Membedakan Minyak Goreng Kelapa dan VCO
K's Family, Semua

Membedakan Minyak Goreng Kelapa dan VCO

Dulu aku mengira jika VCO atau Virgin Coconut Oil sama saja dengan minyak goreng kelapa, sampai-sampai dengan pedenya aku menggoreng telur si K menggunakan VCO. Bhahaha, pantas saat itu aku membatin, kalau menggoreng pakai VCO terus ya bangkrut, harga VCO 30k perbotol kecil. Ternyata perbedaan diantara keduanya lumayan banyak, termasuk harganya. Hasil diskusi dengan sahabat yang berpengalaman dengan VCO dan Minyak Goreng Kelapa di laman facebookku bisa kuringkas disini. 😀

Minyak Goreng Kelapa dan VCO Sama-sama Sari Kelapa, tetapi Beda Cara Mendapatkannya

Minyak goreng kelapa dan vco sama-sama terbuat dari sari kelapa, tetapi cara mendapatkannya berbeda. Untuk membuat VCO, santan kelapa tidak perlu dimasak. Proses pembuatannya pun harus benar-benar terhindar dari panas, baik panas matahari maupun panas mesin, melalui proses yang panjang, dari proses fermentasi, churning (pemisahan secara sentrifugal), pendinginan, dan juga memberikan aksi enzim untuk menghasilkan pemisahan minyak dari air atau pelembap.

“Harus teliti buat itu dan sabar baru bisa berhasil. ” jelas mbak Chantie.

Lain halnya untuk membuat minyak goreng kelapa, santan yang digunakan untuk membuat minyak goreng kelapa dimasak terlebih dahulu hingga mendapatkan minyaknya.

So, wajar jika harga VCO lebih mahal daripada minyak goreng kelapa. Harga 1 L Minyak Kelapa Goreng 50-an ribu, sementara untuk volume yang sama, VCO harganya 150-an ribu. Selisih 100ribu euyy.

Warna Minyak Goreng Kelapa dan VCO

Warna minyak goreng kelapa dan vco berbeda. VCO warnanya bening seperti air putih, sementara minyak goreng kelapa berwarna agak kekuningan namun masih cenderung putih jika dibandingkan dengan minyak goreng sawit. Hal ini disebabkan karena minyak goreng kelapa masih mengendapkan asam lemak di dalamnya.

Daya Tahan Minyak Goreng Kelapa dan VCO

Minyak goreng kelapa mempunyai daya tahan yang pendek, hanya 1 bulan, maksimal dua bulan. Lain halnya dengan VCO, VCO bisa bertahan 12 bulan, bahkan sampai 5 tahun. Aku punya VCO yang kugunakan untuk sediaan obat batuk dan obat luka yang memiliki masa kadaluarsa 3 tahun sejak tanggal produksi.

Bau Minyak Goreng Kelapa dan VCO

Minyak kelapa berbau tidak harum dan cenderung mudah tengik. VCO berbau harum karena terbuat dari kelapa segar, tetapi sesegar-segarnya VCO, aku belum berani minum langsung sampai sekarang. Cuma si K yang pernah minum untuk obat batuknya. Hahaha, habis lengket-lengket gimana gitu sih di lidah. 😀

Kandungan Mineral pada Minyak Goreng Kelapa dan VCO

Proses pembuatan yang berbeda menyebabkan kandungan kedua minyak yang bernama mirip–yang satu minya kelapa doang, yang satu minyak kelapa murni– berbeda. Minyak goreng kelapa yang dalam pembuatannya melalui proses pemanasan menyebabkan kandungan kelapa dalam minyak kelapa rusak.

Proses produksi VCO yang tidak menggunakan pemanasan yang tinggi bukan hanya menghasilkan MCFA yang tinggi, tetapi juga dapat mempertahankan keberadaan vitamin E dan enzim-enzim yang terkandung dalan daging buah kelapa. VCO yang dibuat dari kelapa segar berwarna putih murni ketika minyaknya dipadatkan dan jernih kristal seperti air ketika dicairkan

 

Gegara status Facebook pagi tadi aku jadi tahu soal perbedaan minyak goreng kelapa dan VCO. Jika ditanya mending buat yang mana, dengan mantab aku akan menjawab: mending beli saja, biarlah dikerjakan oleh ahlinya. HAHAHA, habis emak K enggak telaten marut kelapa, meras, masih memasak dan memisahkan blondo-nya. Mending digunakan untuk menulis blogpost agar kamu bisa baca-baca kan? Bhahaha. Emak K tukang ge-er, siapa pula yang nunggu tulisan emak K cobak. :p

 

Salam!

Emak K

Pencarian Terkait:

  • minyak goreng sari kelapa

Bagaimana komentar kalian?