K's Family, Me and Hubby, Parenting

Mengatasi Flu dan Batuk pada Bayi

“Beb, dulu si K waktu bayi, kalau flu dan batuk diapain?”

“Bayiku flu dan batuk melulu, kenapa ya? Perlu diuap?”

“Nafas bayiku grok-grok, aku takut….”

Pertanyaan senada selalu berulang. Serasa de javu, dulu siapa ya yang bertanya seperti ini? Kadang satu orang bisa bertanya seminggu sekali. Jika kujawab, “Kemaren kan dah tanya?” Dengan polosnya menyahut. “Lali.” Hahaha, iya, sih, Ibu newbie mendadak jadi pelupa, emak K dulu juga. Lah piye, memegang bayi merah rasanya kayak megang kaca, deg deg duar takut kenapa-kenapa.

Air Susu Ibu adalah Obat Flu dan Batuk Terbaik

Emak K barisan Emak ASI garis keras. Jadi, bisa ditebak ya kalo pada bertanya cara booster BB, apakah harus menambah susu bantu, emak K pasyi menjawab No! Selama kondisi Ibu dan Bayi tidak dalam kondisi darurat medis, ASI adalah anugrah Robbuna yang enggak boleh disia-siakan, termasuk menggunakannya sebagai obat paling utama bagi bayi.

Saat si K demam, aku memperpanjang durasi ng-ASI. Si K batuk pilek pun, ASI enggak boleh berhenti. Jika batuk dan pileknya membuat hidung mampat dan proses ngASI terganggu, biasanya aku memerah dan memberikannya dengan pipet atau sendok.

Pertolongan Pertama pada Flu dan Batuk bagi Bayi ASIX

Minyak telon adalah salah satu item yang wajib ada di rumah Salatiga. Udara Salatiga yang dingin membuat hidung si K bayi  mampet nyaris di setiap tengah malam. Bahkan sampai si K usia 5 bulan, setiap tengah malam harus digendong, ditimang-timang. Rewel karena hidungnya mampet.

Aku enggak inget berapa kali mengoleskan minyak telon pada dada si K dalam sehari. Setiap kali kudapati hidung si K mampet, aku langsung mengoleskan minyak telon di dadanya. Ya. oleskan minyak telon pada dada bayi setiap kali mendapati bayi batuk atau flu.

Uap Panas Minyak Telon Saat Hidung Bayi Mampet

Jika olesan minyak telon di dada bayi tidak membantu, siapkan sebaskom air panas, kemudian tetesi minyak telon. Letakkan baskom di dekat bayi, tetapi jangan dekat-dekat banget, panas. Biarkan bayi menghirup uap minyak telon. Biasanya aku memposisikan si K dalam posisi tengkurap dan baskom kuletakkan di lantai yang agak jauh dari si K, namun uapnya masih terhirup.

Berlahan-lahan, ingus si K akan meler, biarkan saja, cukup dilap dengan tisu.

Siapkan Bawang Merah untuk Sajen di Kamar Saat Bayi atau Anggota Keluarga Flu dan Batuk

Sajen? Buat nangkal setan, Mak?

Hahaha, bukanlah, buat menyerap virus yang bertebaran di kamar, biar enggak menular ke Ibu dan Bapak, juga sebaliknya. Jadi si bawang merah ini semacam pemutus rantai virus. Cukup tokcer di keluarga kami.

Kami biasanya meletakkan bawang merah yang sudah dicincang kasar di cawan, kemudian ditaruh di dekat tempat tidur. Biar flu dan batuknya enggak muter-muter menular kemana-mana.

Kapan Bayi Flu dan Batuk Dibawa Ke Dokter

Kami bukan anti dokter, tetapi seminimal mungkin tergantung kepada obat dokter. Kami baru membawa si K ke dokter jika:

  1. Batuk dan pilek disertai demam tinggi lebih dari 39 dercel. Jika demam masih kisaran 37-38 dercel, masih bisa ditolong dengan pengobatan sederhana di rumah.
  2. Nafas grok-grok lebih dari 60 kali dalam satu menit. Si K pernah mengalami seperti ini satu kali saat usianya 8 bulan, sampai-sampai mukanya memerah karena nafas yang cepat, oleh dokter diberi pengencer dahak.
  3. Batuk dan Pilek tidak kunjung membaik setelah 3 hari atau lebih.

Bayi Muntah Saat Flu dan Batuk

Seorang bidan favorit emak K, memberitahu kami jika bayi muntah setelah batuk adalah pertanda baik, karena bayi mampu mengeluarkan dahaknya. Ya, muntah adalah cara bayi untuk mengeluarkan dahak. Harus bisa membedakan antara muntah karena mengeluarkan dahak dan muntah karena sakit.

Muntah karena mengeluarkan dahak biasanya hanya berupa cairan kental dan ASI. Muntah karena sakit ditandai dengan perut kembung dan warna muntahan yang tidak wajar. Jika sampai disertai diare, maka harus segera ke UGD.

 

Menulis ini membuat Emak K kangen saat si K bayi, pipi gembil dan hidung nyaris tenggelam. Hahaha, sekarang si K sudah lincah bermain dan bergerak kesana-kemari sampai emaknya kewalahan mengikuti. Time flies so fast ya, Mak, so, enjoy your time with your lovely baby.

 

Salam!

Emak K, Deaf Mommy

 

 

1 thought on “Mengatasi Flu dan Batuk pada Bayi”

  1. MasyaAllah, postingannya mencerahkan, Mak. Bayi Abdillah lagi batuk sekarang. Durasinya alhamdulillah belum terlalu mengkhawatirkan tapi sempat muntah 2x, padahal baru aja ngASI. Semoga memang muntahnya jadi jalan buat kesembuhannya ya, Mak. Aamiin.

    Makasih..

    Salam kenal.

Bagaimana komentar kalian?