Menguliti Diri, Menemukan Potensi Diri

Menguliti Diri, Menemukan Potensi Diri

Mengenal diri sendiri jauh lebih sukar daripada mengetahu kepribadian orang lain, sebab itu, kenalilah dirimu sendiri sebelum mengenal pribadi orang lain. -Buya Hamka-

Enggak bisa enggak setuju dengan quote Buya Hamka ini. Mengenal diri sendiri gampang-gampang susah, apalagi tipe orang yang selalu dealing baik dengan kekurangan maupun kelebihan diri sendiri. Kita bisa saja menilai orang lain dari cara bicaranya, gerak tubuhnya, cara meresponnya, tetapi jika mengenal diri sendiri enggak cukup dengan mengamati diri di depan cermin.

Aku bersyukur NHW 7 Matrikulasi IIP mengajak untuk mengenal diri sendiri lebih dalam lagi dengan berbagai cara. Setidaknya ada dua cara yang digunakan untuk mengenal diri sendiri saat matrikulasi IIP ini; menggunakan tools dan konfirmasi hasilnya. Enggak 100% mempercayai hasil tools, tetapi juga enggak membiarkan menilai diri sendiri tanpa parameter pembanding.

Kali ini aku menggunakan tools yang disarankan, yakni di temubakat dot com. Ngahahaha, jangan ditertawakan emak K yang pelit link lah. Berbagi informasi itu penting, menjaga kualitas blog juga penting. Toh kalian bisa mengetik temubakat dot com sendiri di address bar, kan?

Isi saja sejumlah step yang ada di temubakat dot com, tetapi kadang kala hasilnya sesuai dengan mood saat kita ngisis. Soalnya emak K kadang suka bantu orang, tetapi kadangkala ogah banget. Bhahaha. Jangan lupa download pdf-nya, ya, penjelasannya ada di dalam pdf.

Hasil Test Emak K di temubakat dot com

Hasil test temubakat dot com emak K mengarah ke cenderungan analyst, communicator, educator,evaluator, journalist, strategiest, visionarySecara menyeluruh bisa dilihat di gambar ini:

Hasil Test temubakat dot com emak K

Hasil Test temubakat dot com emak K

Konfirmasi Test temubakat dengan Analisis Diri

Setelah mengetahui potensi kekuatan dan potensi kelemahan diri, kami dipandu untuk mengkonfirmasi hasil test dengan Analisis Diri sendiri, apakah sesuai dengan apa yang kita rasakan atau tidak.

Analyst

Mereka yang memiliki bakat ini suka dengan angka dan data, dia kurang yakin dengan sesuatu yang sifatnya intuitif kecuali kalau dia punya bakat lain yang intuitif.

Me: Hmm, suka dengan angka-angka, tetapi sekaligus suka menggunakan perasaan, enggak 100% logic. Daku suka menggunakan data untuk penelitian, matematika, tetapi BLAS ENGGAK SUKA dengan data yang bersifat AKUNTAN. Hihi

Communicator

Menyampaikan informasi secara lisan degan cara yang mudah dimengerti. Bakat ini termasuk kelompok rasa (interpersonal relating) yang terkait dengan kerjasama dengan orang lain. Mereka yang memiliki bakat ini sering mengkomunikasikan sesuatu yang sederhana menjadi menarik.

Me: Its true, aku suka menyederhanakan sesuatu yang rumit. Meyampaikan sesuatu sesuai dengan karakter orang yang kuhadapi. Tetapi bakat ini sedikit terhambat jika harus diskusi dengan lisan, karena aku memiliki HOH. Sepertinya aku sangat menguasai menyampaikan sesuatu yang rumit menjadi sederhana melalui chat atau tulisan.

Educator

Mengajar, menyampaikan, melatih ilmu atau ketrampilan agar bisa difahami oleh oranglain. Bakat ini termasuk kelompok rasa (Interpersonal Relating) yang terkait dengan kerjasama dengan orang.

Me: Masih nyambung dengan communicator. Aku suka mengajar, tetapi hanya mengajar privat karena aku membutuhkan konsentrasi sangat tinggi untuk membaca mulut. Sangat menikmati saat memberikan les privat, tetapi sangat tidak nyaman ketika mengajar di kelas.

Evaluator

Menimbang atau mempelajari, dalam rangka memutuskan sesuatu yang terkait nilai, mutu, kepentingan atau kondisi. Bakat ini termasuk dalam kelompok Cipta. Sifat mereka selain analitis juga teliti, suka mengumpulkan informasi.

Me: Bener. Apalagi jika disuruh mengumpulkan informasi terkait orang-orang tertentu. Aku sering diminta tolong menyelidiki. Sangat menikmati ketika harus kroscek berita-berita HOAX yang beredar. Sayangnya, bakat ini biasanya mengganggu jika ternyata fakta yang kutemukan buruk. 

Journalist

Menulis artikel, ide, dokumen, cerita ataupun alat bantu pendidikan. Bakat ini termasuk kelompok karsa di dalam ruangan. Sifat mereka ini senang mengkomunikasikan idenya, suka mengumpulkan informasi atau teratur.

Me: So true. Aku menikmati aktivitas menulis, membuat laporan. 

Strategiest

Memilih atau merencanakan jalan terbaik menuju tujuan. Bakat ini terkait kelompok cipta. Sifat mereka ini memiliki intuisi dalam memilih jalan terbaik menuju tujuan.

Me: True. Aku menyukai membuat planning, terutama planning pendidikan untuk si K sampai ke perencanaan mingguan. Tetapi aku lemah dalam konsistensi waktu. Semoga saja bisa melatih diri untuk konsisten dengan rencana yang telah dibuat.

Visionary

Kegiatan mengantisipasi masa depan secara bijak dan menentukan tujuan jangka panjang yang benar. Bakat ini termasuk dalam kelompok cipta. Sifat mereka ini senang menghayal tentang apa yang mungkin terjadi jauh di masa depan.

Me: Hmmm, gimana ya? Lebih mengarah ke kekhawatiran ntar gimana kayaknya. HAHAHA. Belum menggunakan bakat ini dengan maksimal, masih butuh pegangan disana-sini untuk meyakinkan apa yang telah kupikirkan.

Mengakui Potensi Kelemahan Diri

Aku lemah di bidang Ambassador, Commander, Designer, Distributor, Marketer, Operator dan Seller. Hal-hal yang berhubungan dengan penjualan dan mempengaruhi orang lain. Hahaha, lebih menyukai memberi inspirasi daripada mempengaruhi orang lain. Lemah di pembukuan gudang, aplagi ngecek satu-satu stock yang ada.

Lebih menyukai untuk mendelegasikan tugas-tugas yang berhubungan dengan kelemahan dibandingkan memaksakan diri untuk menghabiskan energi mempelajari. Tetapi ada satu hal yang aku suka tetapi aku lemah disini: designer. Jika waktu sedang slow, enggak ada gawean yang harus diselesaikan, biasanya aku menyempatkan diri untuk belajar. Sekarang sekedar BISA, tetapi enggak ahli. Hahaha.

Membuat Kuadran Aktivitas

Setelah mengisi test di temubakat dot com, kemudian mengkonfirmasi ulang, aku semakin memahami dimana potensi kekuatan dan kelemahan, sekaligus memahami apa yang aku suka dan bisa, apa yang aku tidak suka bisa, apa yang aku tidak bisa tetapi suka, dan apa yang aku tidak bisa dan tidak suka.

Kuadran Aktivitas Emak K

Kuadran Aktivitas Emak K

SUKA dan BISA

Aktivitas yang aku suka dan bisa biasanya aku mengerjakannya dengan riang gembira, bahagia ketika target tercapai.

  • Menulis blog
  • Membuat planning pendidikan si K, menyiapkan printilan pendukungnya
  • Mengajar anak-anak Sanggar Pelangi
  • Mengumpulkan data, membuat kesimpulan dan menuangkan dalam bentuk artikel

SUKA dan TIDAK BISA

Aktivitas yang aku suka tetapi tidak bisa, hmm, bisa sih tapi cuma sekedar bisa. Hahaha

  • Menanam sayur dan bunga
  • Memelihara ikan, ayam
  • Membuat infografis
  • Membuat dan mengedit video, foto.

TIDAK SUKA DAN BISA

Aktivitas yang aku tidak suka, tetapi bisa mengerjakannya, biasanya terkait dengan pekerjaan domestik. Hahaha, ini sebenarnya emak K niat jadi IRT enggak ya. Meskipun tidak suka, kalau selesai juga bahagia. 😀

  • Memasak
  • Mencuci baju, menyetrika
  • Bersih-bersih rumah

TIDAK SUKA dan TIDAK BISA

Nah, kalau ini aktivitas yang PALING KUHINDARI. Ngahahaha, sampai capslock jebol.

  • Menyanyi
  • Mendengarkan, terkait apapun lah.
  • Make up. 😀
  • Jualan

 

Alhamdulillah, NHW selesai sebelum Deadline meskipun masih di luar kota. Ternyata bisa jika diniatkan. Heuheuu. 😀

 

 

Menyiapkan Diri Menghadapi Drama Imunisasi Anak

Menyiapkan Diri Menghadapi Drama Imunisasi Anak

Imunisasi anak, sampai sekarang masih menjadi peerdebatan di berbagai kalangan. Tetapi emak K enggak akan membahas perdebatan ini. Hanya saja emak K memutuskan untuk tetap mengimunisasi anak demi mendukung pemerintah mewujudkan imun komunitas, sekaligus ikhtiar untuk menjaga si K dari paparan virus berbahaya di masa depan.

Imunisasi pada anak menakutkan bagi sebagian kalangan, bahkan emak K sampai terserang trauma. Bukan, bukan karena Kejadian Ikutan Pasca (KIP) Imunisasi parah yang seperti diberitakan oleh sebagian orang anti vaksin, tetapi karena KIP yang membuat si K rewel dan full gendongan selama 3 hari. Mana cuma mau digendong Ibu. Lelah fisik dan psikis.

Menyiapkan Diri Menghadapi Drama Imunisasi Anak

Menyiapkan Diri Menghadapi Drama Imunisasi Anak, source: pixabay

Pastikan Anak Sehat sebelum Imunisasi

Syarat anak boleh diimunisasi adalah kondisi anak sehat. Jangan membohongi tenaga kesehatan. Jika anak sedang flu, lebih baik ditunda imunisasinya daripada menimbulkan KIP yang lebih parah. Riwayat kesehatan juga harus disampaikan secara terbuka kepada tenaga kesehatan. Jika anak mempunyai penyakit tertentu, tanyakan kepada dokter anak tempat berkonsultasi tentang pantangan imunisasi.

Jika anak mempunyai riwayat penyakit tertentu, imunisasi jauh lebih baik dilakukan di dokter langganan anak karena dokter memahami riwayat medik anak dengan lengkap. Inilah mengapa kita dianjurkan untuk TIDAK gonta-ganti dokter anak. Si K sendiri imunisasinya di puskesmas pembantu yang mempunyai bidan tetap karena Alhamdulillah selama ini si K sehat dan tidak ada riwayat penyakit yang perlu dikhawatirkan.

Siapkan Termometer dan Obat Andalan Saat Anak Demam

Si K baru mengalami KIP berupa demam tinggi saat imunisasi DPT di bulan ketiga. Sebelum itu hanya mengalami bengkak di bekas operasi. Termometer harus selalu siap sedia untuk berjaga-jaga, kapan demam bisa dilalui tanpa obat, kapan demam harus segera diberikan obat, kapan demam harus segera dilarikan ke UGD terdekat.

Biasanya, aku hanya memberikan obat berupa paracetamol pada si K jika suhu tubuh si K sudah mencapai 40 dercel dan tidak bisa tidur nyenyak, rewel kebangetan. Jika masih bisa ditenangkan dengan menggendong, aku hanya mengompres dahinya dengan daun dadap. Do you know daun dadap? Biasanya orang-orang menyebutnya daun randu, di daerah kami daun randu itu daun yang berbentuk love. 😀

Alat Tempur Ibu Tidak Boleh Diabaikan

Alat tempur untuk Ibu dalam menghadapi drama imunisasi tidak boleh diabaikan agar Ibu tetap waras. Apalagi biasanya anak yang sedang tidak enak badan nempel poll kepada ibu, nandingi nempelnya perangko. Mau tahu apa alat tempur emak K ketika menghadapi drama imunisasi si K?

  • Coklat Batang
  • Coklat Bubuk
  • Es Krim
  • Stick Kimpul

Abah K sampai geleng-geleng melihatku ngemil melulu sambil gendong si K. Makannya berdiri, dong? Iya. Heuheuu. Demi tetap waras, semoga Robbuna memaafkanku yang nabrak adab makan saat si K rewel.

Delegasikan SEMUA Pekerjaan Domestik

Iya, semua. Agar saat menghadapi drama paska imunisasi ibunya enggak ikut tantrum karena kepikiran pekerjaan domestik yang belum kelar. Delegasikan saja pekerjaan domestik selama anak rewel daripada ubun-ubun memanas. Biasanya aku mendelegasikan nyuci, njemur dan nyapu ke abah K. Makannya jajan sementara waktu.

Ketahuan ya emak K lebih memilih wasting money daripada kewarasan tercabik-cabik. Daku mah apa, cuma drama paska imunisasi saja membuat kewarasanku tercabik-cabik. Sungguh cengeng.

Jika Terlalu Lelah, Sempatkan Pijat setelah Anak Berangsur Sehat

Sungguh pernyataan yang semakin menguatkan jika emak K adalah emak yang manja. Hahaha. Ya ALLAH, Ampuni Hamba yang terlalu manja ini. Semoga Abah K selalu tabah menghadapi kemanjaan istrinya. Heuheuu.

Sejak si K usia 3 bulan sampai setahun, aku selalu pijat setelah si K sembuh dari KIP Imunisasi. Masa-masa itu si K selalu minta digendong, meskipun sedang tidur. Bayangkan gimana encoknya gendong si K 3 x 24 jam. Beh. Tidur saja duduk. Itu pun harus segera jalan-jalan, meninabobokan si K setiap kali ia terbangun dan kesakitan.

So, wajar kan emak K meminta ‘bayaran’ pijat. Biar segera waras menghadapi drama berikutnya. Ngahahaha.

 

Ini kenapa poinnya untuk anak dan Ibu 1: 3? Yang imunisasi anak, yang diminta bersiap-siap dengan segambreng alat tempur Ibunya? Hihihi, percayalah, Ibu yang waras akan membuat anak lebih nyaman.

Kandang Waktu; Agar Aktivitas Lebih Bermakna

Kandang Waktu; Agar Aktivitas Lebih Bermakna

Hello, salam dari Krian, Sidarjo. Mentang-mentang sedang di luar kota, salamnya pakai nama tempat. Heuheuu. Minggu super sibuk sudah mulai lewat, aktivitas wira-wiri ke RS sudah usai. Mbak Ipar dan si bayi mungil sudah sehat dan beraktivitas seperti biasa. Berganti dengan si K yang diare dua hari yang lalu. Blog macet, emak K tidak kunjung mendapatkan wangsit untuk segera menulis lagi. Sejak kapan menulis menunggu wangsit, Mak?

Minggu lalu, di grup Matrikulasi IIP kami diskusi bagaimana menjadi manajemen keluarga yang handal. Aku menyadari banget jika aku lemah di mengatur waktu. Kadang sehari rasanya enggak ada kerjaan, cuma nemenin si K bermain kemudian stalking Facebook dan IG. Enggak jarang seharian terasa melelahkan banget, apalagi jika jadwal nyuci barengan dengan deadline kerjaan, stress berat.

Kandang Waktu ala Bu Septi Peni

Saat Stadium Generale dulu, bu Septi sempat berbagi bagaimana cara beliau memanajemen waktu.

Saya membagi waktu saya dengan 2 aktivitas terlebih dahulu, aktivitas yang membuat saya bahagia (contoh : mendidik anak) dan tidak bahagia tapi harus dikerjakan (contoh :cuci dan setrika baju) Saya bagi waktu menjadi 3 bagian. Subuh – jam 07.00, jam 07.00-19.00 dan jam 19.00 ke atas.

Aktivitas bahagia saya masukkan di waktu terpanjang yaitu jam 07.00-19.00 maka muncullah konsep 7 to 7, kemudian aktivitas tidak bahagia saya masukkan di subuh – 07.00 selesai tidak selesai, apabila belum selesai saya lanjut di jam 7 malam ke atas saat pak dodik sudah di rumah. Kemudian upgrade diri saya masukkan di jam setelah anak-anak tidur atau sebelum subuh.

Hmmm, menarik, ya. Aku pun berencana membuat kandang waktu juga dengan penyesuaian disana-sini sesuai kemampuan diri, semoga enggak sekedar wacana. Bhahaha.

Tujuan Membuat Kandang Waktu

Kandang waktu dibuat agar kita bisa menghindari kegiatan penting dan mendesak yang saling berdesak-desakan. Aku sering mengalaminya, saatnya ngajar Sanggar Pelangi, ada jemuran yang minta di angkat, ada sayuran yang minta di masak, ada rumah yang berantakan karena dipakai bermain oleh si K, dan, dhuar, ada tamu yang datang tanpa pemberitahuan sebelumnya. Komplit sudah, keringat bercucuran, kepala puyeng, belum mandi pulak.

Agar Aktivitas Penting dan Mendesak tidak Berdesak-desakan

Aku mendapatkan tips ini saat membaca materi dan dipertajam di diskusi WAG Matrikulasi IIP Jateng 1 Batch 6. Agar aktivitas penting dan mendesak tidak berdesak-desakan, kita bisa melakukan hal-hal kecil berikut ini:

a. PUT FIRST THINGS FIRST
Letakkan sesuatu yang utama menjadi yang pertama. Kalau buat kita yang utama dan pertama tentulah anak dan suami. – Buatlah perencanaan sesuai skala prioritas anda hari ini – aktifkan fitur gadget anda sebagai organizer dan reminder kegiatan kita

b.ONE BITE AT A TIME
Apakah itu one bite at a time? -Lakukan setahap demi setahap -Lakukan sekarang -Pantang menunda dan  menumpuk pekerjaan

c. DELEGATING

Delegasikan tugas, yang bisa didelegasikan, entah itu ke anak-anak yang lebih besar atau ke asisten rumah tangga kita. Ingat anda adalah manager, bukan menyerahkan begitu saja tugas anda ke orang lain, tapi anda buat panduannya, anda latih, dan biarkan orang lain patuh pada aturan anda.Latih-percayakan-kerjakan-ditingkatkan-latihlagi-percayakan lagi- ditingkatkan lagi begitu seterusnya. Karena pendidikan anak adalah dasar utama aktivitas
seorang ibu, maka kalau anda memiliki pilihan untuk urusan delegasi pekerjaan ibu ini, usahakan pilihan untuk mendelegasikan pendidikan anak ke orang lain adalah pilihan paling akhir.

Membuat Kandang Waktu ala Emak K

Membuat kandang waktu adalah tugas NHW 6, aku mengerjakannya terlambat. Harusnya disetor minggu lalu, tetapi karena hari Jum’at kami mendadak harus segera ke Krian, Sidoarjo, maka buyar sudah rencana untuk membuat NHW 6. Beginilah kalau aktivitas penting ditunda-tunda. HAHAHA, kemudian ditertawkan qorin.

3 Aktivitas Penting dan 3 Aktivitas Tidak Penting

Asli, untuk memilah aktivitas ke aktivitas penting dan tidak penting, daku butuh perenungan yang lumayan lama. Hahaha.

3 Aktivitas Penting Emak K

Aktivitas penting emak K; Beribadah (Sholat, Ngaji Qur’an), Urusan Suami dan Anak (Masak, Quality time, ngasuh si K, ngobrol dengan abah K), Menulis dan Upgrade diri.

3 Aktivitas Tidak Penting

Hahahha, malu sendiri daku menulis 3 aktivitas tidak pentingnya. Baiklah, ini bukan aib kan? :p Aktivitas tidak penting emak K; Stalking Facebook dan IG berlebihan, nonton drakor berseri-seri, ngobrol tanpa kenal waktu.

Flashback, waktu selama ini habis untuk apa?

Ehmmm, aku bingung menjawabnya. Sebab aktivitas tidak penting itu dikerjakan di sela-sela aktivitas penting. Stalking FB atau ngobrol di sela-sela ngasuh si K. Yang menjadi catatanku, waktuku untuk mengasuh si K tidak sepenuh raga dan jiwa karena masih disambi stalking dan ngobrol. Heuheuu, emak memang masih labil jiwanya….

Membuat Kandang Waktu

Ada panduan penting yang harus kucantumkan disini karena ini adalah ‘nyawa’ untuk memulai membuat kandang waktu.

Jadikan 3 aktivitas penting menjadi aktivitas dinamis sehari-hari untuk memperbanyak jam terbang peran hidup anda, tengok NHW sebelumnya ya, agar selaras.
Kemudian kumpulkan aktivitas rutin menjadi satu waktu, berikan “kandang waktu”, dan patuhi cut off time ( misal anda sudah menuliskan bahwa bersih-bersih rumah itu dari jam 05.00-06.00, maka patuhi waktu tersebut)

3 Aktivitas Penting untuk Memperbanyak Jam Terbang:

  1. Beribadah; sholat, ngaji, muroja’ah.
  2. Urusan suami dan anak; Quality time, ngasuh si K, pillow talk
  3. Menulis, Upgrade diri

Aktivitas Rutin

Aktivitas Rutin yang kujalani sehari-hari meliputi:

  1. Domestik; masak, nyapu, ngepel, nyuci piring, nyuci baju, nyetrika, nyuapi si K, menyiapkan makan dan teh abah K, dll
  2. Ngajar Sanggar Pelangi setiap jam 16.00- maghrib

KANDANG WAKTU:

Menilik dari aktivitas rutin, maka aku ingin memberikan cut off urusan domestik dari shubuh sampai jam 8, jam 8.00-16.00 menjadi aktivitas dinamis, dan 16.00-20.00 aktivitas rutin dan urusan domestik jika belum selesai saat shubuh hari, di atas jam 20.00 menjadi aktivitas dinamis. Upgrade diri dan menulis dilaksanakan saat si K tidur atau sedang diajak oleh orang lain.

Jadwal Harian Sederhana

03.30-04.45 Sholat, muroja’ah, aktivitas dinamis seperti menulis, update blog.

04.45-08.00 Nyuci, nyetrika, nyapu, ngepel, masak, buat teh dan kopi abah K.

08.00-16.00 Ngasuh si K, bermain, aktivitas dinamis di jam tidur si K; menulis, membaca novel/ buku.

16.00-18.00 Ngajar sanggar pelangi, nyuapi si K, muroja’ah

18.00-20.00 Menyelesaikan domestik yang belum selesai

20.00- waktu tidur tiba Baca buku si K, belajar bareng, pillow talk, aktivitas dinamis

Bismillah, semoga bisa menjalankan dan akan direview kembali minggu depan.

Istri Programmer Menjawab

Istri Programmer Menjawab

Kerja di rumah, mau pergi ayok saja. Enggak terikat jam kantor. Kerjanya di depan laptop, transferan kluntang-klunting di rekening, macam nunggu lilin di tengah malam saja. Jangankan kerja memeras otak, cuitan di Twitter, foto di Instagram, status di Facebook, curhat enggak jelas di blog saja bisa disulap jadi duwitTravelling enggak perlu mikir cuti. Everything gonna be okay. Rumput tetangga memang selalu terlihat lebih hijau, kan? Ngahahaha. 

Tadi saat onlen facebook Abah K–ah, stalking Facebook Abah K itu serasa hiburan, lingkaran pertemanan kami berbeda jauh, jadi kayak masuk ke dunia lain–, ada mention dari seorang teman di PHP Indonesia dengan sederet pertanyaan, pertanyaan tersebut rasa-rasanya tertuju pada istri. Eike jawab pakai blogpost saja. HAHAHA

Ask: Gimana pendapat pasangan kalau kita programmer?

I think my hubby like a Zombie!

Hahaha. Iya, setelah menikah, aku melihat abah K kayak zombie karena setiap kali berhadapan dengan coding kayak lupa segalanya; lupa makan, lupa mandi, lupa kalau ada istri di sampingnya yang setia menunggu. Apalagi kalau sudah berhadapan dengan deadline, tuh panci gedombrangan karena istrinya ngambek dikira cuma dipancal kucing.

Makin kesini, aku semakin memahami polanya. Celah akan ketemu seiring waktu. Sejalan dengan kesadaran istri kalau ngoding itu menghasilkan. BHAHAHAHAHA. Kalian enggak tahu kan bagaimana jatuh bangunnya kami kala awal-awal membangun branding, bisa makan nasi kucing di angkringan saja rasanya super mewah. Wkwkwkwk.

Ask: Lebih baik memilih istri yang enggak tahu sama sekali soal IT atau sesama penggiat IT?

Kamu tahu apa yang paling penting dari sebuah pernikahan? Suami soleh? Suami kaya? Suami yang super baik hati? Suami yang ganteng? NO! Penelitian membuktikan jika yang paling penting dalam sebuah pernikahan dalah KOMUNIKASI.

Komunikasi yang nyambung sangat dipengaruhi dengan latar belakang pasangan, termasuk latar belakang pendidikan. Jika kamu memilih istri yang babar blas enggak paham soal IT, siap-siap saja segala hal yang terkait dengan pekerjaan kautelan sendiri. 😀

Jika kamu memilih diantara pilihan istri yang tidak tahu sama sekali tentang IT dan sesama penggiat IT, kurasa lebih baik memilih sesama penggiat IT sekalipun itu hanya seorang perempuan yang cuma bisa bikin blogspot. Wkwkwkwk.

Tetapi, tunggu.

Kadang, seiring dengan pejalanan pernikahan, pasangan akan mengimbangi kebutuhan komunikasi kita. Jika kamu bisa bersabar, perempuanmu adalah seorang perempuan pembelajar dan kamu mencintaiya, nikahilah. Kamu yang tahu bagaimana perempuan yang bisa membahagiakan harimu, bukan emak K. Hahaha. :p

Pencarian Terkait:

  • istri programmer
  • kata kata cinta programmer
Milestone Kehidupan Emak K

Milestone Kehidupan Emak K

Setelah dibuat menangis karena surat cinta, kini dibuat merenung-renung dengan keputusan-keputusan yang pernah dibuat di NHW 1 sampai NHW 3. Emak K nyut-nyutan? Yo jelas. Bukan emak K namanya kalau sebuah tugas enggak dibuat dengan penuh perenungan. Moga saja enggak cuma direnungkan, tetapi juga dilaksanakan sampai milestone tercapai. Heuheuu

Oke, langsung ke NHW yak. Baru kali ini NHW enggak kebanyakan prolog. Bhahaha. Pertanyaannya banyak, Cyn.

Jurusan Ilmu Kehidupan

Jurusan Ilmu kehidupan, sebagaimana yang telah daku buat di NHW 1 adalah Parenting, Menata hati, Manajemen Keuangan Keluarga dan Monetize blog. AKu merasa sudah yakin dan enggak berpaling. Bismillah.

Baca juga: Upgrade Ilmu Disela-sela Momong Bocah

Review NHW 2, Checklist Harian

Checlist harian yang kubuat di NHW 3, sudah dilaksanakan sebagian. HAHAHA. Ya, kuakui masih ada beberapa checklist yang kulakukan tergantung mood, tetapi aku akan selalu berusaha melaksanakannya. Keseriusan checklist ini ditandain dengan print out yang mejeng cantik di meja kerja. 😀

Baca juga: Menjadi Ibu Bahagia yang Membahagiakan Keluarga

Misi Emak K

NHW3 memaksaku untuk merenungkan kenapa aku ada di dunia ini, untuk keluarga, juga untuk lingkungan. Aku sudah terjun di dunia Taman Baca dan Pendidikan Secondary Anak sejak masih SMP.

Sudah berulangkali ingin keluar dari dunia ini karena begitu banyak aral melintang, apalagi kondisiku HOH sering dijadikan bahan untuk memandang sebelah mata, nyatanya toh, aku kembali lagi karena Ibu-ibu sekitar merasa anaknya butuh di dampingi di pendidikan luar sekolah.

Baca juga: Menggali Potensi Diri dan Keluarga

Misi Hidup : Memberikan inspirasi kepada oranglain, khususnya anak dan remaja.
Bidang : Pendidikan luar sekolah Anak dan remaja.
Peran : volunteer dan penggerak

Ilmu yang Diperlukan untuk Mendukung Misi Hidup

Secara umum, Ilmu yang harus dipelajari untuk mendukung misi hidup beriringan dengan ilmu kuliah di IIP, hanya saja ada perluasan ilmu blogging dan crafting.

  1. Bunda Sayang : Ilmu-ilmu seputar pengasuhan anak meliputi montessori dan FBE, monetize blog-artikel SEO Friendly dan kerajinan flanel.
  2. Bunda Cekatan : Ilmu-ilmu seputar manajemen pengelolaan diri dan rumah tangga, pengelolaan komunitas Sanggar Pelangi, Research Keyword, memahami Google Analytic dan ratecard blogger.
  3. Bunda Produktif : Ilmu-ilmu seputar minat dan bakat, kemandirian finansial, temu minat dan bakat anak-anak Sanggar Pelangi, ilmu seputar berbagi tentang blogging dan internet ke anak-anak Sanggar Pelangi.
  4. Bunda Shaleha : Ilmu tentang berbagi manfaat kepada banyak orang, memantabkan diri untuk terjun aktif di Sanggar Pelangi.

Milestone emak K

Ternyata enggak cuma anak yang butuh milestone ya, emaknya jugak. Whahahaha, kemudian dicubit sayang oleh mbak Marita.

KM 0 kuhitung sejak aku mengikuti kuliah IIP. Sebelum-sebelumnya mungkin bisa dianggap sebagai ilmu pijakan karena baru sekarang aku serius memetakan ilmu apa saja yang akan kupelajari. Jika dibutuhkan 10.000 jam terbang di suatu bidang, maka aku membutuhkan 10.000 jam terbang di bidang parenting dan 10.000 jam terbang di bidang blogging. Jam terbang Sanggar Pelangi bersatu di Parenting karena ini merupakan satu kesatuan ilmu, sama-sama berhadapan dengan anak dan segala dinamikanya.
Milestone yang kutetapkan sebagai Milestone Kehidupan emak K adalah sebagai Berikut:

Milestone Kehidupan Emak K

Milestone Kehidupan Emak K, Dibuat dengan Bismillah

KM 0 – KM 1 ( tahun 2018 ) : Menguasai Ilmu seputar Bunda Sayang, monetize blog-artikel SEO Friendly dan kerajinan flanel.
KM 1 – KM 2 (tahun 2019 ) : Menguasai Ilmu seputar Bunda Cekatan, pengelolaan komunitas Sanggar Pelangi, Research Keyword, memahami Google Analytic dan ratecard blogger.
KM 2 – KM 3 (tahun 2020 ) : Menguasai Ilmu seputar Bunda Produktif, temu minat dan bakat anak-anak Sanggar Pelangi, ikurikulum kelas blogging.
KM 3 – KM 4 ( tahun 2021) : Menguasai Ilmu seputar Bunda shaleha.

Koreksi Checklist NHW 2

Secara menyeluruh, sudah tercantum dalam checklist.Mungkin ke depan akan ada penambahan dan pengurangan setelah melihat perkembangan selama 2 minggu. InsyaAllah siap melakukan. Bismillah.

 

Yuk, Mak, buat milestone agar semangat tetap terjaga. Luv!

Jatuh Cinta ke Sejuta Kali pada Suami yang Plegmatis

Jatuh Cinta ke Sejuta Kali pada Suami yang Plegmatis

Membaca tugas NHW 3 pada 2 minggu yang lalu, mataku sudah mbrambang mili. Belum membuat surat cintanya saja aku sudah mbrambang mili, apalagi saat membuat surat cintanya, mewek parah sampai ingusan. Cobalah, kaubaca tugas di poin pertama ini.

Jatuh cintalah kembali kepada suami anda, buatlah surat cinta yang menjadikan anda memiliki “alasan kuat” bahwa dia layak menjadi ayah bagi anak-anak anda. Berikan kepadanya dan lihatlah respon dari suami.

Aku sengaja menulis saat abah K sibuk dan si K sudah terlelap dengan mimpi indahnya. Kuambil binder dengan kertas aneka warna dan beragam motif yang sudah lama kumusiumkan. Binder memorable yang menjadi teman setia sebelum aku mengenal laptop dan smarthphone. Kuambil pena berwarna hijau, aku mulai menuis dengan tangan yang sedikit kaku.

Dear, Kakak

Panggilan kesayangan sebelum si K lahir di dunia. Ingatanku terlempar pada empat tahun yang lalu kala kami masih penjajakan. Rasa cinta yang sempat terabaikan karena kesibukan yang menerjang nyaris tanpa henti, meletup-letup kala aku mengingat scene demi scene yang membuatku jatuh cinta pada Abah K.

Kami bertemu di Terminal Tingkir kala itu. Jaga jarak nyaris semeter. Duduk di bis pun pojok ke pojok. Sikapnya yang selalu memintaku jalan duluan, naik bis duluan membuatku tersipu malu. Kami ke UNS untuk bertanya tentang prosedur penelitian air sebagai bahan skripsinya–yang enggak dilanjutkan sampai sekarang.

Aku tersenyum, merasakan kembali hati yang berbunga-bunga.

Jatuh Cinta ke Sejuta Kali pada Suami yang Plegmatis

Jatuh Cinta ke Sejuta Kali pada Suami yang Plegmatis, picture source: pixabay

Lalu, sampailah aku ke scene kala aku men-syaratkan satu hal: restu Ibu. Jika Ibunya tidak merestui karena telingaku yang istimewa, aku akan mundur saat itu juga, tanpa embel-embel memperjuangkan cinta, lha wong saat itu aku belum mencintainya. Baru sebatas mengagumi. Perempuan besahaja yang kini menjadi Emak Mertua menerima dengan legawa sepulang aku mengunjungi kampung yang sederhana bersama Ibu.

Air mataku menetes satu. Membasahi kertas yang sedang kutulis.

Betapa kala itu aku merasa menjadi perempuan paling beruntung sedunia. Orang-orang takjub karena aku tiba-tiba berkabar akan menikah, padahal selama ini enggak pernah terlihat ada tanda-tanda pacaran. Apalagi ketika mengetahui calon suamiku Dengar. Sahabat-sahabat Tuliku berulang kali menegaskan, “Kamu yakin?”

Keyakinanku terbukti sekarang, aku menulis dengan air mata yang menganak-pinak. Kakak tidak pernah membuatku terluka karena aku Hard of Hearing, kakak pula orang pertama yang membackup jika aku tidak mengerti.

Cintanya tersimpan rapi pada tingkah lakunya.

Aku terus menulis diiringi air mata, cinta yang kembali meletup, hati yang mengharu-biru dan syukur yang membuncah. Aku mengakhiri di halaman ketiga, ketika aku merasa aku sudah terlalu banyak menangis, khawatir abah K akan salah paham jika mendapati aku menangis sesunggukan.

Kusimpan surat yang telah kutulis. Rasa rindu menyeruak, sudah beberapa hari ini kami melewatkan momen pillow talk karena jam tidurku yang berbarengan dengan jam kerja abah K. Aku tidur beliau keja, aku bangun beliau tidur kelelahan.

Ah, lelakiku yang tidak pandai beromantis ria seperti Oppa-oppa Korea, kesetiaan dan kesabarannya pada istri dengan telinga yang istimewa membuatku jatuh cinta kesejuta kalinya.

Reaksi Suami Plegmatis atas Surat Cinta Istri Melankolis

“Apa iki, Yi?” tanyanya, datar.

Aku yang menahan malu karena sudah lama tidak memberikan surat cinta langsung tertawa terbahak-bahak sambil mencubit lengannya.

“Hih, dasar!”

Begitu saja? Iya.

Suami plegmatis yang pandai menyimpan perasaan. Kauharus menyelami matanya untuk tahu sedalam apa cintanya. Kauharus pandai mengambil kehangatannya pada kata-katanya yang santun dan nyaris tidak pernah meledak-ledak dalam mengungkapkan perasaannya. Kauharus peka menangkap rasa cemburu pada gestur tubuhnya.

Kebanggaannya pada pasangan tidak tercermin pada puji-pujian, tetapi pada cerita yang ia bagi ke kawan-kawannya. Kauharus memaklumi bahasa cintanya yang tersembunyi dan membuang jauh-jauh keinginan untuk pamer perilaku romantis pasangan ke segala media sosial.

Barangkali, lelaki plegmatis tidak masuk dalam kriteria suami idaman yang kerap dibagikan pada akun-akun pernikahan dan relationship karena pembawaannya yang cenderung kalem, tetapi kau harus bangga atas sifatnya yang sangat pemaaf dan sabar.

Kehangatan yang kudapatkan saat menulis surat cinta terbawa dalam keseharian. Komunikasi kami jauh lebih lancar. Aku melakukan hal-hal kecil yang seringkali kuabaikan–yang ia ungkapkan setelah aku terus terang jika aku meindukan masa-masa penuh cinta– seperti menemaninya menyeuput kopi meskipun beliau sambil bekerja.

Dear mbak Marita, juga segenap team Matrikulasi IIP Batch 6, terimakasih sudah membuatku jatuh cinta kesejuta kali. Sepertinya aku harus menulis suat cinta lagi dan lagi. Dan kamu yang sedang membaca, mari menulis surat cinta untuk pasangan, dan rasakan kembali saat-saat penuh cinta.