Si K celingukan, menatap layar handphone dan sepanjang jalan bergantian. Aku memegang tangannya erat-erat di sepanjang trotoar Jakarta, khawatir ia terpantuk pembatas atau nyelonong menyeberang jalanan Jakarta yang ramai. Ibu yang ceroboh membiarkan anak bermain handphone di jalanan?

Enggak. Kami sedang berpetualang mencari Hidden Gems di fitur Treats by Traveloka Eats.

Aku sengaja membiarkan si K membaca Google Maps sendirian, mengikuti kemana langkahnya berayun. Sepanjang jalan aku senyam-senyum sendiri, teringat dengan kenangan masa kecil saat bermain tanda jejak. Jaman sudah serba digital, tanda jejak pun beralih ke media digital.

Hidden Gems membuat si K sangat semangat menyusuri trotoar. Foto salad sayur favoritnya membuat adrenalinnya melonjak tinggi, “Ibu, aku mau ini! Aku mau!”

“Oke, kamu harus mengikuti aturan Hidden Gems di Treats by Traveloka Eats. Ibu hanya menemani dan kamu harus menyelesaikan sendiri. Hadiahnya nanti Ibu bayarin salad sayur itu. Setuju?”

Berburu Salad Sayur di Treats by Traveloka Eats

Kami sedang bosan di hotel. Abah K sedang meeting dengan klien-nya. Si K glundang-glundung di lantai, aneka tontonan yang disediakan pihak hotel sudah terlalu membosankan baginya. Sementara Ibunya enggak berani keluar menggunakan transportasi publik berdua dengan si K.

“Nang, mau jalan-jalan?”

Si K mengangguk riang. Ia menjura dan melonjak-lonjak.

Sementara si K lonjak-lonjak kegirangan, aku berpikir keras. Mau kemana dengan bocah satu ini. Jam makan siang sudah dekat. Enggak mudah mencari menu makan siang dengan porsi sayur tinggi. Kebanyakan cuma fast food dengan menu utama nasi dan ayam tepung.

Aku iseng membuka Traveloka, kali-kali ada Hidden Gems Treats by Traveloka Eats di sekitar hotel Aston Simatupang. Si K yang sudah bisa membaca itu ndusel-ndusel di pangkuanku. Ia penasaran, meminta ijin untuk memilih sendiri. Kulihat si K membuka aplikasi Traveloka. Memilih Eats, mengatur lokasi menjadi lokasi sekarang.

Si K terlihat serius membaca layar, “Ada healthy food-nya, Ibu. Asik!”

Serunya Mencari Hidden Gems Treats by Traveloka Eats (1)

Serunya Mencari Hidden Gems Treats by Traveloka Eats (1)

“Ibu, aku boleh milih ini? Pish and Posh! Ada salad sayurnya.. Deket, cuma tiga menit jalan kaki.” ujar si K ketika membuka petunjuk di Google Maps. “Enggak usah nyebrang lagi. Ayo, dong.”

Klik!

Kulihat si K menyentuh ikon simpan di pojok kanan layar setelah aku menyetujui permintaannya untuk makan di Pish and Posh, foto salad sayurnya menggoda. Ada diskon 8% disana. Aku bersiap, memakai jilbab dan menyamber ransel mungil. Si K terlihat cekatan memakai sepatu dan jam tangan kesayangannya.

Si K Berburu Healthy Food di Treats by Traveloka Eats

Si K Berburu Healthy Food di Treats by Traveloka Eats

Aku tersenyum. Anakku sudah besar dan mandiri sekarang. Perasaan baru kemarin ia membuatku kewalahan karena naik-turun di kursi restoran. Kami berangkat, berdua. Menyusuri trotoar Jakarta. Sebuah prestasi kami berani keluar berdua di belantara Jakarta. Tidak lupa aku mengabari abah K kemana kami akan pergi dan memintanya untuk menyusul segera setelah meeting.

Di lobby hotel, si K meminta handphone-ku kembali. Mencari aplikasi Traveloka, menekan icon Eats. Gesit, ia menekan icon penyimpanan di pojok kanan atas layar. Terlihat Pish & Posh ada di daftar penyimpanan. Si K menekan icon Peta, memilih lokasi Pish & Posh. Memilih icon panduan rute yang berwarna biru di pojok kanan bawah. Seketika, layar beralih ke panduan rute Google Maps.

“Belok kiri!” seru si K setelah terdiam beberapa saat membaca peta.

Sementara si K mencari jalan dengan Google Maps. Aku melihat sekitar. Pepohonan yang rindang tidak mampu menghalau panasnya Jakarta. Kamu yang baca cerita ini, pikir-pikir lagi kalau mau keluar nyari makan siang, deh. Panas dan silau. Kami melewati Graha Deka dan Kantor Pelayanan Pajak. Aku terus menggenggam tangan si K dengan erat. Langkah kakinya cepat dan terlihat tidak sabaran.

“Yay, Ibuuuu! Sudah sampai, tuh, Pish and Posh!” Si K menunjuk gerai makan di Arkadia Tower dengan riang. Aku tersenyum melihat matanya yang menyiratkan kemenangan. Pish & Posh terlihat menonjol di bagian depan gedung yang terlihat sejuk dengan tanaman hijau menjuntai.

“Asik, yok. Kita masuk ke dalam.”

Dapatkan Deals Treats di Traveloka Eats, Gampang!

Kami masuk ke restoran. Meski berada di jalanan Jakarta yang panas, nuansa resto begitu sejuk. Dengan konsep semi outdoor, resto bernuansa sejuk dengan tanaman hijau dan tanaman gantung yang bergelantungan menggunakan tali makrame menambah kesan adem di dalam restoran.

Kami mendekati staff restoran dan memberitahu jika kami akan memakai Deals dari Treats by Traveloka Eats. Staff restoran mengangguk riang, mempersilahkan kami memilih menu. Agak susah ternyata memilih menu di Pish and Posh, kebanyakan berupa dessert buah yang dalam juklak Food Combining dimakan di pagi hari. Rekomended banget nih anak Food Combining mencoba sarapan disini. Aku pun memutuskan agak keluar dari juklak karena ingin mencicipi sejumlah menu andalan Pish & Posh. Kapan lagi, coba?

Setelah memilih menu, Si K duduk di dekat kaca sambil melihat pemandangan di luar dan aku menyelesaikan pembayaran. Aku menekan menu Pakai Deals dan memasukkan sejumlah harga yang ada di struk. Setelah memasukkan harga, aku memilih pembayaran dengan menggunakan kartu debit yang sudah tersimpan. Terlihat keterangan jika harga dipotong 8%. Kutekan bayar, dan… selesai. Aku dipersilahkan menunggu.

Semudah itu, ya?

Kami menghabiskan waktu tunggu dengan berbincang seru. Si K bercerita betapa serunya mencari ‘harta karun’ dengan Treats by Traveloka Eats. Aku tertawa saat ia menyebut dengan istilah ‘harta karun’. Terlihat wajahnya begitu senang dan puas, bangga karena sudah menemukan resto di Google Maps. Kecerdasan spasialnya terasah di perjalanan liburan kali ini.

Aku memesan Avo Cardio Bowl dan menambah beberapa extra greenery. Anak Food Combining biasanya enggak bisa melihat sayur nganggur. Wizard it Ox, satu-satunya menu nasi di Pish & Posh kupilih. Emak K mah gitu, kayak enggak bisa berpisah dengan nasi.

Si K yang penggemar coklat memesan Better than Sneakers, coklat dengan taburan peanut butter dan sneakers. Sudah lama ia minta makan mie baru keturutan sekarang, Clock O Clock, spaghetti creamy dengan kuning telor yang nyummy menjadi pilihan yang sangat tepat untuk si K.

Never Stop, keripik ubi ungu dengan signature sauce kupilih untuk menemaniku cemal-cemil. Dragon Sirsak menjadi minuman yang kupilih untuk menyegarkan tenggorokan di siang panas ini. Iya, Dragon Sirsak ini buah, jadi kuminum beberapa saat sebelum makan. Emak K enggak niat cheating? Sesekali, lah, aku pesan cappucino ice! Hahaha, sampai lupa kapan terakhir kali aku mencicipi kopi.

Kami menikmati makan dengan ceria. Si K bercerita tiada henti. salig mencicip menu yang telah dipesan. Aku ikut menikmati lezatnya spagetthi creamy, terpesona bagaimana mereka memasak telur dengan secreamy ini. Ehm, tentu saja ini berangkat dari pengalaman emak K yang nyaris selalu memasak telur dengan over cooked. Enggak ketinggalan nyolak-nyolek coklat di Better Sneakers. Wis, campur-campur makannya.

#PengalamanMengenyangkan yang sangat menyenangkan. Cheating yang membahagiakan karena berlimpah salad untuk menebus cheating. Tidak mau menikmati keseruan ini hanya berdua dengan si K, aku mendesak abah K untuk menyusul segera ke Pish & Posh setelah meeting.

“Kok tahu ada menu makan seger gini?” tanya abah K setelah duduk di kursi.

“Kevin pesan di Treats-nya Traveloka Eats, Bah! Kevin yang nyari tadi, bukan Ibu. Kevin yang baca peta sampai kesini. Enggak nyasar.” Si K tertawa terbahak-bahak setelah menuntaskan ceritanya, menertawakan Ibunya yang sering kesasar membaca peta.

Abah K berjalan ke kasir, memesan menu dengan aplikasi Traveloka yang terinstall di handphone-nya. Sebagai programmer yang sering meeting keluar kota, Traveloka menjadi aplikasi wajib yang membantunya untuk memesan segala keperluan perjalanan lewat satu pintu, eh, satu apps.

Kami bercanda riang. Menikmati menu Pish & Posh dengan bahagia. Mengomentari setiap rasa. “Kamu bisa bikin seperti ini, Yi?” Tanya abah K ketika mencicipi Avo Cardio Bowl.

Aku menggeleng cepat, “Emoh, masak dan makannya enggak imbang.”

Membayangkan harus menyusun potongan alpukat secantik itu membuatku jeri. Apalagi menemukan alpukat dengan kematangan sempurna tergolong susah. Jangan-jangan bukan kelezatan yang kami dapat kalau aku membuat menu seperti ini di rumah, tetapi paitnya alpukat yang belum matang dengan sempurna.

Kami tertawa. Ah, apalagi yang lebih membahagiakan dibanding menikmati sajian sehat bersama orang-orang tercinta? Tetapi sayang, berburu makannya tadi hanya terealisi di lamunan saat aku melihat Treats by Traveloka Eats. Si K baru 4 tahun, masih naik turun kursi saat berada di restoran, belum mampu membaca peta.

Kenapa Memilih Berburu Makan dengan Menggunakan Treats by Traveloka Eats?

Seru, banyak diskon dan tawaran menarik. Kalimat yang spontan kuucapkan ketika muncul pertanyaan kenapa. Meskipun Treats by Traveloka Eats baru tersedia di Jakarta, tetapi kami sekeluarga sudah menggunakan Traveloka Eats untuk memilih dan merencanakan makanan saat sedang travelling.

Rencanakan Makan dengan Treats by Traveloka Eats Dulu, Pergi Ke Restoran Kemudian

Hal yang menyebalkan dan terjadi berulang-ulang saat travelling adalah ketika kami bad mood gara-gara milih makan. Pakai bantuan Google Maps seringkali membuat kami kesel karena harga yang disajikan enggak terpampang nyata. Sering ketemu resto yang di luar budget yang bikin istighfar karena musti memangkas anggaran yang lain agar travelling tetap berjalan dengan damai sentosa.

Treats by Traveloka Eats memungkinkan kami untuk merencanakan makan sebelum keluar, atau bahkan merencanakan jauh-jauh hari. Bahkan kami bisa sekalian membuat planning mau makan dimana pagi, siang dan sore sesuai dengan initerary yang telah disusun. Kalau ketemu resto yang all in one healthy food macam Pish & Posh tadi kan enak, sarapan smoothy buah, makan siang salad dan beef, makan malam nasi goreng dan salad sayur yang melimpah ruah.

Enggak Ada Lagi Cerita Mencari Recehan atau Berburu ATM

Abah K sering harus mencari ATM dulu ketika menyadari bahwa uang cash di dompet menipis dan kemungkinan enggak cukup untuk membayar tagihan makan. Iya kalau ATM-nya dekat, lha kalau ATM-nya jauh gimana? Kami lebih memilih untuk membayar menggunakan kartu debit di Traveloka Eats. Pilihan Uangku, Kartu Kredit, Kartu Debit dan Bank Transfer sangat memanjakan generasi cashless.

Ehm, kelaperan atau pengen nraktir gebetan, calon mertua tetapi uang enggak cukup dan gajian masih esok hari? Ada Pay Later yang bisa kita gunakan untuk menalangi traktiran tanpa bingung kemana mencari pinjaman. Tetapi ingat, jangan terlalu manja menggunakan Pay Later tanpa pikir matang rencana pembayaran kedepan, kan enggak lucu kalau habis makan-makan enak, besok-besoknya pening karena tagihan.

One Stop Travel Planning by Traveloka

Makin banyak fitur Traveloka membuat perencanaan travelling bisa dilakukan dalam satu aplikasi saja. Bayar-bayar keperluan Travelling di satu pintu. Bayar hotel, kereta/pesawat/tiket bus/ antar jemput, karcis masuk tempat wisata, rental mobil, bahkan baru-baru ini ada asuransi perjalanan dan visa.

Jadi kita bisa merencanakan perjalanan dengan satu apps dan terpampang nyata berapa besaran yang musti kita bayar, apakah sesuai budget atau tidak. Jika ya ayok saja, jika ada yang tidak sesuai budget, mungkin ada yang perlu dipangkas.

Diskon Dimana-mana, Irit Kemana-mana, Enggak ada Lagi Cerita Liburan Ngepruk Rekening

Dana darurat saat travelling biasanya terpakai karena makan di luar budget atau ketemu taksi rese. Hahahaha. Pengalaman banget, Gengs. Ngeselin tau dikepruki orang. Mentang-mentang traveller terlihat turah duwit padahal memang dianggarkan untuk refresh otak.

Pakai Traveloka untuk segala keperluan travelling memungkinkan kita untuk mendapatkan promo makan, promo hotel dll sehingga budget bisa dipangkas. Setiap kita pesan, kita mendapatkan poin. Poinnya bisa dipakai untuk mendapatkan diskon lagi. Salah seorang temanku malah bisa membeli satu tiket PP ke Belitung setelah mengumpulkan poin perjalanan dinas pakai Traveloka. Uwuwuwuw, emak K yang sedang menunggu kapan poin Travelokanya bisa dipakai untuk beli tiket atau paling tidak diskon beli tiket pesawat bertiga ke Raja Ampat. Hahaha.

Perbedaan Traveloka Eats dengan Treats by Traveloka Eats

Treats ada di dalam Traveloka Eats memiliki perbedaan yang cukup menonjol dengan Traveloka Eats. Treats merupakan fitur unggulan Traveloka Eats dengan Dapatkan Deal-nya yang menawarkan cukup banyak diskon, voucher dan penawaran harga spesial.

Hal yang paling menonjol antara Traveloka Eats dan Treats by Traveloka Eats adalah cara memesannya. Jika Traveloka Eats kita memilih menu terlebih dahulu lalu membeli dan membayar sebelum pergi ke restoran, Treats by Traveloka Eats kita memakai Deals saat sudah berada di restoran dan membayar setelah kasir menunjukkan totalan pemesanan makan.

Alur Traveloka Eats adalah; cari makan/ restoran, Beli Sekarang, Bayar dengan Uangku, Kartu Debit, Kartu Kredit, Bank Transfer atau di minimarket Alamart-Indomart terdekat, lalu pergi ke restoran dan tunjukkan voucher atau pesanannya ke restoran.

Sedangkan alur penggunaan Treats by Traveloka Eats adalah; cari menu Treats, cari makan/ restoran, pilih penawaran Treats, Dapatkan Deals, Pakai Deals, pilih menu di restoran, input total pesanannya di aplikasi Traveloka, lalu bayar dengan Uangku, Pay Later, Kartu Kredit, Kartu Debit atau Bank Transfer.

Selain cara tersebut, kita juga bisa melakukan transaksi Treats by Traveloka Eats dengan scan barcode di restoran yang ada penawaran ekslusif Treats-nya tanpa harus susah-payah mencari nama restoran yang ada di aplikasi.

Kelihatannya sama, ya. Tetapi ternyata cukup berbeda. Kamu enggak pengen nyoba? Emak K saja sampai ngelamun membayangkan betapa serunya berburu Hidden Gems di Treats by Traveloka Eats bareng bocah, serasa sedang berburu harta karun saja.

 

%d bloggers like this: