Widi Utami

Learn, Write and Share
Education

Mengenal Macam-macam Hasil Belajar

November 4, 2018
Seri Belajar Widi Utami

Emak K sering mendapatkan pertanyaan, apa sih maksud nilai-nilai yang ada di raport anak? Apa sih kognitif, afektif dan psikomotorik? Apa sih hal-hal yang menjadi tolok ukur penilaian masing-masing aspek? Ingatanku langsung melesat ke tulisan-tulisan jaman kuliah yang belum pernah kupublish di blog karena khawatir di copas. Bhahahaha, sungguh alasan yang tidak masuk akal.

Belakangan ini, aku berfikir, tulisan-tulisan jaman kuliah ada baiknya dipublish di blog agar emak-emak millenial punya rujukan untuk memahami apa yang dihadapi oleh putra-putrinya di sekolah. Okesip, mengawali seri sekolah, aku ingin menyitir Macam-macam Hasil Belajar yang biasanya tercantum dalam raport sekolah anak.

Macam-macam Hasil Belajar

Benyamin Bloom secara garis besar mengklasifikasikan hasil belajar menjadi tiga bagian, yakni:

a. Ranah Kognitif

Ranah kognitif berkenaan dengan hasil belajar intelektual yang terdiri dari enam aspek, yakni pengetahuan atau ingatan, pemahaman, aplikasi, analisis, sintesis dan evaluasi.

Tipe Pengetahuan

Tipe hasil belajar pengetahuan termasuk kognitif tingkat rendah yang paling rendah. Namun tipe belajar ini menjadi prasyarat bagi pemahaman yang berlaku untuk semua bidang studi.(Sudjana, 1989: 23)

Tipe Pemahaman

Tipe hasil belajar pemahaman merupakan tipe yang setingkat lebih tinggi daripada tipe pengetahuan. Pada tipe ini siswa mampu menjelaskan suatu pengetahuan dengan susunan kalimatnya sendiri. Nana Sudjana mengklasifikasikan tipe hasil belajar ke dalam tiga tingkat, yakni:

  • Tingkat Terendah: Pemahaman Terjemahan

Pemahaman tingkat terendah adalah pemahaman terjemahan, mulai dari terjemahan dalam arti sebenarnya, misalnya dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia, mengartikan Bhineka Tunggal Ika, mengartikan merah putih, dll.

  • Tingkat Kedua: Pemahaman Penafsiran

Tingkat kedua adalah pemahaman penafsiran, yakni menghubungkan bagian-bagian terdahulu dengan yang diketahui berikutnya, atau menghubungkan beberapa bagian grafik denagn kejadian, membedakan yang pokok dengan yang bukan pokok

  • Tingkat Ketiga: Pemahaman Ekstrapolasi

Pemahaman tertinggi adalah pemahaman ekstrapolasi, yakni melihat dibalik yang tertulis, dapat membuat ramalan tentang konsekuensi, dapat memperluas presepsi dalam arti waktu, dimensi, kasus atau masalahnya.

Tipe Aplikasi

Aplikasi adalah penggunaan abstraksi pada situasi konkret atau situasi khusus. Abstraksi tersebut mungkin berupa ide, teori, atau petunjuk teknis.

Tipe Analisis

Analisis adalah usaha memilih suatu integritas menjadi unsur-unsur atau bagian-bagian sehingga jelas hirearkinya atau susunannya. Analisis merupakan kecakapan yang kompleks, yang memanfaatkan ketiga tipe sebelumnya.

Tipe Sintesis

Sintesis merupakan penyatuan unsur-unsur atau bagian-bagian ke dalam bentuk menyeluruh. Berpikir sintesis merupakan ranah berpokir divergen, dimana siswa dapat menemukan hubungan kausal tertentu, atau menemukan abstraksi atau operasionalnya.

Tipe Belajar: Evaluasi

Evaluasi adalah pemberian keputusan tantang nilai sesuatu yang mungkin dilihat dari segi tujuan, gagasan, cara kerja, pemecahan, metode, materiil, dll. (Sudjana, 1989: 28)

Afektif

Ranah afektif berkenaan dengan sikap dan nilai. Dalam ranah afektif, terdapat lima jenis kategori, yakni:
1) Reciving/ Attending
2) Responding atau Jawaban
3) Valuing atau Penilaian
4) Organisasi
5) Karakteristik
(Sudjana, 1989: 30)

Psikomotorik

Hasil belajar psikomotorik tampak dalam bentuk ketrampilan dan kemampuan bertindak individu. Ada enam tingkatan ketrampilan, yakni:
1) Gerakan reflex
2) Ketrampilan pada gerakan-gerakan dasar
3) Kemampuan perseptual
4) Kemampuan di bidang fisik
5) Gerakan-gerakan skill
6) Kemampuan yang berkenaan dengaan komunikasi non decursive.
(Sudjana, 1989: 31)

 

 

Home Based Education Interested. Love reading, writing and travelling. Interested in blogging. Live in Salatiga, a small city near Merbabu Mountain.

Bagaimana komentar kalian?

%d bloggers like this: