64 Tahun Yamaha Indonesia

64 Tahun Yamaha Indonesia

Yamaha Indonesia sedang berulang tahun yang ke 64. Sudah cukup lama, ya, seumuran dengan Bapak yang lahir pada tahun 1955. Yamaha merupakan produsen otomotif Jepang yang berdiri pada 6 Juli 1974 dan membuka cabang di Indonesia pada tahun 1969. Pabrik Yamaha di Indonesia merupakan pabrik perakitan dengan komponen motor didatangkan dari Jepang.

Selama 64 tahun, Yamaha telah memproduksi ribuan motor dengan 50 lebih seri.  Seri pertama Yamaha RX King merupakan sepeda motor legend yang diproduksi tahun 1983-2007. Motor andalan polisi dan petugas kehutanan. RX King merupakan motor yang khusus diproduksi untuk masyarakat Indonesia.

Yamaha Rx King

Yamaha Rx King, sumber: kompas.com

Sang Legend ini menjadi andalan karena gagah, bandel dan irit bahan bakar. RX King sempat dijuluki motor jambret karena perampok menggunakan motor ini untuk melakukan aksinya. Saking bandel dan cepatnya RX King mungkin, ya. Hihihi. RX King sampai sekarang masih menjadi dambaan para bikers, harganya mencapai 50 juta loh. Edan, kalau untukku mending buat beli mobil. Eh

Di Ulang Tahunnya yang ke 64 ini mengadakan kuis #SemakinDiDepan di Instagram yang berhadiah New Vixion. Beuhh, caranya cukup gampang, kita cukup meninggalkan komentar dalam embed link yang emak K sematkan di bawah. Jangan lupa ikuti tata caranya, ya. Masih ada waktu sampai 31 Juli 2019, lhoh. Yuk!

 

Lihat postingan ini di Instagram

 

Tidak terasa sudah 64 tahun Yamaha berinovasi untuk terus memberikan yang terbaik di bidang otomotif. Terima kasih Brosis yang selalu setia bersama Yamaha dan mendukung kami untuk #SemakinDiDepan! Sebagai bentuk apresiasi dari Yamaha untuk Brosis yang selalu setia memberikan dukungan, kami menyiapkan rangkaian hadiah spesial! 1. Hadiah utama yaitu 1 unit All New Vixion R 2. 15 helm MTX YF-N5 3. 100 jas hujan Yamaha 4. 500 t’shirt Yamaha Caranya gampang Brosis! Ucapkan selamat ulang tahun buat Yamaha di comment postingan ini sebanyak-banyaknya! Mention 5 orang teman kamu dan gunakan hashtags #Yamaha64thn dan #YamahaDay. Pastiin juga kamu follow akun sosial media Yamaha Indonesia. Periode ini berlangsung hingga 31 Juli 2019 dan pengumuman pemenang pada 9 Agustus 2019. Ditunggu ucapan Brosis yang paling seru! *Peserta dengan komentar paling menarik pilihan juri @yamahaindonesia yang akan jadi pemenang dan tidak bisa diganggu gugat. #Yamaha64thn #YamahaDay #YamahaIndonesia #SemakinDiDepan

Sebuah kiriman dibagikan oleh Yamaha Motor Indonesia (@yamahaindonesia) pada

Yogya dan Kenanganku Tentangnya

Yogya dan Kenanganku Tentangnya

Yogya dan segala keeksotisannya menjadi magnet bagi banyak orang untuk bertandang. Pun aku, selalu ada magnet untuk kembali bercumbu dengan Provinsi yang terletak di Selatan Pulau Jawa ini. Jogja dengan daerahnya yang istimewa. Jogja dengan nuansa jawanya yang sangat kental. Jogja dengan pantai-pantainya yang khas.

Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan salah satu daerah istimewa di Indonesia yang merupakan peleburan Negara Kesultanan Yogyakarta dan Negara Kadipaten Paku Alaman. Provinsi yang selalu mengingatkanku akan kedigdayaan Kerajaan Islam Indonesia.

Rekreasi Crowded yang Tidak Ingin Kuulangi

Seminggu setelah menikah, kami sekeluarga merencanakan trip ke Yogyakarta. Tidak banyak yang ingin kami kunjungi, hanya Prambanan, Pantai Parangtritis dan Malioboro. Namun, waktu berangkat yang terlampau siang menjadi kesalahan fatal yang membuat kami tidak bisa menikmati dengan maksimal.

Kala itu kami menunggu mas ipar yang menjadi sopir pulang dari acara pernikahan, jam 11 siang kami baru berangkat dari Salatiga. Melewati Jalur Karanggede-Sragen untuk menuju Prambanan. Namun apes, kami terjebak macet saat sampai di Sragen. Baru masuk ke Prambanan saat jam menunjukkan pukul 2 siang.

Menikmati Prambanan dengan terburu-buru karena ingin menikmati sunshet di Parangtritis. Rasa-rasanya, hih, ngeselin banget. Abah K malah memilih untuk menunggu di masjid dan tidak ikut masuk ke dalam lokasi candi. Dih, nganten anyar macam apa ini mah.

Pukul 3.30 sore, kami baru kembali ke mobil untuk menuju ke Prambanan. Kala itu hari Minggu, macet dimana-mana. Maghrib tiba, kami berhenti sejenak untuk sholat maghrib di masjid. Setelah sholat maghrib, aku sudah hopeless, karuan langsung ke Malioboro saja dan gagalkan rencana ke Parangtritis.

Namun, kebanyakan anggota rombongan memutuskan untuk tetap ke pantai. Yaelah… Mau lihat apa ke pantai malam-malam. Sampai di pantai, cuma ada tukang ronde dan jagung bakar doang. Kami turun, menikmati ronde dan jagung bakar. Menikmati angin pantai yang kencang, getaran ombak yang terasa di telapak kaki.

Segalanya gelap. Segelap hatiku yang kecewa. Wakakaka. Setengah jam kemudian, kami kembali ke mobil dan menuju Malioboro. MACET BOSSS! Macet poll, sampai di Malioboro jam 9 malam lebih, tukang dodolan hampir tutup. Nyari oleh-oleh serba buru-buru. Sungguh rekreasi yang crowded sekali. MHUAHAHAHA.

Kami pulang, pulang dengan badan yang pegel dan pikiran yang makin bruwet. Itu pun masih disertai insiden berantem kecil karena aku pengen dipijet dan abah K juga ingin dipijet. Wkwkwk.

Baca Juga: Si K Ngebolang Ke Musium Manusia Purba Sangiran

Jika Waktu Membawaku ke Yogya Lagi~

Sudah lama aku dan abah K ingin nyambang Yogya, sekedar sowan seseorang yang dulu menjadi perantara kami untuk saling mengenal di daerah Kaliurang, untuk kemudian rekreasi memanjakan si K. Mumpung si K masih kecil dan belum terikat jadwal sekolah, kami ingin ngebolang selelah yang kami mampu.

Tentu saja aku tidak ingin kejadian yang telah lalu, bukannya rekreasi, malah makin membuat pikiran tambah crowded enggak karuan. Ya, maklum saja, sih, saat itu kami sama sekali tidak kepikiran untuk memakai rental mobil Jogja. Bawaannya kalau ke Jogja, maka harus menyewa mobil dari Salatiga, berangkat pagi buta, sampai rumah dini hari dengan membawa badan yang pegel maksimal.

Beberapa kali diskusi dengan abah K, kami ingin menginap sekedar semalam-dua malam di Yogya. Masalah muncul saat kami memutuskan naik apa untuk menuju Yogya, motor? Tentu saja tidak, uji nyali itu namanya. Apalagi beberapa sopt wisata tidak tersedia transportasi umum. Aku pun browsing dan menemukan OMOcars Jogja yang menyediakan jasa rental mobil dengan berbagai pilihan.

Baca juga: Tempat Wisata Ramah Anak Taman Kota Bendosari Salatiga

Persoalan transportasi selesai, kini saatnya menentkan kemana saja kami ingin menikmati hari-hari, membayar hutang bulan madu yang sangat crowded. Aku pun mendata beberapa spot di Yogya yang ingin kukunjungi:

  1. Prambanan. Meskipun sudah berulangkali ke Prambanan, candi ini memiliki magnet yang ingin kukunjungi lagi, kuamati lebih lama, terutama relief-reliefnya yang belum tuntas kubaca. Sungguh, aku masih penasaran.
  2. Sendra Tari Ramayana kala Bulan Purnama. ITS MOST WANTED! WKwkwkwk, dulu aku pernah menikmati sendra tari Ramayana, tetapi di dalam ruangan. AKu penasaran dengan Sendra Tari Ramayana di luar ruangan saat bulan purnama tiba, dengan latar belakang candi Prambanan. Membayangkannya saja daku sudah senang.
  3. Gugusan Pantai Selatan. Aku tidak begitu paham pantai mana yang ingin kukunjungi. Yang paling berkesan adalah Pantai Krakal dan Krukup, tetapi pan ombaknya guedhe… serem kalau bawa si K yang hobinya lari kesana kemari. Any idea, Mak? Pantai mana yang ramah untuk si K?
  4. Taman Pintar, spot-spotnya pasti menjadi tempat menyenangkan untuk si K. Jika di Prambanan dan Sendra Tari Ramayana adalah obsesi emaknya, maka emak juga harus memperhatikan mana yang cocok untuk si K. Hihihi.

Apalagi ya, ada yang punya ide tempat-tempat mana yang harus kami kunjungi agar nge-Yogya-nya semakin berkesan?

 

Salam!

Emak K, professional deaf blogger wannabe

 

 

 

 

Tips Memilih Mobil Matic Bekas yang Berkualitas Bagus

Tips Memilih Mobil Matic Bekas yang Berkualitas Bagus

Mobil merupakan salah satu kendaraan pribadi keluarga yang sangat diminati. Mobil dapat menampung banyak penumpang dan mobil melindungi penumpang dari berbagai cuaca panas dan hujan saat dalam perjalanan. Dapat juga digunakan untuk perjalanan jauh, dapat dijadikan tempat menyimpan barang bawaan saat ke kantor atau saat pulang berbelanja dan tidak membuat gerah ketika harus berada dalam kemacetan yang panjang. Banyaknya kelebihan yang ditawarkan oleh mobil membuat pembeli kendaraan lebih memilih menggunakan mobil sebagai
kendaraan sehari-harinya.

Salah satu kecanggihan mobil saat ini adanya mobil matic. Berbagai alasan mengapa lebih banyak pengguna kendaraan mobil memilih mobil matic sebagai kendaraannya dibanding mobil manual, salah satunya karena lebih mudah dalam mengoperasikannya dan lebih memberi kenyamanan. Berikut adalah kelebihan dari mobil matic yaitu:

  • Sangat mudah dipakai karena menggunakan sistem matic sehingga pengendara dapat
    menggunakannya tanpa ribet.
  • Mobil matic dapat berjalan dengan hanya menarik gas sehingga tidak perlu mengatur gigi dan
    sebagainya.
  • Pengendara dapat santai dalam mengendarai mobil karena tidak mengatur kopling dan posisi
    gigi hanya perlu memperhatikan gas dan rem saja sehingga dalam perjalanan jauh pengendara
    tidak mudah capek.
  • Tidak perlu mengatur kecepatan atau posisi gigi ketika berada pada jalan yang menanjak atau
    menurun karena rem dan gas saja yang perlu diperhatikan saat mengendarai.

Kelebihan-kelebihan diatas tentunya membuat semua orang mengincar mobil matic ini. Varian harga matic yang mahal tentunya tidak membuat semua pembeli mampu membayarkan harga yang mahal. Sebagian memilih menggunakan mobil bekas untuk mendapat mobil bekas. Mobil bekas biasanya memiliki harga yang lebih murah dibanding harga asli mobil baru sehingga tidak akan membuat seseorang keluar dari budget yang ditentukan untuk membeli mobil.

Berikut adalah tips memilih mobil matic bekas yang berkualitas diantaranya:

  • Pastikan kondisi oli matic masih bagus. Nyalakan mobil dan cek ketinggian serta warna oli matic.
  • Cek body transmisi dari kebocoran seperti mengecek transmisi matic yang terkena oli atau debu
    yang menempel bercampur dengan oli. Kalau oli bocor ditemukan pada celah blok, pastikan
    tidak memilih mobil tersebut.
  • Pastikan semua lampu indikator mobil matic menyala.
  • Saat mobil sedang menyala dengarkan suara dan bunyi yang dihasilkan mobil, jika suaranya
    aneh maka hindari untuk tidak membeli mobil tersebut.
  • Jangan membeli mobil matic yang menggunakan teknologi atau komponen penyusun yang lama.

Tips-tips diatas dapat membantu pembeli untuk memilih mobil matic bekas yang bagus sebelum melakukan test drive. Setelah itu lakukan test drive untuk mengecek kenyamanan saat mengendarainya dan mengecek kondisi mesin mobil saat dijalankan, usahakan melakukan beberapa kali putaran untuk mengetahui hasilnya. Selain itu pastikan tidak tergoda dengan harga mobil yang murah, disarankan untuk mencoba beberapa mobil matic bekas lainnya sebagai bahan pertimbangan.

Pencarian Terkait:

  • memilih mobil matic
  • memilih mobil matic bekas
  • mobil matic bekas
  • tips membeli mobil matic bekas
Bokek, Re? ke Sendang Senjoyo, yuk!

Bokek, Re? ke Sendang Senjoyo, yuk!

Re, kausudah tidak galau lagi, kan? Sudah ke Curug Tujuh Bidadari, belum? Atau kaumenunggu gajian untuk bertandang kesana karena begitu banyak yang ingin kaukunjungi di Kawasan Wisata Bandungan?

Tetapi, Re. Refreshing tidak harus menunggu kantong tebal. Kaubisa menyegarkan pikiran meskipun kantong nyaris kering. Akan kuceritakan sebuah kisah, mungkin kauakan terinspirasi.

Refreshing bukan perkara seberapa banyak kaumenghabiskan uang, seberapa nge-hits tempat wisata yang kaukunjungi, tetapi seberapa banyak rasa syukur yang kauhirup atas ciptaan Robbuna yang terhampar di sekelilingmu. Maka, jika kaubisa mensyukuri keberadaan langit, memandang langit senja pun sudah membuat pikiranmu segar.

Waktu itu, adik-adik mengajak outbond. Kejenuhan mereka dengan aktivitas sekolah sudah berada di level parah. Aku belum juga mengabulkan permintaan mereka karena kami belum memiliki persiapan yang matang, baik dari segi dana maupun tenaga.

Berulangkali mereka merayu, akhirnya aku luluh dan berjanji akan mengadakan outbond minggu depan. Bah, entah apa yang ada di otakku saat itu, menargetkan persiapan outbond untuk 20 orang adik-adik usia TK-SMP dalam waktu seminggu sungguh sangat mendadak. Aku meminta tolong sahabat-sahabatku untuk membantu persiapan dan pelaksanaan outbond ini.

Kami bertemu untuk membahas apa-apa saja yang perlu disiapkan. Hal pertama yang kami pikirkan adalah tempat outbond dengan beberapa kriteria:

  1. Relatif dekat dengan rumah.
  2. Tidak membutuhkan perijinan yang sulit.
  3. Ekonomis, dana kami sangat terbatas.
  4. Ada sawah, sungai dangkal dengan air yang jernih, tanah lapang berumput dan medan menantang namun kids friendly dalam satu tempat untuk mendukung pelaksanaan outbond.
Hmm, dimana, ya?

Hahahaha. Banyak syaratnya ya, Re? Saat itu aku langsung teringat dengan Sendang Senjoyo, tempat favorit ngadem sepanjang masa. Sendang Senjoyo memiliki keunggulan yang membuatnya selalu di hati. Kaumau tahu tentang Sendang Senjoyo ini, Re? Aku yakin kau akan jatuh hati setelah kuceritakan nanti.

Sendang Senjoyo nan Hijau

Eh, Re, maafkan, ya. Foto-fotonya foto narsis. Hahaha, aku sering khilaf untuk mengambil gambar saat tidak ada kegiatan. Itu adalah foto saat outbond bareng adik-adik. Plastik-plastik itu bukan sampah, tetapi keperluan adik-adik. Meskipun begitu, kautetap bisa menangkap keindahan Sendang Senjoyo dari foto itu kan, Re?

Sendang Senjoyo, Sumber Mata Air Utama bagi Masyarakat Salatiga dengan Pohon-pohon Besar nan Rindang

Sendang Senjoyo, sebuah sumber mata air yang terletak di Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang ini merupakan sumber mata air utama bagi kebutuhan air masyarakat kota Salatiga dan sekitarnya yang dikelola oleh PDAM.

Saking dekatnya Senjoyo dengan kota Salatiga, tidak sedikit yang salah paham jika Sendang Senjoyo ini terletak di Salatiga. Padahal, Sendang Senjoyo terletak di wilayah teritorial Desa Tegalwaton, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang. Bahkan, Re, saat aku mencari alamat Sendang Senjoyo di mesin pencari, di laman paling atas terang-terangan tertulis alamat Tingkir, Salatiga.

Hahaha, sudah cukup soal perdebatan dimana letak Sendang Senjoyo, ya Re.Aku sengaja memberi tahu tentang kebenaran letak Sendang Senjoyo ini untuk meyakinkan jika Sendang Senjoyo adalah salah satu Pesona Kabupaten Semarang yang tersembunyi. Aku akan mengajakmu ‘jalan-jalan’ virtual ke Sendang Senjoyo sebelum kaukesini sendiri kelak.

Saat memasuki Gerbang Sendang Senjoyo, kauakan disambut dengan pohon-pohon besar nan rindang. Kutaksir, pohon-pohon ini sudah berusia ratusan tahun. Akar-akar gantung menjuntai ke bawah. Kadangkala, kutangkap kesan angker karena pengaruh keyakinan yang beredar, bahwa pada pohon-pohon tersebut mempunyai penghuni.

Salah Satu pohon Besar di Sendang Senjoyo

Mitos yang melingkupi pohon-pohon besar ini menjadi ‘penjaga’ dari penebangan pohon yang semena-mena. Ya, Re, pohon-pohon besar di Sendang Senjoyo sangat terjaga. Mungkin ini yang menjadi rahasia, kenapa air di Sendang Senjoyo tetap mengalir deras meskipun musim kemarau panjang.

Ada tujuh sumber mata air Sendang Senjoyo, Re. Masing-masing memiliki nama sendiri. Sendang Slamet, Sendang Bandung, Sendang Teguh, Sendang Lanang, Sendang Putri, Tuk Sewu, dan Umbul Senjoyo. Aku tidak tahu persis dimana mata air ini berada, tetapi, sepanjang mata memandang, disitu bertebaran air nan jernih.

Sahabat Rakyat, Mandi-Cuci-Renang tanpa Menguras Kantong

Kautahu, Re? Kemana aku kecil dulu berwisata ketika suntuk melanda? Iya, di Sendang Senjoyo, Re. The one and only tempat wisata yang sangat terjangkau bagi kami, anak-anak kampung dengan uang saku terbatas. Saat itu, aku dan teman-teman ke Sendang Senjoyo dengan jalan kaki dan membawa uang seribu perak untuk sekedar membeli bakwan jembak.

Kami harus jalan kaki sekitar 2 km, Re. Biasanya kami berangkat setelah shubuh, sampai di Sendang Senjoyo saat matahari terbit. Dengan mengabaikan rasa dingin yang menusuk tulang, kami menceburkan diri di sungai. Bermain kecipak-kecipuk air sampai kulit keriput dan bibir membiru.

Nyaris setiap hari di Sendang Senjoyo ada orang yang mencuci, Re. Entah mencuci baju, karpet, selimut. Dua minggu jelang Ramadhan, orang datang berbondong-bondong untuk mencuci karpet mushola/ masjid. Seru, Re. Aku dulu selalu ikut ketika mencuci karpet mushola, tinggal cemplungkan karpet ke kolam atau sungai yang dangkal di Sendang Senjoyo, sikat-sikat dengan sabun, nanti akan terbilas air dengan sendirinya.

Tidak heran jika Sendang Senjoyo menjadi jujugan favorit untuk keperluan mandi, renang dan cuci karena kita tidak perlu menyiapkan banyak uang untuk menikmati fasilitasnya. Cukup bawa badan saja jika kita datang dengan jalan kaki, tidak ada tiket masuk disini. Jika membawa kendaraan, cukup membayar bea parkir.

Tetap Hijau Meski Kemarau

Dengan keberadaan pohon-pohon besar di Sendang Senjoyo, Sendang Senjoyo tetap hijau meskipun kemarau. Bahkan, Re, saat kemarau panjang, Sendang Senjoyo menjadi dewa penolong bagi masyarakat yang kesulitan air. Ramai sekali saat musim kemarau, Re, apalagi saat weekend tiba. Ada yang datang untuk mencuci baju, karpet, bahkan motor dan mobil. Ada pula yang datang untuk sekedar ngadem dari atisnya udara musim kemarau.

Spot favorit untuk Mencuci, tetap Hijau Meskipun Musim Kemarau Panjang

Spot Favorit Sendang Senjoyo

Kaumau tahu spot-spot favoritku di Sendang Senjoyo, Re? Simak baik-baik, ya. Akan kubuku rahasia, dimana tempat-tempat favoritku ngadem di Sendang Senjoyo.

Sungai Dangkal sebelah Utara

Sungai ini merupakan spot paling favorit sepanjang masa. Selain lokasinya yang enak untuk berendam, di sungai dangkal ini terdapat banyak batu besar yang bisa kita gunakan untuk duduk-duduk. Pemandangannya pun oke punya. Biasanya, aku disini berendam kaki sembari menjaga adik-adik yang kecipak-kecipuk bermain air.

Sungai Dangkal Spot Favorit yang Aman untuk Anak

Sssst, saat aku kecil dulu juga bermain air disini ding, Re. Jadi sekalian nostalgia masa kecil yang seru.Kaujangan lupa bawa baju ganti, ya.

Tanah Lapang di Pojok Barat

Tanah Lapang di Pojok Barat ini tempat ngadem paling favorit untuk ngariung bareng teman-teman. Biasanya kami membawa tikar dan menggelarnya di bawah pohon. Di tempat ini pula adik-adik melakukan permainan yang tidak membutuhkan tempat yang terlalu luas.

Pojok Selatan, Tempat Favorit untuk Ngariung.

Re, dari foto itu, kaubisa membayangkan jika kaududuk disana bareng keluarga, menikmati pemandangan di depan yang berawa-rawa sembari berbincang-bincang? Romantis. Hanya saja, kauharus hati-hati, jangan sampai penasaran untuk menceburkan diri di rawa-rawa itu. Bahaya. Aku dulu nyaris tenggelam disana. Padahal pak Guru sudah mewanti-wanti jangan melewati rawa-rawa. Dih, aku bandel ya, Re? Hahaha.

Bumi Perkemahan Senjoyo

Ah iyaaa, di Sendang Senjoyo ada bumi perkemahannya. Tepatnya di bukit sebelah selatan Sendang Senjoyo. Aku dulu sering mengikuti kegiatan disini, Re. Tempatnya adem, di kelilingi pohon-pohn rindang yang besar. Lagi-lagi, nostalgia.

Bermain di Bumi Perkemahan Senjoyo

Itu spot-spot favoritku, ya, Re. Ada lagi spot di Sendang Senjoyo, airnya sangat jernih, paling jernih diantara kali-kali yang lain, tetapi aku tidak begitu menyukai untuk menjadi tempat ngadem. Mau tahu apa dan kenapa?

Kali Lanang

Hahahaha, kaubisa menebak kenapa, kan, Re? Iya, di Kali Lanang airnya paling jernih diantara air di kali-kali yang lain. Paling dalam juga, sangat cocok untuk berenang. Di kali ini, sesuai namanya, hanya laki-laki yang berhak mandi disini. Hihihihi. Makanya, ini jelas bukan tempat favoritku. Aku pernah kesini saat adik-adik ngotot ingin mandi di Kali Lanang. Sekedar menjadi penonton dan langsung menyingkir ketika ada laki-laki dewasa. Bhuahahahaha.

Kali Lanag, photo Credit: Pak Bambang Setyawan, Kompasiana

Maaf, ya, Re. Aku mengambil foto pak Bambang Setyawan, dedengkot Kompasiana dari Salatiga itu, untuk menunjukkan keberadaan Kali Lanang kepadamu karena aku tidak berani kesini untuk sekdar foto-foto. Hihihi.

Mitos yang Melingkupi Sendang Senjoyo

Cukup banyak mitos yang melingkupi Sendang Senjoyo. Diantaranya adalah kisah mas Karebet atau Jaka Tingkir yang erat kaitanya dengan Kerajaan Islam Demak. Konon, di Sendang Senjoyo merupakan tempat mas Karebet untuk melakukan laku kungkum.

Suatu waktu, saat Mas Karebet kungkum, mata air yang mancur terlalu deras. Mas Karebet lantas memotong rambutnya yang gondrong untuk menyumbat mata air agar lajunya tidak terlalu deras. Sampai sekarang, masyarakat setempat meyakini jika laju mata air yang stabil disebabkan karena sumbatan rambut Mas Karebet.

Kuatnya mitos di Sendang Senjoyo ini didukung dengan larangan melamun dan berkata-kata kotor karena dikhawatirkan bakal ‘kesambet‘. Kaujaga diri ya, Re. Patuhi peraturan setempat. Dimana bumi dipijak, di situ langit dijunjung, kan?

Cara Mudah Menuju Sendang Senjoyo

Terhitung mudah untuk ke Sendang Senjoyo, Re. Lagi-lagi, jika ingin ngirit dan praktis, kusarankan kaumemakai kendaraan pribadi. Dari arah Salatiga, kaucari plang SMK Telekomunikasi Tunas Harapan di kiri jalan. Ketika sudah ketemu, belok kiri ke gang tersebut. Ikuti saja jalannya hingga kaubertemu gerbang berwarna orange. Hati-hati, ya, Re, pelan-pelan saja. Jalan menuju ke Sendang Senjoyo memang cenderung landai, kaubaru menjumpai tanjakan ketika sudah sampai di lokasi, tetapi tikungan-tikungannya sangat tajam.

Jika kaubingung, ikuti saja Google Map yang kusematkan ini, Re.

Jika kauingin jalan-jalan ala backpaker dengan naik angkutan umum, kaubisa mencoba alternatif ini:

  1. Dari arah Solo atau Semarang naik bus Solo-Semarang
  2. Salatiga naiklah angkutan kota nomor 6.

Turun di jalan Senjoyo. Berjalanlah terus ke arah timur. Capek? Sekali-kali rasakan jejak yang kutempuh dulu, Re. Hahahaha, bercanda, kaubisa naik ojek, kok. Banyak abang-abang ojek mangkal di Jalan Senjoyo.

Sudah, ya, Re. Suratku-seperti biasanya- sangat panjang. Jika kauingin ke Senjoyo, kirim pesan pribadi ke aku, ya. Kali kita bisa bermain air bareng si K, si K suka banget main air di sungai dangkal itu.

Sebelum kusudahi,aku meringkaskan tips agar bisa menikmati keindahan Sendang Senjoyo untukmu, Re. Catat baik-baik agar kautidak menyesal.

Tips Menikmati Sendang Senjoyo

See you soon, Re.

 

Tulisan ini dibuat untuk mengikuti Lomba Blog Pesona Kabupaten Semarang

Pencarian Terkait:

  • sendang senjoyo salatiga
  • bokek barat
  • bokek kerajaan
  • outbond senjoyo
  • bokek sawa
  • Bokek di sawah
  • foto bokek barat
  • https://widiutami com/bokek-re-ke-sendang-senjoyo-yuk html
  • jalan menuju ke sendang senjoyo dari arah Semarang
  • kisah2 nostalgia yg pernah tinggal di salatiga