Cegah Anyang-anyangan yang Mengganggu dengan Prive Uri-cran

Cegah Anyang-anyangan yang Mengganggu dengan Prive Uri-cran

Anyang-anyangan, sulit buang air kecil yang kerap menimpa wanita merupakan hal yang terlihat sepele namun sangat mengganggu aktivitas seharian. Bahkan jika dibiarkan akan menyebabkan Infeksi Saluran Kemih yang membahayakan kesehatan.

Anyang-anyangan dan Mood yang rusak

Siang itu, selepas dzuhur aku bersiap-siap untuk datang ke acara Taman Pendidikan Al-Qur’an. Mandi, memakai baju dan jilbab terbaik, memakai parfum kesayangan. Jalan beriringan bersama kawan-kawan sembari membayangkan serunya menampilkan seni rebana.

Namun, tetiba semua itu buyar. Aku merasa harus buang air kecil segera. Tanpa pamit ke kawan yang lain, aku bergegas pulang untuk buang air kecil. Rasanya sakit dan yang keluar hanya sedikit. Berulang-ulang. Menyiksa.

Aku menangis sesunggukan sembari berjongkok dan merasakan sakit di daerah kemaluan. Aku kecewa. Ya, kecewa karena gagal turut serta dalam grup rebana hanya karena masalah super sepele, anyang-anyangan.

Itu baru satu kejadian belasan tahun yang lalu. Kejadian terakhir sungguh membuatku malu, anyang-anyangan saat masih pengantin baru.

Dhuar! Hahaha, maaf, ya, obrolan kali ini agak menjurus, tetapi cuma sekilas, kok.

Kala itu, seminggu setelah aqad, kami sekeluarga ke rumah besan. Perjalanan sekitar 6 jam. Saat tiga perempat perjalanan, aku ingin buang air kecil. Tetapi, ah, nanti saja saat di rumah mertua. Toh, sudah tiga perempat perjalanan.

Sampai di rumah mertua, kami berbincang lama. Sebagai orang baru, aku belum berani meminta ijin ke kamar mandi sampai acara selesai. Ya, aku masih menahan-nahan, nanti… nanti saja saat acara sudah selesai. Begitu acara sudah selesai, aku merasa ada yang tidak beres dalam tubuhku.

Organ intimku sakit.

Aku bolak-balik ke kamar mandi, buang air kecil sangat sedikit dengan frekuensi lima menit sekali. Saluran kemih terasa terbakar dan nyeri.

Satu hal yang kusesali, organ intim yang kedudukannya sedang sangat penting justru terganggu karena salahku sendiri, menunda-nunda buang air kecil. Drama pengantin baru. Sangat menyiksa, kamu jangan, cukup aku saja yang mengalami anyang-anyangan di saat yang sangat tidak tepat. Rusak sudah mood untuk berbulan madu.

Anyang-anyangan dan Infeksi Saluran Kemih, Sama atau Beda?

Anyang-anyangan dan infeksi saluran kemih ternyata berbeda, aku mengutip pendapat dr Akbari Wahyudi Kusumah, SPU, dari Detik Health.

Jadi kalau infeksi saluran kemih pasti punya anyang-anyangan. Terus kalau anyang-anyangan nggak selalu infeksi saluran kemih,” kata dr Akbari Wahyudi Kusumah, SpU, dari RS Mayapada Lebak Bulus, Jakarta Selatan.

Jika anyang-anyangan ‘hanya’ buang air kecil berkali-kali, infeksi saluran kemih adalah buang air kecil berkali-kali disertai nyeri di organ intim, dan anyang-anyangan adalah gejala awalnya . Namun keduanya sama, sama-sama berbahaya dan harus segera diobati agar tidak semakin parah.

Infeksi saluran kemih dapat dibagi menjadi dua, yakni Infeksi Saluran Kemih bagian bawah dan Infeksi Saluran Kemih Bagian Atas. Gejala dari kondisi ini meliputi rasa ingin selalu buang air kecil, nyeri atau perih saat buang air kecil, warna urine yang keruh, dan bau urine yang tidak sedap. Sedangkan Infeksi Saluran Kemih bagian atas merupakan infeksi yang terjadi pada ureter dan ginjal. Gejala dari kondisi Infeksi Saluran Kemih bagian atas meliputi nyeri pada bagian selangkangan, mual, dan demam.

Mengapa Wanita Mudah Terkena Anyang-anyangan?

Lain dengan pria yang organ reproduksi serta saluran kemihnya menjadi satu dan tertutup oleh kulit, wanita  mempunyai lubang saluran kemih, liang vagina, dan lubang anus yang letaknya berdekatan dan saling terbuka sehingga bakteri e-colli penyebab utama anyang-anyangan yang biasanya berada di anus dengan mudah menyeberang ke saluran kemih. Sehingga wanita lebih rentan terkena anyang-anyangan.

Penyebab Anyang-anyangan

Dalam kasusku saat masih pengantin baru– yang menyebabkan traumatik sampai sekarang, sehingga aku sangat menandai penyebab anyang-anyangan– ada dua penyebab utama kenapa aku mengalami anyang-anyangan di saat yang sangat tidak tepat, yakni karena menunda-nunda buang air kecil dan celana dalam yang lembab. Ada beberapa penyebab anyang-anyangan yang harus kita hindari, antaralain:

Penyebab Anyang-anyangan

Penyebab Anyang-anyangan

Minum-minuman Bersoda, Kafein atau Berpemanis Berlebihan

Minum-minuman bersoda, kafein atau berpemanis dengan berlebihan dapat menyebabkan anyang-anyangan karena minuman tersebut dapat mengiritasi kandung kemih. Sebaiknya, kita minum air putih minimal 2 liter sehari.

Menunda-nunda Buang Air Kecil

Kala itu aku baru buang air kecil setelah selesai acara, sekitar 4 jam setelah aku merasakan keinginan untuk buang air kecil. Kupikir, bodoh banget aku saat itu. Sekarang aku memutuskan untuk segera buang air kecil daripada menjadi penyebab anyang-anyangan saat suami minta dimanja. Pan horor kalau anyang-anyangan melulu. Heuheuuu.

Kebersihan Organ Intim yang Tidak Terjaga

80% infeksi saluran kemih disebabkan oleh bakteri e-colli. Dulu saat aku masih SMA, aku sangat kenal dengan bakteri e colli yang bermanfaat dalam pembusukan sisa makanan di usus besar. Saat berada di usus besar, selain membantu pembusukan makanan, bakteri e colli juga membantu membasmi bakteri-bakteri jahat.

Namun, tidak demikian saat bakteri e colli KELUAR dari usus besar. Bakteri ini berubah menjadi musuh ketika berada di luar usus besar. Jika sampai bakteri e colli menyeberang ke saluran kemih, bakteri ini akan menjadi penyebab utama infeksi saluran kemih.

Horor.

Biasanya bakteri e colli yang keluar melalui anus, menyeberang ke saluran kemih melalui cara-cara berikut ini:

Celana dalam yang lembab

Bakteri e colli bisa bertahan hidup dalam keadan asam dan lembab. Celana dalam yang lembab bisa membuat bakteri e colli penyebab anyang-anyangan jalan-jalan ke arah saluran kemih, apalagi saluran kemih wanita sangat dekat dengan anus. Jalan-jalan, kata emak K, dikira bakteri suka travelling.

Pembalut yang Lembab

Sama dengan celana dalam yang lembab, pembalut yang lembab sangat memungkinkan menjadi perantara bakteri e-colli penyebab anyang-anyangan jalan-jalan ke arah saluran kemih.

Air yang Tidak Higienis

Air di dalam toilet yang tidak rutin diganti bisa menjadi tempat berkembang biak bakteri e colli penyebab anyang-anyangan. Brr, bukan jalan-jalan lagi, tetapi juga beranak-pinak membelah diri. So, pastikan air di dalam toilet adalah air yang bersih.

Toilet yang Tidak Dibersihkan Secara Rutin

Toilet berpotensi meninggalkan bakteri e-colli penyebab anyang-anyangan dan menularkan ke yang lain jika setelah buang air besar tidak dibersihka dengan tuntas. Baik toilet duduk maupun toilet jongkok, sama-sama berpotensi menjadi tempat berkembang biak bakteri e colli.

Cara Membersihkan Organ Intim yang Keliru

Dulu saat pelajaran fiqh perihal membersihkan najis, yai mewanti-wanti agar membersihkan organ intim dengan air bersih dari depan ke belakang. Ternyata, hal ini tidak dapat disepelekan. Membersihkan organ intim dari depan ke belakang bermanfaat untuk mencegah bakteri e colli penyebab anyang-anyangan berpindah dari anus ke saluran kemih. Jika kita membersihkan secara terbalik, sangat berpotensi bakteri e colli berpindah ke saluran kemih dan menyebabkan infeksi.

Perilaku Seks yang Menyimpang

Anal Sex, sex melalui anus merupakan salah satu penyebab anyang-anyangan yang berlanjut ke infeksi saluran kemih. Perilaku sex menyimpang ini selain mengiritasi anus juga sangat berpotensi menularkan bakteri e-colli yang berada di anus ke dalam saluran kemih.

Resiko Anyang-anyangan yang Dibiarkan

Anyang-anyangan tidak bisa dianggap sepele. Anyang-anyangan yang dibiarkan bisa berlanjut ke infeksi saluran kemih karena bakteri e-colli naik ke saluran kemih, menginfeksi kandung kemih dan menyebabkan menyebabkan gangguan kesehatan kandung kemih atau sistem perkemihan, seperti infeksi saluran kemih, dan batu pada saluran kemih yang biasa disebut batu ginjal yang disebabkan oleh penumpukan racun di kandung kemih. Horor, yak. Brrr.

Jika anyang-anyangan disertai kemerahan pada kemih atau percik darah pada urin, segera ke dokter agar diperiksa apakah terjadi Infeksi Saluran Kemih yang berbahaya untuk mendapatkan tindak lanjut agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Cara Mencegah Anyang-anyangan

Trauma mengalami anyang-anyangan disaat yang sangat tidak tepat, aku menerapkan langkah-langkah sederhana yang bisa mencegah anyang-anyangan. Langkah ini sangat mudah, murah dan tidak membutuhkan tenaga yang banyak.

Langkah Sederhana untuk Mencegah Anyang-anyangan

Langkah Sederhana untuk Mencegah Anyang-anyangan

  • Minum air putih 2 liter sehari
  • Tidak menahan buang air kecil,
  • Menjaga kebersihan organ intim,
  • Memakai celana dalam yang agak longgar dan kering,
  • Mengganti pembalut saat pembalut mulai lembab,
  • Membilas dengan air bersih dari depan ke belakang setelah buang air kecil,
  • Menjaga kebersihan toilet,
  • Menghindari anal sex,
  • Mengkonsumsi cranberry.

 

Wait, cranberry? Apa itu, Mak?

cranberry-obat-anyang-anyangan

Cranberry, Source: Blogger Perempuan

Cranberry merupakan sejenis buah berry dengan rasa yang asam.  Bentuknya bulat, kecil dan berwarna merah menyala. Buah Cranberry diketahui efektif mencegah Infeksi Saluran Kemih karena memiliki Proanthocyanidin yang dapat menghambat perlekatan bakteri E.coli di saluran kemih.

Dimana bisa beli cranberry?

Sayangnya, buah cranberry yang populer di negara-negara barat masih sangat langka di Indonesia karena belum banyak yang membudidayakan. Selain langka, harganya juga sangat mahal. Di sebuah e-commerce, buah cranberry kering dipatok Rp. 130.000,00 per kg. Aduh, selain mahal banget juga serasa mubadzir jika dikonsumsi sendirian karena tanggal kadaluarsa yang pendek. Hehehehe.

Tetapi, tenang, kita bisa mengkonsumsi Prive Uri-cran yang jauh lebih praktis, higienis dan ekonomis daripada mencari buah cranberry kering.

Prive Uri-Cran, Ekstrak Cranberry Pencegah Infeksi Saluran Kemih

Prive Uri-Cran, solusi alami untuk mencegah anyang-anyangan dan Infeksi Saluran Kemih. Salah satu produk Combiphar ini dirancang untuk mencegah infeksi saluran kemih dan infeksi saluran kemih berulang yang bisa dikonsumsi kapan saja dan dimana saja. Tersedia dua pilihan, serbuk dan kapsul.

Prive Uri-Cran Serbuk

Uricran serbuk, source: Blogger Perempuan

Prive Uri-Cran serbuk mengandung 375 mg Ekstrak Cranberry, 60 mg Vit C, 0.1 mg Lactobacillus Achidopillus, 0.1 mg Bifidobacterium bifidum. Yang dikemas dalam bentuk sachet.

Dosis Prive Uri-cran Serbuk: 1-2 Sachet / Hari

Isi per Box: 15 Sachet / Box

Harga Prive Uri-cran Serbuk: Rp. 117.000/ box (Di ecommerce)

Prive Uri-Cran Kapsul

Prive Uricran Kapsul, source: Blogger Perempuan

Prive Uri-Cran Kapsul mengandung 250 mg Ekstrak Cranberry.

Dosis Prive Uri-Cran Kapsul: 1-2 Kapsul / Hari

Isi per Box: 30 Kapsul / Box

Harga Prive Uri-Cran Kapsul: Rp. 125.00,00/ box (Di ecommerce)

Kapsul atau Serbuk?

Jika Prive Uri-Cran kapsul 100% merupakan ekstrak cranberry, Prive Uri-cran serbuk selain ekstrak cranberry juga mengandung vitamin C dan probiotik Lactobacillus Achidopillus, Bifidobacterium bifidum.

Milih kapsul atau serbuk? Itu mah suka-suka kita, yak. Hahaha. Emak K paling horor disuruh minum obat berbentuk tablet atau kapsul, susah bener nelennya. Jadi milih minum Prive Uri-Cran serbuk saja. Rasanya asem-asem seger. 😀

Dimana Mendapatkan Prive Uri-cran?

Kita bisa mendapatkan Prive Uri-cran di apotik terdekat, bahkan supermarket langganan pun sudah menyediakan Prive Uri-cran. Jika pun sedang malas keluar rumah, kita bisa memesan melalui e commerce, tinggal menunggu abang kurir datang ke rumah. Kita juga bisa mendapatkan Prive Uri-Cran dengan cara belanja langsung ke website resmi Prive Uri-cran.

Emak K dan Prive Uri-Cran

Tahu sendiri, kan, Emak K paling horor menelan obat berbentuk kapsul dan tablet, serasa mengganjal di tenggorokan. Pun, Emak K memiliki traumatik dengan anyang-anyangan yang mengganggu pengantin baru. Bhuahahaha, emoh banget kalau terulang lagi, plis.

Prive Uricran Serbuk

Prive Uri-cran Serbuk

Karena emoh mengalami anyang-anyangan di saat yang sangat tidak tepat, aku mengkonsumis Prive Uri-cran serbuk. Hmmm, mau tahu kesan emak K dengan Prive Uri-Cran?

Praktis

Iya, Prive Uri-cran ini jauh lebih praktis untuk mencegah dan mengobati anyang-anyangan daripada mengikat jempol dengan tali karet. Wkwkwkwk, hayoloh, ada enggak yang pernah diajari begitu setiap kali anyang-anyangan? Apalagi kalau di rumah enggak sedia karet, bingung lah mau nyari kemana lagi. Kalau Prive Uri-cran serbuk favorit emak K, tinggal sobek kemasan, larutkan dalam air matang, lalu diminum. Rasanya asam-manis, segar.

Mudah Menyimpan

Lain dengan Cranberry kering yang harus disimpan di dalam kulkas degan wadah tertutup rapat, Prive Uri-cran sangat mudah menyimpannya, cukup taruh di kotak obat dalam suhu ruang dan keadaan kering.

Long Lasting

Hahahah, dikira pacaran pakai istilah long lasting. Wkwkwkwk, habis aku bingung mencari padanan kata yang pas. Prive Uri-cran terhitung lama tanggal kadaluarsanya jika dibandingkan dengan Cranberry kering ataupun segar. Jadi, Prive-Uricran bisa digunakan untuk sediaan obat di rumah.

 

Mudah Dibawa Kemana-mana

Tak gembol kemana-mana, tak gembol kemana-mana… wkwkwk, mau pakai istilah tak gendong kayak lagunya almarhum mbah Surip kok terkesan lebay, jadi diganti tak gembol aja. Prive Uri-Cran, baik yang kapsul maupun yang serbuk, sangat praktis dibawa kemana-mana. Tjotjok menemani di segala situasi, lagi travelling, bawa. Sedang ada hajatan, bawa. Sedang outbond yang becek-becek dan khawatir terdapat bakteri e-colli, bawa Uri-cran, minum sebagai ikhtiar agar bakteri e-colli tidak menginfeksi saluran kemih.

Goodbye, Anyang-anyangan. Goodbye Infeksi Saluran Kemih. Goodbye, perusak mood dan bulan madu, eh.

 

 

Sumber: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-3658761/apa-sih-bedanya-infeksi-saluran-kemih-dengan-anyang-anyangan (Diakses tanggal 9 Maret 2018)

http://mahasiswa.dinus.ac.id/docs/skripsi/lengkap/18980.pdf (Diakses tanggal 10 Maret 2018)

http://www.alodokter.com/infeksi-saluran-kemih

Pencarian Terkait:

  • Prive Uricran
Re, Menyepilah Sejenak ke Curug Tujuh Bidadari

Re, Menyepilah Sejenak ke Curug Tujuh Bidadari

Dear, Re. Apakabar? Semoga dalam lindungan Rabbuna senantiasa. Maaf, ya. Belakangan aku tidak bisa menemanimu untuk bercerita seperti saat aku masih gadis. Kaupasti memaklumi tugasku sebagai seorang istri dari abah K dan ibu dari si K yang sedang berada di masa-masa terrible two. Aku sengaja membuat surat ini untuk mengganti percakapan-percakapan yang tergadai.

Dear, Re. Jodoh sudah ada yang Mengatur. Tugas kita hanya berikhtiar, selebihnya pasrahkan pada Rabbuna. Usah dengarkan komentar orang-orang. Mereka yang sering membuatmu sakit hati karena komentar yang sangat tidak elok, barangkali tidak tahu bagaimana cara yang indah untuk menunjukkan rasa peduli.  Daripada waktumu habis untuk mendengarkan celotehan yang membuat rasa syukurmu akan nikmat Robbuna berkurang, lebih baik kaugunakan saja untuk berpetualang mentaddaburi alam-Nya.

Percayalah, suatu saat kauakan merindukan masa-masa berpetualang tanpa beban. Ya, konsekuensi menikah tidak sebatas melepaskan status jomblo. Kauakan paham jika masa itu tiba.

Dear, Re. Aku akan menceritakan satu tempat yang keren, dimana saat kaumengunjungi tempat itu, semangatmu akan tumbuh melesat, otakmu kembali jernih. Ya, Curug Tujuh Bidadari, air terjun yang paling kurekomendasikan untukmu. Karena apa? Aku akan menjawabnya nanti. Spesial untukmu, Re.

Disambut Alam nan Cantik sejak dalam Perjalanan

Curug Tujuh Bidadari, namanya. Aku mengunjunginya bersama tiga sahabat. Kaupasti tahu siapa mereka saat melihat foto-fotoku nanti, Re. Curug yang terletak di desa Keseneng, Kecamatan Sumowono ini akan membuatmu berdecak kagum, bahkan sebelum kamu sampai ke lokasinya, Re. Aku bahkan berulangkali menyebut nama-Nya yang begitu Agung.

Dari Salatiga, kami melewati jalan tol yang saat itu belum beroperasi. Sepanjang jalan, aku menikmati gabungan keindahan Rawa Pening, hamparan sawah dan Gunung Merbabu. Kelak, jika kaukesini menggunakan mobil, kauwajib melewati jalan tol ini. Catat, rencanakan untuk melewati tol ini saat menjelang pagi atau menjelang sore. Demi apa jika bukan demi menikmati pemandangan fajar atau senja, kauakan terkagum-kagum kehabisan kata saat menikmati semburat jingga.

Mejeng Sejenak di Jalan Menuju Curug Tujuh Bidadari :p (Dokumen Pribadi)

Memasuki kawasan wisata Bandungan, kauakan disambut hamparan sawah dan ladang bunga. Dingin mulai menyapa tubuh. Jangan lupa bawa jaket, ya. Udara di kawasan wisata Bandungan ini terhitung sangat dingin. Beberapa kali aku berjumpa dengan halimun dan kabut. Mataku dimanjakan dengan hijaunya sayur dan warna-warni kembang. Percayalah, Re, aku tidak sedang di-endors saat menulis surat ini untumu.

Jalan meliuk-liuk. Lebih sering menanjak dan menikung daripada lurus seperti jalan tol. Pastikan dulu segala hal tentang kendaraanmu dalam keadaan aman, penuhi tank bahan bakar dulu. SPBU terdekat berada di dekat Gapura Kawasan Wisata Gedong Songo. Jika menyetir, matamu harus awas karena beberapa kali aku menjumpai pengendara yang menyetir sakpenak udele dewe.

Entah di tikungan keberapa setelah gerbang selamat datang di Kawasan Wisata Bandungan, ada plang penunjuk arah ke kawasan wista Curug Tujuh Bidadari. Jalan menuju Curug Tujuh Bidadari sangat halus, mobil bisa melewati jalan ini, tetapi harus bergantian jika ada yang bersisian dari lawan arah.

Sayang, papan penunjuk arahnya belum lengkap. Ada beberapa ruas simpangan yang tidak ada penunjuk arah. Tidak apa, kaubisa menggunakan Google Map, Re. Jaman digital begini, kauharus pandai-pandai memanfaatkan telepon pintarmu. Jangan manja. Hahaha, eh, tetapi aku berbaik hati menunjukkan lokasi Curug Tujuh Bidadari di sini. Kautinggal simpan offline di telepon pintarmu. Simpan offline, ya, untuk jaga-jaga jika kehilangan sinyal. Sinyal beberapa operator mendlap-mendlep enggak karuan di Kawasan Wisata Bandungan.

Disimi belum terjangkau oleh angkutan umum. Bisa, sih, kalau mau naik angkudes dari pasar Ambarawa jurusan Bandungan, turun di gang masuk ke Curug Tujuh Bidadari, lalu ngojek. Tetapi ini tidak recomended, sebab tukang ojeknya kadang ada, kadang tidak. Semoga suatu saat nanti ada angkutan umum yang menjangkau kawasan wisata.

Curug Tujuh Bidadari, Air Terjun yang Bersahabat

Dari sekian air terjun yang pernah kukunjungi, Curug Tujuh Bidadari adalah air terjun yang lokasinya paling bersahabat. Jarak air terjun paling-paling hanya 300 meter dari parkiran, dengan jalan yang landai. Serius, kita tidak perlu bersusah payah mendaki untuk sampai ke air terjun, most recomended jika kamu berwisata dengan rombongan lansia.

Dari segi karcis pun kantongable, Re. Kauhanya perlu membayar tiket Rp.3.000,00, iya, tiga ribu rupiah perorang plus parkir. Aku dulu dikenakan tarif Rp. 1.000,00 per motor, kurang tahu jika mobil, paling tidak sampai membuat kantongmu terkuras.

Curug Tujuh Bidadari, Pesona Air Terjun Kabupaten Semarang yang tidak Tergantikan

Paling kaumembatin, Widut ngegombal, kan, Re? Hahaha, lah, setiap tempat mempunyai kesan tersendiri. Enggak ada satu pun yang menggantikan. Pun Curug Tujuh Bidadari dengan air terjun dan pesona alamnya. Dingin dan gemericik air terjun masih bisa kurasakan sampai sekarang setiap kali memandang foto-fotonya.

Boleh jadi aku tidak punya mantan yang berkesan, tetapi aku punya Curug Tujuh Bidadari yang tidak tergantikan.

Hahahaha. Tertawalah sepuasnya, Re. Asal kaubahagia, aku rela. 😀

Legenda yang Memayungi Curug Tujuh Bidadari

Pertama mendengar namanya, aku langsung teringat dengan Legenda Jaka Tarub. Dulu, Bapak sering bercerita tentang Jaka Tarub ini, sampai-sampai aku penasaran dimana lokasi air terjunnya. Ternyata, masyarakat di sekitar desa Keseneng meyakini jika Curug Tujuh Bidadari merupakan tempat dimana Jaka Tarub mengintip tujuh bidadari dan menyembunyikan selendang salah satu diantara mereka.

Konon, sebelum ada tujuh bidadari, Curug ini bernama Curug Bali. Setelah Jaka Tarub mengintip tujuh bidadari yang sedang mandi, Curug tersebut berubah menjadi Curug Tujuh Bidadari. Bidadari yang selendangnya disembunyikan oleh Jaka Tarub tidak bisa kembali lagi ke khayangan, Nawangwulan, namanya.

Hamparan Sawah dan Sungai di Sekitar Curug Tujuh Bidadari

Turun dari parkiran, mataku dimanjakan oleh hamparan sawah dan sungai. Kata apa yang berulangkali kuucapkan selain menyebut nama-Nya, Re. Langit biru dan udara yang dingin semakin membuatku larut dalam perenungan.

Mejeng di Jembatan Menuju Curug Tujuh Bidadari (Dokumen Pribadi)

Keren, kan, Re? Abaikan jilbabku yang enggak karuan itu, aku kadung bahagia dengan hamparan ciptaan-Nya dan enggak sempat dandan saat dijepret.

Curug Tujuh Bidadari, Air Terjun Tiga Tingkat yang Segar

Sampai di lokasi, hatiku tak henti berdecak kagum. Subhanallah… Terlihat air terjun tiga tingkat dengan kolam di bawahnya. Ada tali pegangan yang membantu pengunjung agar tidak terpeleset. Nah, kan, Re, kautidak butuh pacar hanya untuk pegangan, ada tali disini. Enggak usah galau.

Tali Menuju Lokasi Curug (Dokumen Pribadi)

Sebelum berjalan ke air terjunnya, aku memilih untuk menghabiskan waktu sejenak untuk berbincang di bebatuan bersama sahabat sembari bermain kecipak-kecipak air yang bening. Melihat air bening seperti itu, siapa yang tidak tergoda untuk bermesraan dengannya sih, Re?

Sungai dekat Curug ini sangat dangkal. Kita bisa bermain disini bersama anak-anak kecil. Berbasah-basah ria, atau sekedar duduk-duduk di bebatuan. Aku menyempatkan diri untuk wudhu. Kala air itu kusapukan ke wajah, Subhanallah, Re, segaaarrrr banget!

Bebatuan di Curug Tujuh Bidadari Asik buat Ngobrol (Dokumen Pribadi)

Sampai di Curug, aku melihat ada tulisan kedalaman kolam 10 m. Dalam, ya? Jalannya pun terlihat menanjak dan licin, tetapi bukan Widut namanya, Re, kalau tidak penasaran. Pantang menyerah sebelum mengerahkan segala usaha, aku ingin berwudhu langsung di kucuran air terjun itu, Re. Allah Mengabulkan doaku, enggak cuma wudhu di air terjun, aku bisa sampai ke bebatuan di atas air terjun dengan bantuan tali pegangan. Siapa bilang hanya tangan pacar yang bisa menuntun? Hahaha.

Oh, iya, aku lupa, Re. Kaujangan lupa membawa sandal jepit. Sandal sejuta umat yang sangat nyaman dipakai di medan licin seperti ini. Kalau memakai sepatu, lebih baik dilepas saja. Nyeker lebih aman. Pun, patuhi instruksi penjaga. Jika dilarang, jangan nekat. Saat itu aku diijinkan oleh penjaga untuk naik ke atas karena debit air terhitung aman.

Menimati Kucuran Air di Curug Tujuh Bidadari (Dokumen Pribadi)

Jika diperhatikan benar-benar, Re. Air terjun ini terdiri dari tiga tingkat, dengan jumlah kucuran sebanyak tujuh buah. Aku lebih percaya penamaan Curug Tujuh Bidadari berdasarkan jumlah kucuran ini. Hahaha, pengunjung cerewet, ya. :p

Pemandangan Curug Tujuh Bidadari Secara Keseluruhan (Dokumen Pribadi)

Keindahan belum Usai saat Beranjak Pulang

Hari sudah mulai sore, kami berniat untuk sholat di mushola. Ya, fasilitas disini sangat lengkap, Re. Mushola, Kamar Mandi, serta tempat makan yang kantongable. Saat itu kami makan dulu sebelum sholat. Dari sekian menu, aku memilih untuk makan gendar pecel di warung berdinding bambu berantap rumbia, eh, atapnya terbuat dari serabut-serabut, enggak tahu serabut apa. Hehehe.

Saat membayar, kami terkejut bukan main. Biasanya, harga di tempat wisata tergolong mahal, di Curug Tujuh Bidadari, Gendar Pecel semangkuk penuh hanya dipatok Rp. 5.000,00. Duh, syurga banget buat cuci mata saat kantong tepos, Re. Maaf, aku tidak sempat mendokumentasikan makanannya, keburu lapar, Re. Mana sempat foto.

Sembari mencari mushola, kami berjalan beriringan melewati jembatan dan lorong bambu. Hahaha, apa ya istilah yang tepat untuk jembatan berbentuk rumah bambu ini, Re?

Lorog dan Jembatan di Curug 7 Bidadari nan Instagramable (Dokumen Pribadi)

Disini, seperti kebiasaanku dulu, aku tetap memasukkan sampah ke plastik dan kumasukkan di kantong tas. Sayang banget jika pemandangan seindah ini harus rusak oleh sampah berserakan. Disini bersih banget, Re. Kamar mandi, musholanya, semuanya, bersih dan terawat. Bahkan mukena yang berada di dalam pun harum. Kau jangan sekali-kali merusaknya dengan sampah atau coretan.

Kausiap berpetualang kemari, Re? Ehm, kaucatat petuah-petuahku, enggak? Hahaha, pasti lupa, ya. Kuringkaskan untukmu, Re. Agar kau tidak lupa apa yang harus kaulakukan jika akan ke Curug Tujuh Bidadari.

Tips Emak K

Kemana setelah ini?

Kemana setelah ini? Banyak sekali, Re. Tidak cukup waktu 24 jam untuk menjelajah Pesona Kabupaten Semarang di area Bandungan ini. Iya, cuma di area Bandungan saja kaubutuh waktu berhari-hari untuk menjelajahnya. Apalagi Kabupaten Semarang secara keseluruhan. Selain butuh waktu panjang, juga butuh stamina yang kuat karena rata-rata harus mendaki menaiki bukit menuruni lembah. Eh, jadi ingat kartun jadul Ninja Hatori.

Aku sengaca nyicil, Re. Sebab aku tidak sanggup menyelesaikan penjelajahan dengan marathon, bisa remuk tulang-tulangku. Tetapi, jika kauingin menjelajah lagi, aku bisa memberimu beberapa rekomendasi tempat. Tenang, di kawasan Bandungan ini banyak tersedia hotel, dari kelas melati hingga kelas anggrek, eh, hotel berbintang, maksudku. Tinggal kaupilih saja sesuai dengan alokasi kantong.

Candi Gedongsongo

Lokasinya tidak jauh dari Curug Tujuh Bidadari, ada gapura selamat datang yang besar. Jalan menuju ke Candi Gedongsongo sangat menanjak, jauh lebih menanjak daripada jalan yang kita tempuh menuju Curug Tujuh Bidadari. Jadi, pastikan dulu segalanya oke, ya.

Untuk melihat candi-candi Gedong Songo, kita harus mendaki bukit. Jika malas mendaki bisa menyewa kuda. Nanti dituntun oleh pawangnya, kok, jadi jangan khawatir kudanya ngamuk. Hehehe

Grojogan Klenting Kuning

Air terjun satu ini, meskipun lokasinya tidak jauh dari Curug Tujuh Bidadari, tetapi memiliki karakteristik yang unik. Grojogan Kemuning memiliki tanah yang cenderung merah-kekuningan, sehingga air terjunnya terkesan kuning.

Wisata Kampung Krisan Bandungan

Wisata ini masih berada di kawasan Candi Gedong Songo, Re. Masih menjadi wishlist-ku. Aku belum keturutan untuk memanjakan mata kesini. Beberapa kali iri melihat foto teman-teman bertebaran. Oh, betapa senangnya berada di tengah-tengah bunga krisan yang sedang bermekaran.

Pasar Bandungan

Di pasar Bandungan ngapain? Beli oleh-oleh, Re. Kalo aku, sih, biasanya beli bunga dan buah-buahan yang lagi musim. Daripada beli di pinggir jalan, beli di pasar Bandungan harganya jauh lebih bersahabat. Belilah sayur dan buah-buahan sekuat yang kaubawa, segar sayurnya, fresh!

Jika kaumenginginkan oleh-oleh makanan matang, kaubisa memilih Tahu Bakso Ungaran, Tahu Serasi, atau makanan lain yang tersedia di deretan pasar Bandungan.

Beberapa Wisata Bandungan (Candi Gedongsongo & Grojogan Klenthing Kuning: Dokumen Pribadi, Kampung Krisan: Dokumen Oky Wulan Maulina)XZX

Re, suratku kali ini terlalu panjang. Masih banyak tempat wisata di kawasan ini yang semakin membuatmu jatuh hati dengan Pesona Kabupaten Semarang. Kapan-kapan aku sambung lagi, ya, Re. Semoga suatu saat kita bisa menikmati Pesona Kabupaten Semarang bersama-sama.

Selamat beraktivitas, Re. Rabbuna Melindungimu, selalu.

 

Tulisan ini dibuat untuk mengikuti Lomba Blog Pesona Kabupaten Semarang

Pencarian Terkait:

  • cara mandi tujuh bidadari
  • gambar kartun bidadari dan bunga
  • niat mandi tujuh bidadari
  • tempat jaga tarub Satu bandungan
5 Obat Batuk Berdahak Tradisional Andalan Keluarga

5 Obat Batuk Berdahak Tradisional Andalan Keluarga

Jadi Emak harus bakoh. Anak-anak, apalagi masih batita, sering banget sakit. Entah batuk, diare, pilek, panas… Pokoknya Emak harus setrong, jangan mudah stres.

Lupa, siapa yang berkata kepadaku seperti itu saat aku mengabarkan jika si K pilek dan batuk. Memang, sih, adaaa saja yang terjadi pada si kecil. Kami mempunyai standar sendiri untuk membawa si kecil ke bidan atau dokter, sebisa mungkin kami memberikan treatmen sederhana dengan obat-obatan tradisional yang ada di rumah. Jika demam masih ditataran 39 dercel dan si K tidak rewel, kami memilih untuk menggendong si K dan mengompres dengan daun jarak.

Pun jika si K batuk, jika batuk berdahak tidak membuatnya sesak nafas dan belum ada 3hari, kami memilih untuk memberikan obat-obatan tradisional warisan leluhur. Manjur, kah? Alhamdulillah, rerata batuk si K reda dengan obat-obatan tradisional tersebut. Seingatku, baru satu kali aku panik membawa si K ke dokter karena batuk berdahak membuat nafasnya tersengal-sengal hingga lebih dari 60 kali per menit, itu pun oleh dokter hanya diberikan obat batuk satu macam untuk diminum tiga hari.

Minyak Kelapa

Minyak kelapa, atau kerap disebut dengan VCO, Virgin Coconut Oil, merupakan salah satu obat yang selalu siap sedia di rumah. Aku mengenal obat ini dari mbak Arinta Adiningtyas. Selain digunakan sebagai pertolongan pertama saat batuk, VCO juga bisa membantu menguatkan daya tahan tubuh saat badan terasa semlenget.

Cara Menggunakan VCO sebagai Obat Batuk

Untuk mengobati batuk si K, aku menggunakan VCO dua kali satu sendok makan setiap pagi dan sore. Sebelum menyuapkan VCO ke anak, sebaiknya dites dulu apakah anak mau menelan atau tidak karena VCO rasanya eneg untuk sebagian orang. Si K bisa nyantai menelan VCO karena sudah terbiasa sejak usia 7 bulan.

Biasanya, si K saat diberi VCO akan BAB lebih sering dari biasanya. Tetapi jangan khawatir, selama bukan diare parah,  itu merupakan pertanda jika VCO sedang bekerja untuk memperbaiki daya tahan tubuh tubuh.

Perasan Jeruk Nipis plus Kecap

Perasan jeruk nipis dan kecap adalah obat batuk andalan yang tidak hanya manjur untuk si K, tetapi nyaris semua anggota keluarga cocok menggunakan ramuan ini. Caranya yang simpel dan rasanya yang enak dibandingkan ramuan obat batuk lain, perasan jeruk nipis dan kecap menjadi favorit keluarga. Bahkan si K terlihat menikmati dengan menjilat-jilat perasan jeruk nipis dan kecap yang tersisa di sendok. Wkwkwk.

Cara Menggunakan Jeruk Nipis dan Kecap sebagai Obat batuk

Belah jeruk nipis, peras dan buang isinya. Campurkan dengan kecap, takaran kecap dikira-kira saja. Kemudian aduk rata hingga perasan jeruk nipis dan kecap tercampur.

Untuk orang dewasa, biasanya kami mengkonsumsi satu buah jeruk nipis dalam sekali minum, diminum tiga kali sehari. Untuk si K yang masih 1.5 tahun, aku hanya menggunakan setengah jeruk nipis dalam sekali minum, diminum dua kali sehari pagi dan sore.

Sekedar catatan, perasan jeruk nipis dan kecap tidak disarankan bagi yang memiliki gejala maag akut.

Bunga Belimbing Wuluh

Ternyata, belimbing wuluh tidak hanya buahnya saja yang memiliki banyak manfaat. Bunganya yang wangi dan berwarna merah tua pun juga menyimpan manfaat, salah satunya bisa digunakan sebagai obat batuk berdahak tradisional.

Bunga belimbing wuluh ini merupakan favorit Bapak Mertua dan Abah K, Emak K belum pernah mencoba karena kadung ngilu membayangkan makan bunga, kayak di tontonan reog jaman kecil. 😀

Cara Menggunakan Bunga Belimbing Wuluh Sebagai Obat Batuk

Petik bunga belimbing wuluh, cuci terlebih dahulu, kemudian makan langsung. Takarannya? Dhawuh Bapak Mertua, “Sak klengermu.” Hahaha, terserah mau memakan berapa banyak bunga belimbing wuluh. Tidak ada aturan yang pasti, but, its work, . Manjur banget untuk Bapak Mertua.

Perasan Kencur

Perasan kencur menjadi alternatif kedua saat sulit mencari jeruk nipis. Kencur termasuk bumbon pawon yang harus tersedia di rumah Salatiga. Akar Rimpang yang mirip dengan temu kunci ini bisa digunakan sebagai obat batuk tradisional yang aman untuk penderita maag.

Cara Menggunakan Perasan Kencur sebagai Obat Batuk

Bersihkan kencur terlebih dahulu, biasanya kami hanya mencuci sampai bersih dan membiarkan kulitnya. Kemudian parut atau bisa juga di-uleg sampai lembut. Berikan sedikit air. Minum langsung, bisa juga dicampurkan dengan madu.

Salah seorang sahabat pernah menganjurkan untuk memberikan perasan kencur yang telah dicampur dengan madu saat bangun tidur, perasan kencur dan madu ini akan membuat anak memuntahan dahak. Tetapi aku belum pernah mencobanya sama sekali, horor membayangkan si K muntah pagi-pagi. Heuuu.

Bawang Merah

Dulu, saat au masih kecil, aku selalu melihat baang merah yang ditancapkan di sapu lidi setiap kali ada bayi baru lahir. Kalian ada yang melihat? Rasanya, itu hanya mengada-ada saja, tetapi belakangan aku tahu jika hal tersebut digunakan agar virus-virus yang ada di sekitar bayi diserap oleh bawang merah. Dan aku menyesal telah menuduh orang dahulu serba takhayul. Eh.

Cara Menggunakan Bawang Merah sebagai Ikhtiar Penyembuh Batuk

Nyiahahaha, panjang banget sub judulnya. Wkwkwkwk, habis ini bukan obat yang harus ditelan, sih. Lebih tepatnya, bawang merah digunakan sebagai pendukung obat batuk tradisional yang lain. Hahaha, mbulet si WiDut. :p

Bawang merah adalah andalanque setiap si K badannya semlenget, entah karena batuk, demam, pilek, dll. Caranya pun cukup simpel:

Parut bawang merah, jika nggak sempat memarut, cukup dibejek-bejek dengan bantuan kuku, kemudian campurkan dengan minyak telon. Balurkan ke tubuh anak secara merata sembari dipijat-pijat cinta. Lakukan secara rutin setiap menjelang tidur dan setelah mandi.

Jangan lupa, sediakan bawang merah yang telah dibelah di dekat tempat tidur anak. Hal ini juga kulakukan saat orang tuanya batuk atau pilek agar tidak menular ke si K.

Catatan: DICOBA DULU sedikitsebelum membalurkan ke seluruh badan, jika anak tambah rewel, nangis, atau kulitnya kemerahan, itu artinya anak tidak kuat menghadapi serangan bawang merah. EH, maksudku, kulit anak sensitif dengan bawang merah, STOP sampai disini dan JANGAN DIPAKSAKAN, ya.

 

Nah, itu dia 5 obat batuk berdahak tradisional andalan. Obat-obatan ini bukan untuk mengesampingkan medis lho, ya. Jika anak/ keluarga batuknya tidak membaik dalam 3 hari, artinya WAJIB dibawa ke dokter untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Ada yang mempunyai obat batuk tradisional andalan yang belum ada di list ini? Berbagi di komen, yuk! 🙂

 

 

 

Pencarian Terkait:

  • vco untuk batuk
  • obat batuk berdahak anak tradisional
  • minyak kelapa untuk batuk bayi
  • https://widiutami com/5-obat-batuk-tradisional-andalan-keluarga html
  • Obat batuk untuka anak 5 tahun yg direkomendasikan bidann
  • vco obat batuk
  • widiutami com
  • cara alami menghilangkan batuk lendir dan demam pada anak dengan bawang merah
  • batuk berdahak ramuannya apa
  • https://googleweblight com/i?u=https://widiutami com/5-obat-batuk-tradisional-andalan-keluarga html&grqid=41Yej7vE&s=1&hl=id-ID

Berdamai dengan Masa Lalu

Bah, menurutmu kalau mengulik-ulik masa lalu pasangan itu bagaimana?

Tanyaku, pada suatu sore di beranda rumah.

Abah K menoleh, “Haiya, ora ana gunane ta, Yi?”

Serunya, tidak ada gunanya. Aku diam, memberikan kesempatan kepada beliau untuk membeberkan pendapatnya.

Jika sudah tahu tentang masa lalu itu, tentang apa saja yang telah dilakukan, terus bagaimana? Mau apa?

Aku tertawa kecil, mengangguk-angguk, betapa selama ini beliau tidak pernah mengungkit-ungkit masa laluku. Kami memang terbiasa membicarakan apapun, termasuk apa-apa yang mengganjal di hati.

Obrolan ini bermula ketika aku bingung menjawab curhatan seorang sahabat. Aku ingin mengetahuinya dari sudut pandang seorang suami, bukan hanya sudut pandang seorang istri yang lebih banyak melibatkan perasaannya. Laki-aki dan perempuan memang makhluk yang bertolak belakang, jika nggak pandai-pandai menjembatani, heuuu, capek hati. Hahaha

Larangan Mengulik-ulik Sesuatu yang Bisa Membuat Kita Merasa Buruk

Janganlah kamu mengulik-ulik suatu perkara, yang jika kamu mengetahui perkara tersebut, membuatmu merasa buruk.

Potongan ayat al-Qur’an, aku lupa redaksi persisnya. Hal ini kuketahui dari ning Lubabah Ali saat kami berbincang ringan melalui whatsapp. Sungguh, aku baru tahu hal ini. Ning Lubabah menambahkan, “Lagipula, apa gunanya? Apa yang bisa kita lakukan jika sudah tahu tentang masa lalu pasangan? Wong yo nggak ada gunane, ta?”

Hehehe, iya juga, sih. Tidak ada gunanya mengulik-ulik hingga hal yang paling privasi. Apalagi jika membuat kita merasa buruk, atau lebih parah lagi, ‘marah’ dengan apa-apa yang terjadi di masa lalu. Bisa-bisa membuat hubungan kita dengan pasangan semakin memburuk. Jangan sampai, na’udzubillahi mindzalik.

Cukupkan saja mengetahui masa lalu sebatas garis besarnya saja. Cukup, dan tidak perlu mengungkit-ungkit kembali. Aku baru menyadari jika abah K sudah menerapkan poin ini sejak awal perkenalan kami. Hahaha, teladanku tidak lebih jauh dari sejengkal tangan, tetapi aku tidak peka. Kasihan sekali kamu, Dut.

Pun, kita sebagai teman, saudara, sahabat, tetangga, dll yang mengetahui masa lalu seseorang, jangan sampai mengulik-ulik kembali masa lalunya di hadapan pasangannya meskipun hanya untuk bercanda.

Baca juga: Hentikan Bercanda tentang Masa Lalu Orang Lain

Fokus Memperbaiki Diri

Fokus saja ke diri sendiri. Memperbaiki diri agar suami nyaman didampingi. Menjadi istri penyejuk hati. Menjadi istri yang jika suami memandang kita merasa tentram. Istri yang dirindukan ketika jarak memisahkan.

Qoola WiDut? BUKAN! ini Qoola bu Nyai Lubabah Ali. Hihihi, WiDut cem mana bisa ngomong sebijak ini? 😛 Saat aku mengaji Maratus Shalihah, Yai berulangkali juga dhawuh tentang hal yang sama. Nggak mudah memang, tetapi HARUS senantiasa diikhtiarkan. Bahkan beliau, Yai Nashrudin, dhawuh jika hal ini harus menjadi prioritas utama.

Caranya?

Membuat daftar apa-apa yang disukai suami dan tidak disukai suami.

Sulit, memang. Kadangkala apa yang menjadi kesukaan kita adalah hal yang tidak disukai oleh suami. Pun sebaliknya. Aku mengatasi hal ini dengan memperbincangkan secara khusus dengan abah K, membeberkan secara terbuka bahwa apa yang beliau tidak suka adalah hal yang kusuka. Ada toh? Ada, contoh, nonton drama korea. Itu baru satu, belum yang lain. Wkakakaka. Kadang abah K yang ngalah, bahkan beliau merelakan laptopnya sebagai sarana menonton drakor untukku. Kadang aku juga yang ngempet menahan diri untuk tidak nonton drama korea. 😀

Saling Bergandengan Tangan dengan Pasangan

Adalah hal yang konyol melakukan semua lini kehidupan seorang diri. Adalah hal yang sangat konyol berdamai dengan masa lalu tanpa melibatkan pasangan. Harus ada usaha pada kedua belah pihak agar masa lalu tidak kembali mengganggu rumah tangga yang tengah dijalani.

Sejak awal menikah, aku bersyukur karena abah K sangat terbuka, termasuk semua media sosialnya, aku bebas mengobrak-abrik. Beliau begitu komitmen untuk tidak lagi menghubungi masa lalunya melalui media apapun, jangankan masa lalu, teman-teman ceweknya saja beliau membatasi diri. Bahkan kadangkala tanpa sadar mereka berbincang denganku melalui media sosial-nya abah K. Wakakaka, piss, Mbak-mbak. :p

Aku mengimbangi beliau dengan membatasi komunikasi ke lawan jenis, siapapun. Mungkin tidak semua orang setuju dengan cara ini. Mungkin juga cara ini terlalu berlebihan. Tetapi bagiku, cara ini adalah salah satu usaha untuk menyenangkan hati pasangan.

Dengan kebiasaan abah K tersebut, aku merasa jika akulah satu-satunya perempuan yang ada di hatinya. Dan aku pun berharap beliau merasakan hal yang sama.

Ngahahaha. Bolehlah Ge-Er sedikit, kadang-kadang perlu membesarkan hati sendiri. :p

 

Menikah bagiku adalah babak pembelajaran baru. Memposisikan diri sebagai seorang pembelajar, setidaknya mengurangi rasa tertekan karena tidak mampu menjadi istri dan ibu yang sempurna. Termasuk belajar untuk berdamai dengan masa lalu, belajar untuk fokus membangun masa depan dan meninggalkan masa lalu jauh ke belakang.

 

Pencarian Terkait:

  • aku tidak bisa berdamai dengan masa lalunya
  • bahasa inggris berdamai dengan masa lalu
  • berdamai dengan masa lalu
  • cara berdamai dengan masa lalu mantan suami
  • membicarakan orang di masa lalu untuk berdamai
  • ora usah ungkit masalau
Merencanakan (Kembali) Rumah Pelangi dengan #BNIFinancialPlanner

Merencanakan (Kembali) Rumah Pelangi dengan #BNIFinancialPlanner

“Ayi, sementara kita tinggal di kampung dulu, ya.” Ujar suami ketika kami tengah menikmati pemandangan senja di pelataran rumah.
Ada berbagai pertimbangan yang beliau utarakan, terutama karena beliau belum menemukan orang kepercayaan yang membantunya menangani pekerjaan developping aplikasi dan website. Jika di kampung, ada kakak suami yang ahli di bidang programming, siap membantu kapan pun.
Aku membutuhkan penyesuaian yang tidak sedikit.Di kampung ini, setidaknya 80% usia produktif berprofesi sebagai petani sawah tadah hujan. Rumah-rumahnya sederhana berdinding papan. Jarak terdekat dengan ATM dan minimarket adalah 5 km. Kebanyakan mengandalkan tungku kayu bakar untuk memasak. Jarak dengan jalan raya terdekat 3 km. Jangan tanyakan Gojek atau moda transportasi online lainnya, angkutan kota saja disini tidak ada.
Belum ada penyedia jaringan internet yang menjangkau daerah ini. Untuk menyambung dengan Jaringan Internet terdekat setidaknya dibutuhkan biaya 3 juta rupiah. Kami harus bersabar mengakses segala keperluan dengan modem yang sinyalnya hidup segan mati tak mau. Jika ada pekerjaan penting yang membutuhkan kecepatan internet tinggi, suami harus menyeberang sungai Bengawan Solo untuk mengakses co working yang disediakan Penyedia Internet milik pemerintah.

Sulit? Sangat sulit meninggalkan Salatiga dengan segala kenyamanan dan kemudahan yang ada. Aku yang biasanya mengandalkan delivery order harus belajar untuk tetap struggle di tengah keterbatasan yang ada.

“Ayi, nggak ingin melanjutkan yang pernah kamu geluti di Salatiga?”” Usik suami.

“Itu bukan melanjutkan, kali, Bah. Tetapi memulai dari awal.” Jawabku, sebal. Meninggalkan Rumah Pelangi di Salatiga menjadi salah satu hal yang membuatku berat untuk pindah tempat tinggal. Rumah Pelangi yang kurintis sejak di bangku SMA sudah terbilang lengkap fasilitasnya. Bertempat di bilik berukuran 3×4 m, Rumah Pelangi sudah memiliki rak buku, meja, printer dan alat penunjang lainnya, lengkap dengan adik-adik yang berkunjung ke rumah minimal setiap ba’da maghrib sampai isya.

“Ya, di rumah Salatiga kan ada Mbak yang bisa melanjutkan. Ayi tinggal kordinasi, mengatur kapan rolling bukunya. Bisa diremote dari sini. Coba lihat anak-anak sini.” Lanjut beliau, matanya terarah ke anak-anak yang tengah bermain bersama si K.

Aku terdiam. Disini belum ada TBM. Perpustakaan Daerah harus ditempuh setidaknya 1.5 jam perjalanan. Perpustakaan sekolah baru menyediakan sebatas buku mata pelajaran. Anak-anak disini belum begitu terpapar teknologi, alam masih menjadi sahabat setia mereka.

“Bukankah itu kesempatanmu untuk berbagi, Yi? Mumpung belum terpapar teknologi, kreatifitas dan kecerdasannya harus diasah dengan maksimal.”

“Memulai dari nol lagi?”
Abah K mengangguk. “Iya, nggak apa-apa. Mulai lagi, sambil jalan. Didata dulu apa yang diperlukan. Kita cicil.”

“Buku, rak, gazebo, peralatan prakarya, papan tulis,… Huh, modalnya berapa atuh, Bah?” kepalaku menadak puyeng berkelebatan angka-angka yang nggak jelas.

“Dicicil, Yi. Dalam waktu dekat, kita memakai gazebo dari bambu dulu. Buku bawa dari rumah Salatiga dan daftar ke program rolling buku Rumah Mentari. 100 Buku pinjaman sudah lebih dari cukup. Yang lain sambil jalan, nanti kamu bisa membimbing adik-adik yang kesuitan belajar di sekolah. Biar ilmumu nggak mubadzir. Bagaimana?” urai abah K, panjang lebar.

“Hmm, tetapi mengaturnya bagaimana, Bah? Ayi kan emak-emak pinginan, bawaannya kalau ada rezeki pingin beli buku si K melulu. Lupa jika ada mimpi yang tak kunjung tercapai.”

“Ini mungkin bisa membantu.” Ujarnya sembari menyerahkan hpnya dengan email yang terbuka. Email dari Bank Negara Indonesia.

Financial Planner?”
Abah K hanya tersenyum, pertanda ia menyuruhku membaca email dengan cermat.

Menggunakan Financial Planner untuk Merencanakan (Kembali) Rumah Pelangi

Aku mempelajari email dari marketing BNI di email abah K pelan-pelan. Istilah-istilah perbankan bagi anak IPA garis keras membuatku mengernyitkan kening dan membaca ulang agar memahami konteks artikel. Hmm, kece juga nih.

Dengan Personal Financial Management , atau gampangnya pengaturan financial pribadi kita bisa mengatur sendiri tujuan keuangan. Fitur baru yang disediakan oleh Bank Negara Indonesia bagi nasabah yang menggunakan internet banking BNI ini memanjakan pengguna dengan enam menu utama, yakni atur kategori, atur transaksi tunai, lihat laporan, pengaturan tujuan, ringkasan multi rekening dan kalender transaksi.

Mengatur Rencana Jangka Panjang dengan Perencanaan Tujuan Keuangan

Hal pertama yang ada di benakku adalah kemana Rumah Pelangi ke depannya, apakah akan terus-menerus menggunakan gazebo dari bambu? Tentu saja tidak. Gazebo dari bambu tidak bisa diandalkan ketika hujan menyapa dan tidak aman untuk menyimpan buku serta alat penunjang lainnya. Aku ingin membuat Rumah Pelangi yang layak, sebagai rumah singgah juga rumah untuk bermain bagi adik-adik yang nyaman.

Aku menggunakan fitur Perencanaan Tujuan Keungan untuk membantuku menghitung dan merealisasikan rencana jangka panjang ini. Mau tahu bagaimana langkah yang kutempuh? Aku akan menceritakannya untukmu, iya, only for you, my lovely readers. Oh, iya, gunakan desktop untuk mengakses financial planner, ya. Saat kucoba mengakses melalui mode mobile, menu financial planner belum muncul sampai tulisan ini diterbitkan tanggal 13 Agustus 2017.

Tips Pertama, pastikan kita sudah terdaftar di I banking BNI dan memiliki m-secure atau e-secure. Jika belum, daftarkan diri kita ke cabang BNI terdekat.

Login ke Internet Banking BNI

Masuk ke halaman Internet Banking BNI.

Login ke Internet Banking BNI

Pilih Menu Pengelolaan Financial Pribadi

Pilih menu pengelolaan financial pribadi

 Pilih Pengaturan Tujuan

Pilih Pengaturan Tujuan

Tambahkan Tujuan Keuangan

Tambahkan Tujuan Keuangan

Pilih target sesuai dengan yang kita inginkan. Aku memilih Tetapkan Tujuan Anda untuk membuat sendiri deskripsi tujuan.

Tetapkan Target

Menetapkan Target

Aku menetapkan target Rp. 100.000.000 untuk jangka waktu 15 tahun. Lama banget, ya? Hehehe, mencoba rasional sesuai dengan kondisi keuangan kami saat ini. Karena kami ingin memulai dengan uang pribadi, meski tidak menutup kemungkinan ke depannya akan ada teman-teman yang akan bergabung bersama kami.

Tips Kedua, tetapkan target keuangan dengan rasional sebagaimana keadaan keuangan kita sekarang. Jangan memaksakan diri menabung diluar kemampuan.

Hitung Total Sisa yang Harus Disimpan Setiap Bulan

Menghitung Sisa Total Target

Taraaa, terlihat sudah berapa banyak yang harus kutabung setiap bulan selama 15 tahun. Semoga saja lebih cepat, rencana Robbuna jauh lebih keren.

Klik Diproses, Kita Membutuhkan Kode Keamanan dari M-Secure atau E-Secure

Mengatur tautan rekening. Screen Shoot credit: microsite BNI

Untuk menautkan ke rekening yang kita inginkan, kita membutuhkan m-secure atau e-secure. Tautan rekening ini bertujuan agar kita bisa melakukan transfer otomatis, biar nggak kalap belanja saat melihat saldo di ATM kayak aku. Hahaha. 

Ada tips yang kudapatkan dari customer service BNI, untuk penyimpanan jangka panjang ini kita dianjurkan menggunakan Tapenas, dimana pendanaan akan dilakukan secara otomatis setiap bulan. Tapenas, tabungan perencanaan masa depan, yakni simpanan berjangka yang hanya bisa kita ambil dalam jangka waktu yang telah kita tentukan.

Lagi-lagi biar nggak kalap belanja. Hehehe. Jika nggak ingin pakai tapenas? Kita bisa menggunakan Taplus dengan memanfaatkan fitur tranfer berulang untuk pendanaan secara rutin.

Kenapa Menggunakan #FinancialPlannerBNI?

Kenapa menggunakan financial planner BNI? Untuk mengerem keinginan belanja printilan yang nggak penting. Hahahha. Emangnya elu, Dut…

Ada beberapa keuntungan yang bisa kita nikmati jika menggunakan Financial Planner BNI, antaralain:

  1. Perencanaan keuangan lebih jelas dan terarah.
  2. Pendanaan berjalan sesuai dengan jadwal yang telah kita setting, meskipun kita lupa. Hahaha. Emak-emak banget, kebanyakan mikir kapan bayar tagihan listrik, internet, sekolah…
  3. Kita bisa melihat sejauh mana perkembangan pencapaian tujuan keuangan dngan memanfaatkan fitur Lihat Perkembangan Tujuan Keuangan.
  4. Financial planner yang telah kita buat, bisa kita print maupun simpan di dalam gadget dalam bentuk pdf. Jadi, kita tidak melulu harus login ke Internet Banking setiap waktu. Print out ini sangat membantu jika kita tipikal coret-coret memakai bolpoin garis keras, kayak WiDut. Hihihi.

Nah, gampang, kan. Menggunakan #FinancialPlannerBNI tidak mengharuskan kita pintar akuntansi terlebih dahulu. Sahabat Emak-emak yang awam akuntansi. 😀