Semua

Sahabat Datang dan Pergi, Mereka tetap di Hati

Kerasa banget setelah menikah, masing-masing punya kesibukan sendiri. Something lost, i know. Kadang aku curhat ke abah K, kok kangen ya sama teman-teman? Lalu abah K hanya menjawab, “Silaturruhiyahmu mungkin kurang.”

OH YA?

Hahahaha, iya, sih, aku belakangan kalau habis sholat, buru-buru udahan. Dzikir wajib, trus berdoanya doa sapu jagad, Sudah. Keburu kepikiran si K yang sedang kutitipkan, khawatir berantem dengan teman sepermainan.

Tak jarang aku curhat ke BloggerKAH, “Aku kok kangen teman-teman yang dulu, ya?”

Lalu kami jadi curhat berjamaah. Wkakakaka. Rasanya begah, kangen tapi… Aduh, ampun dah. Mencari bahasanya belibet banget. Ya mungkin bisa dimaklumi, profesinya beda, frekuensinya beda, kesibukan pun beda.

Tetapi satu hal yang aku tahu, sahabat-sahabat keren ini tetap di hati. Tetap ada di doa-doa panjang.

Pertanyaan Default Bedebah yang Merusak

Entah kenapa, ada beberapa orang yang jika aku chat, “Apa kabar?”

Mereka akan menjawab, “Ya begini-beginilah, masih sendiri.”

AKU JADI PENGEN MISUH. SIAPA JUGA YANG BERTANYA APAKAH SUDAH MENIKAH APA BELUM. Oh, Robbuna, capslock sampai jebol. Bukan, bukan misuh ke temanku itu, tetapi misuh ke SESIAPA YANG DEFAULT PERTANYAANNya seperti itu. Yang membuat teman kami tidak bisa mendeteksi pertanyaan tulus kami.

Please, aku pan pengen tahu apakah kamu sehat, sedang dimana, sedang sedih kah, bahagiakah, bukan mau ngetes apakah sudah punya pasangan belum. :'(

Aku tidak se-cethek itu. Jika sudah dijawab seperti di atas, biasanya aku akan diam– dan tentu saja sedih membayangkan ia harus berkubang pada pertanyaan itu lagi itu lagi. 🙁

When I Miss You

Aku memilih untuk memakai cara abah K, yang aku pikir jauh lebih baik untukku, juga untuk teman-temanku, mengikatnya dengan doa-doa. Silaturruhiyah. Jika ingat namanya, sekelebat ingat wajahnya, atau mungkin memimpikannya, aku memlih untuk mengirimkan doa secara khusus, bukan lagi doa default yang umum untuk semua umat.

Jika sedang luang, aku akan menyempatkan diri untuk menyapa. Meski kadang jawabannya sepatah dua patah, tetapi hatiku berkata, “Ada sesuatu yang disembunyikan dan enggak mau membuatku kepikiran.”

 

Blogpost kali ini random sekali. :'(

 

 

Pencarian Terkait:

  • sahabat tetap di hati

1 thought on “Sahabat Datang dan Pergi, Mereka tetap di Hati”

  1. berteman juga kan seperti berjodoh mbak, kadang jodohnya cukup sesaat ada masanya, tapi ada yang jodohnya panjang seperti pasangan kita, tapi ada juga yang sekarang emg lg gak berjodoh dan perlu di kunjungi atau di tanyakan terus.. kalo aq biasanya sm temen lama yg udah gak ketemu random aja chat macem2 atau kl bisa telpon, buat haha..hihi wl kadang temennya juga agak ogah2an yg penting kita masih berusaha menjaga silaturahmi..

Bagaimana komentar kalian?