Kami biasa istirahat setiap dua jam sekali atau jika si K meminta untuk istirahat sejenak. Bahkan kami akan memilih untuk mencari penginapan jika hari sudah mulai senja dibandingkan mengorbankan kesehatan si K. Bagaimanapun angin malam kurang baik untuk kesehatan.

Banyak penginapan di Jogja yang bisa kita pilih. Bisa juga sewa villa di Jogja jika kita memiliki budget yang cukup. Itung-itung sekalian honey moon entah yang keberapa. Jika memungkinkan, pilih villa atau penginapan yang menyediakan kolam renang dan play ground untuk anak.

Villa yang memiliki konsep alam bisa jadi pilihan jika kita sedang mengajarkan anak tentang alam semesta. Si K sangat menikmati istirahat di penginapan yang menyediakan kolam ikan, play ground dan taman bunga lengkap dengan serangga-serangganya.

Salah Satu Villa di Jogja dengan Konsep Alam

Salah Satu Villa di Jogja dengan Konsep Alam

Setiap istirahat di perjalanan, si K selalu kuberi kesempatan untuk bermain. Aku sengaja membawa beberapa mainan kesayangannya untuk dimainkan saat istirahat di perjalanan. Saat perjalanan via jalur Selo, sembari kami menikmati pemandangan yang keren, si K bermain gelembung sabun dan tertawa riang ketika melihat gelembung-gelembung sabun yang ia tiup pecah menyentuh tanaman.

Si K sedang Bermain Gelembung Sabun

Si K sedang Bermain Gelembung Sabun

Hindari Perjalanan di Siang Terik

Hawa panas dan terik bisa membuat anak rewel. Kami bisanya menghitung perkiraan perjalanan dan akan istirahat agak lama jika sudah terik. Sekitar jam 11.30-13.00 biasanya kami akan istirahat dulu di masjid, sekalian sholat dzuhur dan menghindari teriknya matahari.

Mulai perjalanan di pagi hari sebelum matahari terbit memberikan kita kesempatan untuk menghirup udara segar sebelum dicemari dengan asap-asap kendaraan bermotor lainnya. Selain itu juga menghindari macet di jam-jam orang berangkat kantor/sekolah. Hihihi

Jika tidak memungkinkan berangkat sebelum matahari terbit, emak K menyarankan untuk berangkat setelah dzuhur sekitar jam 14.00, saat matahari mulai condong ke barat dan enggak terlalu panas. Agar perjalanan menyenangkan, meminimalisir bete karena kepanasan. Hihihi

Yuhuuu, siap motoran bareng bocah kemana, Mak? Emak K pengen mencoba ngebolang ke arah utara, daerah Rembang dan sekitarnya, tetapi mungkin baru bisa memulai lagi setelah lebaran. Yuk siapa yang rumahnya mau ‘diobrak-abrik’ si K? :p

 

5 Obat Sakit Gigi Alami

5 Obat Sakit Gigi Alami

Pilih sakit hati atau sakit gigi? Meski Meggy Z berkata ‘daripada sakit hati, lebih baik sakit gigi ini’, tapi hampir semua orang terdekat yang saya tanya lebih memilih untuk merasakan sakit hati daripada sakit gigi. Kenapa? Karena sakit hati bisa “dislimurke” alias dicari penghiburnya. Kalau sakit gigi, mau dihibur dengan cara apa? Padahal kalau sedang sakit gigi, selain jadi susah makan, susah tidur pula jadinya. Untuk gigi berlubang pun, baru boleh dicabut setelah sakitnya sembuh. Makin susah kan? Jadi, adakah obat sakit gigi alami sebelum mengusahakannya ke dokter?

Orang bijak berkata, lebih baik mencegah daripada mengobati. Ada beberapa hal yang perlu kita lakukan sebelum sakit gigi menyerang.

Yang pertama, tentu saja adalah rajin menggosok gigi. Gosok gigilah setelah makan dan sebelum tidur. Bila perlu, gunakan dental floss untuk membersihkan sela-sela gigi dari makanan yang menyelip.

Kedua, periksakan gigi secara rutin. Anjurannya sih, setiap enam bulan sekali.

Ketiga, jangan terlalu sering meludah. Kata orang tua saya dulu, jika tidak ingin menderita sakit gigi, janganlah meludah saat sedang buang air besar. Saya sempat menganggap ini mitos belaka. Tapi kemudian saya menemukan jawabannya.

Air liur ternyata mengandung mineral kalsium dan fluor yang berfungsi untuk melindungi kekerasan gigi. Jika air liur berkurang, maka asam yang dihasilkan oleh bakteri di mulut dapat semakin mengikis gigi. Jadi sebenarnya, saliva atau air liur kita dapat mencegah terjadinya karies pada gigi.

Nah, mulai sekarang, kurangi kebiasaan meludah yaa.. Tidak hanya saat BAB saja. Karena selain tidak etis, kita juga akan kehilangan kalsium dan fluor yang baik untuk kesehatan gigi kita.

Lalu jika sudah terlanjur terjadi, bagaimana? Berikut ini saya tuliskan beberapa cara alami untuk mengatasi sakit gigi, yaitu;

1. Menggunakan getah pohon kamboja

Untuk teman-teman yang giginya berlubang, coba deh cara ini. Patahkan batang / dahan pohon kamboja, lalu ambil getahnya dengan menggunakan cotton bud. Masukkan atau usapkan cotton bud yang mengandung getah tadi ke lubang gigi.

Ayah saya pernah mencobanya, dan ajaib, sakit gigi berangsur hilang dalam sekejap. Namun cara ini beresiko juga, karena kata beliau, gigi akan menjadi rapuh dan mudah terkikis.

2. Menggunakan minyak cengkeh

Ternyata cengkeh sudah digunakan untuk mengatasi sakit gigi sejak berabad-abad yang lalu. Kandungan eugenol yang terdapat di dalam cengkeh dapat membantu meringankan sakit gigi. Selain itu, senyawa eugenol juga bersifat antiinflamasi, sehingga mampu meredakan peradangan yang terjadi di gigi.

Jika teman-teman mengalami sakit gigi, cobalah gunakan minyak cengkeh ini untuk penanganan sementara. Caranya, tuangkan minyak cengkeh ke cotton bud, lalu oleskan ke gigi dan gusi yang terasa sakit.

Meski cengkeh mengandung antibakteri, antijamur dan antioksidan alami yang dipercaya untuk meredakan sakit gigi, namun tidak disarankan untuk menggunakannya terus-menerus, karena justru berisiko merusak gigi dan gusi. Tidak hanya itu, jika minyak cengkeh ini tertelan, dapat menimbulkan rasa perih di hidung dan tenggorokan karena iritasi, sakit perut, diare, dan kesulitan bernapas. Jadi, gunakan seperlunya saja, yaa.. Jika setelah menggunakan minyak cengkeh sakit giginya mereda, segeralah ke dokter untuk mendapatkan penanganan selanjutnya.

3. Berkumur dengan air garam

Awalnya saya berpikir, apa hubungannya sakit gigi dengan garam? Apakah karena rasanya yang asin, ulat-ulat di dalam gigi akan merasa keasinan lalu keluar? Xixixi, ternyata bukan begitu teorinya.

Garam dapat menyerap kelembapan dalam mulut, dan hal ini dapat membantu membunuh bakteri penyebab sakit gigi. Air garam juga membantu mengurangi peradangan akibat infeksi.

Cara membuatnya cukup mudah. Larutkan ½ sdt garam ke dalam satu gelas air hangat (240 ml). Kumur dalam mulut selama beberapa saat, konsentrasikan pada area yang sakit. Kemudian buang bekas air kumur. Insya Allah, sakit gigi akan berkurang.

4. Kompres dengan es

Es yang ditempelkan pada pipi dapat membuat saraf gigi kebas sehingga sakit gigi tidak lagi terasa. Cobalah dengan memasukkan beberapa bongkah es ke dalam plastik kemudian lapisi dengan waslap tipis. Tempelkan pada bagian pipi yang terasa sakit selama 15 menit, atau pada permukaan gigi yang ngilu.

Selain mengompres di area pipi, cobalah pula cara meredakan sakit gigi dengan memijat punggung tangan di antara ibu jari dan telunjuk dengan kompres es tadi (jika gigi yang sakit ada di sebelah kanan, pijat punggung tangan sebelah kanan juga, dan sebaliknya). Pada area ini terdapat saraf-saraf yang sensitif terhadap rangsangan “dingin” sehingga akan mengalahkan sinyal rasa sakit dari gigi yang kita rasakan.

5. Kunyah bawang mentah

Tidak banyak yang tahu bahwa bawang merah dan bawang putih adalah obat sakit gigi alami yang cukup ampuh juga. Kedua bawang ini memiliki sifat antiseptik dan antimikroba untuk membunuh kuman penyebab sakit gigi sekaligus mengendalikan rasa nyerinya.

Cara mengobati sakit gigi dengan bawang merah adalah dengan mengunyahnya. Ya, kunyahlah bawang merah mentah selama beberapa menit di sisi mulut yang terasa sakit. Saat terkoyak oleh gigi, bawang akan melepaskan allicin, zat berminyak yang berfungsi membunuh bakteri. Hhmmm, mudah bukan? Ya, walaupun mungkin untuk beberapa orang rasanya tidak terlalu enak. Hehe.. Tapi daripada sakit gigi terus-terusan, ya kan?

Baiklah, itu dia 5 cara yang bisa kita coba untuk meredakan sakit gigi. Semoga bermanfaat, ya.

 

Agar Wisata Pantai Bersama Balita Tetap Seru

Agar Wisata Pantai Bersama Balita Tetap Seru

Membawa bocah liburan itu sungguh menguras tenaga, baik fisik maupun psikis. Enggak bisa semena-mena. Sangat membutuhkan kerjasama antar pasangan. Apalagi wisata pantai, di satu sisi pasir dan air adalah kesukaan bocah, di sisi lain panasnya pantai dan keramaian bisa membuat bocah bad mood, berujung rewel.

Si K baru kuajak ke pantai satu kali saat berusia 2.5 tahun. Agak drama karena memang persiapan kami kurang. Si K mkenikmati saat sore hari ke pantai, tetapi emaknya klenger dan cenderung gampang emosi.

Kesalahan kami sebenarnya terlihat sepele. Kami saat itu mengandalkan transportasi umum, letak hotel yang harus jalan kaki selama 20 menit membuatku lelah karena harus menggendong si K. Hotel yang dipilih pun ternyata sempit, si K tidak bebas bermain dan menyebabkan ia rewel.

Kesalahan lain yang lumayan fatal adalah kami hanya mengandalkan ‘kayaknya’, enggak ngecek jarak secara real di Google Maps. Kami berjalan bertiga dari pantai Parangtritis lama dan berniat untuk menuju ke Gumuk Pasir. Cuaca sedang panas-panasnya.

Hasilnya?

Emak dehidrasi dan terpaksa kembali ke penginapan dengan segera, badan remuk redam. Sampai di hotel si K rewel. Rasanya… Campur-aduk pengen berendam di air es.

Saat di pantai kami juga enggak membawa mainan apapun, si K hanya bermain pasir dan ombak bersama abahnya. Sayang, lho, seandainya kami membawa sendok pasir, truk kesukaan si K, bola, atau mainan pencetak pasir lainnya pasti semakin menyenangkan.

Dari beberapa pengalaman emak K tersebut, emak K jadi mencatat beberapa poin agar wisata ke pantai bersama balita semakin menyenangkan.

Pilih Hotel yang Lumayan Luas dan Dekat dengan Pantai

Hotel menjadi salah satu kunci kenyamanan balita. Kenyamanan orang tua ada di tangan balita. Trust me, bocah rewel mood orang tua bisa bubrah berantakan.

Selama kami travelling bareng si K, hotel yang luas dan bisa digunakan untuk glundang-glundung cukup bagus untuk menjaga mood si K. Apalagi jika hotelnya ada play ground, si K hepi, emak bisa selonjoran sejenak menabung energi.

Saat6 merancang travelling, hotel yang nyaman tidak bisa ditukar dengan apapun. Kami bisa menghabiskan waktu 2 jam untuk mencari review hotel dan promonya. Hotel yang nyaman tidak selalu identik dengan hotel yang mahal, lhoh. Kami pernah mendapati hotel 300k kalah nyaman dengan hotel yang cuma 150k per malamnya. Pintar-pintar saja mencari celah promo.

Bawa Mainan Kesayangan Anak

Tips paling penting. Mainan favorit anak bisa mengalihkan perhatian anak saat bosan menunggu, kayak menunggu makan, menunggu bis, menunggu kereta. Apalagi jika kita termasuk orang tua yang sedang berusaha membatasi akses gadget, mainan tidak bisa ditinggalkan.

Kalau ke pantai, jangan lupa membawa mainan bola, sendok dan pencetak pasir, jika anak suka berenang bisa membawa pelampung kesayangan anak. Cerianya anak dalam bermain bisa menjadi mood booster bagi orang tua.

Pastikan Anak Kenyang dan Membawa Cukup Bekal

Si K paling pantang kekurangan minum. Ia akan rewel parah jika sedang haus namun tidak mendapati air putih. Memastikan anak kenyang dan membawa bekal makanan dan minuman yang cukup sangat membantu untuk meminimalisir kerewelan anak.

Jangan mengandalkan warung, tidak semua warung di tempat wisata menyediakan makanan dan minuman yang cocok untuk anak. Lebih baik repot membawa bekal daripada capek keliling mencari makanan dan minuman yang cocok untuk anak.

Mengenali Tanda Bahaya Diare pada Anak

Mengenali Tanda Bahaya Diare pada Anak

Diare akut pada si K bulan September lalu masih melekat kuat di ingatanku, bahkan menyisakan trauma. Aku akan panik setiap kali ada tanda-tanda diare pada si K. Meskipun tidak sampai dirawat secara intensif di RS, diare pada si K sempat membuatku panik membawa si K ke RS tengah malam sampai dua kali. Oleh seorang teman yang berprofesi sebagai dokter, aku di-sangoni bagaaimana mengenali tanda bahaya diare pada anak yang harus segera di bawa ke RS dan rawat inap.

Enggak cuma tanda bahaya diare pada anak, temanku juga memberi tahu serentet tindakan pengobatan diare akut pada anak balita sehingga aku tidak terserang panik berlebihan. Khawatir boleh, tetapi panik berlebihan bisa menyebabkan salah mengambil tindakan dan dikhawatirkan anak mendapatkan overdosis obat.

Jadi Ibu memang gitu, rasa-rasanya ingin mengerahkan semua obat agar anak segera sembuh. Tetapi penggunaan obat yang tidak bijak bisa sangat berbahaya bagi kesehatan anak. Alih-alih menyembuhkan, pemberian obat yang tidak sesuai dengan dosis bisa menyebabkan penyakit kebal terhadap obat.

Jika anak menunjukkan tanda bahaya diare, maka kita harus segera membawa anak ke UGD agar mendapatkan penanganan lebih lanjut dan mencegah terjadinya dehidrasi sangat berat. Berikut tanda-tanda bahaya diare pada anak yang harus kita ketahui:

Frekuensi Diare Lebih dari 6 Kali dalam 24 Jam pada Bayi

Pada bayi yang berusia satu bulan atau lebih, kita harus mewaspadai jika bayi buang air lebih dari 6 kali dalam waktu 24 jam. Bayi yang berusia satu bulan lebih umumnya hanya buang air besar tiga kali dalam sehari. Untuk bayi yang berusia kurang dari satu bulan yang frekuensi BAB-nya memang masih sering, kita harus mewaspadai ketika feses bayi berbau sangat busuk seperti telur busuk.

Derajat Dehidrasi Mencapai Sedang-Berat

Yang menjadi kekhawatiran dokter pada anak yang mengalami diare adalah kekhawatiran terjadinya dehidrasi yang bisa menyebabkan komplikasi karena kekurangan cairan berat jika tidak ditangani dengan tepat.

Pentingnya kita sebagai Ibu untuk mengenali tanda-tanda dehidrasi pada anak adalah agar kita bisa memberikan pertolongan pertama dan memutuskan kapan waktu yang tepat untuk membawa anak ke UGD.

Derajat Dehidrasi Ringan

Derajat dehidrasi ringan pada anak ditandai dengan:

  1. Anak masih sadar, sedikit gelisah dan merasa haus.
  2. Denyut nadi anak normal, kurang dari 120/ menit. Kita bisa meraba nadi dan menghitung denyutannya sendiri.
  3. Pernafasan anak masih normal.
  4. Ubun-ubun anak terlihat seperti biasanya.
  5. Mata anak masih segar dan tidak cekung.
  6. Ketika anak menangis, masih keluar air matanya.
  7. Jika kulit anak dicubit akan segera kembali dengan cepat. Kulit masih elastis.
  8. Frekuensi kencing anak masih seperti biasa.

Jika anak masih berada pada derajat dehidrasi ringan, kita bisa memberikan pertolongan pertama dengan larutan oralit atau air kelapa muda. Si K paling suka diobati dengan air kelapa muda. Emaknya juga, ding. Hehehe

Derajat Dehidrasi Sedang

Derajat dehidrasi sedang ditandai dengan:

  1. Anak masih sadar, namun gelisah dan sering mengantuk, lebhih banyak tidur.
  2. Denyut nadi mulai cepat dan cenderung melemah. Antara 120-140 kali permenit.
  3. Pernafasan anak mulai dalam dan mungkin mulai meningkat cepat. Ditandai dengan anak yang terlihat menghirup nafas dalam-dalam. PAda kasus si K saat mengalami dehidrasi sedang, dadanya terlihat jelas terangkat ke atas.
  4. Ubun-ubun besar anak mulai cekung.
  5. Mulai tidak ada air mata saat anak menangis.
  6. Saat kita mencubit kulit anak, cenderung lambat untuk kembali.
  7. Frekuensi kencing anak berkurang dan warna air seninya kuning tua.

Jika anak mengalami dehidrasi sedang, kita perlu membawanya ke dokter untuk mendapatkan observasi lebih lanjut. Biasanya dokter akan melihat apakah memungkinkan untuk dirawat jalan ataukah harus dirawat inap untuk memberikan cairan infus.

Dulu si K hanya dirawat jalan karena si K masih mau makan dan minum, masih ceria dan memungkinkan untuk memberikan asupan cairan melalui makanan dan minuman. Dokter akan menyarankan untuk rawat inap jika anak sudah mulai malas makan dan minum untuk mencegah dehidrasinya meningkat ke dehidrasi berat.

Derajat Dehidrasi Berat

Derajat dehidrasi berat ditandai dengan:

  1. Anak mengantuk, lemas, anggota gerak dingin, berkeringat, kebiruan.
  2. Denyut nadi cepat dan sangat halus, kadang-kadang tidak teraba. Lebih dari 140 permenit.
  3. Pernafasan cepat dan dalam.
  4. Ubun-ubun sangat cekung.
  5. Kelopak mata sangat cekung.
  6. Air mata sangat cekung.
  7. Pada pencubitan kulit, kulit kembali sangat lama, olebih dari 2 detik.
  8. Anak tidak kencing.

Pada kasus dehidrasi berat, anak harus segera dibawa ke UGD dan dilakukan perawatan intensif oleh tim dokter. Sebaiknya membawa anak ke UGD/ dokter saat anak berada dalam derajat dehidrasi sedang untuk mencegah terjadinya dehidrasi berat.

Feses Anak Terdapat Darah

Adanya darah dalam feses anak merupakan tanda bahaya diare dan harus segera dirujuk ke UGD karena dikhawatirkan mengidap disentri dan membutuhkan penanganan dokter spesialis segera.

Ternyata menjadi Ibu harus memahami segala hal, ya, termasuk menjadi ‘dokter’ keluarga dengan memahami tanda-tanda bahaya pada anak, sehingga dapat memberikan penanganan yang tepat. Semoga anak-anak dan keluarga kita selalu sehat, ya.

Salam!

Menyusun Kurikulum Permainan Anak Usia Dini

Menyusun Kurikulum Permainan Anak Usia Dini

Menemani anak usia balita itu susah-susah gampang, susah kalau ia tengah riwil dan gampang kalau mood-nya sedang bagus. Emak K jarang beli mainan mahal untuk si K, maklum, penganut permainan anak usia dini harus dari bahan yang mudah didapat di sekitar rumah.

Bermain enggak bisa dianggap remeh. Dalam permainan yang bagi orang dewasa sangat sepele tersimpan mutiara skill anak di masa yang akan datang, dalam kegiatan yang sederhana tersebut terdapat latihan sensorik, motorik kasar dan motorik halus yang menjadi pijakan dasar skill of life.

Manfaat Bermain untuk Anak

Tidak afdol rasanya jika tidak mengulik manfaat bermain untuk anak. Emak k beberapa kali ikut kuliah online tentang pentingnya bermain untuk anak. Aku sangat setuju dengan paparan mbak Febrianti Dwi Setyarini saat memberikan kuliah Kurikulum Bermain Anak di Gup Rayya Parenting Club.

Mbak Febri, begitu kami menyapanya dengan akrab, membeberkan betapa bermain mempunyai segudang manfaat untuk anak.

  1. Memahami diri sendiri dan mengembangkan harga diri
  2. Menemukan apa yang dapat mereka lakukan dan mengembangkan kepercayaan diri
  3. Melatih mental anak
  4. Meningkatkan daya kreativitas dan membebaskan anak dari stress
  5. Mengembangkan pola sosialisasi dan emosi anak
  6. Melatih motorik dan mengasah daya analisa anak
  7. Penyaluran bagi kebutuhan dan keinginan anak
  8. Mengembangkan otak kanan anak

Menyiapkan Diri untuk Bermain dengan Anak

Aku agak terkejut saat Mbak Febri bertanya, “Apakah sudah siap bermain dengan anak-anak?”
“Apakah sudah siap mendengarkan dengan mata, hati, kulit, kaki, tangan, dan telinga kita?”

Are we? Are we ready to play together with our child?

Yes. Oh, No. Ada tugas, ada kuliah online, ada segambreng cucian yang belum kelar. Padahal, mbak Febri menegaskan jika kita sebagai orang tua harus hadir 100% saat bermain dengan anak. Boro-boro nyambi main hape, lha wong mikirin gawean yang ngawe-ngawe saja enggak boleh.

Apa kabar emak K? Hahaha, sok-sokan multi tasking padahal membuat si K merasa terabaikan. 🙂 Dear K, maafkan Ibu yang belum sempurna ini, ya. Mbak Febri menyadarkanku jika anak hanya butuh orang tuanya untuk bermain, dengan permainan sederhana sekali pun.

Jangan mengada-ada, apalagi menunggu semua tersedia. Cukup sediakan diri kita seutuhnya, InsyaAllah anak-anak akan sangat bahagia. –
Febrianti Dwisetyarini –

Mengamati Anak

Apakah menjadi orang tua otomatis tahu luar-dalamnya anak? No, bahkan emak K yang mengaku menjadi Ibu 24 jam bagi si K saja mikir dulu saat mengisi profil anak yang diberi oleh mbak Febri. Hmm, si K suka apa ya? Karena enggak bisa mengawang-awang, akhirnya emak K menyediakan waktu satu minggu untuk mengamati.

Apa saja yang perlu diamati dari anak? Secara umum, kita harus mengamati hal-hal berikut ini untuk membuat pijakan kurikulum permainan anak usia dini:

  1. Nama dan usia anak saat ini
  2. Hal-hal yang disukai anak
  3. Tanda antusias yang ditunjukkan oleh anak (Apakah anak berteriak, berbinar-binar matanya, enggak mau berhenti, dll)
  4. Akan bahagia ketika Ayah Bunda… (Kalau si K, bakal bahagia banget ketika Ibu memeluk dan Abahnya nggendong)

Mengamati keunikan anak ini membuat emak K menyadari jika ada yang luput dari si K. Si K lebih menyukai glendean menggunakan vespa daipada sepedaan keliling kampung. Si K lebih menyukai learning by doing dibandingkan menghafalkan nyanyian atau doa, wkwkwk. Si K lebih menyukai menggambar di dinding dibanding di buku–ini akhirnya membuat emak K beli papan tulis hitam yang besar–.

Menyusun Kurikulum Permainan Anak Usia Dini

Ada empat tahapan yang harus kita lakukan dalam menyusun kurikulum permainan anak usia dini, yakni; mengamati anak, mengamati lingkungan, mem-breakdown ke dalam 9 Kecerdasan Majemuk Gardner, lalu mencari ide kegiatan yang berhubungan dengan aspek 9 kecerdasan tersebut.

Kenapa harus meliputi 9 Kecerdasan Majemuk? Karena anak usia dini belum terlalu kelihatan kemanakah kecerdasannya mendominasi, sehingga kita perlu menstimulasi seluruh aspek kecerdasannya hingga kelak di kemudian hari anak bisa memutuskan sendiri ingin mendalami aspek kecerdasan yang mana.

Sembilan aspek kecerdasan itu antaralain; Kecerdasan Visual-Spasial, Kecerdasan Verbal Linguistik/ Bahasa, Kecerdasan Musikal, Kecerdasan Logika Matematika, Kecerdasan Kinestetik, Kecerdasan Interpersonal, Kecerdasan Intrapersonal, Kecerdasan Natural, Kecerdasan Eksisitensial.

Mbak Febri dalam menyusun Kurikulum Bermain Anak lebih menekankan untuk mengamati lingkungan sekitar karena anak disiapkan untuk menjadi seorang anak yang mempunyai konsep yang kuat dan mengenali lingkungannya.

Karena akan lebih mudah bagi anak untuk mengenal Tuhannya, jika ia sudah mengenali diri dan kekayaan sekitarnya. Anak yang kenal dengan dirinya, dengan lingkungannya, dengan kekayaan negerinya, dengan kekhasan alamnya yang tiada banding, akan tumbuh menjadi anak yang mempunyai konsep diri yang kuat dan utuh. -Febrianti Dwisetyarini-

Nyut-nyutan, Mak? Wkwkwkwk, aslinya sederhana, kok. Kalau sudah dipraktikkan bakal nagih. Next emak K bakal posting salah satu kurikulum bermainnya si K. InsyaAllah. Jazakumullahu khairan katsiran, mbak Febrianti Dwisetyarini. Semoga apa yang sudah Mbak bagi semakin beranak-pinak pahalanya, ya.