Konon, sebagian besar laki-laki sulit mengungkapkan rasa dengan kata-kata. Padahal perempuan cenderung menyukai aneka bentuk gombalan. Istri pengen dipuji, dibuai dengan kata-kata cinta, tetapi lidah suami kelu mengungkapkannya.

Ya. Enggak nyambung.

Masing-masing sibuk berharap. Suami sibuk berharap istri pijet plus-plus. Istri sibuk berharap suami mengobral rasa cinta dengan kata-kata, kalau perlu pakai bunga mawar merah sambil jongkok ala-ala remaja.

Ya, sekali-kali bolehlah mengulang kelebay-an cinta ala remaja, untuk memelihara cinta. Jebul bagi pak Bojo semua ini terlalu childish dan kita sudah cukup dewasa. Hahahahaa.

Istri butuh dipuji agar merasa dihargai sudah susah payah masak, nyuci, nyetrika. Eh, suami merasa kalau menghargai istri cukup dengan menghabiskan masakannya dan memakai cuciannya.

Suami ingin dimanja-manja selepas kerja. Bayi gedhe, katanya. Eh, istri merasa kalau harusnya suami yang memanjakan istri setelah istrinya berjuang mengasuh anak seorang diri, nyuci barang pecah belah, masak sampe mambu bawang.

Hayolo, masih ada? Ada. Ya, Cinta mah emang butuh dipupuk, disiram biar tumbuh lebat lagi. Cinta ibarat anggrek yang musti dipelihara setiti, ngati-ati. Enggak kayak KTP yang langsung berlaku seumur hidup.

Pentingnya menciptakan kesepakatan bahasa cinta dengan suami, agar kita tidak saling berharap, saling menunggu, saling mengira-ngira…. Jika pun ternyata pasangan adalah tipe orang yang enggak sanggup mengungkapkan rasa dengan kata-kata, pakai bahasa ekspresi yang sudah disepakati untuk mengungkapkannya.

Pelukan, sebuah Terimakasih Sudah Berjuang dan Tetaplah Kuat

Pengaruh pelukan untuk seorang istri sangat besar. Konon, agar tetap waras setiap orang butuh pelukan 8 kali sehari. Pelukan bisa dipakai untuk mengungkapkan rasa terimakasih yang dalam dan menyalurkan kekuatan.

Peluk agak lama. Belai punggungnya. Peluk erat sambil melangitkan doa-doa. Pejamkan mata, hirup aroma tubuhnya dalam-dalam.

Terimakasih sudah berjuang, tetaplah kuat untuk keluarga kita. Terimakasih sudah mengasuh anak-anak tersayang dan tunggu aku pulang.

Terimakasih sudah berjuang, tetaplah kuat untuk mencari nafkah. Terimakasih sudah menguras keringat. Kutunggu kaupulang membawa nafkah yang halal.

Ekspresikan Permintaan untuk Tetap Kuat dengan Genggaman Tangan

Mempertahankan rumah tangga itu enggak gampang. Adaaaa saja cobaannya. Hari ini cobaannya ada di keluarga yang belum memahami tabiat pasangan, besok diuji dengan anak yang tantrum, lusa diuji dengan mantan yang tiba-tiba menghubungi istri. Bhahahahaha. Pengalaman pribadi, Mak? 🤣

Jika belum mampu berkata-kata untuk menguatkan istri/ suami, genggam erat tangannya, erat, sampai ia menyadari jika kamu tidak akan melepasnya apapun cobaan yang dihadapi.

Kuatlah, kita hadapi bersama ujian demi ujian yang bertandang. Yakinlah jika ujian ini akan semakin mengeratkan bonding kita. Mengeratkan ikatan keluarga kecil kita.

Tataplah Matanya dengan Senyum Mengembang setelah Melakukan Aktivitas Bersama, Terimakasih, Cinta… .

Makan bareng, jogging bareng, masak bareng, mengasuh anak bareng, adalah hal yang harus disyukuri dalam-dalam. Terlihat sepele, ya, tetapi hal remeh ini bakal menjadi hal yang paling dikangenin saat pasangan berjauhan, entah karena LDR ataupun karena ada urusan yang mengharuskan untuk berpisah sementara waktu.

Jangan menunggu berpisah untuk mensyukuri nikmatnya melakukan aktivitas bersama pasangan. Syukuri kesempatan ini dengan mengungkapkan rasa terimakasih atas waktu dan segala hal yang diberikan saat melakukan aktivitas bersama.

Enggak sanggup berkata terimakasih? Tatap matanya, beri senyum terbaik dan tertulus yang kita punya. Terimakasih, Cinta… .

Puji Pasangan dengan Mengelus Pipi dan Menatap Matanya Dalam-dalam

Jaman masih kasmaran, rasa-rasanya begitu mudah berkata-kata. Segala rayuan gombal keluar tanpa diminta. Chat berbalas rayuan adalah hal wajib setiap hari, bahkan setiap jam.

Cinta, jangan lupa makan agar senyum cantiknya enggak hilang.

Ayo dong, senyum… . Jangan nangis lagi, matahari ikut redup gara-gara kamu sedih.

Sekedar dikasih jaket saat gerimis turun saja sudah bikin hati berbunga-bunga. Sayang, terimakasih sudah rela mengorbankan jaketmu untukku… . Kamu memang laki-laki yang paling perhatian.

Setelah nikah? Istri nangis langsung digojloki, sudah jangan cengeng-cengeng! Suami njemput terlambat saat hujan lebat diprenguti, padahal doi sudah lari-lari bawa payung sampe badannya teles-klebes. 🤣🤣🤣

Enggak salah dengan pola komunikasi yang berubah dibanding saat jaman PDKT dulu. Tetapi ada kalanya musti memupuk kembali rasa cinta dengan saling memuji. Sesekali.

Elus pipinya, tatap matanya dalam-dalam. Ah, laki-laki yang rela memberikan segenap daya kemampuannya untuk keluarga kecil ini…. .

***

Tetep, semua bahasa ekspresi yang dibahas disini, musti disepakati dengan pasangan. Buat bahasa cinta sendiri. Luangkan waktu barang 20 menit untuk membahas kesepakatan bahasa.

Agak berat memang menyepakatinya. Apalagi jika tidak terbiasa membuat aturan bersama. But, trust me, kesepakatan bahasa ini akan meminimalisir kesalahpahaman dengan pasangan yang biasanya timbul dari hal-hal yang sepele.

Selamat membuat kesepakatan bahasa cinta, Emaks. Teriring doa, semoga keluarga Emak sakinnah mawaddah dan senantiasa dilingkupi Kasih Sayang Robbuna.

 

%d bloggers like this: