Widi Utami

Seorang Ibu yang sedang mendalami bahasa ekspresi sebagai bahasa cinta antara Ibu dan anaknya. Meyakini bahwa setiap anak mempunyai bahasa ekspresi khas yang menjembatani komunikasi dengan Ibu dan orang sekitarnya.

Setiap Bayi Mempunyai Bahasa Ekspresi Khas

Bahasa ekspresi muncul sejak bayi baru lahir. Ayah dan Ibu perlu belajar mengenali bahasa ekspresi bayi yang khas agar komunikasi antara bayi dan orang di sekitarnya terjalin dengan baik.

Bahasa Ekspresi Bayi bisa berupa ekspresi wajah, gesture tubuh, gerakan kaki atau isyarat yang lebih dikenal sebagai baby sign language.

Kenapa Harus Belajar Bahasa Ekspresi Bayi?

Lima Tahun Pertama Anak Masih Belajar Berbicara

Lima tahun pertama adalah tahun-tahun anak belajar berbicara. Bahsa ekspresi akan membantu orang tua untuk memahami apa yang anak kita maksud. 

Mendampingi Bayi Mengungkapkan Ekspresi

Orang tua adalah guru pertama untuk memahami apa yang sedang ia rasakan dan bagaimana mengungkapkannya dengan tepat, yang akan ia bawa sampai kelak ia dewasa.

Mengatasi Tantrum Anak dengan Tepat

Di saat anak ngambek, ia cenderung menggunakan bahasa ekspresi, pilihan paling gampang digunakan untuk saat-saat malas bicara karena marah.

Membangun Kepercayaan Bayi kepada Orang Tua

Kecepatan orang tua untuk memahami apa yang diinginkan oleh bayi akan membangun kepercayaan bayi terhadap orang tua, .Ibu dan ayahku adalah orang terbaik yang mengerti apa yang kumau.

Ceritaku tentang Bahasa Ekspresi Bayi

Sebagai seorang Ibu dengan Hard of Hearing, aku ketakutan tidak bisa berkomunikasi dengan baik. Membaca betapa pentingnya komunikasi yang lancar bagi Ibu dan Anak membuatku mulai mengenalkan beberapa bahasa ekspresi kepada si K sejak ia masih bayi.

Kesepakatan bahasa ekspresi ini terjadi dengan alami, terbentuk bertahun-tahun, kuulang-ulang dan disesuaikan dengan kemampuan si K.

Pelan tapi pasti, kini kami sudah memiliki ‘tabungan’ bahasa ekspresi yang membantuku untuk memahami apa yang diminta si K di saat gerakan mulutnya sulit kubaca.

Ternyata, kesulitan untuk memahami pembicaraan anak tidak hanya dialami oleh Ibu dengan Hard of Hearing. Inilah yang melatar belakangi kenapa aku menulis lebih banyak tentang bahasa ekspresi, aku ingin semua Ibu mempunyai bahasa cinta yang menjembatani komunikasi antara Ibu dan Anak, sambil menunggu bahasa anak semakin jelas.

My Other Lifestyle Story

Menulis sudah mendarah daging sejak aku mulai belajar menulis. Disinilah aku bisa ‘berbicara’ tanpa takut ditertawakan karena cara melafadzkan yang keliru. 

Rumah ini kujadikan rumah pribadi, yang kukelola sendiri, kuedit sendiri, juga kutulis sendiri, yang semoga membawa manfaat.

 

Ngebolang Bareng si K

Keluarga kami adalah keluarga petualang, yang dari perjalanan itu kami belajar untuk memahami dan mempererat bonding keluarga.

Fun with Math

Menulis tentang Matematika toddler dan SD menjadi salah satu kegiatan favoritku. Aku berharap dengan tulisanku bisa membantu Ibu dan Ayah untuk menjadi pendamping terbaik saat belajar Matematika bersama anak-anaknya.

All About Blogging

Aku sedang belajar ngeblog, jika sempat, apa-apa yang kupelajari dari blog akan kutulis sebagai arsip. Syukur-syukur bisa bermanfaat untuk pengunjung blog.

Happy Mom, Happy Baby

“Setiap Anak mempunyai bahasa cinta yang menjembatani komunikasi dengan Ayah dan Ibunya. Bahasa Cinta yang jika diasah akan memperkuat bonding antara anak dan ayah-ibunya”

“Setiap Anak mempunyai bahasa cinta yang menjembatani komunikasi dengan Ayah dan Ibunya. Bahasa Cinta yang jika diasah akan memperkuat bonding antara anak dan ayah-ibunya”

“Setiap Anak mempunyai bahasa cinta yang menjembatani komunikasi dengan Ayah dan Ibunya. Bahasa Cinta yang jika diasah akan memperkuat bonding antara anak dan ayah-ibunya”

Get In Touch or Visit Our Home Anytime

Kami akan sangat senang jika ada pembaca yang menyambung silaturrahim dengan kami. Kami bisa dihubungi melalui email, WhatsApp ataupun media sosial kami yang lain. Tentu saja, only chat ya, no call or vcall.