Resep Minuman Segar Es Tape Singkong

Resep Minuman Segar Es Tape Singkong

Musim panas begini enaknya minum yang sege-seger, sayang aku harus ke kota untuk mendapatkan es favorit, makanya bela-belain nyari resep minuman segar . Aku ingin membuat Es Tape Singkong yang praktis. Es Tape Singkong adalah jajanan jamankecil yang masih menjadi favoritku sekarang.

Belum sempat nyari resep Es Tape Singkong, eh, mbak Arin ngasih tahu kalau ada Es Tape Singkong yang seger di Kedai Ibu, Solo. Emak K nelen ludah. Sirup merah kental yang tampak dalam foto membuat anganku semakin melayang, glek glek glek, segarnya… Sayang, cuma bisa bayangin doang.

Seru kali ya ke Solo sambil wisata kuliner ngicip Es Tape segar sekalian ngemall. Mbak Arin sudah memberi lampu hijau untuk menemani jalan-jalan sampai kaki gempor. Emak K mau nabung dulu, moga saja enggak usah nunggu ngidam untuk pergi ngebolang ke Solo. Wkwkwkwk

Resep Minuman Segar, Es Tape Singkong

Resep Minuman Segar, Es Tape Singkong. Credit: Mbak Arin @kayusirih

Resep Minuman Segar Es Tape Singkong

Pergi ke Solo untuk nyicip Es Tape Singkongnya masih entah kapan. Emak K memutuskan untuk browsing Resep Minuman Segar Es Tape Singkong, sekedar untuk memanjakan lidah yang sedang kangen jajanan masa kecil.

Saat browsing, aku menemukan resep Es Tape Singkong dengan bahan utama tape singkong, kelapa muda, santan dan cincau. Agak ribet sepertinya ya? Aku membayangkan segarnya santan, kelapa muda dan tape singkong. Sepertinya mirip-mirip Es Teller. Perpaduan tape dan santannya bisa bikin perut berontak kalau enggak kuat. Yang punya penyakit lambung atau maag enggak disarankan mencoba, ya.

Es Tape SIngkong; Resep Minuman Segar Praktis

Es Tape SIngkong; Resep Minuman Segar.Src: cookpad Vanie Satrya

Gimana? Dari fotonya saja seger, kan? Hehehe, jangan jitak emak K kalau gambar ini membuatmu ngiler ya, daku pan enggak mau ngiler sendiri. Nyari teman. Hihihi

Bahan Es Tape Singkong:

  • Tape singkong
  • Cincau diparut
  • Kelapa muda, serut. Di resep asli pakai kelapa muda kw dari jelly rasa kelapa itu, tetapi lebih enak dan lebih praktis kelapa muda serut
  • 1 bungkus santan kara + 500 ml air
  • 1 Sachet SKM Putih
  • 1/2 Sdt Garam
  • Gula Merah

Cara Membuat Es Tape Singkong

  1. Panaskan panci untuk mencairkan gula merah. Masukkan gula merah, campurkan sedikit air dan aduk ata hingga gula merah meleleh kental.
  2. Masak santan kara dan 500 ml air, tambahkan garam dan SKM, aduk hingga mendidih, jangan sampai pecah.

Cara Penyajian

Siapkan gelas. Tuangkan 2 SDM Gula merah yang telah dicairkan. Masukkan santan yang telah dimasak bersama ai, garam dan SKM secukupnya. Masukkan parutan cincau dan kelapa muda. Masukkan tape singkong di atasnya.

Optional: Tambahkan es yang sudah diserut. Slurppp…

***

Resep minuman segar es tape singkong ini agak berbeda dengan es tape singkong jaman kecil yang diblender bareng coklat atau perasa yang lain, tetapi enggak ada salahnya nyoba es tape singkong versi lain agar lidah bisa merasakan keanekaragaman kekayaan kuliner Indonesia. Hihihi.

Emak K musti menyiapkan kelapa muda, cincau dan tape singkong dulu. Tiga bahan ini harus didapatkan dengan sedikit perjuangan ke pasar. Kalau gula merah, SKM dan santannya sih bisa didapatkan di warung depan rumah.

Kamu, Mak, ada resep minuman segar yang cocok dinikmati saat musim panas begini? Yang gampang saja, jangan yang susah-susah karena emak K enggak ada waktu untuk berlama-lama di dapur. Share dong di komentar. 🙂

 

Salam!

Emak K, a learner mommy

 

 

 

 

Pencarian Terkait:

  • Minuman segar
  • es tape singkong gula merah
  • minuman jaman dulu
  • Gambar minuman tape
  • minuman dari singkong
  • minuman dari ketela pohon
  • gambar es segar
  • es tape singkong
  • es segar
  • bikin es tape lembut
Review Buku Anak | Halo Balita, Kisah Nabi Muhammad SAW

Review Buku Anak | Halo Balita, Kisah Nabi Muhammad SAW

Tepuk Nabi,

Nabiku .. Muhammad..

Ayahnya.. Abdullah..

Ibunya.. Aminah

Kakeknya.. Abdul Muthallib

Pamannya.. Abu Thalib

Lailahaillallah Muhammadurrasulullah, Yes!

Tepuk Nabi yang akrab dalam keseharian jaman masih TPQ masih teringat kuat hingga sekarang. Ya, masa kecil anak enggak boleh terlewatkan untuk mengukir segala hal tentang hidup, termasuk tentang Ketauhidan dan Nabi-nabinya. Tentu saja, harus disampaikan dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami oleh anak.

Aku baru mempunyai dua buku anak tentang Nabi. Seri Nabi Ibrahim dengan kisah burung merpatinya Tasaro GK dan Kisah Nabi Muhammad SAW Halo Balita.

Sekilas Pandang Kisah Nabi Muhammad SAW Halo Balita

Kisah Nabi Muhammad SAW Halo Balita adalah salah satu dari enam seri kisah Nabi terbitan Mizan. Buku board book dengan warna dasar putih dan pojok buku tumpul ini aman untuk anak-anak di bawah lima tahun. Gambar ilustrasinya sederhana, dengan teks yang cukup.

Emak K bilang cukup karena ada beberapa halaman yang teksnya lumayan panjang, belum selesai dibaca, si K sudah membolak-balikkan halaman. Sepertinya cocok untuk anak usia 3 rahun plus, si K baru berusia 2 tahun.

Bahasa yang digunakan mudah dipahami. Menceritakan sekilas pandang tentang kehidupan Nabi Muhammad semenjak di kandung Ibunda sampai pertemuan Rahib Buhaira dengan Abu Thalib. Bisa dibilang, closing-nya agak memaksa, mungkin karena keterbatasan halaman. Sepertinya, Cerita tentang Nabi Muhammad untuk anak lebih baik disampaikan per-peristiwa.

Penceritaan kronologi agak membingungkan. Alurnya maju, dari Nabi Muhammad lahir hingga pertemuan Rahib Buhaira dengan Abu Thalib, tetapi penggunaan waktunya kadang lampau, kadang sekarang. Di halaman pertama menggunakan waktu sekarang.

Ibunda Aminah tengah mengandung….

Di halaman keenam menggunakan kalimat lampau.

Semasa bayi, Nabi Muhammad di susui oleh Ibunda Aminah….

Kekeliruan yang sebenarnya tidak mengubah inti cerita, tetapi membuatku gagal fokus saat membacakannya untuk si K, jadi emak K mengganti kalimat sendiri agar runtut penggunaan bahasanya sesuai alur. HAHAHA. Dasar Emak K.

Identitas Buku Halo Balita, Kisah Nabi Muhammad SAW

Judul: Kisah Nabi Muhammad SAW

Penulis: Iwan Yuswandi

Penerbit: Pelangi Mizan

Jumlah Halaman: 20 Halaman + II

Cetakan ke 1 Juni 2014

 

Rekomendasi Penggunaan Buku Halo Balita, Kisah Nabi Muhammad SAW

Buku ini disarankan untuk anak 3 tahun plus karena kalimatnya agak panjang. Tetapi, Emak bisa membacakannya untuk anak dibawah tiga tahun dengan memperpendek kalimat atau menceritakan dengan kalimat sendiri berdasarkan ilustrasi yang ada di buku.

Buku ini cocok untuk pengenalan awal tentang Nabi Muhammad, tetapi seiring waktu Emak harus menceritakan sendiri detail peristiwa tentang Nabi Muhammad, atau bisa juga mencari buku seri Nabi Muhammad yang lebih lengkap. Banyak penerbit yang menerbitkan buku seri Nabi Muhammad yang lebih lengkap, namun emak K belum beli, sehingga belum berani merekomendasikan. Ntar kalau si K sudah punya seri Kisah Nabi Muhammad yang lebih lengkap, emak K share dimari. Tungguin, yak. Emak K nabung dulu. 😀

 

Salam!

Emak K, Deaf Mommy

Buku Anak| The Very Hungry Caterpillar

Buku Anak| The Very Hungry Caterpillar

In the light of the moon, a little egg lay on a leaf. ( The Very Hungry Caterpillar by Eric Carle)

Eric Carle memulai The Very Hungry Caterpillar dengan sangat dramatis. Si K yang kubacakan dengan bahasa Indonesia sampai melongo.

“Ibu, telul jatuh?” tegasnya.

Aku mengangguk, “Iya, jatuh di daun, di bawah sinar rembulan.”

“Oh, bulan di sana?” tanyanya lagi, sambil mengangkat tangannya ke atas, kemudian menyibak tirai jendela untuk melihat bulan di langit malam.

“Bulan ora ana.” si K berjalan gontai. Kembali duduk untuk menyimak buku The Very Hungry Caterpillar. Si K terlihat sangat antusias menyusuri lubang-lubang ulat.

The Very Hungry Caterpillar, Buku yang Menyederhanakan Pertanyaan ‘Rumit’ dari Anak

“Ibu, kupu-kupu!” seru si K. Si K sangat dominan jelajah alamnya, ia sangat tertarik dengan hewan-hewan di sekelilingnya.

“Iya. Itu ada ulat, nanti jadi kupu.” ceplosku, menunjuk ulat yang tengah menggeliat di batang pohon.

“Ha?” si K melongo.

Aku terkesiap. Hei, bagaimana menjelaskan metamorfosis kupu-kupu kepada anak usia dua tahun? Aku mengalihkan pembicaraan agar si K lupa dengan keheranannya. Menunjuk berbagai hewan yang ada di kebun. Tetapi, sepanjang hari aku berfikir keras bagaimana cara menjelaskan proses metamorfosis ini kepada si K.

Hingga kemudian aku teringat buku yang pernah mencuri perhatianku saat berkunjung ke Rumah Mentari, The Very Hungry Caterpillar. Kurasa, buku ini akan membantu aku untuk menjelaskan metamorfosis kepada si K. Aku mencari buku ini dari toko buku bekas sampai menjelajah ke olshop buku import. Hingga kemudian, mbak Mita mengabarkan jika ada yang menjual buku The Very Hungry Caterpillar bekas dengan harga 100k. Tanpa menunggu lama, aku langsung booking saat itu juga.

Baca juga: Ada Cinta Lintas Dimensi di Rumah Mentari

Awal-awal buku kubacakan kepada si K, si K terlihat jijik dengan ulatnya. Buku pun dianggurin di rak dua mingguan. Hahaha. Memasuki minggu ketiga, saat si K mulai bosan dengan semua buku-bukunya, si K mulai melirik The Very Hungry Caterpillar.

“Ulatnya, nanti jadi kupu-kupu?” tanya si K.

“Hu um.”

“Kepompong ndi, Buk?” tanyanya lagi. Aku kelabakan. Diantara keempat siklus metamorfosis kupu-kupu, si K belum pernah menjumpai kepompong.

“Nanti kalau jalan-jalan ke kebun, nyari kepompong, ya? ” janjiku. Sampai tulisan ini dipublish, kami belum juga menemukan kepompong. Masa mau melihara ulat? Mhuahaha.

Buku The Very Hungry Caterpillar menyelamatkan Emak K dari teror ulat jadi kupu.

Konsep Siang-Malam

Konsep Malam di Buku The Very Hungry Caterpillar

Konsep Malam di Buku The Very Hungry Caterpillar

Konsep Siang di Buku The Very Hungry Caterpillar

Konsep Siang di Buku The Very Hungry Caterpillar

 

 

 

 

 

 

 

Selain mengenalkan konsep metamorfosis, The Very Hungry Caterpillar juga mengenalkan konsep siang-malam dengan ciamik. Lengkap dengan warna langit, juga bulan dan mataharinya.

Belajar Berhitung yang Menyenangkan

Eric carle menyajikan buah-buahan yang dimakan oleh ulat secara bertahap, satu buah apel, dua buah pear, tiga buah pulm–ini apa sih? juwet bukan? :D–, empat buah stroberry, lima buah jeruk. Lubang-lubang yang ada di bagian tengah buah, membuat si K asik menghitung dengan memasukkan jarinya ke dalam lubang–meskipun menghitungnya masih lompat-lompat.

Mengenalkan Konsep Hari di Buku The Very Hungry Caterpillar

Mengenalkan Konsep Hari di Buku The Very Hungry Caterpillar

Jika kita memiliki boneka ulat–aku pernah melihat paket buku The Very Hungry Caterpillar lengkap dengan boneka ulat kecil–., tentu akan semakin menyenangkan dengan bermain memasukkan ulat ke dalam lubang-lubang buah, seolah-olah ulat kecil itu sedang makan.

Mengenalkan Hari-hari dalam Satu Minggu

On saturday, he ate trough

Eric Carle menyusun kronologis kejadian dengan menggunakan hari-hari. On sunday morning the warm sun came up. On Monday, he ate through….

Membantu kita untuk mengenalkan konsep hari kepada anak sejak dini. Si K belum mudeng, tapi kadang-kadang dia menyelipkan hari dalam perbincangan, “Ibu, minggu numpak kuda, ya?” Padahal si K belum tahu minggu itu kapan. Hahahaha.

Mengenal Konsep Makanan Sehat dan Tidak Sehat

“Ulatnya makan es kyimm, yoti, sosis, peymen. Tyus, adduhhhh, sakit peyuttt.” cerita si K, sembari mengekspresikan sakit perut saat sampai pada halaman aneka makanan yang dimakan si ulat dengan rakus.

“Kepin oten maem peymen akeh, ndak atit peyut.” serunya kepada mbak Diba. Emak K cuma ngakak saja mengamati percakapan dua anak kicik.

“Kaya ulat sing ning buku kae, ya?” sahut mbak Diba. Si K mengambil buku dari rak, lalu kedua anak kicik ini asik berbincang tentang bukunya.

The Caterpillar Hungry

The Vaery Hungry Caterpillar

Identitas The Very Hungry Caterpillar

Judul Buku: The Very Hungry Caterpillar

Penulis: Eric Carle

Jenis Buku: Hardcover

Bahasa: Inggris

Penerbit: Philomel Books

Rekomendasi Usia Anak: 2 Tahun ke atas, dengan catatan anak sudah mengerti jika buku tidak boleh disobek.

 

So, siap mengajak anak mengembara dengan buku lagi? Hihihi, sampai jumpa di bincang buku berikutnya, ya!

 

Salam,

Emak K

 

 

 

 

Pencarian Terkait:

  • buku anak anak judul nya caterpillar
  • Review buku eric carle
  • review buku the very hungry caterpillar

Buku Pertama untuk Belajar Membaca Bahasa Inggris

Apa yang membingungkan ketika pertama kali mengajari anak Indonesia belajar membaca bahasa Inggris? Pengucapannya. Hihii, boro-boro anak kecil, Emak K yang sudah seperempat abad saja masih kesulitan untuk membaca bahasa Inggris.

Kalau sekedar membaca dalam hati untuk dinimkati sendiri, sih,no problemo, lancar-lancar saja. Giliran harus membaca dengan lantang, lebih banyak salahnya daripada benernya. Apalagi daku penyandang HOH, mengeja bahasa Indonesia saja kadangkala ditertawakan karena salah pengucapan,apalagi bahasa Inggris, dah, tiarap deh nilai reading-ku dulu.

Menyadari aku ENOL besar terkait membaca bahasa Inggris, aku sedikit khawatir bagaimana mengajarkan bahasa Inggris kepada si K. Meskipun saat ini aku belum mengenalkan si K bahasa Inggris, tetapi tetap saja suatu saat aku harus membersamai si K belajar bahasa Inggris karena bahasa ini adalah gerbang dunia. Jaman sekarang saja sudah sangat banyak yang mensyaratkan skill berbahasa Inggris,apalagi jaman si K gedhe entar.

Gayung bersambut, tetiba mbak Alfa Kurnia, seorang mom blogger Indonesia yang kini tinggal di Brunei Darussalam mengajakku berbincang tentang buku yang ia pakai untuk mengenalkan bahasa Inggris kepada putri sulungnya, si Cinta. Ah, si Embak yang maniak buku, sampai-sampai punya Instagram khusus review buku ini memang paling asik diajak diskusi tentang buku.

Mbak Alfa sering menuliskan pengalamannya di blognya www.pojokmungil.com, termasuk kisahnya bersama buku first reading book ini. Blog bertajuk a Life of a Premature Mom–ya Allah, mbak Alfa saja menamai dirinya premature mom, apalagi daku yang masih piyik gini— sering berbagi tentang pengalaman parentingnya di blog. Yes, she is one of my favorite parenting blogger, bahasanya ringan dan asik banget!

Belajar Membaca dengan Usborne Very First Reading Series

Mbak Alfa bercerita jika ia tahu buku ini pertama kali dari guru KG (Kinder Gaten) 3 si Cinta,putri sulungnya. Saat itu pihak sekolah meminta orang tua membeli buku Usborne Very First Reading untuk program belajar membaca bahasa Inggris.

Seri First Reading Usborne, picture credit: PojokMungil

Disusun Berdasarkan Tingkatan Kesulitan

Buku Very First Reading terbitan Usborne ini disusun berdasarkan tingkat kesulitan. Sangat child friendly karena buku disusun dengan banyak gambar berwarna yang menarik bagi anak-anak. Kata-kata yang ada pun menyesuaikan dengan tingkat bukunya, semakin rendah tingkat bukunya, semakin mudah dan sedikit jumlah kata-kata yang harus dibaca oleh anak.

Membaca dengan Sistem Phonic

Membaca engan sistem phonic adalah membaca berdasarkan suku kata, bukan membaca dengan mengeja per-huruf seperti lazimnya cara belajar membaca di Indonesia.

Ya, dengan cara ini dapat meminimalisir kebingungan anak karena dalam bahasa Inggris, sebuah huruf bisa sangat berbeda cara pelafalannya saat berdiri sendiri dan saat dirangkai dengan huruf lain. Misalnya,c saat berdiri sendiri dibaca si, sedangkan saat dirangkai dengan huruf lain ia dibaca keh.

Mbak Alfa bercerita, jika saat program belajar membaca ini, guru di sekolah akan mengajarkan kata yang harus dibaca oleh anak. Seperti Pat, is dan sad. Dan dalam satu buku, anak hanya akan belajar kata yang dikombinasikan dari 8 huruf saja, sehingga mereka mudah mengingatnya.

 

Dua Permainan di Akhir Buku

Dalam buku ini terdapat dua permainan di akhir buku untuk menguji apakah anak sudah menguasai konsep yang diajarkan dalam buku tersebut, contohnya: memasangkan gambar suatu halaman dengan kalimat yang ada di dalamnya. Orangtua bertugas membacakan kalimatnya dan anak diminta untuk menunjuk gambar yang sesuai. Selain itu juga ada mengurutkan cerita sesuai dengan isi buku

Buku yang ‘Memaksa’ Orang Tua untuk Duduk Bersama Anak

Apalah arti buku mahal berharga jutaan tanpa peran aktif orang tua di dalamnya. Apalah arti buku dengan sejuta kelebihan jika orang tua tidak duduk bersama anak, apalagi jika orang tua membiarkan anak membaca sendiri sementara ia bermain gadget.

Buku Very First Reading Book Usborne ini, menurut mbak Alfa Kurnia adalah buku yang memaksa orang tua berperan aktif karena di dalam buku tersebut ada bagian yang harus dibaca oleh orang dewasa, lengkap dengan Guidance notes-nya.

Aktivitas ini, lanjut mbak Alfa, pada akhirnya membiasakan orangtua dan anak untuk memiliki ritual membaca bersama dan meningkatkan bonding antara kita serta meningkatkan kepercayaan diri anak dalam membaca

Peruntukan Buku

Buku ini bisa dipakai untuk anak usia TK, menurut mbak Alfa, Cinta dan teman-temannya mulai menggunakan buku di KG 3 dengan range usia 4-6 tahun, dan sudah mengenal huruf dan kata dengan sistem phonic.

Seri Very First Reading Book kepunyaan Usborne ini menjadi salah satu whish list bukuku. Semoga,nanti saat ada BBW, ada rejeki untuk membeli buku ini.Big thanks to mbak Alfa yang sudah sharing tentang buku ketje ini.

 

Pencarian Terkait:

  • arti kata usborne
  • arti usborne
  • buku belajar membaca bahasa
  • jika bahasa inggris buku adalah book cara pengucapannya adalah
  • sharing buku buat belajar baca bahasa inggris untuk anak
Review Buku| Kimi dan Mimi: Istana Balok

Review Buku| Kimi dan Mimi: Istana Balok

Aku mendapatkan buku ini dari Mami Ubiii Grace Melia saat menjadi pemenang Mini Giveaway di blognya. Mami Ubii mengirimkan dua buku untuk si K, buku Mimi & Kimi Istana Balok dan Liam the Lamb.

Serunya Mengenalkan Moral Quotient Melalui Cerita

Kimi punya banyak mainan

Watik Ideo membuka cerita dengan kalimat tentang keseharian anak. Si K yang berusia 17 bulan langsung menunjuk aneka gambar mainan yang terpampang di buku, lalu membandingkan dengan mainan yang dimilikinya.

Cerita berlanjut dengan kedatangan Sisi, teman Kimi. Tetapi Kimi tidak berkenan jika Sisi meminjam balok Kimi. Pelit, ya? Hal lazim yang terjadi di dunia anak-anak. Jika orang tua tidak bisa mengambil langkah yang tepat, bisa berabe, rebutan bisa berlanjut ke lomba menangis. Heuheu

Aku mencontoh bagaimana Ibu Kimi menyikapi sisi pelit Kimi. Bukan dengan memaksa Kimi meminjamkan balok kepada Sisi, tetapi meminta Sisi mengambil balok miliknya sendiri untuk dimainkan bersama.

Ya, pada usia Batita, anak baru belajar tentang arti kepemilikan. Memaksa anak untuk memberi/ meminjamkan barang miliknya kepada temannya bukan langkah yang bijak. Anak bisa mengalami kebingungan dengan konsep kepemilikan.

Gambar dan Cerita di Buku Mimi & Kimi Istana Balok

Gambar di buku Mimi &Kimi Istana Balok didominasi dengan warna pastel yang nyaman di mata anak. Gambar di dalam buku mempunyai detail sedang, cocok untuk anak usia 3 tahun plus, tetapi masih terlalu rumit untuk anak usia 1 tahun plus.

Kalimat penyusun terdiri dari 3-4 kalimat dalam setiap halamannya, sesuai dengan konsentrasi anak usia 3 tahun plus, masih terlalu panjang untuk usia 1 -2 tahun. Si K sudah tidak sabar membalikkan halaman,  padahal Ibunya baru membaca 1 kalimat.

Untuk anak usia 1-2 tahun, kita sebagai Ibu bisa menyiasati dengan menjadikannya sebagai permainan Tebak Gambar atau Dimana Ia Bersembunyi.

Bermain Tebak Gambar

Minta anak menunjukkan gambar sesuai instruksi kita. Nggak harus banyak, 1-2 gambar pun cukup, setelah itu siap-siap kita yang ditanya anak. Hahaha

Bermain Dimana Ia Bersembunyi

Tutup buku, berikan kepada anak, lalu, minta anak mencari gambar yang ada di dalam buku.

Ayo, kucingnya sembunyi dimana, Nang?

Si K akan membolak-balikkan halaman buku, serius banget, selang setelah membolak-balikkan 5-6 halaman ia girang menemukan kucing kesayangannya. Padahal gambar kucing nyaris ada di setiap halaman. Hahaha

Fisik Buku

Buku Mimi & Kimi Istana Balok tergolong board book dengan ujung buku yang tumpul. Aman jika dipegang anak-anak. Penjilidannya pun sangat kuat. Beberapa kali dibanting si K masih aman. Beberapa kali si K mencoba untuk menyobek pun gagal.

Identitas Buku Mimi & Kimi Istana Balok

Judul: Mimi dan Kimi Istana Balok

Penerbit: Elek Media Komputindo

Penulis: Watik Ideo

Jenis Buku: Cerita Moral Quotient

Bahan Penyusun Buku: Board Book

Jumlah Halaman: 12 hlm isi + 2 hlm cover

Peruntukan Buku: 3 tahun plus atau dibawahnya dengan pendampingan

 

Mengenalkan Buku kepada Anak Berusia Satu Tahun

Mengenalkan Buku kepada Anak Berusia Satu Tahun

Sebagai mamah-mamah muda, aku masih harus terus belajar bagaimana mendidik anak. Berada di lingkungan yang belum mendukung kegiatan literasi, mengenalkan buku kepada anak sejak bayi menjadi sesuatu yang dipandang terlalu ngoyo. Apalagi buku anak tergolong mahal, eman-eman, buat beli baju bisa dapat lima stel, kata mereka.

Tetapi, toh, karena urusan anak adalah tanggung jawab orang tuanya, bukan tetangga apalagi orang jauh disana, aku hanya mendengarkan apa kata suami. Jika suami diam saja ketika aku menguras rekening beliau untuk membeli segambreng buku, artinya beliau mendukung. Hahaha.

Berhasil mengabaikan para nyinyiers dan mendulang dukungan suami, tekad untuk mengenalkan si K pada buku sejak bayi diuji oleh si K langsung. Dari yang buku dirobek-robek, kepala luka kejedot ujung buku, hingga buku dicampakkan karena gambar tidak menarik. Syedih, Cyin

Seiring perjalanan mengenalkan si K pada buku, aku menyadari jika mengenalkan buku kepada anak pun ada seninya. Tak bisa mengabaikan keunikan anak pada usia-usia tertentu.

Bahan Penyusun Buku

Anak usia satu tahun sedang berada pada fase merobek-robek kertas. Si K sangat penasaran dengan segala macam bentuk kertas. kertas tebal, label, sticker, bahkan isi dompet. 😀

Merobek kertas adalah pra-syarat anak bisa menulis dengan benar. Jadi bukan hal yang bijak jika kita melarang anak untuk merobek-robek kertas.

Dasarnya Emak-emak lugu, aku menyediakan buku interaktif dengan harapan si K tertarik pada buku saat berusia 6 bulanan. Aku mengabaikan kekuatan tangan si K untuk merobek buku. Kupikir, paling si K belum kuat merobek kertas tebal. Dan, kapokmu kapan, Mak, buku interaktif yang lumayan mahal itu sukses dirobek oleh si K. Hiks!

Langkah pertama yang harus diperhatikan sebelum membeli buku untuk anak usia newborn-3 tahun adalah bahan penyusun buku.

Pilih buku yang berbahan karton tebal atau kain. Hindari memberi buku berbahan paper back, apalagi art paper glossy atau hvs, kecuali memang sengaja menyediakan buku tersebut untuk dijadikan objek merobek-robek ria. Hindari pula memberikan buku tua yang mulai ada serbuk-serbuk kertasnya, bahaya jika terhirup dan tertelan.

Perhatikan ujung buku, pilih yang berjung tumpul untuk menghindari cedera karena terbentur boardbook berujung lancip.

 

Pilih Warna Kontras dengan Teks Cerita yang terdiri dari 1-2 Kalimat Saja

Durasi fokus anak 1-3 tahun masih sangat minim. Paling poll 1 menit. Jangan harap membaca teks sampai tuntas. Baru baca sepenggal kata, anak sudah tak sabar membolak-balikkan halaman buku.

Untuk anak newborn dianjurkan memakai buku dengan warna hitam-putih. Tetapi, jika tidak memungkinkan boleh menggunakan buku dengan susunan warna yang kontras dan gambar sederhana. Hindari membeli buku dengan gambar rumit dan kecil-kecil kayak semut.

Buku dengan Tema Diri Sendiri, Keluarga dan Lingkungan Recomended untuk usia newborn-1 tahun

Tugas perkembangan sosial anak usia newborn-1 tahun adalah mengenal emosi diri sendiri, mengenal keluarga dan lingkungan. Memilih buku dengan tema diri sendiri, keluarga dan lingkungan akan
membantu orang tua, terutama Ibu untuk mengenalkan anak tentang dirinya, keluarga dan lingkungannya. Keberadaan buku dengan tema keluarga juga
dapat memperkuat bonding antara orang tua dan anak.

Buku emosi dapat menjembatani kebingungan ibu dan ayah untuk mengenali kemauan anak. Kami sangat terbantu dengan buku pengenalan emosi. Si K jarang tantrum nggak jelas karena tahu bagaimana mengekspresikan kemarahan, kesedihan, dan rasa sakitnya.

Dulu, si K langsung nangis kejer ketika mendengar suara petir, petasan dll. Emaknya yang nggak dengar suara-suara tersebut bengong melihat anak tetiba nangis kejer tanpa sebab. Seiring dengan pemahamannya si K tentang emosi yang dibantu oleh buku Hmmm… dari Rabbithole, si K mulai mengganti bagaimana mengekspresikan rasa kagetnya, dan Emaknya pun ber oh-oh ria menyadari si K kaget dengan suara yang tidak bisa kudengar. Wkwkwk.

“…Kami menyayangimu, apapun yang terjadi. ” penggalan kalimat ini spontan membuat si K mendaratkan kecupan di pipiku.

Lantas, kami berpelukan meniru gambar yang ada di buku. Aiihh, begini banget rasanya yak. Hahaha.

Buku dengan Sensory Play Menjadi Nilai Plus

Sensory Play adalah permainan yang mendorong anak untuk menggunakan satu indera atau lebih. Baik indera penglihatan, pendengaran, penciuman, peraba maupun pengecapan.

Buku yang terdapat sensory play membantu kita sebagai orang tua untuk mengemas stimulus dengan praktis. Baca buku iya, menstimulus indera peraba iya, menstimulus indera penglihatan iya, menstimulus indera pendengaran juga oke. Yang belum, stimulus indera pengecapan, kali, ya, tetapi kadang si K iseng menjilat-jilat buku juga, sih. Hahaha.

Bagaimanapun, yang Terpenting adalah Peran Aktif Ayah dan Ibu

Buku hanyalah media untuk membangun bonding antara ayah, ibu dan anak. Semahal apapun, seinteraktif apapun, semodern apapun buku yang dibeli, jika ayah dan ibu tidak mendampingi anak dengan aktif sama saja nol besar, Cyn.

Lebih baik memberi anak buku murah-meriah seribuan yang dijual di pinggir jalan dengan pendampingan penuh ayah atau ibu daripada beli buku berbilang puluhan dollar tanpa pendampingan ayah ataupun ibu.

By the way

Hihihi. Kan, sudah kukasih bocoran di atas, ini buku berjudul Hmmm… terbitan Rabbithole yang memang dirancang untuk anak 0-3 tahun, di atas 3 tahun juga masih bisa banget dibaca.

Iya, buku Hmmm… ini menjadi salah satu yang menemani rutinitas membaca buku antara aku, abah K dan si K.

Disusun dengan board yang ringan dan tak mudah robek, buku ini cukup aman jika diangkat-angkat dan dimainkan sendiri oleh si K.

Sensory Play yang disisipkan pun cukup kuat, si K yang kalau mencubit bisa menimbulkan lebam di kulitku ini tak cukup kuat untuk mengambil sensory play-nya. Hahaha.

Buku ini hanya bisa diperoleh via online, tidak tersedia di toko buku. Biasanya daku ngintip-ngintip instagram-nya Rabbit Hole. Hihihih.

Cukup mahal untuk ukuran buku boardbook yang beredar di pasaran, tetapi, i guess, sesuai dengan kualitas yang ditawarkan.

Meski begitu, owner Rabbithole menawarkan arisan buku. Hihihi, iya, kita beli bukunya nyicil, biar nggak berat-berat amat. 🙂

Pencarian Terkait:

  • review buku anak 1 tahun
  • buku anak usia 1 tahun