Institut Ibu Professional
Me and Hubby

Kandang Waktu; Agar Aktivitas Lebih Bermakna

Hello, salam dari Krian, Sidarjo. Mentang-mentang sedang di luar kota, salamnya pakai nama tempat. Heuheuu. Minggu super sibuk sudah mulai lewat, aktivitas wira-wiri ke RS sudah usai. Mbak Ipar dan si bayi mungil sudah sehat dan beraktivitas seperti biasa. Berganti dengan si K yang diare dua hari yang lalu. Blog macet, emak K tidak kunjung mendapatkan wangsit untuk segera menulis lagi. Sejak kapan menulis menunggu wangsit, Mak?

Minggu lalu, di grup Matrikulasi IIP kami diskusi bagaimana menjadi manajemen keluarga yang handal. Aku menyadari banget jika aku lemah di mengatur waktu. Kadang sehari rasanya enggak ada kerjaan, cuma nemenin si K bermain kemudian stalking Facebook dan IG. Enggak jarang seharian terasa melelahkan banget, apalagi jika jadwal nyuci barengan dengan deadline kerjaan, stress berat.

Kandang Waktu ala Bu Septi Peni

Saat Stadium Generale dulu, bu Septi sempat berbagi bagaimana cara beliau memanajemen waktu.

Saya membagi waktu saya dengan 2 aktivitas terlebih dahulu, aktivitas yang membuat saya bahagia (contoh : mendidik anak) dan tidak bahagia tapi harus dikerjakan (contoh :cuci dan setrika baju) Saya bagi waktu menjadi 3 bagian. Subuh – jam 07.00, jam 07.00-19.00 dan jam 19.00 ke atas.

Aktivitas bahagia saya masukkan di waktu terpanjang yaitu jam 07.00-19.00 maka muncullah konsep 7 to 7, kemudian aktivitas tidak bahagia saya masukkan di subuh – 07.00 selesai tidak selesai, apabila belum selesai saya lanjut di jam 7 malam ke atas saat pak dodik sudah di rumah. Kemudian upgrade diri saya masukkan di jam setelah anak-anak tidur atau sebelum subuh.

Hmmm, menarik, ya. Aku pun berencana membuat kandang waktu juga dengan penyesuaian disana-sini sesuai kemampuan diri, semoga enggak sekedar wacana. Bhahaha.

Tujuan Membuat Kandang Waktu

Kandang waktu dibuat agar kita bisa menghindari kegiatan penting dan mendesak yang saling berdesak-desakan. Aku sering mengalaminya, saatnya ngajar Sanggar Pelangi, ada jemuran yang minta di angkat, ada sayuran yang minta di masak, ada rumah yang berantakan karena dipakai bermain oleh si K, dan, dhuar, ada tamu yang datang tanpa pemberitahuan sebelumnya. Komplit sudah, keringat bercucuran, kepala puyeng, belum mandi pulak.

Agar Aktivitas Penting dan Mendesak tidak Berdesak-desakan

Aku mendapatkan tips ini saat membaca materi dan dipertajam di diskusi WAG Matrikulasi IIP Jateng 1 Batch 6. Agar aktivitas penting dan mendesak tidak berdesak-desakan, kita bisa melakukan hal-hal kecil berikut ini:

a. PUT FIRST THINGS FIRST
Letakkan sesuatu yang utama menjadi yang pertama. Kalau buat kita yang utama dan pertama tentulah anak dan suami. – Buatlah perencanaan sesuai skala prioritas anda hari ini – aktifkan fitur gadget anda sebagai organizer dan reminder kegiatan kita

b.ONE BITE AT A TIME
Apakah itu one bite at a time? -Lakukan setahap demi setahap -Lakukan sekarang -Pantang menunda dan  menumpuk pekerjaan

c. DELEGATING

Delegasikan tugas, yang bisa didelegasikan, entah itu ke anak-anak yang lebih besar atau ke asisten rumah tangga kita. Ingat anda adalah manager, bukan menyerahkan begitu saja tugas anda ke orang lain, tapi anda buat panduannya, anda latih, dan biarkan orang lain patuh pada aturan anda.Latih-percayakan-kerjakan-ditingkatkan-latihlagi-percayakan lagi- ditingkatkan lagi begitu seterusnya. Karena pendidikan anak adalah dasar utama aktivitas
seorang ibu, maka kalau anda memiliki pilihan untuk urusan delegasi pekerjaan ibu ini, usahakan pilihan untuk mendelegasikan pendidikan anak ke orang lain adalah pilihan paling akhir.

Membuat Kandang Waktu ala Emak K

Membuat kandang waktu adalah tugas NHW 6, aku mengerjakannya terlambat. Harusnya disetor minggu lalu, tetapi karena hari Jum’at kami mendadak harus segera ke Krian, Sidoarjo, maka buyar sudah rencana untuk membuat NHW 6. Beginilah kalau aktivitas penting ditunda-tunda. HAHAHA, kemudian ditertawkan qorin.

3 Aktivitas Penting dan 3 Aktivitas Tidak Penting

Asli, untuk memilah aktivitas ke aktivitas penting dan tidak penting, daku butuh perenungan yang lumayan lama. Hahaha.

3 Aktivitas Penting Emak K

Aktivitas penting emak K; Beribadah (Sholat, Ngaji Qur’an), Urusan Suami dan Anak (Masak, Quality time, ngasuh si K, ngobrol dengan abah K), Menulis dan Upgrade diri.

3 Aktivitas Tidak Penting

Hahahha, malu sendiri daku menulis 3 aktivitas tidak pentingnya. Baiklah, ini bukan aib kan? :p Aktivitas tidak penting emak K; Stalking Facebook dan IG berlebihan, nonton drakor berseri-seri, ngobrol tanpa kenal waktu.

Flashback, waktu selama ini habis untuk apa?

Ehmmm, aku bingung menjawabnya. Sebab aktivitas tidak penting itu dikerjakan di sela-sela aktivitas penting. Stalking FB atau ngobrol di sela-sela ngasuh si K. Yang menjadi catatanku, waktuku untuk mengasuh si K tidak sepenuh raga dan jiwa karena masih disambi stalking dan ngobrol. Heuheuu, emak memang masih labil jiwanya….

Membuat Kandang Waktu

Ada panduan penting yang harus kucantumkan disini karena ini adalah ‘nyawa’ untuk memulai membuat kandang waktu.

Jadikan 3 aktivitas penting menjadi aktivitas dinamis sehari-hari untuk memperbanyak jam terbang peran hidup anda, tengok NHW sebelumnya ya, agar selaras.
Kemudian kumpulkan aktivitas rutin menjadi satu waktu, berikan “kandang waktu”, dan patuhi cut off time ( misal anda sudah menuliskan bahwa bersih-bersih rumah itu dari jam 05.00-06.00, maka patuhi waktu tersebut)

3 Aktivitas Penting untuk Memperbanyak Jam Terbang:

  1. Beribadah; sholat, ngaji, muroja’ah.
  2. Urusan suami dan anak; Quality time, ngasuh si K, pillow talk
  3. Menulis, Upgrade diri

Aktivitas Rutin

Aktivitas Rutin yang kujalani sehari-hari meliputi:

  1. Domestik; masak, nyapu, ngepel, nyuci piring, nyuci baju, nyetrika, nyuapi si K, menyiapkan makan dan teh abah K, dll
  2. Ngajar Sanggar Pelangi setiap jam 16.00- maghrib

KANDANG WAKTU:

Menilik dari aktivitas rutin, maka aku ingin memberikan cut off urusan domestik dari shubuh sampai jam 8, jam 8.00-16.00 menjadi aktivitas dinamis, dan 16.00-20.00 aktivitas rutin dan urusan domestik jika belum selesai saat shubuh hari, di atas jam 20.00 menjadi aktivitas dinamis. Upgrade diri dan menulis dilaksanakan saat si K tidur atau sedang diajak oleh orang lain.

Jadwal Harian Sederhana

03.30-04.45 Sholat, muroja’ah, aktivitas dinamis seperti menulis, update blog.

04.45-08.00 Nyuci, nyetrika, nyapu, ngepel, masak, buat teh dan kopi abah K.

08.00-16.00 Ngasuh si K, bermain, aktivitas dinamis di jam tidur si K; menulis, membaca novel/ buku.

16.00-18.00 Ngajar sanggar pelangi, nyuapi si K, muroja’ah

18.00-20.00 Menyelesaikan domestik yang belum selesai

20.00- waktu tidur tiba Baca buku si K, belajar bareng, pillow talk, aktivitas dinamis

Bismillah, semoga bisa menjalankan dan akan direview kembali minggu depan.

Bagaimana komentar kalian?