Selepas dioyak-oyak deadline. Bawaannya pengen keluar refreshing. Hari sudah menjelang sore saat itu, aku mengajak si K untuk jalan-jalan ke Goa Kreo, Semarang dengan abah K. Sekalian wisata edukasi alam mengenal kera, gua dan bendungan.

Selama ini si K baru mengenal kera dan gua dari buku. Bendungan sudah beberapa kali kami kenalkan. Beberapa kali bertanya apa benar kita dulunya adalah seekor kera. Bertanyanya sambil mempraktikan kera yang sedang jalan sambil garuk-garuk punggung dan kepala. Kami berangkat menggunakan moda transportasi sepeda motor. Berangkat dari kontrakan di Sukun, Banyumanik sekitar jam 2.30 siang, selepas dzuhur.

Perjalanan memakan waktu 45 menit. Kami sampai di Goa Kreo Semarang jam 3 sore lebih. Goa Kreo yang tempatnya menyatu dengan waduk Jatibarang ini terkesan sejuk. Baru saja memarkir motor, kami sudah dijemput dengan gerombolan kera kecil. Kera-kera itu mendekat dengan tangan dijulurkan, minta makan. Abah K melipir ke warung dekat parkiran untuk membeli kacang.

Letak dan Karcis Masuk Goa Kreo Semarang

Goa Kreo Semarang terletak di Kecamatan Gunung Pati, Kota Semarang. Kesulitan jalannya 7 dari skala 10. Mudah dilalui dan aman untuk kendaraan matic, tetapi musti hati-hati karena ada tanjakan dan tikungan tajam. Jalan menuju Goa Kreo sangat nyaman, aspalnya halus dan minim kerusakan.

Goanya terletak di tengah-tengah Waduk Jatibarang. Jadi selain nyambangi sedulur, bisa sekaligus edukasi alam tentang waduk dan goa.

Enggak perlu khawatir jika kamu enggak membawa kendaraan pribadi saat berada di Semarang. Kamu bisa naik BRT koridor VII Trans Semarang untuk menuju ke Goa Kreo. Turun persis di depan Gerbang Goa Kreo. Jadi enggak perlu nyambung ojek atau jalan jauh. Lha jalan menuju Goanya saja sudah jauh, masa mau ditambah jalan dari halte ke gerbang. Poin plus-nya, halte Trans Semarang tersebar di seantero Semarang yang bisa menyesuaikan di mana tempat kamu menginap. Ngirit, ya. Apalagi kalau kita memanfaatkan promo hotel. Menekan budget travelling dan sisa budgetnya bisa kita gunakan untuk membeli oleh-oleh atau ditabung untuk next trip.

Karcis masuk Goa Kreo cuma 5k/ orang. Karcis parkir motor 2k/ motor. Karcis parkir mobilnya 5k/mobil. Tempat parkir Goa Kreo ada di beberapa spot dan cukup luas. Jadi enggak perlu khawatir dengan parkir kendaraannya. Kecuali saat peak season, mungkin harus bersabar untuk parkir berderet-deret.

Menikmati Sejuknya Goa Kreo Semarang

Bagi kami, Goa Kreo adalah tempat yang tepat untuk mendinginkan otak. Pohon-pohon besar membuat udara terasa jauh lebih sejuk dibandingkan dengan udara di Semarang pada umumnya. Kamu enggak boleh melewatkan duduk-duduk di bawah pohon sambil memberi makan kera dan menikmati indahnya Waduk Jati Barang.

Sore memang waktu yang paling tepat untuk berkunjung ke Goa Kreo, matahari sedang ramah di ujung barat. Si K yang masih balita lincah menapaki tangga demi tangga. Saat asik menapaki tangga demi tangga sambil memberi makan kera, kami berpapasan dengan pasangan ayah dan Ibu yang ngos-ngosan menggendong bayi, juga lansia yang susah payah menjejakkan kaki. Kalau punya bayi atau lansia, better enggak turun ke Goa karena sangat melelahkan. Kecuali jika memang sudah terbiasa. Tangga menuju Goa Kreo enggak ramah kursi roda maupun stroller.

Tangga di Goa Kreo Semarang

Tangga di Goa Kreo Semarang

Setelah menapaki tangga, jembatan Goa Kreo menyambut kami dengan gagahnya. Si K sangat antusias karena ia bisa melihat waduk Jatibarang dari dekat. Jembatannya instagramable, sayang, saking menikmati nuansanya, kami sampai enggak sempat foto bertiga yang proper untuk konten instagram. Hahaha

Semakin ke dalam, semakin banyak kera-kera berkerumun dengan berbagai aktivitas. Ada yang tidur tanpa peduli dengan sekitar, ada yang saling mencari kutu, ada yang sedang menyusui bayinya. Aroma persaingan sangat terasa disini. Beberapa kali memberi makan kera, kami bisa mengenali mana kera yang menjadi penguasa.

Nyaman dan Aman Travelling ke Goa Kreo

Kera-kera yang ada di kawasan wisata Goa Kreo cenderung jinak tetapi akan ngamuk parah jika diganggu. Pastikan anak kita enggak mengganggu kera dengan berlebihan. Si K sempat mau dicakar kera karena tidak sengaja menginjak ekornya.

Kawasan wisata Goa Kreo adalah kawasan wisata alam terbuka. Tidak ada peneduh di dalam kawasan. Peneduh hanya tersedia di kawasan kuliner. Jika berkunjung pada musim penghujan, pastikan membawa payung dan jas hujan. Tetapi prefer ngintip ramalan cuaca dulu karena jalannya cukup licin dan kurang nyaman jika jalan-jalan di kawasan saat hujan menerjang.

Kera di Goa Kreo Semarang

Kera di Goa Kreo Semarang

Bawa minum yang cukup. Sebisa mungkin jangan membawa makan atau malah makan di dalam kawasan Goa Kreo karena rawan direbut oleh kera. Serem kalau kera sudah bergerombolan meminta makan. Jika berniat memberi makan kera, berilah makanan dengan santai dan jangan membabi buta. Semakin membabi buta ngasih makan, semakin bar-bar tingkah kera-keranya.

Mupeng, ya? Yang dari luar Semarang mungkin bisa menginap di hotel dulu agar bisa menikmati Goa Kreo di sore hari. Nginep mana lagi di Semarang, wisata di sekitar Semarang yang ramah anak cukup banyak, Bisa Jadi Cerita untuk anak-anak kelak. Kenangan yang akan mempererat bonding orang tua dengan anak-anak, kenangan yang mengikat untuk kembali pulang sejauh mana anak-anak berkelana.

 

 

%d bloggers like this: