Cari kontrakan ternyata bisa membuatku hiatus nulis di blog. Sejak sebulanan yang lalu, dengan mempertimbangkan abah K yang semakin kerap ke luar kota dan si K yang membutuhkan rumah untuk bermain, kami mencari kontrakan yang lebih luas dan lebih dekat dengan kantor.

Kami mencari info kemana-mana, di Grup Facebook, sepedaan sepanjang kampung, bertanya ke teman-teman dan saudara. Setiap ada info tentang rumah, kami survey satu persatu. Lelah? Banget. Saat itu kami belum tahu kalau ada situs sewa rumah yang bisa membantu kita mencari rumah kontrakan dengan lebih mudah.

Seringkali pemberi info enggak sesuai dengan kondisi riil rumahnya. Katanya dekat kemana-mana, ternyata mau ke pasar saja musti sepedaan 15 menit. Rumahnya kelihatan cakep di foto luarnya, ternyata dalamnya bikin nangis. Katanya berada di perumahan X, yang kami tahu merupakan perumahan lumayan elite, ternyata di pinggiran kampung,ke perumahan cuma numpang lewat, dong. Huhuhuhu.

Saking capeknya mencari kontrakan, kami sempat berniat untuk memperpanjang sewa rumah lama dan berdamai dengan segala tantangan yang kami alami. Eh, saat abah K sholat Jum’at di masjid belakang kantor, tiba-tiba abah K mendapatkan info jika ada kontrakan di belakang kantor. Kami bergegas menghubungi pemilik kontrakan dan langsung survey.

Hal-hal yang Perlu Dipertimbangkan sebelum Menyewa Rumah

Tahun ini kami ingin menciptakan a home yang membuat penghuninya kangen untuk pulang dan bercengkerama dengan keluarga. Enggak sekedar a house yang hanya menjadi tempat bernaung dari panas dan hujan. Apalagi untukku yang memiliki kebutuhan khusus dalam pendengaran, rumahnya musti memiliki support system yang kuat ketika abah K harus keluar kota.

Tetangga

Kanjeng Rosul dhawuh,”Carilah tetangga sebelum memilih rumah.” Saking pentingnya posisi tetangga, kanjeng Rosul sampai mewanti-wanti untuk memilih tetangga sebelum memilih rumah. Caranya gimana, dong? Dolan, iseng nanya-nanya ke tetangga sekitar lokasi rumah yang disewa. Iya, sih, umumnya orang ramah saat pertama kali ketemu, tetapi gestur dan ekspresi bisa membantu kita untuk menilai apakah tetangganya asik atau enggak.

Beberapa info rumah kontrakan kami coret saat pertamakali survey karena lokasi rumah yang terpencil, enggak ada tetangga. Bagi kami, keberadaan tetangga sangat penting karena aku membutuhkan support system yang kuat untuk menjalani kehidupan. Support system yang peduli ketika aku menghadapi kesulitan, terutama saat aku kesulitan dengan segala hal terkait pendengaran.

And here we are, rumah kontrakan kami sekarang merupakan kompleks kos dan kontrakan yang sangat welcome dengan pendatang. Ibu pemilik kontrakan sangat peduli dengan penghuni kontrakan dan kos miliknya. Kerennya lagi, penghuni kontrakan dan kos disini memiliki kebiasaan tetap setiap malam; njagong di depan rumah tanpa diganggu gadget. Mengingatkanku dengan kebiasaan tempo dulu yang senang berkunjung dari rumah ke rumah hanya untuk jagongan.

Akses ke Fasilitas Umum

Akses ke pasar yang dekat menjadi salah satu hal wajib dalam pertimbangan kami memilih rumah. Pola makan food combining yang membutuhkan banyak sayur dan buah membuat kami harus serig ke pasar. Ya gimana, selisih harga di kang sayur dan pasar lumayan mahal, pun pilihan sayur di kang sayur sangat terbatas.

Air, Listrik dan Sampah

“Buk, airnya gimana? Lancar?” tanyaku kepada Ibu pemilik kontrakan,memastikan jika air mengalir lancar dan cukup. Apalagi di musim kemarau ini, banyak yang susah air sampai harus menunggu supplai mobil tangki.

Memastikan apakah air, listrik dan sampah termasuk dalam biaya sewa ataukah kami harus membayar sendiri. Memastikan akses membuang sampah terjangkau. Dulu di kontrakan lama kami kesulitan membuang sampah, TPS di sekitar rumah konon bukan TPS umum. Tanya-tanya tetangga sekitar, ternyata mereka membakar sampah-sampahnya.

Kestabilan air, listrik dan sampah sangat mempengaruhi kewarasan emak-emak. Inget banget saat dulu aku uring-uringan karena air enggak mengalir seharian. Rumah rasanya sumpek banget. Saat laper musti beli makan di luar, mana tempat jajan yang food combining friendly sangat langka. Huhu

Ruang untuk Bermain

Bagi kami, ruang bermain untuk si K adalah pertimbangan wajib yang enggak bisa ditawar dengan apapun. Si K rewel banget kalau enggak bisa main. Rumah yang kami pilih harus memungkinkan si K glenderan, sepedaan atau sekedar main bola di dalam rumah. Halaman rumah pun harus memadai untuk bermain segala macam.

Ventilasi dan Ruang

Ventilasi yang baik di kota yang iklimnya panas sangat membantu menjaga otak tetap waras. Hahaha, maksudku, ventilasi yang baik akan memmbantu kita untuk menjaga kesejukan rumah.Jangan sampai cuaca yang panas membuat penghuninya semakin kepanasan dan dehidrasi. Apalagi abah K mempunyai GERD dan pantang kedinginan, memasang AC bukanlah pilihan yang tepat.

Pilih rumah dengan ruangan yang cukup. Rumah besar untuk keluarga kecil bukan pilihan yang tepat karena akan menghabiskan waktu dan tenaga untuk membersihkan ruang-ruang kosong. Lain cerita jika kita mencari rumah sekaligus menjadi tempat usaha atau kantor.

Mencari rumah memang kayak jodoh, banyak pertimbangan dan membutuhkan waktu yang enggak bisa diprediksi.Jika waktu sudah mepet tetapi rumah kontrakan tak kunjung ketemu,mungkin kita bisa memilih opsi untuk sewa kost bulanan terlebih dahulu sebelum menyewa rumah yang biasanya disewakan dengan tempo tahunan.

Situs www.sewa-rumah.net bisa menjadi rujukan untuk mencari rumah yang disewa, di dalam situs tersebut info rumah ditampilkan dengan sangat detail. Kita bisa menyaring rumah sesuai dengan lokasi tertarget. Semoga ke depan ada fasilitas filter harga dan filter fasilitas agar pencarian lebih mengerucut.

%d bloggers like this: