Wajahnya terlihat panik. Mondar-mandir di teras sembari memegang dada sebelah kiri. Aku menghampirinya, meraba dadanya. Jantungnya berdebar-debar. Kencang, nyaris 150 kali permenit. Aku menatapnya cemas. Memijat punggungnya, merapal doa-doa. Tubuhku mendadak gerah, padahal hari masih pagi di Salatiga yang sejuk.

“Ke dokter, ya?” aku membujuk abah K. Ia mengangguk. Berangkat ke dokter diantar oleh Bapak.

Aku menunggu di rumah dengan cemas. Berkali-kali melongok ke jalanan, berharap Bapak dan abah K segera tampak. Sepuluh menit, dua puluh menit, Bapak dan abah K tidak kunjung pulang. Aku menyusul ke klinik, menahan debar di dada, Gusti, sembuhkan suamiku.

Kami bertemu di persimpangan jalan. Gegas, aku membelokkan motor mengikuti Abah K dan Bapak. Sampai rumah, kucecar abah K dengan berbagai pertanyaan. Dokter menyimpulkan jika Abah K terkena asam lambung dan memberikan memberikan resep obat.

Nyatanya, obat belum sepenuhnya membantu. Asam lambung masih kambuh setiap hari. Tes darah menunjukkan semuanya normal. Gejalanya semakin parah. Enggak cuma perut yang terasa penuh dan jantung berdebar kencang. Ia juga terkena anxiety, kecemasan berlebihan yang membuatku menangis terisak-isak. Abah K juga lebih sensitif dari biasanya. Susah tidur dan kehilangan selera makan.

Fakta Asam Lambung GERD

Fakta Asam Lambung GERD

Diam-diam aku berdoa, Jika Robbuna Mengijinkan, aku ingin menua bersama.

***

Kilas kejadian satu bulan yang lalu tidak akan pernah terlupakan, setidaknya untukku. Kami sudah mencoba berbagai pengobatan, dari obat kimia, pijat perut, stop rokok, hingga makan jenang pathi kanji, hasilnya masih nihil. Asam lambung masih sering menyapa.

Kami bergegas menemui bang Zia ul Haq, salah satu sahabat abah K yang pernah mengalami GERD sampai dirawat di rumah sakit hingga dua kali. Dari bang Zia, aku membawa pulang oleh-oleh yang sangat berharga; kesadaran jika pola makan keluarga kecil kami keliru. Asam lambung yang menyerang abah K menjadi titik balik pola makan keluarga kecil kami.

Ya, selama ini abah K kurang suka sayur dan buah. Suka ngopi dan ngemil. Diperparah dengan rokok meskipun tidak parah. Siang itu juga, kami ke pasar belanja aneka sayur dan buah. Perjuangan untuk menghadapi asam lambung kami mulai detik ini juga, demi kesehatan kehidupan yang lebih baik. Demi jiwa yang lebih sehat.

Menjadi Generasi Makan Sayur dan Buah

Dulu aku lebih sering membeli lauk ikan dan hati ayam dibandingkan sayur dan buah karena saat masak sayur jarang dihabiskan oleh Abah K. Abah K lebih suka makan dengan nasi dan lauk secukupnya, plus sambal super pedas.

Semenjak memutuskan untuk memperbaiki pola makan, aku hanya membeli lauk ikan dan hati ayam sedikit, hanya untuk si K. Sementara aku dan abah K sedang fokus ke asupan sayur dan buah hingga tiga bulan ke depan. Dalam sehari kami bisa menghabiskan paling tidak 1 kg buah-buahan, 3 ikat sayuan dan berbagai lalapan. Sampai-sampai Ibu bercanda, “Beli sayurnya kayak mau ngasih makan kambing.” Heuheuuu.

Buah untuk Sekali Makan

Buah untuk Sekali Makan. Source: Dokumen Pribadi

Makan Sayur dan Buah untuk Penderita Asam Lambung

Penderita asam lambung sangat tersiksa dengan naiknya asam lambung menuju esofagus karena tidak berfungsinya LES, lower esophageal sphinchter, katup di bawah tenggorokan yang akan terbuka ketika makanan dan minuman masuk dan segera menutup kembali agar asam lambung tidak naik ke esofagus. Naiknya asam lambung ke esofagus membuat penderita merasa mual bahkan dalam tingkat yang lebih parah bisa mendesak jantung dan membuat jantung berdetak 2 kali lipat dibandingkan biasanya.

Pengobatan asam lambung ada beberapa tahapan. Cara yang paling gampang dan tanpa efek samping adalah mengkonsumsi makanan rendah lemak, tidak terlalu asin dan tidak terlalu pedas. Sangat disarankan untuk mengkonsumsi sayur mayur dan buah. Namun, umumnya dokter melewati tahapan ini dengan memberikan berbagai macam resep obat. Abah K sempat mengkonsumsi obat sampai 2 minggu, hasilnya zonk.

Penderita asam lambung dianjurkan untuk memperbanyak konsumsi makanan yang mudah dicerna seperti sayur dan buah. Stop dulu makanan berlemak hingga gejala asam lambung tuntas, umumnya pada tiga bulan pertama.

Sayur dan buah merupakan sumber vitamin dan serat, dan yang paling penting adalah menopang tubuh manusia agar tetap sehat. Fungsi utama serat adalah mencegah sembelit dan memperlancar BAB. Poin yang paling penting untuk penderita asam lambung yang kerap mengalami kembung dan sulit BAB. Selain itu, serat juga berfungsi untuk mencegah dan menyembuhkan kanker usus besar (colon cancer) dan luka serta benjolan dalam usus besar (diverticulitis), juga dapat menurunkan kadar kolesterol dalam darah(perchlolesterolemia).

Pada penderita asam lambung berat yang sudah terluka ususnya serat sangat dibutuhkan untuk menambal luka dan memulihkan fungsi usus yang terluka. Aku sempat meringis saat menyimak cerita salah seorang penderita asam lambung yang ususnya sudah terluka parah. Katanya jika diibaratkan dengan rambut, ususnya sudah seperti rambut yang dipotong oleh anak kecil, petak-petak tak beraturan.

Begitu pentingnya serat dan vitamin bagi tubuh, ahli gizi menganjurkan untuk mengkonsumsi sayur minimal 1.5-2 mangkuk dan buah minimal 2-3 sehari. Cukup banyak ya? Yang cukup memprihatikankan, di Indonesia yang ketersediaan sayur dan buahnya sangat lengkap, konsumsi sayur dan buah hanya 45% dari jumlah yang dianjurkan.

Konsumsi Buah dan Sayur di Indonesia

Konsumsi Buah dan Sayur di Indonesia, Sumber: Buletin Pemantauan Pangan Indonesia,November 2017

Jenis buah dan sayur apa yang sebaiknya dikonsumsi oleh penderita asam lambung? Setiap orang memiliki pantangan sendiri. Umumnya tidak boleh mengkonsumsi olahan tepung terigu, gula, susu dan keturunannya, cabe, cuka,kopi-teh, dan alkohol. Untuk abah K, nangka, santan dan durian termasuk dalam makanan yang memicu asam lambung naik.

Pantangan Asam Lambung

Pantangan Asam Lambung

Dalam menjaga asupan buah dan sayur, kami mengikuti aturan Food Combining agar bisa mengontrol sebanyak apa buah dan sayur yang harus kami konsumsi. Soalnya kalau enggak ada panduan biasanya kami suka lupa dan menganggap remeh. Hahaha, generasi cemen.

Jadwal Food Combining Abah K untuk Menghadapi Asam Lambung:

  • Bangun tidur minum jeruk nipis perat hangat satu gelas. Biasanya kami membuat satu gelas besa untuk berdua.
  • Sarapan buah jam 07.00, 09.00 dan 11.00. Enggak harus selalu tepat waktu, tetapi harus diberi jeda dan tidak boleh terlalu kenyang.
  • Makan siang jam 12.00 dengan menu sayur dan protein hewani. Karena abah K sedang diet protein hewani dalam 3 bulan pertama, maka kami ganti menu karbohidrat dan sayur.
  • Sore sekitar jam 16.00, makan kudapan kacang-kacangan atau alpukat dan teh herbal, biasanya kami membuat teh jahe, kencur dan kunyit.
  • Makan malam jam 18.00-19.00 dengan menu karbohidat dan sayur.
  • 30 menit sebelum tidur, minum jus sayur.
Salah Satu Porsi Makan Abah K

Salah Satu Porsi Makan Abah K, slobor, urab cambah kemangi kacang panjang, tempe

Air putih harus cukup, diminum di sela-sela jadwal makan. Enggak boleh ngemil dong? Boleh lah, asal jangan terlalu kenyang dengan menu sesuai jadwal makan. Contoh, pagi sebelum jadwal makan ingin ngemil, maka menu camilannya adalah buah. Siang sebelum jadwal kudapan ingin ngemil, maka menu camilannya adalah sayur-sayuran dan karbohidrat.

Perkembangan Asam Lambung Setelah Menjadi Generasi Makan Buah dan Sayur

Dua minggu mengubah pola makan, alhamdulillah, abah K sudah mulai sehat. Jarang mengalami anxiety. Asam lambung masih menyapa tetapi kadar sakit dan frekuensinya jauh lebih kecil dibandingakn sebelum mengubah pola makan. Percepatan detak jantung sudah tidak dirasakan lagi. Bahkan di minggu ketiga abah K sudah kuat puasa.

Semoga semakin sehat dan gejala asam lambung hilang tanpa bekas, untuk hidup yang jauh lebih sehat jiwa dan raga.

Bercocok Tanam untuk Buah dan Sayur yang Segar

Dalam sehari kami memasak 3 ikat sayur, 1 kg-an buah dan beberapa lalapan. Yang menjadi masalah, kami tidak bisa ke pasar setiap hari dan tukang sayur yang lewat pun kadang sayurnya sudah layu dan mulai membusuk. Padahal untuk penderita asam lambung pantang mengkonsumsi sayur yang mulai membusuk. Maka kami memutuskan untuk bercocok tanam sayur-mayur di pekarangan rumah. Selain sayur juga menanam beberapa macam buah-buahan.

Seru lho, kayak kembali ke masa lalu yang akrab dengan tanah dan kotor-kotoran. Kegiatan bercocok tanam juga menambah gerak badan kami yang kesehariannya berkutat pada laptop. Menanam dan merawat tanaman menjadi salah satu kegiatan andalan kami untuk menyegarkan pikiran yang jenuh dengan pekerjaan.

Bercocok Tanam Sebagai Sarana Refreshing

Bercocok Tanam Sebagai Sarana Refreshing, dokumen pribadi

Emang kamu bisa menanam, Dhut? Bisa lah, pakai bibit yang bagus dan praktis. Hahahaha. Daku belum setelaten the real farmer untuk pembibitan dan lain-lainnya. Pakai bibit Cap Panah Merah yang sudah teruji tahan hama dan tahan kesalahan menanam dari petani yang amatiran. Kadang aku suka asal sebar, untungnya tetep tumbuh. Wkakakaka.

Aku juga install aplikasi Sipindo, aplikasi yang disupport penuh oleh Cap Panah Merah untuk belajar dan mencari tahu ada apa dengan tanaman-tanamanku. Emang sih aplikasi ini ditujukan untuk professional petani, pedagang dan penyuluh tanaman, tapi enggak ada salahnya aku juga bergabung sebagai petani meskipun petani amatir. Targetku enggak muluk-muluk, cuma pengen mandiri sayur agar tiap hari bisa mendapatkan sayur segar.

 

Sumber:

Buletin Pemantauan Ketahanan Pangan Indonesia, Fokus Khusus: Tren konsumsi dan produksi buah dan sayur, Volume 8, November 2017.

Serat Makanan dan Kesehatan, Teknik Pangan UNIMUS, E-book Pangan 2006

SAYURAN DAN BUAH SERTA MANFAATNYA BAGI KESEHATAN, Dr Siti Hamidah, Universitas Negri Yogyakarta

 

 

 

%d bloggers like this: