8 Hal yang Ingin Kucapai Sebelum Berusia 40 Tahun

8 Hal yang Ingin Kucapai Sebelum Berusia 40 Tahun

Tema kolaborasi  #BloggerKah bulan ini bikin aku mikir lama, hal yang ingin dicapai sebelum usia 40 tahun? Ealah, Rek, ngelingke ae yen awak dhewe wis tuwek. Huhuhu. Sekarang umurku 27 tahun, masih ada waktu sekitar 13 tahun untuk menyelesaikan apa-apa yang ingin kucapai sebelum umur 40 tahun. Gusti, aku tiba-tiba ingat, saat aku SD, aku berkomentar begini ke Ibu yang saat itu berusia 40 tahunan, “Ibu mpun sepuh, ya.” Anak yang dulu menganggap usia 40 tahun sudah tua, sekarang sudah berusia 27 tahun. Time flies so fast, Darl!

Pengennya sih dana darurat aman, punya deposito berlapis-lapis, punya saham, punya panti jompo yang membahagiakan mbah-mbah, punya rumah luas dengan seabrek kegiatan, sholikhah lahir bathin, hidup selonjoran gemah ripah loh jinawi. Hahahaha, belum usai mimpiku, mbak Ran langsung mencubit agar aku bangun dari mimpi di siang bolong; keinginannya harus realistis, dong. Bukan sekedar mimpi. Keinginan yang bisa dicapai. Ya, meski keinginan tadi sangat mungkin bagi Nia Ramadani, tetapi bagi emak K yang di umur 27 tahun masih ngontrak di rumah sepetak, mari berpikir logis dan pastikan kakinya menginjak bumi lagi.

Jadi Inisiator dan Professional Expert Bahasa Ekspresi

Sekarang aku sedang mendalami bahasa ekspresi, bahasa yang sudah menjadi keseharian di keluargaku, tetapi ampun, menguras emosi, pikiran dan fisikku ketika aku mencoba untuk merintis sosialisasi ke publik. Memperdalam literaturnya lumayan menghabiskan waktu dan melelahkan pikiran. Bayang-bayang ketakuatn, ketidakpercayaan diri terus saja menggerogoti psikis. Takut kalau-kalau tidak pantas, takut kalau-kalau kelak menghadapi cibiran. Hoalah, Mak, bukannya kamu sudah terlalu biasa menerima cibiran dan harusnya sudah kebal? Hahahaha.

Standar professional expertku disini adalah pijakanku sudah jelas, punya buku tentang bahasa ekspresi, punya website yang bisa jadi rujukan komplit dengan printilan permainan untuk mengenalkan bahasa ekspresi kepada anak. Kalau bisa, meski sekarang belum ada jurusan yang khusus tentang bahasa ekspresi, aku ingin memperkuat dengan pendidikan formal, dan bahasa ekspresi sudah membumi di bumi parenting Indonesia.

Ini aku harus belajar apa saja ya? Psikologi anak, atau malah perlu belajar bahasa juga? Hahaha.

Haji bareng Abah K

Melihat antrian haji yang puluhan tahun, aku agak ragu juga ingin memetakan mimpi haji bareng abah K sebelum 40 tahun. Tetapi, karena abah K berprinsip bahwa yang wjaib didahulukan terlebih dahulu, kami enggak ada bayangan untuk umroh sebelum haji. Maksudnya pergi ke Makkah-Madinah khusus umroh lho, ya, bukan umroh yang didahulukan sebelum haji yang berangkatnya barengan sekaligus untuk haji. Pengen banget ibadah full power di usia 30 tahunan. Di saat anak-anak sudah mandiri dan bisa ditinggal ibadah. Di saat urusan financial sudah cukup untuk biaya keluarga selama kami menunaikan ibadah haji.

Makkah, credit: medina wisata

Ya siapa tahu ada rejeki haji berdua tanpa harus menunggu antrian super panjang, siapa tahu slot haji Indonesia ditambah hingga antriannya semakin pendek, siapa tahu ada rejeki tinggal di negara yang hajinya enggak perlu antri dan bisa start haji dari sana. Siapa tahu… Robbuna yang Punya Rumah, Robbuna pula yang Mengundang tamu-tamu-Nya dengan cara yang seringkali di luar nalar seorang manusia.

Punya 3-5 Anak

Ada yang nyengir saat membaca poin ini? Hahahaha, aku pun nyengir saat menulis ini. Di usiaku yang ke 27 dan si K yang berusia 3 tahun, aku masih berusaha menghilangkan trauma melahirkan dan pasca melahirkan, kok mentholo pengen punya anak 3-5, yang artinya paling enggak nambah 2-4 anak lagi. Bhahaha. Sik, iki masih ada 13 tahun, bisa jeda 2 tahunan kalo pengen nambah 4 anak, kan? Wkakakka. Ya Allahu Rabbi… Tapi kan pengen haji sebelum 40, yang artinya paling enggak anak bungsu sudah berusia 10 tahun saat haji? Kok ya ora logis blas. Kayaknya lebih logis nambah 2 anak lagi ya? Hihihi. Nanya sendiri, dijawab sendiri. Baiq~

Punya Rumah Kayu dengan Taman Baca dan Kegiatan Bocah

Aku dan abah K sama-sama terobsesi dengan rumah kayu yang berkonsep modern. Rumah tempat pulang dengan ketenangan masa kecil namun enggak meninggalkan gaya modern yang serba ringkas dan mudah. Barisan emak-emak pengagum gaya tradisional tetapi ogah banget nimba air sumur. Hahahaha. Rumah yang ramai dengan bocah-bocah, tempat bermain dan menggali ilmu. Jika boleh bermimpi tinggi, aku ingin memfasilitasi bocah-bocah untuk belajar. Mendatangkan guru-guru kehidupan, termasuk Kyai dan ulama panutan, yang dari beliau bocah-bocah bisa mereguk cahaya hikmah.

Di sekitar rumah ada kolam dan sayur-mayur, pohon rambutan, alpukat, kelengkeng, pepaya, mangga dan juwet. Komplit dengan komposter dan resapan air hujan. Gusti… Indahnya, auto terngiang-ngiang lantunan lagu masa kecil; desaku yang kucinta, pujaan hatiku….

Investasi Tanah yang Ditanami Pohon Jati

Poin ini sebenarnya hampir tercapi, tetapi ada prioritas lain di luar rencana yang menyapa kehidupan kami; merantau. Tahu sendiri, kan, untuk merantau butuh biaya yang enggak sedikit, terutama untuk biaya mengontrak dan menyediakan perlengkapan rumah tangga. Perlengkapan rumah tangga itu terlihat murah, ya, tetapi kalau ditotal, hmmmm, lumayan menggilas dana darurat. Hahaha.

Aku masih menyimpan mimpi ini. Di kampung Bojonegoro tanahnya jenis kapur yang liat, sangat bagus digunakan untuk bertanam jati. Aku berharap keinginan ini bisa terpenuhi 5 tahun lagi.

Wakaf Taman Bermain dan Kantung Parkir

Entah kenapa, aku merasa sekarang darurat taman bermain dan kantung parkir. Ketersediaan masjid dan mushola di sekitar tempat tinggalku sekarang lebih dari cukup, jadi aku ingin wakaf taman bermain yang bisa digunakan bocah-bocah untuk bermain sak kemenge dengkul, tempat dimana bocah-bocah bisa main betengan, petak umpet, gobak sodor, bahkan sepedaan sampe ngglundung tekan kalenan. Minimal wakaf sepetak tanah yang cukup untuk main gobag sodor, 40 meter saja sudah cukup untuk glundang-glundung, kan?\

Kantung parkir yang kumaksud disini adalah kantung parkir untuk tamu-tamu tetangga yang tidak mempunyai halaman yang cukup. Biar enggak ngebak-ngebaki dalan. Pengalaman hampir nabrak mobil karena jalannya dipakai parkir itu mangkeli banget, je. Yen mobil pribadi penghuni rumah sih silakan menyediakan parkir di rumah masing-masing ya, Gais. Durung kelakon wis ngongkon-ngongkon. Heuuu.

Travelling ke Bromo dan Karimunjawa

Dua destinasi yang berbeda tema. Yang satu pegunungan dengan aroma belerang dan pasir berisiknya, yang satu pulau kecil dengan pantai dan gugusan gemintangnya. Yang satu dingin kudu krukupan jaket woll lapis-lapis, yang satu hawane kudu nyewa private villa ben bisa pake baju-baju tipis. Persamaannya cuma satu, honeymoon kesekian ratus kali. Ngahahaha.

Hafal Surat Al-Mulk, Yasin, Juz 30 dan Albaqarah

Surat Almulk, dhawuh gus Baha, adalah pelindung siksa kubur. Abah K menceritakannya pada malam hari saat kami pillow talk, perbincangan mendalam yang membuat tekadku membaca; aku harus hafal surat Tabarak. Gus Baha, dengan gaya khasnya menceritakan hadits riwayat Anas Ibnu Malik, tentang seorang pria yang membuat malaikat dan ‘surat yang dihafalkannya’ berdebat. Malaikat itu ingin menytiksanya, dan ‘surat yang ia hafalkan’ ingin melindunginya. Surat yang ia hafal tak lain dan tak bukan adalah surat al-Mulk atau Tabarak.

Coba, deh, cari riwayat lengkap hadits riwayat Ibnu Malik tentang surat Tabarak, ceritanya cukup panjang dan dramatis.

Yasin, Juz 30 dan Albaqarah sendiri aku enggak memiliki alasan khusus, Yasin aku biasa merapalkannya, Juz 30 dan Albaqarah sendiri melanjutkan hafalan yang sudah kusetor kepada Yai namun belum tuntas.

Wis, ah, wolu wae. Jan-jane pengen nulis akeh, tapi kok terkesan kemaruk. Emak K ini macak sholikhah, kan wong sholikhah kuwi kudu qona’ah lan ora panjang angan-angan. Ealah… aslinya kebanyakan permintaan sampai enggak bisa membedakan mana yang logis dan panjang angan-angan. Jadi tak stop delapan aja, kalau mau nambah tinggal nambah di doa-doa dan sujud panjang. Tak lupa di buku kecil yang berisi coretan mimpi. Memang mimpinya keduniawian, tetapi semoga menjadi perantara bertambahnya pahala dan keberkahan usia. Mohon doanya ya, kawan-kawan semua~

Masih pengen nyari ide hal-hal yang ingin dilakukan sebelum berusia 40 tahun? Cuss ke blog mbak Arin dengan My Before 40 Bucket List-nya dan mbak Ran dengan 10 Before 40!-nya. Mari aminkan doa-doa, dan apa keinginanmu sebelum berumur 40 tahun? Yuk komen, siapa tahu diaminkan oleh para pembaca. Konon doa yang diaminkan oleh 40 orang akan qabul. Apapun itu, semoga keinginan kita semakin mendekatkan pada-Nya, dan menambah keberkahan hidup kita dan anak cucu kita.

 

 

 

 

 

 

Emak-emak Mengulik Cara Merawat Mobil Matic

Emak-emak Mengulik Cara Merawat Mobil Matic

Emak K mau beli mobil matic, ya? Kok menulis cara merawat mobil matic? Hahaha, bukankah dulu sebelum mempunyai suami harus belajar ecel-precel kerumahtanggaan agar lebih siap? Yo mbok menawa bisa punya mobil matic setelah belajar bagaimana cara merawat mobil matic, kayak waktu ngaji soal kerumahtanggan dulu, kitab khatam langsung dilamar abah K. Wkwkwkwk.

Aku sengaja menghubungi mbak Wara untuk bertanya soal mobil matic. Ya, meskipun aku harus baca bolak-balik demi memahami apa yang beliau maksud. Kayak waktu ngaji bab suami dulu, aku mana paham bagaimana penolakan bisa membuat suami murka. Ra paham, Rek. Tetapi setidaknya aku punya ancang-ancang bagaimana menghadapi suami kelak saat sudah menikah.

Ya, anggap saja ini ancang-ancang bagaimana kelak saat mobil matic sudah berjodoh denganku. Hati-hati, Law of Attraction sering kejadian, masio cuma mbatin tetapi kalau malaikat ngamini bisa maqbul saat itu juga. Ndongane sing apik-apik wae. Heuu.

Perbedaan Mendasar Mobil Matic dan Mobil Manual

Perbedaan mendasar mobil matic dan mobil manual berada di transmisi penggeraknya yang otomatis dan manual. Jika mobil manual mengandalkan keahlian kita dalam menggerakkan kopling dan tuas, mobil matic cukup mengandalkan tuas sesuai lajur jalan yang dilalui.

Pada saat memulai berkendara, pada mobil manual kita harus menekan pedal kopling berbarengan dengan menekan tuas gigi/perseneling ke posisi 1/ R. Sedangkan untuk memulai berkendara pada mobil matic kita cukup menekan tuas transmisi dari P (parkir) ke posisi maju (Drive) atau mundur (Rear) sembari menekan rem.

Pada saat mobil melaju di jalan, pada mobil matic untuk memindahkan posisi D, 1, atau 2 cukup memindahkan tuas transmisi sembari menekan tombol yang melekat pada tuas sesuai dengan jalan yang dilalui, apakah jalan menanjak atau jalan lurus-lempeng. Sedangkan mobil manual kita harus menekan pedal kopling sambil memindahkan tuas perseneling/gigi ke posisi yang kita inginkan (2,3,4,5).

Eh, Emak K mudeng enggak? Agak-agak mudeng lah kalau ngebayangin, kayak pakai sepeda motor manual dan matic kan? Bhahaha, kayaknya mobil matic lebih mudah dipelajari, ya.

Kesalahan Umum Penggunaan Mobil Matic

Aku sengaja bertanya kesalahan umum penggunaan mobil matic, maklum, saat mengendarai motor, sering banget ketemu mak-emak yang ceroboh. Di media sosial pun banyak seliweran cerita tentang driver emak-emak yang ceroboh. Kelak, jika ada rezeki, aku enggak mau masuk ke dalam golongan driver yang ceroboh. Heuheuu

Kesalahan umum pengguna mobil matic adalah pengoperasian transmisi. Mbak Wara kerap menjumpai pengemudi yang menggunakan transmisi D pada saat mobil berjalan pada tanjakan, padahal seharusnya saat berada di tanjakan transmisi diposisikan ke 1 atau 2.

Kesalahan posisi transmisi juga kerap terjadi pada saat mobil matic berhenti di lampu merah. Pengendara kerap memposisikan transmisi ke dalam mode parking (P) pada saat berhenti di lampu merah. Padahal, pada saat berhenti sementara di lampu merah, posisi transmisi seharusnya di posisi netral (N) yang memungkinkan mobil langsung jalan setelah berhenti. Perlu dicatat, posisi parking (P) digunakan pada saat mobil berhenti dalam waktu lama dan setelah itu mesinnya mati.

Merawat Mobil Matic

Perawatan mobil matic hampir sama dengan perawatan mobil manual, khususnya untuk merawat transmisinya harus rutin ganti oli transmisi sesuai dengan kilometer tempuh mobil, antara 10ribu sampai 15ribu kilometer yang ditempuh agar tarikannya tetap responsif.

Cek secara berkala kondisi kampas rem mobil, baik rem depan maupun rem belakang. Penggantian kampas rem mobil matic dilakukan lebih sering dibandingkan mobil manual karena penggunaan kampas rem pada mobil matic jauh lebih banyak dibandingkan dengan kampas rem mobil manual. Rem pada mobil matic digunakan juga untuk menahan laju tranmisi. Jika rem mulai berbunyi artinya kampas rem harus segera diganti.

Selalu gunakan suku cadang asli mobil agar mobil selalu dalam kondisi prima.

Hehehe, kayaknya cukup mudah, ya. Gara-gara menulis artikel ini dan kutinggal tidur sebelum selesai, daku sampai mimpi punya mobil. Bhahaha, boleh diaminkan, lhoh. 😀

Memilih Mainan Bayi 7 Bulan

Memilih Mainan Bayi 7 Bulan

Banyak pilihan mainan bayi, dari yang mahal sampai yang murah. dari yang mengusung tema mainan edukasi sampai mainan montessori. Perkembangan setiap bayi berbeda-beda, mainanya pun harus disesuaikan dengan perkembangan masing-masing. Lantas, bagaimana memilih mainan bayi 7 bulan yang tepat?

Kenali Tahap Perkembangan Bayi

Salah satu tujuan mainan adalah untuk menstimulasi perkembangan bayi. Mau tidak mau, seorang Ibu harus mengamati perkembangan bayi dan menge-plotnya ke dalam tugas perkembangan bayi untuk mengetahui apakah ada perkembangan yang masih harus distimulasi atau adakah yang perlu dikembangkan, untuk kemudian memilih permainan yang tepat.

Tugas Perkembangan bayi usia 7 bulan antaralain; duduk tanpa dibantu, meraih benda dengan gerakan menyapu, meniru suara orang bicara, memadukan berbagai suara untuk meniru kata, mulai merangkak dengan menggerakkan perut, meraih sebuah benda dan memindakannya ke tangan lainnya, mengumpulkan benda-benda.

Dulu, saat si k berusia 7 bulan, si K belum semangat merangkak. Masih keenakan glundang-glundung di kasur. Untuk menstimulasi kemampuan merangkaknya, aku menaruh cermin pada jarak dimana si K bisa melihat mukanya. Ia pun mengejar cermin dengan merangkak dan tertawa-tawa ketika bisa menyentuh cermin yang ada bayangannya.

Jika ternyata perkembangan bayi kita melampaui tugas perkembangan 7 bulan, kita bisa memberikan mainan untuk stimulasi tugas perkembangan bayi usia 8 bulan dengan tetap memainkan permainan mudah yang telah ia kuasai.

Sesuaikan dengan Budget Emak, Jangan Menunggu Ada Apalagi Mengada-ada

Emak K adalah penganut mainan anak harus dari benda-benda di sekitar dan terjangkau dengan budget Emak. Apalagi usia 7 bulan adalah usia ‘merusak’, dimana bayi lebih penasaran untuk menyobek-nyobek buku daripada menjaganya. Lebih suka meremas-remas botol air mineral daripda menyentuh mainan atom yang keras. Sepertinya jauh lebih aman untuk memberikan mainan yang mudah didapat dari sekitar rumah daripada membuat hati Emak kebat-kebit karena khawatir bayi merusak mainn.

Lha wong memang masanya ‘merusak’, masa mau dilarang? Salah-salah kita malah mematikan rasa ingin tahu anak ketika kita berteriak mengingatkan lantaran khwatir bayi merusak mainan mahal.

Ada majalah bekas yang sudah tidak dipakai untuk dibolak-balik, disobak-sobek, agar bayi bisa memindahkan suatu benda dengan kedua tangannya. Gemerincing kacang hijau, kerikil dan beras dalm botol mineral kecil bisa menstimulasi bayi untuk membedakan berbagai macam bunyi.

Apakah emak K melarang untuk beli mainan bayi yang mahal? NO, silahkan saja jika ingin membeli mainan bayi yang mahal, asalkan jangan ngomel ketika bayi merusakkan mainan tersebut. Bayi usi 7-24 bulan adalah usia ‘merusak’. Usia mbongkar-mbongkar. Si K yang sudah 36 bulan saja masih mbongkar-mbongkar dolanan.

Pilih Mainan yang Merekatkan Hubungan Bayi dengan Ayah dan Ibu

Ini poin paling wajib. Apalah arti mainan mewah jika kehadiran Ayah dan Ibu atau orang tua tidak ada. Apalah arti mainan mewah jika bayi ditinggal fesbukan. Hal yang paling penting bagi bayi adalah kehadiaran lahir dan bathin kedua orang tua atau walinya.

Jika Ayah dan Ibu mampu membeli mainan mewah sekaligus menemaninya, aku acungi keempat jempol yang kupunya. Super! Untuk Ayah dan Ibu yang tidak bisa menghadirkan mainan mewah, ini bukan hal yang harus dikhawatirkan, kehadiran Ayah dan Ibu jauh lebih penting, bermain dengan barang-barang yang mudah didapatkan di sekitar juga tidak kalah dengan bayi yang bermain dengan barang mewah.

Santai, bayi belum mengerti berapa harga barang yang dipegangnya.

Sepertinya 3 hal tersebut sudah cukup untuk dijadikan panduan pokok dalam memilih mainan bayi 7 bulan. Jangan lupa, dampingi bayi secara penuh dan pastikan mainannya steril dan aman.

Pencarian Terkait:

  • mainan bayi 7 bulan
Menata Kembali Keuangan yang Porak-poranda Bersama Jenius

Menata Kembali Keuangan yang Porak-poranda Bersama Jenius

Awal tahun 2019 kondisi keuangan kami penuh drama. Abah K harus pindah ke Semarang untuk urusan pekerjaan. Enggak ada dana darurat untuk menampung keperluan sementara kala di Semarang. Meskipun rumah disediakan oleh kantor, tetapi isi dan keperluannya harus kami usahakan sendiri.

Keuangan kami kocar-kacir. Bahkan kami terpaksa meminjam uang untuk makan sehari-hari. Padahal jika dirunut, penghasilan abah K lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Rasanya ada saja kebutuhan mendadak yang harus kami hadapi. WC yang mampet dan harus memanggil tukang sedot WC, pipa PAM yang pecah, panci yang bolong, hingga peristiwa receh semacam beli buah tetapi isinya 80% busuk.

Berhari-hari kami berdiskusi dimana letak kesalahan pengelolaan keuangan keluarga kami. Kemana gerangan larinya uang-uang yang enggak bisa dibilang sedikit. Rasa-rasanya, kami enggak banyak gaya dalam membelanjakan uang.

Perantauan mengajarkan kami banyak hal, tentang pemahaman tentang rejeki yang masih keliru, tentang pengelolaan keuangan yang tidak bisa dianggap sepele.

Ya, rejeki itu pasti. Seorang manusia tidak akan menemui ajal jika belum habis jatah rejekinya. Namun, ada satu hal yang luput dari perhatian kami; apapun yang kami terima kan ditanyakan pertanggungjawabannya nanti.

Maka, kami bergerak cepat agar masa-masa memprihatinkan segera berlalu dan tidak terulang kembali. Agar kelak kami bisa menjawab kemana gerangan rejeki yang telah kami terima berlari.

Hai Rejeki, Kemana Gerangan Kauberlari

Kami mengevaluasi pengeluaran sebulan belakangan ini. Kubuka aplikasi Jenius di handphone kesayangan, menelusuri riwayat transaksi. Ada 2 riwayat yang harus kami telusuri, riwayat transaksi di m-card dan e-card. Sebagai pekerja IT, kami sangat bergantung dengan i-banking.

Aku menelusuri satu persatu, mencatatnya ke dalam buku. Begitu pula dengan riwayat transaksi e-card yang biasa kami gunakan untuk urusan Paypal, pembelian theme, pembayaran domain, pembayaran server dan keperluan IT Programmer lainnya.

Satu hal yang harus kusyukuri, semua transaksi hanya melalui satu rekening Jenius. Sangat memudahkan untuk melacak kemana gerangan larinya rejeki yang telah kami terima.

Lima belas menit aku men-tracking transaksi di aplikasi Jenius. Tersisa transaksi tunai yang harus kutelusuri sendiri. Bukan main, tujuh digit. Aku mengumpulkan nota-nota yang terserak, kebutuhan harian kupukul rata dan kukalikan 30 hari.

Satu jam kepalaku nyut-nyutan. Nyaris menyerah dan let it flow. Tetapi apa ya aku akan mengulangi kondisi keuangan yang kocar-kacir? Sungguh, enggak mau. Kondisi keuangan yang kocar-kacir sangat berpengaruh ke emosi sehari-hari. Tidak, akan kulanjutkan kembali penelusuran keuangan bulan Januari agar kami bisa mengevaluasi.

Kebutuhan harian sudah, nota-nota keperluan mendadak sudah, tetapi masih menyisakan enam digit yang lumayan. Kemana pula larinya enam digit ini. Kutelusuri lagi, kuingat-ingat kembali, ada jajan si K, gorengan di angkringan, parkir, kembalian belanja yang malah kupakai jajan lagi, dan… olala, ada yang terlewat, transaki melalui Paypal dengan jumlah yang lumayan, biaya admin dan beli dollarnya belum kuhitung. Pantes….

Aku pun membuat pos-pos pengeluaran bulan Januari untuk evaluasi keuangan mendatang:

  1. Belanja harian, buah, sayur, jajan si K.
  2. Belanja bulanan; sabun, beras, minyak, bumbu-bumbu, shampoo, pasta gigi, pembersih muka, isi ulang LPG.
  3. Biaya bulanan server di Cloud Kilat, transaksi Paypal.
  4. Biaya bulanan listrik, paket data, PAM.
  5. Bensin.
  6. Biaya tidak terduga seperti kuras WC, servis ledeng, ganti panci yang bolong, hahaha, mak-emak banget, kan?
  7. Reksadana, investasi, tabungan dana darurat terpaksa tidak diisi.
  8. Kesalahan fatal; biaya tahunan yang tidak direncanakan. Biaya tahunan terdiri dari domain, pajak sepeda motor, biaya keperluan lebaran dan liburan.

Mengelola Keuangan agar Tidak Lagi Kebobolan, #Hari2jenius Bersama Jenius

Setelah mengetahui pos-pos pengeluaran, akhirnya kami membuat pos-pos keuangan di Jenius. Lho, kok di Jenius? Biar lebih tertata dan terlacak dengan mudah. Kami membuat beberapa pos penempatan di rekening Jenius untuk penggunaan yang berbeda;

E-Card, Everything About Online Transaction is Here

Sebagai pekerja IT, transaksi online menjadi makanan sehari-hari. Masalah timbul ketika melakukan transaksi dilakukan lintas negara, dimana hanya ada pilihan menggunakan Paypal atau Credit Card. Emak puyeng, enggak punya Credit Card karena memang enggak niat bikin. Pilihannya jatuh ke Paypal yang hanya bisa diproses saat jam kerja bank. Bisa sih beli ke orang lain, tetapi kami sudah cukup kenyang ditipu seller Paypal yang tidak bertanggung jawab.

Bertemu dengan Jenius rasanya kayak menemukan oase di tengah gurun sahara. Jenius memungkinkan untuk transaksi lintas platform, lintas negara dengan debit online-nya di E-card. Mau tahu betapa gampangnya transaksi di E-card? Emak K contohin saat aku ingin beli grafis di Canva untuk keperluan desain salah satu website klien nih.

Klik grafis yang ingin dibayar, pilih bayar via Visa. Nanti akan diberi kode OTP untuk persetujuan transaksi via E-card di Canva, setelah itu tinggal klik purchase. Kalau E-card kita sudah tersimpan di akun Canva, lain kali jika beli tinggal klik Pay with Visa *****. Bintang-bintangnya ini nomor belakang Virtual Account kita.

Mudahnya beli gravis di Canva dengan Jenius E-Card

Iya, Cuma klik-klik sudah langsung bisa transaksi. Enggak perlu tukar dollar dulu ke bank, trus masukin Paypal, baru bayar lewat Paypal. Jenius meringkas transaksi antar platform lintas negara.

Kerennya, E-card juga memudahkan kami membayar tagihan apapun di platform apapun. Kami mengumpulkan budget transaksi online setiap bulan di E-card, yang meliputi:

  1. Bayar PAM, bayar tagihan internet kantor, bayar paket data dan pulsa, bayar tagihan listrik.
  2. Bayar server.
  3. Budget untuk beli theme dan grafis.

Dengan menyatukan pembayaran di E-Card Jenius, kami mengurangi beban tukar dollar dan admin Paypal. Enaknya, kita bisa top-up kapan saja kita butuh, sekaligus refund hanya dengan sekali klik di aplikasi Jenius kapan saja kita mau.

X-Card, Satu ATM Satu Budget Belanja

Nasabah Jenius boleh request X-Card sebagai kartu debit tambahan dengan limit yang bisa kita atur sendiri. Kita boleh meminta X-Card maksimal 3 buah melalui aplikasi Jenius, X-Card akan dikirimkan ke rumah dalam waktu 2-3 hari.

Enggak perlu ke bank?

Disinilah kenapa emak K cinta mati dengan Jenius, transaksi Jenius enggak perlu ke bank, enggak perlu antre, enggak perlu menghadapi si k yang tantrum karena bosan disuruh antre di bank. Hihihi.

Emak K menggunakan X-Card untuk menyimpan budget belanja. Iya, budget belanja bulanan emak K disimpan di X-Card, biar enggak tergoda beli-ini itu karena uang yang ada di ATM cuma cukup buat belanja bulanan. Heuheuu.

satu xcard satu budget belanja

Biasanya aku mengambil uang cash dari X-Card untuk satu minggu belanja harian. Receh-receh kembalian belanja harian yang biasanya kami gunakan untuk jajan kini langsung masuk ke celengan. Jika sudah terkumpul, kami bongkar dan setorkan kembali ke ATM Tunai dan disimpan di Flexi Saver. Emak K bilang sih aplikasi Jenius ini malah jadi kayak main game harta karun. Eh

X-card juga menjadi andalan saat travelling. Budget travelling yang sebelumnya berada di Flexi Saver, kami pindah ke X-Card ketika waktu travelling tiba. Cuma yang ada di X-Card saja yang boleh kami belanjakan selama travelling.

Kalau abah K menggunakan X-Card untuk adik ipar. Adik ipar sengaja tidak dibuatkan rekening sendiri agar pengiriman biaya untuk studi lebih mudah, tap tap tap, uang terkirim. Pemantauannya pun tinggal membuka aplikasi Jenius.

Dream Saver, Bayar-bayar Tagihan Tahunan Terlihat Jauh Lebih Ringan

Belajar dari pengalaman awal tahun ini yang pembayaran tagihannya tumplek-blek berbarengan, dari pembayaran domain sampai pembayaran pajak kendaraan hingga mengacaukan cashflow, kami sepakat untuk merencanakan pembayaran tagihan tahunan dengan menggunakan Dream Saver. Satu tagihan satu Dream Saver dengan tenggat waktu satu bulan sebelum jatuh tempo.

Dream Saver keluarga kami antaralain; pembayaran domain, pembayaran pajak motor, keperluan lebaran, tabungan pendidikan, keperluan liburan juga pembayaran hutang dari kerabat saat kami pailit kemaren. Penting ya, saking pentingnya sampai aku bold.

Emak K bikin tagihan pajak STNK dan domain sekian blog di Dream Saver sampai dengan Desember 2019– satu bulan sebelum jatuh tempo– dengan cicilan bulanan. Rasanya jauh lebih ringan, cuma 75ribu perbulan. Jenius akan menarik 75ribu dari saldo aktif ke Dream Saver rutin selama sebulan. Enggak begitu mengganggu cashflow. Serunya lagi, kalau kita sedang mendapatkan rejeki nomplok, kita bisa melakukan top up untuk mempercepat limit tagihan terwujud.:D

Bye-bye kepala mumet saat tagihan datang bertumpuk-tumpuk.

Flexi Saver, More Income, More Saving

Godaan terberat saat ada pemasukan tambahan di luar pemasukan rutin; jajan, jalan-jalan dan beli gadget. Bahaha. Terus, kalau ada rejeki nomplok enggak boleh buat senang-senang, dong?

Bagi kami, senang-senang is a must, tetapi harus tetap terkendali. Ketika mendapatkan rejeki nomplok, beberapa persennya kami top up ke Flexi Saver.

Flexi Saver ini penyimpanan Jenius yang bisa ditarik atau di-refund kapan saja ke m-card utama rekening Jenius kita. Simpanan di Flexi Saver ini kami fungsikan sebagai Dana Darurat. Flexi Saver emak K belum banyak, pengennya sih kelak ketika Dana Darurat sudah tepenuhi, sisa Dana Darurat di Flexi saver ini mau di-upgrade ke Maxi Saver; tabungan deposito Jenius yang bisa dibuat dalam sekali tatap. Tap-tap-tap, abakadabra deposito atas nama Widi Utami sudah jadi.

Mimpi dulu boleh, kan? Heuheuu.

Kendalikan Jajanmu dengan E-Wallet Centre

Top up Go Pay, T-cash-eh sekarang sudah ganti LinkAja ya-, Ovo dan M-Tix di Jenius sangat mudah. Kita cukup klik E-Wallet dan Jenius akan memanjakan kita. Aku menggunakan fitur ini untuk mengendalikan jajan, terutama jajan delivery order makanan dan paket data. Iya, aku paling jajan pakai Go Pay dan LinkAja, aku budget-in sebulan 200k. Cukup enggak cukup budgetnya cuma segitu.

Sabar ya, Mak, prihatin dulu. Dream Saver, terutama Dream Lunas Hutang porsinya jauh lebih penting daripada porsi jajan. Hiks hiks. Jangan sampai masa-masa pailit terulang kembali. Uhuk.

Kendalikan Jajanmu dengan E-Wallet

Sepertinya sudah cukup ya mengelola keuangan sehari-hari dengan Jenius. Mengelola transaksi terkait pekerjaan di bidan IT dengan E-Card. Mengelola kebutuhan harian, bulanan dan liburan dengan X-Card. Merencanakan kebutuhan tahunan, tabungan pendidikan, liburan pembayaran hutang dengan Dream Saver. Merencanakan Dana Darurat dengan Flexi Saver dan tabungan berjangka deposito dalam sekali tatap dengan Maxi Saver.

Its Enough About Jenius? No!

Iya, belum. Emak K belum selesai ngocehnya tentang Jenius. Itu baru untuk mengelola keuangan sehari-hari, belum ke memudahkan keperluan kita. Kamu tahu apa kelemahan abah K? Tagih-menagih! Entah nagih hutang, entah nagih pembayaran invoice, entah nagih iuran.

Emak K memanfaatkan fitur Split Bill dan Pay Me-nya Jenius untuk urusan tagih-menagih ini. Bhahahaha. Ketika kami berhadapan denan invoice ke teman dekat rasanya sungkan, aku pun memanfaatkan Pay Me. Dengan Pay Me Jenius akan mengirimkan sms ke nomor tertagih agar membayarkan sejumlah uang ke rekening Jenius kita.

Sementara Split Bill kami gunakan untuk membagi tagihan sama rata atau dengan nominal tertentu. Kan kadang kita beli kado rombongan atau jajan bareng tetapi bayar masing-masing, tetapi teman atau saudara yang ikut tidak kunjung membayar. Mau menagih kok sungkan, akhirnya pakai fitur Split Bill dari awal biar yang rekapannya tertampang secara nyata. Split Bill juga akan mengirimkan reminder jika yang bersangkutan tidak kunjung membayar. :p

Akhirnyaaaa, tulisan di atas tidak akan berarti apa-apa jika emak K tidak istiqomah. So, doakan emak K istiqomah melakukan hal yang baru kami mulai 2 bulan ini bersama Jenius, ya. Agar finansial kami lekas sehat. Juga kamu, kamu yang rela membaca cuitan emak K ini, semoga Robbuna Melimpahkan rejeki nan berkah dengan kemampuan mengelola yang cerdas.

Tips Aman Transaksi dengan Jenius

Dunia internet memang kejam. Phising disana-sini. Lengah sedikit bisa melayang. Jangan asal klik transaksi yang ada di layar. Emak K transaksi di laptop jauh lebih banyak daripada transaksi di aplikasi Jenius, terutama untuk purchase grafis dan tema website. Oleh Abah K, emak K diajari bagaimana agar transaksi menggunakan Jenius tetap aman.

  1. Verifikasi Pay Pal atau Transaksi Platform Online dengan E-Card. Jangan M-Card. M-Card ini bisa diibaratkan sebagai harta karun utama yang harus kita jaga benar-benar. Isi E-card kira-kira sesuai dengan yang dibutuhkan, refund segera ketika kita tidak membutuhkan transaksi dari E-card. Dengan cara ini, jika ada phising di kita enggak bakal kebobolan karena VCC yang kita gunakan adalah E-Card, which is, saldonya enggak kita isi kalau enggak perlu. Refund saldo e-card ke kartu utama juga berfungsi untuk mencegah keteledoran kita, emak K pernah kepencet beli grafis di Canva, untung cuma $2. Huks
  2. Gunakan X-card untuk belanja sehari-hari dengan nominal yang tidak terlalu besar. Jika suatu masa ada kejadian enggak enak seperti penipuan di ATM, ATM terganjal di mesin karena ulah orang yang tidak bertanggungjawab, ATM hilang, kita bisa langsung membekukan dari aplikasi Jenius dan meminta X-Card baru kembali.
  3. Jangan sekali-kali mempublikasikan M-Card, X-card maupun E-card tanpa sensor di angka yang terpampang di kartu. Blur selalu angka-angka tersebut, ya. Angka-angka yang ada di kartu ATM adalah alat penting untuk pembayaran online. Transaksi jaman online yang mudah harus diimbangi dengan penjagaan yang ekstra teliti.

Pembagian pos di Jenius ini mengurangi kekhawatiran kami akan phising. Pembayarannya mudah, tap-tap-tap, tetapi kita bisa mengelola dengan cerdas agar tetap aman dan enggak kebobolan. Love banget Jenius ini. Kalau emak k ditanya apa kelemahan Jenius, emak K jawab dengan mantab; ATM-nya langka. Bhahaha. Lha piye, biaya admin bulanan nol, untuk transfer antar bank cuma kena 3k, tetapi untuk ambil uang kita musti bayar admin 7.5k. Please, banyakin ATM-nya dong. ;p

Hal-hal Sederhana yang Membuatku Jatuh Cinta Ke Sejuta Kali

Hal-hal Sederhana yang Membuatku Jatuh Cinta Ke Sejuta Kali

Mempunyai suami dengan tipikal plegmatis ternyata membuatku harus menyelidiki sendiri dimana letak keromatisannya. Emosinya datar, enggak meledak-ledak. Jika raut wajahnya murung dambil duduk bersandar dan memutar video lucu di handphone-nya, maka itu pertanda sensasi GERD-nya sedang menyapa.

Lain waktu, ketika aku mengajak berbincang tetapi jawabannya hanya sekedar, itu pertanda jika ada sesuatu yang membuatnya enggak berkenan. iya, oranglain enggak bakal menyadari jika abah k sedang marah kepadaku, lha wong tetap menyapa, tetap berekspresi seperti biasa.

Begitu pula dengan sisi romantisnya. Seperti halnya ekspresi marah, sedih yang cenderung kalem, ekspresi keromantisannya pun kalem. Lupakan tentang rayuan seperti rayuannya Dilan ke milea, Romeo ke Juliet, mempunyai suami yang tidak romantis kamu harus pintar-pintar mencari sendiri dimana letak keromantisannya.

Ehm, mungkin lebih tepat disebut sebagai keromantisan yang tersembunyi. Tipikal suami plegmatis lebih menyukai menunjukkan keromantisan pada sikap daripada rayuan kata-kata.

Empat tahun lebih kami bersama, melalui hari-hari dengan perasaan yang beraneka rupa. Aku yang dulu berekspektasi bakal digombali abah K, menurunkan standar ke yang paling sederhana; sekedar dipanggil ‘Ayi’ dan i love you di blogpost saja rasanya dunia hanya milik berdua.

Empat tahun lebih kami saling mengenal. Memperbaiki pola komunikasi antar pasangan, hingga kami tidak lagi sempat menengok bagaimana romantisme pasangan lain, tidak sempat lagi membanding-bandingkan. Hingga aku diam-diam terhanyut dan tidak lagi menggebu-gebu seperti dulu. Ah, tidak, bukan karena cinta tak lagi menggebu. Justru semakin dalam dalam diam.

Ayi, Bangun, Jeruk Nipis

“Ayi, bangun. Jeruk nipis.” kulihat abah K membawa segelas jerk nipis hangat.

Empat bulan kami beralih ke pola makan Food Combining. Rutinitas setiap pagi yang tidak boleh dilewatkan adalah memebuat jeruk nipis hangat. Sekali waktu, abah K membangunkan aku dengan membawa segelas jeruk nipis hangat, aku langsung bangun dengan hati yang cerah dan senyum merekah.

Apalagi ketika aku bergegas untuk mandi dan menyiapkan diri sholat shubuh, abah K mencuci semua perkakas dapur dan bersiap-siap membersihkan penjuru rumah. Senyumku mengembang sempurna, lahir bathin.

Percayalah, membiarkan istri libur dengan pernak-pernik rumah barang sehari bisa membuatnya jatuh cinta untuk yang kesejuta kali. Senyumnya akan mengembang paling tidak seminggu lamanya. Oh, terimakasih, Cinta.

Sekali-kali Bebaskan istri dari Tugas Dapur

Dukung Hobinya, Pupuk Rasa Cintanya

Aku sedang suntuk parah. Sejak pindah ke kontrakan semarang, aku belum menemukan ritme yang pas. Si K tidurnya belum beraturan. Nge-blog yang biasanya menjadi penyemangat hari lebih sering kutelantarkan.

Maka, ketika abah K menawarkan diri mengajak si K keluar ke Taman Bumirejo di siang hari dan menyuruhku mengisi blog, aku langsung mengiyakan dengan semangat yang membara.

Jatuh cinta lagi untuk ke sejuta kali. Merasa didukung hobinya saja sudah membuatku menangkap cinta yang tersembunyi. Ya, meski sekali-kali masih membutuhkan kata-kata rayuan verbal.

Ada Cinta Dibalik Kresek

“Yi, nih, buka.” ujar abah K sepulang meeting. Aku senang bukan main, padahal isinya cuma gorengan yang bisa dibuat sendiri di rumah. Gorengan maratusan yang enggak boleh dimakan abah K karena mengandung terigu–abah K diet terigu sampai ususnya benar-benar sehat—.

Aku merasa masih diperhatikan, masih diingat sepanjang harinya karena ia menyempatkan mampir ke angkringan demi membawa gorengan kesukaan istrinya. Thank you, Bah.

Biarkan Ia Menikmati Apa yang Disukai, Meski Kamu tidak Menyukainya

“Yi, mau makan mie?” tanya abah K suatu sore. Aku nyengir, sudah lama banget ingin makan mie ayam, tetapi enggak tega makan di depan abah K yang lagi ikhtiar menyembuhkan GERD.

“Ayo, ke Bakso Ono.”

Antara tidak tega dan pengen nge-mie ayam, kuikuti juga langkah abah K keluar rumah smabil menggendong si K. Sampai di Bakso Ono, abah K memesankan mie ayam untukku dan bakso untuk si K

Enggak cukup disitu, beliau juga menyuapi si K dan membiarkanku menikmati mie ayam di depannya. Heuuuu, maafkan Ayi yang makan mie ayam di depanmu, mana minta dibayarin pulak. Big big thanks, besok-besok lagi ya. Heuheuu

Dengarkan Ocehannya, Sekali pun Kamu tidak Menyukainya

Sore selepas Ashar dan selepas Maghrib adalah salah satu waktu yang kutunggu-tunggu, waktu dimana abah K melepas semua pekejaannya dan menyediakan kedua telinganya untukku. Salah satu kegiatan yang tidak boleh terlewat sekalipun kami sedang di luar kota atau abah K sedang sibuk luar biasa. Enggak bisa diutak-atik.

Kami mendiskusikan banyak hal. Tentang perkembangan si K dalam sehari, tentang proyek-proyek kami, evaluasi produktivitas sehari-hari, obrolanku di WAG, obrolanku dengan tetangga, hiruk-pikuk media sosial, hingga ketidaknyamanan yang mengendap di hati.

Sebuah rutinitas yang terlihat sepele namun sangat berpengaruh terhadap kewarasan emak k. Hahaha, iya, bagaimanapun perempuan harus berbicara minimal 20.000 kata agar tetap waras. 20.000 kata lho, 40 kalinya standar kata blogpost emak K. Nulis blogpost saja baru 1/40 kalinya. Ngahahaha.

Cinta ternyata bukan hanya sebatas kata-kata, ya. Meskipun gitu, kita-kita para istri juga tetap butuh digombali. Suami juga, ding. Hahaha, jadi ingat saat ditegur #BloggerKAH buat sekali-kali ngegombalin abah K. Baiklah, kalian enggak mau nyimak Pria Romantis versi mbak Ran di My Simple Love?

Buah dan Sayur, Sahabat Sejati Menghadapi Asam Lambung

Buah dan Sayur, Sahabat Sejati Menghadapi Asam Lambung

Wajahnya terlihat panik. Mondar-mandir di teras sembari memegang dada sebelah kiri. Aku menghampirinya, meraba dadanya. Jantungnya berdebar-debar. Kencang, nyaris 150 kali permenit. Aku menatapnya cemas. Memijat punggungnya, merapal doa-doa. Tubuhku mendadak gerah, padahal hari masih pagi di Salatiga yang sejuk.

“Ke dokter, ya?” aku membujuk abah K. Ia mengangguk. Berangkat ke dokter diantar oleh Bapak.

Aku menunggu di rumah dengan cemas. Berkali-kali melongok ke jalanan, berharap Bapak dan abah K segera tampak. Sepuluh menit, dua puluh menit, Bapak dan abah K tidak kunjung pulang. Aku menyusul ke klinik, menahan debar di dada, Gusti, sembuhkan suamiku.

Kami bertemu di persimpangan jalan. Gegas, aku membelokkan motor mengikuti Abah K dan Bapak. Sampai rumah, kucecar abah K dengan berbagai pertanyaan. Dokter menyimpulkan jika Abah K terkena asam lambung dan memberikan memberikan resep obat.

Nyatanya, obat belum sepenuhnya membantu. Asam lambung masih kambuh setiap hari. Tes darah menunjukkan semuanya normal. Gejalanya semakin parah. Enggak cuma perut yang terasa penuh dan jantung berdebar kencang. Ia juga terkena anxiety, kecemasan berlebihan yang membuatku menangis terisak-isak. Abah K juga lebih sensitif dari biasanya. Susah tidur dan kehilangan selera makan.

Fakta Asam Lambung GERD

Fakta Asam Lambung GERD

Diam-diam aku berdoa, Jika Robbuna Mengijinkan, aku ingin menua bersama.

***

Kilas kejadian satu bulan yang lalu tidak akan pernah terlupakan, setidaknya untukku. Kami sudah mencoba berbagai pengobatan, dari obat kimia, pijat perut, stop rokok, hingga makan jenang pathi kanji, hasilnya masih nihil. Asam lambung masih sering menyapa.

Kami bergegas menemui bang Zia ul Haq, salah satu sahabat abah K yang pernah mengalami GERD sampai dirawat di rumah sakit hingga dua kali. Dari bang Zia, aku membawa pulang oleh-oleh yang sangat berharga; kesadaran jika pola makan keluarga kecil kami keliru. Asam lambung yang menyerang abah K menjadi titik balik pola makan keluarga kecil kami.

Ya, selama ini abah K kurang suka sayur dan buah. Suka ngopi dan ngemil. Diperparah dengan rokok meskipun tidak parah. Siang itu juga, kami ke pasar belanja aneka sayur dan buah. Perjuangan untuk menghadapi asam lambung kami mulai detik ini juga, demi kesehatan kehidupan yang lebih baik. Demi jiwa yang lebih sehat.

Menjadi Generasi Makan Sayur dan Buah

Dulu aku lebih sering membeli lauk ikan dan hati ayam dibandingkan sayur dan buah karena saat masak sayur jarang dihabiskan oleh Abah K. Abah K lebih suka makan dengan nasi dan lauk secukupnya, plus sambal super pedas.

Semenjak memutuskan untuk memperbaiki pola makan, aku hanya membeli lauk ikan dan hati ayam sedikit, hanya untuk si K. Sementara aku dan abah K sedang fokus ke asupan sayur dan buah hingga tiga bulan ke depan. Dalam sehari kami bisa menghabiskan paling tidak 1 kg buah-buahan, 3 ikat sayuan dan berbagai lalapan. Sampai-sampai Ibu bercanda, “Beli sayurnya kayak mau ngasih makan kambing.” Heuheuuu.

Buah untuk Sekali Makan

Buah untuk Sekali Makan. Source: Dokumen Pribadi

Makan Sayur dan Buah untuk Penderita Asam Lambung

Penderita asam lambung sangat tersiksa dengan naiknya asam lambung menuju esofagus karena tidak berfungsinya LES, lower esophageal sphinchter, katup di bawah tenggorokan yang akan terbuka ketika makanan dan minuman masuk dan segera menutup kembali agar asam lambung tidak naik ke esofagus. Naiknya asam lambung ke esofagus membuat penderita merasa mual bahkan dalam tingkat yang lebih parah bisa mendesak jantung dan membuat jantung berdetak 2 kali lipat dibandingkan biasanya.

Pengobatan asam lambung ada beberapa tahapan. Cara yang paling gampang dan tanpa efek samping adalah mengkonsumsi makanan rendah lemak, tidak terlalu asin dan tidak terlalu pedas. Sangat disarankan untuk mengkonsumsi sayur mayur dan buah. Namun, umumnya dokter melewati tahapan ini dengan memberikan berbagai macam resep obat. Abah K sempat mengkonsumsi obat sampai 2 minggu, hasilnya zonk.

Penderita asam lambung dianjurkan untuk memperbanyak konsumsi makanan yang mudah dicerna seperti sayur dan buah. Stop dulu makanan berlemak hingga gejala asam lambung tuntas, umumnya pada tiga bulan pertama.

Sayur dan buah merupakan sumber vitamin dan serat, dan yang paling penting adalah menopang tubuh manusia agar tetap sehat. Fungsi utama serat adalah mencegah sembelit dan memperlancar BAB. Poin yang paling penting untuk penderita asam lambung yang kerap mengalami kembung dan sulit BAB. Selain itu, serat juga berfungsi untuk mencegah dan menyembuhkan kanker usus besar (colon cancer) dan luka serta benjolan dalam usus besar (diverticulitis), juga dapat menurunkan kadar kolesterol dalam darah(perchlolesterolemia).

Pada penderita asam lambung berat yang sudah terluka ususnya serat sangat dibutuhkan untuk menambal luka dan memulihkan fungsi usus yang terluka. Aku sempat meringis saat menyimak cerita salah seorang penderita asam lambung yang ususnya sudah terluka parah. Katanya jika diibaratkan dengan rambut, ususnya sudah seperti rambut yang dipotong oleh anak kecil, petak-petak tak beraturan.

Begitu pentingnya serat dan vitamin bagi tubuh, ahli gizi menganjurkan untuk mengkonsumsi sayur minimal 1.5-2 mangkuk dan buah minimal 2-3 sehari. Cukup banyak ya? Yang cukup memprihatikankan, di Indonesia yang ketersediaan sayur dan buahnya sangat lengkap, konsumsi sayur dan buah hanya 45% dari jumlah yang dianjurkan.

Konsumsi Buah dan Sayur di Indonesia

Konsumsi Buah dan Sayur di Indonesia, Sumber: Buletin Pemantauan Pangan Indonesia,November 2017

Jenis buah dan sayur apa yang sebaiknya dikonsumsi oleh penderita asam lambung? Setiap orang memiliki pantangan sendiri. Umumnya tidak boleh mengkonsumsi olahan tepung terigu, gula, susu dan keturunannya, cabe, cuka,kopi-teh, dan alkohol. Untuk abah K, nangka, santan dan durian termasuk dalam makanan yang memicu asam lambung naik.

Pantangan Asam Lambung

Pantangan Asam Lambung

Dalam menjaga asupan buah dan sayur, kami mengikuti aturan Food Combining agar bisa mengontrol sebanyak apa buah dan sayur yang harus kami konsumsi. Soalnya kalau enggak ada panduan biasanya kami suka lupa dan menganggap remeh. Hahaha, generasi cemen.

Jadwal Food Combining Abah K untuk Menghadapi Asam Lambung:

  • Bangun tidur minum jeruk nipis perat hangat satu gelas. Biasanya kami membuat satu gelas besa untuk berdua.
  • Sarapan buah jam 07.00, 09.00 dan 11.00. Enggak harus selalu tepat waktu, tetapi harus diberi jeda dan tidak boleh terlalu kenyang.
  • Makan siang jam 12.00 dengan menu sayur dan protein hewani. Karena abah K sedang diet protein hewani dalam 3 bulan pertama, maka kami ganti menu karbohidrat dan sayur.
  • Sore sekitar jam 16.00, makan kudapan kacang-kacangan atau alpukat dan teh herbal, biasanya kami membuat teh jahe, kencur dan kunyit.
  • Makan malam jam 18.00-19.00 dengan menu karbohidat dan sayur.
  • 30 menit sebelum tidur, minum jus sayur.

Salah Satu Porsi Makan Abah K

Salah Satu Porsi Makan Abah K, slobor, urab cambah kemangi kacang panjang, tempe

Air putih harus cukup, diminum di sela-sela jadwal makan. Enggak boleh ngemil dong? Boleh lah, asal jangan terlalu kenyang dengan menu sesuai jadwal makan. Contoh, pagi sebelum jadwal makan ingin ngemil, maka menu camilannya adalah buah. Siang sebelum jadwal kudapan ingin ngemil, maka menu camilannya adalah sayur-sayuran dan karbohidrat.

Perkembangan Asam Lambung Setelah Menjadi Generasi Makan Buah dan Sayur

Dua minggu mengubah pola makan, alhamdulillah, abah K sudah mulai sehat. Jarang mengalami anxiety. Asam lambung masih menyapa tetapi kadar sakit dan frekuensinya jauh lebih kecil dibandingakn sebelum mengubah pola makan. Percepatan detak jantung sudah tidak dirasakan lagi. Bahkan di minggu ketiga abah K sudah kuat puasa.

Semoga semakin sehat dan gejala asam lambung hilang tanpa bekas, untuk hidup yang jauh lebih sehat jiwa dan raga.

Bercocok Tanam untuk Buah dan Sayur yang Segar

Dalam sehari kami memasak 3 ikat sayur, 1 kg-an buah dan beberapa lalapan. Yang menjadi masalah, kami tidak bisa ke pasar setiap hari dan tukang sayur yang lewat pun kadang sayurnya sudah layu dan mulai membusuk. Padahal untuk penderita asam lambung pantang mengkonsumsi sayur yang mulai membusuk. Maka kami memutuskan untuk bercocok tanam sayur-mayur di pekarangan rumah. Selain sayur juga menanam beberapa macam buah-buahan.

Seru lho, kayak kembali ke masa lalu yang akrab dengan tanah dan kotor-kotoran. Kegiatan bercocok tanam juga menambah gerak badan kami yang kesehariannya berkutat pada laptop. Menanam dan merawat tanaman menjadi salah satu kegiatan andalan kami untuk menyegarkan pikiran yang jenuh dengan pekerjaan.

Bercocok Tanam Sebagai Sarana Refreshing

Bercocok Tanam Sebagai Sarana Refreshing, dokumen pribadi

Emang kamu bisa menanam, Dhut? Bisa lah, pakai bibit yang bagus dan praktis. Hahahaha. Daku belum setelaten the real farmer untuk pembibitan dan lain-lainnya. Pakai bibit Cap Panah Merah yang sudah teruji tahan hama dan tahan kesalahan menanam dari petani yang amatiran. Kadang aku suka asal sebar, untungnya tetep tumbuh. Wkakakaka.

Aku juga install aplikasi Sipindo, aplikasi yang disupport penuh oleh Cap Panah Merah untuk belajar dan mencari tahu ada apa dengan tanaman-tanamanku. Emang sih aplikasi ini ditujukan untuk professional petani, pedagang dan penyuluh tanaman, tapi enggak ada salahnya aku juga bergabung sebagai petani meskipun petani amatir. Targetku enggak muluk-muluk, cuma pengen mandiri sayur agar tiap hari bisa mendapatkan sayur segar.

 

Sumber:

Buletin Pemantauan Ketahanan Pangan Indonesia, Fokus Khusus: Tren konsumsi dan produksi buah dan sayur, Volume 8, November 2017.

Serat Makanan dan Kesehatan, Teknik Pangan UNIMUS, E-book Pangan 2006

SAYURAN DAN BUAH SERTA MANFAATNYA BAGI KESEHATAN, Dr Siti Hamidah, Universitas Negri Yogyakarta