Osteoarthritis, radang sendi lutut yang umumnya dialami oleh dewasa tua ini cukup mengganggu aktivitas. Osteoarthritis disebabkan karena penipisan tulang rawan pada sendi lutut dan menurunnya cairan sinoval yang menjadi pelumas utama sendi lutut. Penipisan tulang rawan dan menurunnya produksi cairan sinoval ini membuat penderita merasakan nyeri luar biasa saat bergerak atau berjalan.

Emak K beberapa kali menjumpai orang tua yang mengeluh nyeri di sendi lutut ketika bergerak. Umumnya mereka berusia lebih dari 50 tahun. Seringkali diikuti dengan keluhan lain seperti asam urat, diabetes dan kolestrol. Bahkan pada beberapa orang juga diikuti dengan jantung koroner.

“Boro-boro mau menempuh perjalanan 2 jam, mau pindah ke kamar mandi pun rasanya nyeri luar biasa,” cerita salah seorang saudara ketika kami berkunjung ke rumahnya. Beliau mengeluh persendian lututnya nyeri. Osteoarthritis telah membatasi geraknya.

Faktor Penyebab Osteoarthritis

Osteoarthritis sudah pasti disebabkan karena penipisan tulang rawan sendi lutut dan menurunnya produksi cairan sinoval. Faktor penyebab penipisan tulang rawan dan menurunnya produksi cairan sinoval ini beragam. Emak K sempat menyimak beberapa thread di grup Sehat dengan Food Combining dan hasil perbincangan dengan mereka yang mengalami Osteoarthritis, beberapa faktor penyebab Osteoarthritis antaralain:

  • Pola Makan yang Buruk. Pola makan tidak beraturan dan cenderung manis menghambat produksi cairan sinoval. Kurangnya konsumsi makanan yang mengandung flaxseeds dan flaxseed oil untuk merangsang produksi pelumas sendi semakin menurunkan kekuatan tubuh untuk memproduksi cairan sinoval. flaxseeds dan flaxseed oil bisa didapatkan dari kacang-kacangan, biji-bijian dan alpukat.
  • Kurangnya asupan air putih. Kurangnya asupan air putih menjadi penyebab paling banyak Osteoarthritis. Efek kurangnya air putih enggak langsung menyerang saat itu juga, tetapi akan berdampak dalam jangka panjang. Penderita Osteoarthritis kebanyakan kurang asupan air putih
  • Umur. Wanita yang telah memasuki usia menopause resiko terkena Osteoarthritis lebih tinggi dibandingakn wanita muda dan pria seusianya.
  • Postur tubuh. Rata-rata radang sendi bermula dari postur tubuh yang buruk, atau ada masalah di daerah spine/tulang belakang (umumnya lower back pain). Seharusnya tubuh yang normal membagi berat tubuh ke tulang belakang/spine dan kaki, tapi karena spine bermasalah, muncul rasa nyeri, maka postur tubuh pun berubah. Orang cenderung mencari posisi yang nyaman. Akhirnya berat tubuh pun mencari titik nyamannya dengan menumpukan berat di kaki, bahkan di 1 kaki (seringkali radang sendi muncul hanya di 1 lutut).
  • Obesitas. Kelebihan berat badan bisa mempercepat menipisnya tulang rawan dan cairan sinoval. Pada penderita dengan kelebihan Berat Badan, dokter akan menganjurkan untuk diet agar tumpuan ke sendi lutut berkurang.

Mencegah Osteoarthritis

Kata pepatah, lebih baik mencegah daripada mengobati. Lebih baik menerapkan pola makan dan pola hidup yang sehat sedari masih muda, daripada kelak saat tua menderita Osteoarthritis yang membuat tubuh tidak berdaya dan tidak produktif lagi. Aku mengambil tips ini dari Ibu Anung Nur Rachmi yang merupakan pengelola grup Sehat dengan Food Combining, beliau sudah memasuki usia menopause namun masih lincah bergerak kesana-kemari.

Alpukat untuk mencegah Osteoarthritis

Alpukat untuk mencegah Osteoarthritis

  • Konsumsi air putih minimal 2 L perhari. Ini minimal, ya. Harus air putih, minuman manis seperti teh, kopi, soda tidak dihitung. Sebisa mungkin minimalkan konsumsi gula yang bisa menghambat produksi cairan sinoval.
  • Rutin mengkonsumsi sayuran hijau, kudapan alpukat dan kacang-kacangan. Pola makan yang diterapkan Ibu Anung Nur Rachmi adalah pola makan Food Combining, dimana sayuran hijau merupakan hal yang tidak boleh ditinggalkan saat makan siang dan makan malam. Kudapan alpukat dan kacang-kacangan merupakan jadwal wajib setiap sore hari.
  • Rajin Yoga, Pilates untuk memperbaiki postur tubuh. Yoga dan pilates bisa menjadi ikhtiar untuk memproduksi postur tubuh, terutama orang-orang yang banyak bekerja fisik dan bertumpu pada salah satu sendi. Seperti orang yang bekerja memikul beban di sebelah kiri, maka akan memberatkan tumpuan pada lutut kiri. Yoga atau pilates akan melatih tubuh untuk menyeimbangkan tumpuan sendi.

Osteoarthritis Stadium Lanjut

Osteoarthritis terdapat 4 stadium, stadium 1 (minor), stadium 2 (ringan), stadium 3 (sedang) dan stadium 4 (parah). Pada stadium 1 (minor), penderita Osteoarthritis tidak merasakan nyeri pada lutut, namun dapat dideteksi dengan pertumbuhan tulang taji meruncing. Osteoarthritis stadium 2, penderita mulai merasakan lutut yang kaku setelah berjalan atau berlari, pada beberapa kasus, penderita Osteoarthritis stadium 2 mengalami pembengkakan di lutut dan membutuhkan perawatan dokter.

Tulang rawan akan mulai menipis dan ruang antar tulang rawan akan mulai menyempit ketika penderita Osteoarthritis memasuki stadium 3. Pada penderita Osteoarthritis stadium 3, penderita akan merasakan sakit pada saat berjalan, berlari, menekuk dan berlutut. Tulang rawan pada sendi lutut menghilang ketika penderita sudah memasuki stadium 4, produksi cairan sinoval sangat minimal sehingga penderita merasa sangat tidak nyaman ketika menggeser lutut mereka.

Pada penderita Osteoarthritis stadium 4, dokter akan menyarankan untuk melakukan operasi lutut dan mengganti sendi dengan perangkat plastik dan logam. Pengobatan Osteoarthritis melalui penggantian sendi lutut bisa dilakukan di beberapa RS rujukan. Hmm, tetapi kadang bingung ya, mau ke RS mana untuk pengobatan ini, apalagi untuk operasi.

Salah satu Rumah Sakit yang memiliki ahli di bidang penggantian sendi lutut adalah KPJ Kuching, Sarawak, Malaysia. Jauh ya? Kebayang enggak gimana riwehnya berobat ke luar negeri? Emak K menampingi abah K berobat ke RS kota saja pening, entah antriannya, entah second opinionnya, entah akomodasinya. Huhuhu

Tenang, ada DOKTER.MY yang merupakan layanan kesehatan berbasis online, perwakilan resmi rumah sakit KPJ Sabah Specialist Hospital dan KPJ Kuching Specialist yang berada di Jakarta. DOKTER.MY menawarkan layanan sebelum perawatan, saat perawatan dan setelah perawatan.

DOKTER.MY

DOKTER.MY

Sebelum perawatan, DOKTER.My menawarkan layanan pencarian second opinion dokter spesialis, tanya jawab dengan dokter spesialis seputar keluhan, konsultasi asuransi agar operasi bisa dicover oleh asuransi, penghitungan estimasi biaya operasi dan akomodasi, dan mengatur jadwal kunjungan dokter dengan cepat dan tepat.

Pada saat tiba hari perawatan, DOKTER.MY memberikan layanan terbaiknya dengan mempersiapkan tim ahli, mengatur jadwal registrasi, membantu pelengkapan dokumen klaim asuransi, menyediakan transportasi dan mengatur akomodasi selama di Rumah Sakit dengan akomodasi paling murah dan terbaik.

Enggak berhenti di saat perawatan, pada saat pasien kembali ke tanah air, DOKTER.MY menawarkan perawat professional untuk melakukan kunjungan ke rumah secara berkala, melaporkan perkembangan kepada tim dokter dan menyediakan fisioterapis professional untuk memastikan bahwa pasien benar-benar sembuh.

 

 

 

%d bloggers like this: