Parenting, Tlatah Bocah

Deteksi Dini Gangguan Perkembangan Anak Usia 0-1 Tahun

Holla, Mak. Jika kemaren daku menulis prolog Deteksi Dini Perkembangan Anak Usia Dini, sekarang aku ingin berbagi apa-apa yang harus diamati untuk anak usia 0-1 tahun yang akan kuberikan juga asesmen pdf yang bisa di-download secara gratis. Asesmen ini bisa ditulis di buku catatan perkembangan anak, bisa juga di-print sesuai dengan keinginan Mak-Emak semua.

Baca Juga: Deteksi Dini Gangguan Perkembangan Anak Usia Dini (PROLOG)

Sebelum melakukan pengamatan terhadap anak, hal-hal yang perlu digaris bawahi untuk mengamati perkembangan pada anak usia 0-1 tahun adalah:

  1. Pengamatan dilakukan di AKHIR BULAN ke 12.
  2. Saat pengamatan, anak HARUS DALAM KONDISI SEHAT dan TANPA BEBAN. Jadi jika anak sedang sakit, rewel, atau sedang dalam kondisi terbebani, STOP DULU pengamatannya. Enggak valid nanti hasilnya.
  3. Pengamatan dilakukan SEALAMI mungkin sehingga anak tidak tahu jika sedang dilakukan deteksi. Jadi, Ibu dan orang-orang terdekat tetap harus bermain dengan anak seperti biasanya, jangan menjauh dan membuat geger anak.
  4. Pengamatan dilakukan pada SETIAP ASPEK PERKEMBANGAN. Jangan mengabaikan satu aspek pun.
  5. Jangka waktu pengamatan SENYAMANNYA IBU DAN ANAK. Jadi anak tetap merasa hari-hari berjalan seperti biasanya. Jangan melakukan tes dengan dikebut satu jam, anaknya bisa stress. Emangnya Ujian Nasional apa. :p

 

Asesmen Deteksi Dini Gangguan Perkembangan pada Anak Usia 0-1 Tahun

Bahasa

  1. Menengok ke arah sumber suara
  2. Memberikan reaksi yang berbeda terhadap macam-macam suara
  3. Mengoceh kalau sedang sendiri dan diajak bicara
  4. Mencoba meniru bunyi atau suara menurut kemampuan anak

Sosial

  1. Tersenyum pada orang lain
  2. Memberikan reaksi yang berbeda terhadap orang yang belum dikenalnya
  3. Mampu melihat ke arah yang memanggil namanya
  4. Memberikan reaksi terhadap perkataan “Tidak”
  5. Menyayangi orang-orang dan lingkungan di sekitarnya

Kognitif

  1. Mengikuti benda bergerak dengan matanya
  2. Memberikan reaksi pada orang yang belum dikenalnya dengan menangis atau menatap terus
  3. Memberikan reaksi pada pertanyaan atau perintah yang sangat sederhana
  4. Menirukan gerakan dan perbuatan

Membaca Hasil Asesmen Deteksi Dini Gangguan Perkembangan Anak Usia 0-1 Tahun

Jadi, bagaimana hasilnya, Mak? 🙂

Jika SEMUA aspek tercentang

SELAMAT! Anak Emak sudah mencapai tugas perkembangannya. Tetapi jangan leyeh-leyeh dulu, tugas Emak sudah menanti: memberikan stimulasi agar anak mampu mencapai tugas perkembangan pada rentang usia berikutnya, yakni usia 1-2 tahun. Asesmennya will published soon, Emak K nyicil, yak. 😀

Jika ada Aspek yang Belum Tercapai

Tarik nafas dulu. Hihihi. Jangan buru-buru berfikir yang enggak-enggak jika ada satu-dua aspek yang belum dicapai oleh anak. Menurut psikolog yang melatih dulu, mungkin hal tersebut terjadi karena kurangnya stimulasi dari orang sekitarnya.

Coba distimulasi lebih telaten lagi. Dulu saat usia 9 bulan, aku belum mampu menangkap apakah si K sudah menunjukkan rasa sayang kepada sekitarnya, lha wong dia malah rebutan melulu tiap bermain dengan saudaranya. Paling hobi memukul. Aku mendiskusikan dengan abah K tentang perilaku si  ini. Ternyata, EMAK yang enggak mencontohkan.

Aku pun mencoba untuk melatih si K mengekspresikan rasa sayangnya terhadap lingkungan sekitarnya: Menyanyang orang-orang di sekitar, mengelus-elus dan memberi makan kucing dan hewan peliharaan lainnya, membagi apa yang dia punya ke orang lain. Dan, yes, usia 12 bulan si K sudah tidak main pukul ke kucing lagi.

Si K bukan tidak mampu, tetapi tidak tahu bagaimana cara mengekspresikan sayangnya. Emak K sih, sibuk sama kebaperan karena berat badan si K naiknya ngirit, sibuk nyoba berbagai resep MPASI dan nyaris melupakan stimulasi perkembangan yang lain.

Satu lagi pengalaman yang mungkin akan terus berulang: aku paling khawatir dengan perkembangan bahasa si K. Dulu saat si K masih bayi piyik, nyaris setiap hari aku bertanya ke orang-orang sekitar, “Kevin tadi kaget, trus nangis, ada suara, ya?”

Dan aku sangat bahagia saat orang-orang mengiyakan, sampai pada heran kenapa aku kok malah senang, bukannya marah karena si K terbangun. Bagaimana tidak bahagia, itu artinya si K pendengarannya berfungsi dengan baik. Ya, bahagianya Emak K sesederhana ini. :’)

 

Bagaimana jika Belum Ada Perkembangan Setelah Stimulasi Selama 1-2 Bulan?

Jika belum ada perkembangan yang berart meskipun sudah ditelateni selama 1-2 bulan, dianjurkan untuk membawa anak ke ahli perkembangan anak terdekat agar dibantu mencari tahu penyebab dan mendapatkan solusi yang tepat. Membiarkan seperti air mengalir bukan sikap yang bijak, semakin dini diketahui ada gangguan, semakin bear peluang untuk menyembukan.

Nah, sudah cukup sampai disini untuk rentang usia 0-1 tahun, ya. Kalo Emak, punya pengalaman hestic saat anak usia 1 tahun nggak? 😀

 

Tulisan ini diikutsertakan dalam program One Day One Post Blogger Muslimah.

1 thought on “Deteksi Dini Gangguan Perkembangan Anak Usia 0-1 Tahun”

Bagaimana komentar kalian?