Plus Minus Menggunakan Platform Blogspot

Plus Minus Menggunakan Platform Blogspot

Belum sebulan aku masuk sebagai anggota IIP regional Salatiga Ibu-ibu senior di Rumbel Literasi langsung nodong minta emak K menjadi PJ Rumbel Blogging Regional Salatiga. Haish, ngeblog masih Senin-Kamis, mau menjadi PJ Rumbel Blogging? Yang benar saja, bisa dijitak abah K daku. Heuheuuu.

Kutolak dengan halus permintaan Ibu-ibu senior sembari bertanya mungkin ada anggota IIP Salatiga yang lebih expert dibandingkan emak K. Didesak lagi. Berulang-ulang, akhirnya aku menyanggupi mau berbagi tentang blogging di Rumbel Literasi saja. Enggak pakai rumbel baru. Eh, belakangan aku baru tahu ada mbak Anita Makarame di grup IIP Salatiga, cuma beliau hening syekali. Wkwkwkwk.

Pertanyaan awal yang sering ditanyakan oleh teman-teman di WAG Rumbel Literasi IIP Salatiga adalah; “Lebih baik pakai blogspot atau wordpress?”

Ini terserah kita, Cinta. Kayak kita memilih untuk memakai hape apa untuk menunjang aktivitas. Tugas kita hanyalah mencermati plus-minus kedua platform blogging ini dan memilih mana yang sekiranya terbaik untuk kita. Aku ingin sekedar memberikan sedikit referensi dari pengalamanku menggunakan kedua platform blog yang cukup populer.

Plus Minus Memakai Blogspot

Tiga blog kami berada di blogspot. Kenapa enggak sekalian migrasi ke wordpress? Sungguh bukan karena ngirit budget, sebab abah K sudah menyewa VPS yang siap menampung puluhan blog. Lebih karena kami masih ingin mempelajari kedua platform blog ini, untuk tahu plus-minusnya, sehingga apa yang kami share enggak cuma omong doang.

Plus Memakai Blogspot

  • SEO Friendly

Blogspot merupakan platform andalan keluaran Google. Iya, Blogspot ini anak kesayangannya Google., jadi saat ada yang bilang ngatur SEO di Blogspot susah, abah K langsung komentar; apa iya? Pasalnya, blog kami di blogspot nyaris 90% pengunjungnya organik, meskipun tidak kami optimasi secara serius.

Lantas, kenapa beberapa situs blogsot kalah daam SERP Google? Bukan karena platform blogspotnya, tetapi lebih karena pemiliknya yang malas. Eh. Jangan tersinggung dulu, pengguna wordpress self hosted rata-rata serius optimasinya, enggak cuma membuat artikel SEO friendly, submit ke webmaster tools enggak ketinggalan. Lha kalau pengguna blogspot cuma sekedar posting, ya jelas kalah, dong. 🙂

  • Gampang

Saat pertama kali terjun di dunia blogging, blogspot adalah platform yang paling gampang. Tinggal klak-klik, atur-atur lay out. Jika kebutuhannya hanya pada blog standar, blogspot bisa diandalkan. Fitur blogspot yang tidak terlalu banyak juga memudahkan pemula. Makin banyak pilihan makin bingung, kayak milih suami, makin banyak yang ngelamar makin bikin kepala cenat-cenut, iya to? Wkwkwkwk.

  • Blogspot Bisa Dipasang Google Adsense

Para pemburu dollar Adsense cenderung menggunakan blogspot karena blogspot bisa dipasang iklan Adsense dan tidak terlalu banyak membutuhkan biaya maintainance. Satu poin plus dari blogspot jika dibandingkan dengan wordpress dot com. Yaiyalah, masa wordpress dot com mau diasangin iklan dari lawan bisnisnya. Heuheuu

  • Blogpot Bisa Dipasang Custom Domain

Poin utama kenama kebanyakan blogger menganjurkan untuk menggunakan blogspot bagi blogger pemula adalah karena blogspot bisa dipasang Custom Domain tanpa langkah yang belibet. Dalam setahun kita hanya perlu membayar Custom Domain saja, sekitar 130k, tergantung domain apa yang kita pakai. Platformnya tetap gratis, kita enggak perlu mikir kuota foto, kuota disk space, dll-nya.

Minus Memakai Blogspot

  • Permalink Terlalu Panjang

Permalink blogspot terlalu panjang karena ada tanggal dan tahun terbitnya, sehingga kadangkala memotong bidikan keyword yang seharusnya berada pada permalink secara penuh. Hal ini bisa diakali dengan menaruh bidikan keyword di awal judul, jangan diakhir judul.

  • Enggak Bisa Edit Komentar

Blogger masa kini enggak bisa sekedar post terus ditinggal. Harus memastikan blog benar-benar sehat, entah dari segi spam score, broken link, DA, PA, belum Alexa Rank-nya. Bhahahah. Banyak ya? Nah, salah satu yang bikin kesel karena membuat spam score membengkak adalah adanya broken link di komentar. Di blosgpot enggak ada pilihan untuk edit, adanya cuma satu, hapus! Jadi jika mau membuat blog tetap sehat, kita harus tega menghapus komentar-komentar yang membawa broken link.

  • Fitur Tidak Sebanyak WordPress

Fitur yang sedikit ini bisa masuk ke plus bisa juga ke minus, emak K masukkan ke keduanya. Hahahaha, dasar mamak labil. Jika di WordPress ada tag dan kategori, di Blogspot cuma ada label saja. Jadi label ini berfungsi sebagai tag sekaligus pengkategorisasian. Blosgpot abah K yang punya banyaaaak sekali label membuat emak K puyeng mana saja label yang sudah diatur sebagai kategori dan subs kategori.

  • Terikat dengan Peraturan Google

Sebagai anak kesayangannya Google, Blogspot harus tunduk patuh dalam privacy dan policy-nya Google. Enggak main-main, Google bisa menghapus blogspot tanpa permisi pada blog-blog yang melanggar privacy dan policy-nya. Tetapi tenang, selama tulisan kita berada pada batasan yang telah ditentukan, Google enggak bakalan tega menghapusnya. Terus, tulisan seperti apa yang rawan dihapus oleh Google? Baca saja Privacy dan Policy-nya ya, disitu dijelaskan secara gamblang.

 

Nah, sudah mantab menggunakan platform Blogspot? Next, emak K bakal mengulas wordpress dot com ya. Pengennya sih sekalian disini, tetapi baru membahas blogspot saja sudah nyaris seribu kata. Heuheuuu.

 

 

Memilih Penyedia Domain yang Terpercaya untuk Blogspot

Kalau penyedia domain, baiknya kemana, ya?

Berulangkali aku mendapatkan pertanyaan yang sama. Rerata yang bertanya adalah blogger yang sedang semangat-semangatnya untuk upgrade ke TLD. Membaca curhatan mereka biasanya aku langsung minder, huhuhu, apakabar blog TLD dan hosting yang update-nya Senin-Kamis ini. Merasa menyia-nyiakan kesempatan yang telah kupunya. Hiks.

Maka, malam ini sebelum mengerjakan DL tulisan dengan backlink, aku ingin menulis yang tanpa backlink dulu. Pemanasan sekaligus menyeimbangkan backlink biar blog ini enggak njomplang. Mhuahahahah.

Berbeda dengan domain dan hosting untuk WordPress Self Hosted yang membutuhkan banyak pertimbangan, domain untuk Blogspot tidak begitu banyak yang harus dipertimbangkan, memilihnya pun tidak perlu bermumet-mumet ria, cukup terapkan dengan cara berikut agar mendapatkan penyedia hosting terbaik.

Baca juga: Kenapa Aku Memilih WordPress Self Hosted

Jika Ada Promo Domain, Pertimbangkan juga Harga Domain di Tahun Kedua

Emak K pernah menyesal saat membeli domain dot co 2014 lalu. Apa pasal? Kala itu sedang promo domain dot co, harga domain cuma $5 kalau tidak salah, di tahun kedua, harga domain ternyata menjadi $25. Hiks hiks, daku lupa melihat berapa perpanjangan domain. Apesnya lagi, saat akan memperpanjang, eh, lagi enggak ada duit. Yawis, domain dengan nama widut dot co itu hilang ditelan kadaluarsa.

Jangan Risau Soal Harga Domain

Jangan risau soal harga domain. Harga domain antar penyedia domain bedanya tipis banget. Wkwkwk, kalau sedang promo, bolehlah mendapatkan domain murah di tahun pertama, tetapi tahun kedua dan seterusnya harga domain kembali pada harga normal.

Testing CS Penyedia Hosting Besar, Bisakah Memasangkan Domain di Blogspot

Kunjungi laman penyedia hosting besar, seperti Niagahoster, Hostinger, Dewaweb, Qwords, Go Daddy atau penyedia lain. Testing customer service-nya, bertanyalah apakah mereka juga bisa memasangkan domain di Blogspot. Cara ini sangat simpel dibandingkan harus memasang sendiri. HAHAHAHA. Emak manjah. 😛

Jika CS cepat merespon dengan jawaban yang memuaskan, segera lakukan pemesanan domain sesuai petunjuk, lalu kembali hubungi CS untuk memasangkan domain di blogspot. Simple ya?

Ingin Menguji Kemampuan? Boleh Saja, Banyak Tutorial

Jika ingin menguji kemampuan untuk memasang domain di blogspot sendiri, boleh saja. Siapa takut? Banyak tutorial yang sudah ditulis. Emak K belum nulis, terakhir memasang domain untuk blogspot enggak kepikiran screen shoot step by step-nya. Hahahaha.

Biasanya kan kalau bisa memasang sendiri ada kebanggan tersendiri. So, boleh-boleh saja menguji kemampuan, jika sudah mentok bisa menghubungi CS, menghubungi emak K juga boleh, kok. For free, insyaALlah.

 

Review Buku| Kimi dan Mimi: Istana Balok

Review Buku| Kimi dan Mimi: Istana Balok

Aku mendapatkan buku ini dari Mami Ubiii Grace Melia saat menjadi pemenang Mini Giveaway di blognya. Mami Ubii mengirimkan dua buku untuk si K, buku Mimi & Kimi Istana Balok dan Liam the Lamb.

Serunya Mengenalkan Moral Quotient Melalui Cerita

Kimi punya banyak mainan

Watik Ideo membuka cerita dengan kalimat tentang keseharian anak. Si K yang berusia 17 bulan langsung menunjuk aneka gambar mainan yang terpampang di buku, lalu membandingkan dengan mainan yang dimilikinya.

Cerita berlanjut dengan kedatangan Sisi, teman Kimi. Tetapi Kimi tidak berkenan jika Sisi meminjam balok Kimi. Pelit, ya? Hal lazim yang terjadi di dunia anak-anak. Jika orang tua tidak bisa mengambil langkah yang tepat, bisa berabe, rebutan bisa berlanjut ke lomba menangis. Heuheu

Aku mencontoh bagaimana Ibu Kimi menyikapi sisi pelit Kimi. Bukan dengan memaksa Kimi meminjamkan balok kepada Sisi, tetapi meminta Sisi mengambil balok miliknya sendiri untuk dimainkan bersama.

Ya, pada usia Batita, anak baru belajar tentang arti kepemilikan. Memaksa anak untuk memberi/ meminjamkan barang miliknya kepada temannya bukan langkah yang bijak. Anak bisa mengalami kebingungan dengan konsep kepemilikan.

Gambar dan Cerita di Buku Mimi & Kimi Istana Balok

Gambar di buku Mimi &Kimi Istana Balok didominasi dengan warna pastel yang nyaman di mata anak. Gambar di dalam buku mempunyai detail sedang, cocok untuk anak usia 3 tahun plus, tetapi masih terlalu rumit untuk anak usia 1 tahun plus.

Kalimat penyusun terdiri dari 3-4 kalimat dalam setiap halamannya, sesuai dengan konsentrasi anak usia 3 tahun plus, masih terlalu panjang untuk usia 1 -2 tahun. Si K sudah tidak sabar membalikkan halaman,  padahal Ibunya baru membaca 1 kalimat.

Untuk anak usia 1-2 tahun, kita sebagai Ibu bisa menyiasati dengan menjadikannya sebagai permainan Tebak Gambar atau Dimana Ia Bersembunyi.

Bermain Tebak Gambar

Minta anak menunjukkan gambar sesuai instruksi kita. Nggak harus banyak, 1-2 gambar pun cukup, setelah itu siap-siap kita yang ditanya anak. Hahaha

Bermain Dimana Ia Bersembunyi

Tutup buku, berikan kepada anak, lalu, minta anak mencari gambar yang ada di dalam buku.

Ayo, kucingnya sembunyi dimana, Nang?

Si K akan membolak-balikkan halaman buku, serius banget, selang setelah membolak-balikkan 5-6 halaman ia girang menemukan kucing kesayangannya. Padahal gambar kucing nyaris ada di setiap halaman. Hahaha

Fisik Buku

Buku Mimi & Kimi Istana Balok tergolong board book dengan ujung buku yang tumpul. Aman jika dipegang anak-anak. Penjilidannya pun sangat kuat. Beberapa kali dibanting si K masih aman. Beberapa kali si K mencoba untuk menyobek pun gagal.

Identitas Buku Mimi & Kimi Istana Balok

Judul: Mimi dan Kimi Istana Balok

Penerbit: Elek Media Komputindo

Penulis: Watik Ideo

Jenis Buku: Cerita Moral Quotient

Bahan Penyusun Buku: Board Book

Jumlah Halaman: 12 hlm isi + 2 hlm cover

Peruntukan Buku: 3 tahun plus atau dibawahnya dengan pendampingan

 

Emak-emak Penyandang HOH Mengais Rezeki Lewat Job Review, Why Not?

Emak-emak Penyandang HOH Mengais Rezeki Lewat Job Review, Why Not?

Dua kali aku ditolak bekerja hanya karena menyandang HOH, Hard of Hearing, kesulitan mendengar. Memang banyak perusahaan yang berfikir sepuluh kali untuk mempekerjakan karyawan yang mempunyai keterbatasan komunikasi, sekalipun pekerjaan tersebut tidak membutuhkan skill mendengar yang mumpuni. Ngenes, ya?

Sejak saat itu, yang ada di otakku hanyalah bagaimana aku menyelesaikan studi yang sedang kutempuh dengan sebaik-baiknya, segala macam perlombaan, beasiswa, penelitian kuikuti, hanya karena ingin mengenyahkan pikiran menyebalkan mengenai kemana aku akan bekerja setelah ini.

Robbuna Maha Baik, aku dipertemukan dengan abah K saat menginjak semester 6. Kami menikah segera setelah 3 bulan penjajakan. Pikiran mengenai kemana aku akan bekerja setelah lulus hilang karena abah K tidak berkenan istrinya bekerja di luar. Jika ada pertanyaan usil semacam, “Kenapa nggak kerja? Sayang IPK yang cumlaude. ”
Aku akan menjawab dengan kepercayaan diri yang penuh, “Taat kepada suami.”
Masalah selesai?

BELUM!

Meskipun abah K memberiku kepercayaan penuh untuk mengelola semua tabungannya, termasuk akun pay pal, ternyata aku ingin mempunyai penghasilan sendiri untuk sekedar beli buku dan printilan unyu-unyu.

Kan aneh rasanya menghabiskan uang suami hanya untuk membeli printilan unyu-unyu. Istri macam apa? Hahaha.

Tetapi, dari mana aku mendapatkan uang? Jelas tidak mungkin aku bekerja di luar. Abah K sudah membuatkan blog khusus untukku sejak sebelum menikah, tetapi aku malas mengisinya. Hanya menulis sekedarnya jika sedang suntuk.

Berulangkali abah K mengajakku untuk mengisi blog dengan iming-iming penghasilan dari Google Adsense. Dasar emak-emak yang maunya serba instan, aku tetap ogah, lha wong penghasilannya paling poll $10 perbulan, kapan pay out-nya. Belum ancaman di-banned. Tuh, akun Youtube milik abah K di-banned saat penghasilan mencapai $70, nyesek! Wkwkwk

Awal Mengenal Job Review

Awal November 2016, saat abah K ditugaskan di Pati dan aku tidak bisa mendampingi beliau karena sedag hamil tua, aku bertemu dengan beberapa komunitas blogger di grup facebook hingga grup whatsapp. Saat itulah kata-kata content placement, job review, buzzer mulai kudengar.

Apalagi itu Content Placement, Job Review, Buzzer? Aku berlahan memahami setelah mengikuti perbincangan di grup. Ketiga-tiganya adalah kran rezeki yang hanya bermodal kuota internet, tulisan, gambar dan media sosial.
Content Placement bisa dibayar 50.000 rupiah-250.000 rupiah, Job Review bayarannya bisa mencapai jutaan per job, buzzer tak jauh beda.

Menggiurkan ya? Pekerjaan ini yang cocok untuk Emak-emak semacam aku, nggak usah khawatir bakal ditolak karena menyandang HOH.

TETAPI TERNYATA TIDAK SEINDAH YANG KUBAYANGKAN.

Mhuahaha, sampai capslock jebol. Begitu banyak yang harus kupelajari, dari engagement media sosial, google analytic, bounce rate, belum kemana harus mencai job-job tersebut, lewat apa, follower media sosial berapa banyak, endesbre-endesbre. ANDAI MATERI TI SAAT KULIAH SUDAH BELAJAR KAYAK GINI. Sayang, saat kuliah materinya muter-muter di pengoperasian microsoft windows melulu.

Lalu kemana aku harus belajar? Lha abah K? Beliau ahli di bidang per-coding-an, tetapi blass nggak ngerti perihal job review. Di Internet? Aku bukan orang super cerdas yang bisa angsung memahami materi di internet, aku butuh mentor! Sayang, acara-acara blogger kebanyakan di luar kota, aku yang tinggal di kampung nggak tega meninggalkan si K.

Kelas Seluk-Beluk Job Review

Rezeki tak melulu uang, bisa menuntut ilmu pun merupakan rezeki yang luar biasa. Akhir Ramadhan aku ‘ketiban’ rezeki yang bakal menjadi pijakan awal terjun di dunia job review. Mbak Widyanti Yuliandari, ketua Umum Ibu-ibu Doyan Nulis memberiku kesempatan untuk mengikuti kelas Seluk Beluk Job Review melalui beasiswa Indscript.

Siapa mbak Widyanti Yuliandari?

Mbak Wid, begitu kami menyapa dengan akrab. Sosok perempuan humble lulusan Institut Teknologi Surabaya sudah malang-melintang di dunia blogging sejak tahun 2008. Astagah, 2008 aku masih nge-gosipin guru a-z dengan teman sekelas. 😛
Sudah menerbitkan 4 buah buku solo di sela-sela kesibukannya bekerja di instansi pemerintah, salah satunya adalah Food Combining: Pola Makan Enak, Sehat dan Mudah. Saat ini dipercaya sebagai ketua umum grup Ibu-ibu Doyan Nulis yang beranggotakan hampir 19ribu perempuan di Indonesia. Belum berbagai prestasi blogging yang beliau peroleh. Daebak!

Baca: Profil Lengkap mbak Widyanti Yuliandari

Apa Saja yang Dipelajari di Kelas Seluk-Beluk Job Review?

Di kelas Seluk-Beluk Job Review, aku mempelajari hal-hal terkait Job Review dari yang paling dasar. Dari Mengenal Job Review hingga bagaimana mendapatkan Job Review berbayar. Tak ketinggalan pula berbagai tips mengoptimalkan blog dan media sosial.

Setidaknya ada 6 poin pokok yang dipelajari di kelas:

  1.  Bagaimana Membuat Review yang Berkualitas
  2. Membuat Foto yang Kece
  3. Dimana Mendapatkan Job Review yang Berbayar
  4. Tips dan Trick Membuat Blog yang Disukai
  5. All About Blogging: DA, PA, Google Analytic
  6. Tips dan Trick Mengoptimalkan Media Sosial

dan masih banyak lagi, all about job review, buanyak!
Sayang, aku masih kebingungan di Google Analytic, DA dan PA, sementara mbak Widyanti baru mengulas sekilas, tanda-tanda ada kelas lanjutan, kah? Hihihi.

Salah satu quote favorit di Kelas 🙂

Kenapa Kelas Seluk-Beluk Job Review Cocok untuk Emak Rempong?

Mak-mak rempong, apalagi yang punya anak usia satu tahunan yang hobinya lari kesana kemari sepertiku, adanya kelas Seluk-Beluk Job Review bareng mbak Widyanti Yuliandari ini sangat membantu. Kenapa?

1. Kelas Online Lewat Grup Tertutup Facebook

Iya, kelas Seluk-Beluk Job Review dilaksanakan secara online melalui grup tertutup facebook. Jadi, aku nggak perlu khawatir meninggalkan si K. Lha wong kelasnya online, pokoknya kalau akses internet lancar, its okay.
Kenapa di grup facebook? Biar gampang nyari materi dan tanya-tanyanya. Mhuahahah! Iya, fasilitas komentar pada setiap gambar sangat membantu kami untuk menegaskan poin mana yang kami tanyakan. Selain itu, komentar, pertanyaan dan jawaban terarsipkan dengan baik, sangat memudahkan Emak-emak yang ketinggalan mengikuti kelas pada jam pendampingan aktif.

2. Jam Pendampingan Didiskusikan Bersama

Saat memasuki kelas pertamakali, kami terlebih dahulu mendiskusikan kapan jam pendampingan aktif. Saat itu masih bulan Ramadhan, kami memilih jam pendampingan katif selepas tarawih untuk lima hari pertama.
Bagaimana jika tidak bisa online pada jam yang telah ditentukan?
Santai, kita tetapbisa menyimak obrolan kelas dan materinya, kemudian drop pertanyaan yang akan dijawab oleh mbak Widyanti saat jam pendampingan aktif atau saat beliau senggang.

3. Tugas Diberikan Bertahap dengan Jangka Waktu Bersahabat

Tugas di kelas diberikan secara bertahap. Misalkan, tugas pertama berlatih me-review, tugas kedua berlatih membuat foto yang menarik dst. Tugas diberikan dengan jangka waktu yang bersahabat, saat itu kami diberikan waktu selama 3 hari untuk mengerjakan tugas. Waktu yang lebih dari cukup untukku yang hanya bisa mengerjakan tugas saat si K tidur.
Senangnya lagi, semua tugas dikomentari oleh mbak Widyanti dengan detail, lengkap dengan kritik dan sarannya. Nggak cuma setor tugas, nilai trus lupakan seperti jaman sekolah dulu. Eh.

Belum Bisa Nge-blog? Ikuti Kelas Blogging untuk Pemula

Kalau belum punya blog gimana, Mak? Tenang, selain kelas Seluk-Beluk Job Review, mbak Widyanti juga mengambu kelas Blogging untuk Pemula. Di kelas ini bakal belajar bagaimana membuat blog, nggak sekedar teori, tetapi langsung praktik.

Hayoloh… Ada alasan apalagi, Mak? Susyeh? Pusing dengan segambreng to do list menuju impian? Samaa. Heuheuuu, tetapi kata mbak Widyanti,

Nge-Blog aja terus, hasil tidak akan mengkhianati usaha. So, nulis lagi, belajar lagi, nge-blog lagi.

Pengen ikutan? Cuss chit-chat dengan mbak Widyanti, ya, beliau terbuka untuk bertanya-tanya, kok. Mbak Widyanti juga aktif berbagi di grup Ibu-ibu Doyan Nulis. Mbak Widyanti Yuliandari bisa dihubungi melalui media sosial berikut ini:

Facebook: Widyanti Yuliandari
Instagram: @widyanti_yuliandari
Twitter: @widyanti_y

Blognya mbak Widyanti sudah kumention diatas yak.

 

 

 

 

Pencarian Terkait:

  • review kesibukan emak emak di bulan ramadhan
Cara Memasang Widget Related Post Thumbnail di Blogspot

Cara Memasang Widget Related Post Thumbnail di Blogspot

Related post dalam sebuah postingan blog sangat membantu pengunjung kita untuk mencari informasi yang berhubungan dengan artikel yang tengah dibaca. Related post dengan mode tampilan thumbnail membuat pengunjung blog lebih tertarik untuk mengunjungi artikel tersebut karena ditunjang dengan gambar yang mendeskripsikan artikel tersebut.

Sebelum memasang related post, ada baiknya kita membereskan label-label dalam blogpost kita karena artikel related post yang ditampilkan adalah artikel yang memiliki label yang sama. Berikut ini cara menambahkan widget related post thumbnail di blosgpost.

Langkah 1: Masuk ke Dashboard blogspot, kemudian edit html.

related-post-4

Langkah 2: Tambahkan Style Related Post

Dalam html template, temukan kode berikut ini dengan cara arahkan kursor ke sembarang titik di kotak edit html,kemudian tekan CTRL+F dan copy kode tersebut ke dalam kotak search, tekan enter.

 

Copy script berikut ini, kemudian paste ke tempat sebelum tag </head>

related-post-1

Langkah 3: Tambahkan Script untuk Tampilan Thumbnail

Cari kode tag berikut ini:

 

related-post-2

Tambahkan ke SEBELUM tag tersebut

Copy script di bawah, paste ke tempat sebelum kode tag di atas. Mungkin ada yang menemukan kode tag sebanyak 2, tempatkan ke SEBELUM kode tag yang pertama.

 

Taraaaa, sudah selesai. Simpan Template dan silahkan di preview. Blog Emak K tampilannya jad seperti ini. Maaf jika contoh tampilannya rada-rada, habis dipasang di blog bayangan yang nggak pernah diupdate, sih. 😀

related-post-3

Gimana, berhasil, kan? Untuk kode script tersebut memuat 5 thumbnail related post dalam setiap halaman.

Gud Luck!