September lalu, kami sekeluarga ngebolang ke Surabaya. Sudah lama aku ingin berkunjung ke Surabaya, menapaktilas tempat bersejarah abah K. Pengen tahu lebih jauh tentang kota dimana abah K menghabiskan hari-harinya sebelum bertemu denganku.

Sayang, kala itu kami menginap di Krian, Sidoarjo. Di rumah mbak Ipar. Kami ke Surabaya untuk refresh sejenak dari urusan administrasi rumah sakit yang memusingkan. Mengistirahatkan badan sejenak dari udara dan suasana rumah sakit yang membosankan.

Kami berangkat ke Surabaya saat matahari mulai seujung tombak. Kukira hanya 30 menit kayak perjalanan Salatiga ke Boyolali. Ternyata jauh… Itu pun masih berseteru dengan kemacetan karena berpapasan dengan karnaval. Kami hanya sempat menikmati Kebun Binatang Surabaya, mengitari kampus UNESA dan mengunjungi Masjid Al Akbar. Keinginan untuk mencicipi kota Surabaya termasuk bis Surabaya yang nge-hits bubar sudah.

Salah seorang sahabat mengirimkan foto keadaan Surabaya yang bersih, rapi dan indah. Dipercantik dengan bunga Tabebuya yang bermekaran. Aku berbisik kepada abah K, “Bah, kita harus ke Surabaya lagi, masih ada yang belum kita kunjungi.”

“Beres.”

“Tapi, nginap di Surabaya, ya? Kalau nginap di Krian, capek di jalan. ”

“Siapin saja rencananya, perkiraan dananya kirim ke aku.” ujar abah K, singkat tanpa menoleh, matanya fokus ke layar laptop.

Aku pun beranjak ke laptop kesayangan, mencari referensi tempat yang ingin kukunjungi selama di Surabaya. Wah, ternyata banyak benar ya. Sampai-sampai ada yang nge-list 52 wisata di Surabaya yangw ajib dikunjungi. Hadeh, gempor kaki, Mak.

Tugu Pahlawan, Mengenang Gelora Perjuangan Arek Suroboyo Pasca Kemerdekaan

Tugu Pahlawan Surabaya

Tugu Pahlawan Surabaya, credit: wikipedia

Perjuangan arek Suroboyo bersama bung Karno yang diceritakan oeh Bapak melekat kuat dalam ingatanku. Aku ingin mengajak si K mengenang kembali tentang perjuangan pendahulunya dengan mengunjungi monumen sejarahnya. Setiap mengunjungi sebuah kota, kami tidak lupa mengunjungi monumen sejarahnya. Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai sejarahnya.

Taman Bungkul, Ziarah ke Sunan Bungkul dan Menikmati Hijaunya Taman

Mengenang tokoh pendahulu selalu membuat dadaku membuncah haru dan merapalkan doa-doa, apalagi tokoh yang menyebarkan agama Islam yang rahmatan lil’alamin. Sunan Bungkul adalah salah satu ulama yang menyebarkan agama Islam di Surabaya.

Taman Bungkul

Taman Bungkul, credit:tempat wisatamu

Setelah ziarah, aku ingin memberikan si K kesempatan untuk mengeksplor Taman Bungkul. Menikmati hijaunya taman dan segarnya udara di sekitar taman. Mengenal aneka flora yang ada di dalam taman. Proyek sains si K boleh dikerjakan disini nih, tapi mana enak wisata bawa-bawa proyek?

Pantai Ria Kenjeran Park

Wosh, enggak afdol kalau ngebolang ke daerah pesisir tapi enggak menghabiskan hari di Pantai Ria Kenjeran Park. Aku berencana ingin mengeksplor pantai dari sore hari dan baru keluar saat matahari sudah seujung tombak di keesokan harinya agar bisa menikmati sunrise dan sunshet-nya. Hmm, mungkin nyewa hotelnya di dekat Pantai Ria Kenjeran Park saja, ya?

Pantai-Ria-Kenjeran-Park

Pantai-Ria-Kenjeran-Park

Aku pun mencari informasi Hotel Traveloka di sekitaran Pantai Ria Kenjeran Park. Setelah mencari dan membandingkan berbagai situs penyedia tiket. Aku jatuh hati dengan Traveloka yang menyediakan pilihan hotel lengkap dengan berbagai harga, jadi kita bisa memilih sesuai dengan kantong kita.

Pesan Hotel di Traveloka

Pesan Hotel di Traveloka

Aku mengetik Pantai Kenjeran dalam pencarian Hotel di Traveloka. Eureka, ada Rumah Kost  yang hanya membanderol 185k/ malam. Jaraknya ke Pantai Kenjeran pun cuma 2,7 km. Lumayan, sekalian olahraga kalau niat, kalau enggak niat ya ngojek aja. Heuheuu

Setelah melihat reviewnya, aku pun beranjak untuk pesan tiket dan langsung gagal fokus ke Traveloka Fee yang GRATIS. Ya, kita enggak dikenakan biaya fee untuk Traveloka. Pemesanannya simpel. Setelah mengisi data, invoice tagihan akan dikirimkan ke email kita.

Traveloka menyediakan berbagai macam pembayaran. Kita tinggal memilih pembayaran mana yang palng mudah dalam keadaan kita saat ini. Melalui Kartu Kredit, Kartu Debit, ATM atau transfer, Alfamart & Indomart, juga bisa dibayar pakai saldo Uangku. Cakep, kalau emak K milih pakai Direct Debit.

So, mau liburan kemana, Mak? Enggak mau ngerasain mudahnya pesan hotel di Traveloka?

 

 

%d bloggers like this: