Me and Hubby, Travelling

Bokek, Re? ke Sendang Senjoyo, yuk!

Re, kausudah tidak galau lagi, kan? Sudah ke Curug Tujuh Bidadari, belum? Atau kaumenunggu gajian untuk bertandang kesana karena begitu banyak yang ingin kaukunjungi di Kawasan Wisata Bandungan? Tetapi, Re. Refreshing tidak harus menunggu kantong tebal. Kaubisa menyegarkan pikiran meskipun kantong nyaris kering. Akan kuceritakan sebuah kisah, mungkin kauakan terinspirasi. Refreshing bukan perkara seberapa banyak… Continue reading Bokek, Re? ke Sendang Senjoyo, yuk!

Me and Hubby

Kujawab Bullying dengan Blogging

Nggak dengar? Dasar kuping bocor! -Sesebapak- Rasa-rasanya, bullying akrab dalam kehidupanku. Diantara berbagai macam bullying, bullying verbal sangat mendominasi. Jika bullying fisik rerata bisa disembuhkan dengan medis, bullying verbal membutuhkan waktu yang tidak cepat untuk menyembuhkan diri. Perjalanan Mencari Cara Balas Dendam Setiap kali ada yang membuatku patah hati. Eh, maksudku, down karena perkataan yang… Continue reading Kujawab Bullying dengan Blogging

Me and Hubby, Semua

Re, Menyepilah Sejenak ke Curug Tujuh Bidadari

Dear, Re. Apakabar? Semoga dalam lindungan Rabbuna senantiasa. Maaf, ya. Belakangan aku tidak bisa menemanimu untuk bercerita seperti saat aku masih gadis. Kaupasti memaklumi tugasku sebagai seorang istri dari abah K dan ibu dari si K yang sedang berada di masa-masa terrible two. Aku sengaja membuat surat ini untuk mengganti percakapan-percakapan yang tergadai. Dear, Re.… Continue reading Re, Menyepilah Sejenak ke Curug Tujuh Bidadari

Me and Hubby

Berhenti Merasa Bersalah, Ibu juga Manusia Biasa

Begitu beratnya tugas seorang Ibu, hingga apa-apa yang terjadi pada anak, Ibu pula yang menjadi tersangka utama. Iya, kan? Rerata telunjuk orang mengarah ke Ibu jika ada sesuatu yang terjadi pada anak. Dari Ibu yang teledor, lah. Ibu yang tidak becus mengurus anak, lah. Ibu yang kebanyakan main game, lah. Ibu yang... Hih, seolah-olah seorang… Continue reading Berhenti Merasa Bersalah, Ibu juga Manusia Biasa

Semua

Cerpen | Kupu-kupu Kertas

Preketekketekktek Dorr kretek kretekk Dorr! Bunyi itu berulang kali menjebol telingaku. Disambut teriakan girang orang-orang. Bocahbocah melonjak saking senangnya, seakan mendapat es krim rasa coklat kacang saja. Kampung mendadak kumuh, kertaskertas berhamburan seperti kupukupu putih yang tengah menjelajahi jalanan. Kebiasaan saat ramadhan tiba, meledakkan petasan hampir di setiap malam. Sretttt. Ada bekas luka yang kembali… Continue reading Cerpen | Kupu-kupu Kertas

Me and Hubby

Wortel, Telur dan Bubuk Kopi

Aku harus mengakui jika dosen yang satu ini keren, sampai di kelas sepuluh menit lebih awal. Terbesit dibenakku untuk berlomba-lomba masuk kelas, nyatanya meski aku telah jalan cepat dari mushola sampai ruang B4 di lantai dua, aku masih saja kalah. Beliau telah tersenyum menunggu kami di depan pintu. Aku masuk ke kelas dengan nafas tersengalsengal.… Continue reading Wortel, Telur dan Bubuk Kopi

Me and Hubby, Semua

SuratUntukIbu: Terimakasih Telah Menjadi Segalanya Bagiku

Dear you, Ibu yang Doanya Tanpa Penghalang. Terimakasih telah menerimaku yang tak sempurna dengan penerimaan yang indah. Menemaniku menjalani hari-hari yang sulit, bahkan sejak aku masih berada di rahimmu. Melewati malam-malam panjang saat aku terus-menerus menangis, hingga seseorang menyuruhmu untuk memandikanku tengah malam pada pukul dua belas tepat. Melewati hari-hari yang penuh tantangan dengan kondisi… Continue reading SuratUntukIbu: Terimakasih Telah Menjadi Segalanya Bagiku

Parenting

Terrible Two yang Melelahkan

Si K sedang berada di masa terible two yang sangat melelahkan. Emak yang biasanya nyabar-nyabarin diri enggak bentak, enggak nyubit, jadi gemes sendiri pingin nyubit sekeras-kerasnya. Sejauh ini paling nyubit segedhe gajah, sih, tetapi aku khawatir jika hal ini terus berlanjut dan emosiku kurang terkontrol. Drama tantrum nyaris terjadi berulang-ulang setiap hari. Waktunya mandi, dia… Continue reading Terrible Two yang Melelahkan

Me and Hubby, Parenting

Surat Pendek dan Doa yang Pertama Kali Diajarkan kepada Anak

Usia 0-3 tahun adalah usia emas anak untuk menyerap apapun yang berada di sekitarnya.Golden Age, orang bilang. Konon, pada usia ini apa-apa yang dipelajari oleh anak akan mengendap di alam bawah sadar anak. Si K sudah berusia 20 bulan, aku tinggal memiliki waktu 16 bulan untuk mengajarkan apa-apa yang ingin kuendapkan di otaknya. Aku berniat… Continue reading Surat Pendek dan Doa yang Pertama Kali Diajarkan kepada Anak

Me and Hubby, Parenting

Ekspektasi Vs Realita Menjadi Seorang Ibu

Perempuan mana yang tidak ingin menjadi seorang Ibu? Apalagi kalau sudah menikah, baru menikmati honeymoon seminggu sudah dicecar pertanyaan, gimana? Dah berhasil belum? Apa jadinya jika setahun, dua tahun tidak juga membawa kabar baik berupa dua garis di testpack? Cecaran semakin menjadi, seolah-olah goal hidup setelah pernikahan adalah berlomba-lomba memiliki anak. Padahal, memiliki anak butuh… Continue reading Ekspektasi Vs Realita Menjadi Seorang Ibu