Menyiapkan Diri Menghadapi Drama Imunisasi Anak
Me and Hubby

Menyiapkan Diri Menghadapi Drama Imunisasi Anak

Imunisasi anak, sampai sekarang masih menjadi peerdebatan di berbagai kalangan. Tetapi emak K enggak akan membahas perdebatan ini. Hanya saja emak K memutuskan untuk tetap mengimunisasi anak demi mendukung pemerintah mewujudkan imun komunitas, sekaligus ikhtiar untuk menjaga si K dari paparan virus berbahaya di masa depan.

Imunisasi pada anak menakutkan bagi sebagian kalangan, bahkan emak K sampai terserang trauma. Bukan, bukan karena Kejadian Ikutan Pasca (KIP) Imunisasi parah yang seperti diberitakan oleh sebagian orang anti vaksin, tetapi karena KIP yang membuat si K rewel dan full gendongan selama 3 hari. Mana cuma mau digendong Ibu. Lelah fisik dan psikis.

Menyiapkan Diri Menghadapi Drama Imunisasi Anak
Menyiapkan Diri Menghadapi Drama Imunisasi Anak, source: pixabay

Pastikan Anak Sehat sebelum Imunisasi

Syarat anak boleh diimunisasi adalah kondisi anak sehat. Jangan membohongi tenaga kesehatan. Jika anak sedang flu, lebih baik ditunda imunisasinya daripada menimbulkan KIP yang lebih parah. Riwayat kesehatan juga harus disampaikan secara terbuka kepada tenaga kesehatan. Jika anak mempunyai penyakit tertentu, tanyakan kepada dokter anak tempat berkonsultasi tentang pantangan imunisasi.

Jika anak mempunyai riwayat penyakit tertentu, imunisasi jauh lebih baik dilakukan di dokter langganan anak karena dokter memahami riwayat medik anak dengan lengkap. Inilah mengapa kita dianjurkan untuk TIDAK gonta-ganti dokter anak. Si K sendiri imunisasinya di puskesmas pembantu yang mempunyai bidan tetap karena Alhamdulillah selama ini si K sehat dan tidak ada riwayat penyakit yang perlu dikhawatirkan.

Siapkan Termometer dan Obat Andalan Saat Anak Demam

Si K baru mengalami KIP berupa demam tinggi saat imunisasi DPT di bulan ketiga. Sebelum itu hanya mengalami bengkak di bekas operasi. Termometer harus selalu siap sedia untuk berjaga-jaga, kapan demam bisa dilalui tanpa obat, kapan demam harus segera diberikan obat, kapan demam harus segera dilarikan ke UGD terdekat.

Biasanya, aku hanya memberikan obat berupa paracetamol pada si K jika suhu tubuh si K sudah mencapai 40 dercel dan tidak bisa tidur nyenyak, rewel kebangetan. Jika masih bisa ditenangkan dengan menggendong, aku hanya mengompres dahinya dengan daun dadap. Do you know daun dadap? Biasanya orang-orang menyebutnya daun randu, di daerah kami daun randu itu daun yang berbentuk love. 😀

Alat Tempur Ibu Tidak Boleh Diabaikan

Alat tempur untuk Ibu dalam menghadapi drama imunisasi tidak boleh diabaikan agar Ibu tetap waras. Apalagi biasanya anak yang sedang tidak enak badan nempel poll kepada ibu, nandingi nempelnya perangko. Mau tahu apa alat tempur emak K ketika menghadapi drama imunisasi si K?

  • Coklat Batang
  • Coklat Bubuk
  • Es Krim
  • Stick Kimpul

Abah K sampai geleng-geleng melihatku ngemil melulu sambil gendong si K. Makannya berdiri, dong? Iya. Heuheuu. Demi tetap waras, semoga Robbuna memaafkanku yang nabrak adab makan saat si K rewel.

Delegasikan SEMUA Pekerjaan Domestik

Iya, semua. Agar saat menghadapi drama paska imunisasi ibunya enggak ikut tantrum karena kepikiran pekerjaan domestik yang belum kelar. Delegasikan saja pekerjaan domestik selama anak rewel daripada ubun-ubun memanas. Biasanya aku mendelegasikan nyuci, njemur dan nyapu ke abah K. Makannya jajan sementara waktu.

Ketahuan ya emak K lebih memilih wasting money daripada kewarasan tercabik-cabik. Daku mah apa, cuma drama paska imunisasi saja membuat kewarasanku tercabik-cabik. Sungguh cengeng.

Jika Terlalu Lelah, Sempatkan Pijat setelah Anak Berangsur Sehat

Sungguh pernyataan yang semakin menguatkan jika emak K adalah emak yang manja. Hahaha. Ya ALLAH, Ampuni Hamba yang terlalu manja ini. Semoga Abah K selalu tabah menghadapi kemanjaan istrinya. Heuheuu.

Sejak si K usia 3 bulan sampai setahun, aku selalu pijat setelah si K sembuh dari KIP Imunisasi. Masa-masa itu si K selalu minta digendong, meskipun sedang tidur. Bayangkan gimana encoknya gendong si K 3 x 24 jam. Beh. Tidur saja duduk. Itu pun harus segera jalan-jalan, meninabobokan si K setiap kali ia terbangun dan kesakitan.

So, wajar kan emak K meminta ‘bayaran’ pijat. Biar segera waras menghadapi drama berikutnya. Ngahahaha.

 

Ini kenapa poinnya untuk anak dan Ibu 1: 3? Yang imunisasi anak, yang diminta bersiap-siap dengan segambreng alat tempur Ibunya? Hihihi, percayalah, Ibu yang waras akan membuat anak lebih nyaman.

Bagaimana komentar kalian?