Mempersiapkan Ramadhan
Me and Hubby, Semua

Ramadhan Sebentar Lagi, Sudahkah Mempersiapkan Diri

Hello, Dear!

Enggak kerasa, sudah masuk bulan Sya’ban saja. Perasaan baru kemaren pulang ke rumah setelah mudik keblabasan hingga tiga bulan. Baru kemarin BloggerKAH membahas puasa saat masa kecil, eh, sekarang sudah sampai ke tema mempersiapkan puasa Ramadhan. Time flies so fast!

Baca Juga: Menyambut Lailatul Qadr Tahun Depan

Sebulan lagi sudah puasa, tunggu, yang ada di otakku malah BAJU LEBARAN DAN ANGGARAN UNTUK MUDIK. Demi apa, Dut! ISTIGHFAR.

Yaeyalah, pan harus disiapkan sebelum puasa agar tidak kemrusung saat Ramadhan tiba, biar fokus gituloh. NGAHAHAHA, Emak K ngomong doang ding, Cynnn. Hih.

Hello, Tilawah Sudah Khatam Belum?

Ramadhan tiba, sebaiknya tilawah mulai dari Bismillah wajib, wkwkwk, maksudku, Bismillah Fatikhah yang masuk ke dalam surat Fatikhah. Yai Nasrudin yang dhawuh, jadi, sebelum Ramadhan tiba, biasanya beliau bertanya apakah tilawahku sudah selesai–kecuali Sya’ban tahun 2014, yang ditanya bukan tilawah, tetapi kehidupan rumah tangga yang masih bayik merah. 😀

Aku melihat ke Qur’an kesayangan hadiah abah K, sedih sih, lagu lama tiap Ramadhan mau datang, KENAPA TILAWAHKU TAHUN INI CUMA SEDIKIT? :'(

Apakabar Utang Puasa?

Dulu jaman masih lajang, membayar utang puasa adalah hal yang sangat enteng. Kilat gitu bayarnya. Giliran udah punya anak, O em Jiiiii, mau membayar utang rasanya perjuangaaaan banget. Pantes pahala yang dijanjikan untuk Ibu menyusui berlipat-lipat.

Selama si K masih menyusui, aku beberapa kali nyerah. Apalagi Ramadhan dua tahun yang lalu saat si K masih ASIX, dih, jam 9 pagi rasanya sudah lemessss banget.

Bermaaf-maafan Sebelum Ramadhan Tiba

Yang paling terlihat di layar kaca, maaf-maafan terjadi saat idul fithri tiba. Tetapi, yang paling penting justru maaf-maafan saat menjelang Ramadhan. Biasanya aku mencicil ‘sowan’ di bulan sya’ban, sekedar mampir untuk salam-salaman sekalian silaturahmi. Pan kalau Ramadhan biasanya waktu untuk silaturahmi terbatas, syibuk, apalagi abah K, syibuknya berlipat-lipat.

Menyiapkan Alat Perang untuk Ibadah

Alat perang? Mukena dan sarung baru? WKwkwkwk, ENGGAK WAJIB, tetapi kami lebih mengutamakan pembaharuan di bulan Ramadhan daripada pembaharuan di bulan Idul Fithri. Hihihi. Kalau sedang tidak ada anggaran untuk memperbaharui alat perang, biasanya aku menyiapkan sebaik mungkin agar ibadah enggak keteteran. Apalagi abah K tipikal baju untuk sholat HARUS RAPI dan WANGI.

Padahal kalo ngantor beliau pake celana kolor pun enggak masalah. WHAHAHA.

Selain alat perang untuk sholat, aku juga menyiapkan beberapa kitab dan al-Qur’an. Selama ini al-QUr’an biasa gantian, saat Ramadhan tiba, kami harus pegang al-Qur’an satu-satu. Al-Qur’an favorit kami, Al-Qur’an terbitan Makkah. Enak dan tidak membuat mata cepat lelah.

Baca Juga: Lima Langkah yang Harus DIlakukan Sebelum Membeli Al-Qur’an

Menyiapkan Makanan, Cemilan, Bumbu dan Minuman Long Lasting

Aku bukan orang yang setiti untuk menyiapkan menu buka komplit banget kayak di tv-tv yang meja makannya penuh dengan berbagai menu makanan. Apalagi keluargaku bukan keluarga yang menyukai menu aneh-aneh, menu andalannya cukup sambel.

Plus, si K yang sedang aktif-aktifnya, menuntutku untuk memasak makanan cepat saji sebagai menu berbuka dan sahur. Cepat saji yang kubahas ini tentu saja bukan mie instan, bubur instan. Bukan. Hanya menu biasa yang tidak membutuhkan effort lebih dari satu jam untuk memasak, makin singkat makin baik. Hihihi.

Biasanya aku menyiapkan sediaan kurma, syrup, susu, madu, bumbu putih, bumbu merah, kering tempe, kering teri-kacang, juga bumbu soto yang long lastik disimapn di kulkas. Jaga-jaga agar tidak kemrusung saat kesibukan melanda dan waktu memasak tidak begitu panjang.

Jika sedang rajin, aku biasa menyiapkan sayur dan lauk di kulkas sesuai rencana menu masing-masing. Biar enggak kalap kalau belanja ke pasar. Hihihi, aku akan menuliskannya lain kali soal poin ini ya. InsyaAllah.

Menyiapkan Target dan Strategi Ibadah di Bulan Ramadhan

Dulu–kenapa emak K membahas masa lalu, sih? :(– jaman masih single, aku terbiasa ketat dengan target. Maklum, belum ada faktor X yang mengikat. Aku hanya perlu melawan diri sendiri untuk mencapai target. Begitu menikah dan punya anak, kaget poll, begitu banyak faktor X yang harus kuhadapi untuk mencapai target selama Ramadhan. Lagi semangat-semangatnya, eh, si K rewel seharian. Lagi pengen ikutan ngaji, eh, abah K ada kepentingan mendadak dan enggak bisa diajak gantian momong si K.

Lha rumangsamu momong anak bukan ibadah, Yi? Yo ibadah lah! Malah luwih penting, darurat, fardhu ‘ain.

Dawuh abah K ketika aku mengeluh soal hal ini. HAHAHA. Astaghfirullah. Maafkan Ibu ya, Nang, sudah menjadikanmu kambing hitam.

Banyak ya ujian ibadah yang harus dihadapi perempuan, salah satunya soal HAID. Haih, hanya perempuan yang merasakan haus sehari suntuk, 5 menit menjelang bedug maghrib mendapati dirinya HAID. HAHAHAHA, enggak apa, kalian enggak sendiri.

Lagipula, banyak ibadah yang bisa dilakukan oleh perempuan yangs edang haid. Nih, dua dedengkot BloggerKAH menulis serentet ibadah yang bisa dilakukan oleh perempuan yang sedang haid, makanya emak K beda sendiri. Mhuahaha, bilang saja kalau enggak punya tips ini, Mak!  Haid di Bulan Ramadhan Bikin Kehilangan Kesempatan dapat Pahala? Ah, Kata Siapa? dan 9 Amalan di Bulan Ramadhan yang Bisa Dilakukan Saat Haid menjadi referensi AsyiQue untuk kita-kita yang hopeless kala datang bulan tiba.

 

So, kalau kamu, apa yang kamu lakukan sebelum Ramadhan tiba? Sharing yuk, biar emak K tambah jembar pemikirannya.

 

Salam!

Emak K, Professional Deaf Blogger Wannabe

 

 

 

Pencarian Terkait:

  • persiapkan diri sebentar lagi aku datang

1 thought on “Ramadhan Sebentar Lagi, Sudahkah Mempersiapkan Diri”

  1. Abahe K kalo ngomong to the point banget yak, haha… tapi kan bener Mbak, momong itu ibadah, xixixi..

    Eh, makasih udah diingatkan yaa.. aku juga mau bikin kering tempe yang agak banyak. buat sediaan kalau sahur. hihi..

Bagaimana komentar kalian?