Kami menyukai travelling. Travelling menguatkan bonding keluarga. Menempa keluarga kecil kami untuk menghadapi tantangan demi tantangan. Dari mengkondisikan anak yang rewel, motor macet, kehujanan, ban bocor, hingga yang paling epc; kesasar dengan handphone yang lowbat. Tantangan ini enggak lantas membuat kami kapok travelling, justru makin tertantang untuk me-refresh hati, otak dan fisik setelah sekian lama berkecimpung dalam pekerjaan.

Destinasi yang selalu terngiang-ngiang belakangan ini; Lombok. Melihat foto-foto yang beredar di medsos, bagaimana cantiknya Gili Trawangan, birunya pantai Tanjung Aan, asrinya Sade, segarnya udara Bukit Merese. Apalagi kawasan Mandalika digadang-gadang jadi salah satu The Next Bali. Siapa yang enggak ngiler, ya? Heu.

Abah K sempat mengusulkan untuk travelling dengan motor, naik turun-kapal. Hahaha, tetapi kalau travelling ke Lombok dengan menggunakan motor akan memakan waktu berhari-hari. Secara, kami enggak mungkin motoran terus non stop dari Semarang sampai Lombok, pasti harus istirahat dan menginap di kota-kota tertentu. Jika abah K enggak bisa cuti lama, opsi pesawat jadi pilihan paling pas. Nanti nyari sewa mobil lombok atau motor.

Kamu yang Menyukai Budaya, Jangan Lewatkan Sade dan Sasak Ende Lombok

Sade dan Sasak Ende itu beda. Sekilas kayak akronim saja, ya? Tetapi ternyata beda. Sama-sama Desa Wisata di Lombok dengan Bale Jajar, rumah adat Lombok yang mempunyai atap yang terbuat dari jerami, dinding anyaman bambu dan lantai yang terbuat dari campuran tanah liat dan kotoran kerbau. Mbayanginnya rada horor, ya, padahal tanah gembur di tegalan itu malah campuran kotoran sapi. Hihihi

Sade, Desa Wisata Lombok

Sade, Desa Wisata Lombok, gambar: Kemenpar RI

Di Sasak Ende, anak-abaknya memakai baju adat Lombok. Kita juga bisa menyaksikan Taru, perang khas suku Sasak. Enggak ada biaya masuk untuk ke Desa Wisata Sasak Ende, kita hanya disediakan kotak yang bisa diisi nominal sukarela.

Di Desa Sade, lokasinya agak dekat dengan desa Sasak Ende, selain menikmati rumah adat, warga asli dan perang Taru, kita juga bisa mencoba menenun disini. Di Sade lokasinya lebih ramai dan banyak souvenir yang dijual dibandingkan Sasak Ende.

Berburu Sunshet di Bukit Merese Lombok

Bukit Merese ada di Kuta, di dekat pantai Tanjung Boho. Bukit Merese menjadi dambaan sesiapa yang menyukai senja, termasuk emak K. Menikmati matahari tenggelam di dalam laut di atas bukit akan membuat senja semakin magis. Menikmati heningnya pergantian siang ke malam, dengan langit senja kemerah-merahan.

Bukit Merese, Lombok

Bukit Merese Lombok, sumber: Good News From Indonesia

Bukit Merese merupakan bukit gundul,l hanya berupa sabana tanpa pepohonan. Waktu terbaik untuk menikmati kehijauan Bukit Merese adalah setelah musim penghujan, antara bulan Februari dan Maret. ‘ll we go there next year?

Membayangkan Bukit Merese, aku mengingat Bukit Teletubbies. Glundang-glundung di atas rerumputannya yang hijau akan sangat menyenangkan, kan? Hahaha.

Pantai Tanjung Aan Lombok

Pantai Tanjung Aan serupa kolam renang raksasa karena lokasinya dikelilingi oleh bukit-bukit. Satu jalur dengan Bukit Merese. Jadi setelah dari Bukit Merese, kita bisa langsung ke Pantai Tanjung Aan.. Ombak di Pantai Tanjung Aan cenderung tenang. Pasir pantainya putih, kasar seperti bulir-bulir merica. Orang-orang sering menyebut sebagai Pasir Merica. Semakin dekat ke bukit, bulir pasir putihnya semakin halus.

Pantai Tanjung Aan merupakan tempat favorit untuk berselancar dan snorkeling. Bagi kita yang menyukasi budaya, kita bisa datang pada bulan Februari-Maret saat warga setempat melaksanakan Upacara Adat Nyale, upacara adat untuk berburu cacing Nyale yang berkaitan erat dengan Legenda Putri Mandalika.

Pantai Tanjung Aan, Lombok

Pantai Tanjung Aan, Lombok, sumber: Flickr/Marlina Desti Antari

Menikmati Ketenangan dan Gili Trawangan, Lombok

Emak K menyukai nuansa klasik ndesa tetapi enggak berniat hidup dalam keadaan klasik, Gili Trawangan menjadi spot yang paling wajib dikunjungi saat ke Lombok. Membayangkan sebuah pulau bebas polusi, dimana kendaraan motor jenis apapun dilarang di Pulau ini.

Seger, ya? Memanjakan mata, sekaligus memanjakan paru-paru.Ada banyak aktivitas yang ingin kulakukan disini, menikmati Sunrise dan sunshet, bersepeda, keliling pulau dengan Cidomo, snorkeling, jogging, juga berkuda. Uwuwuwu, romantis banget sepedaan bertiga dengan si K dan Abahnya.

Ada yang ngiler dengan Destinasi impian Lombok emak K ini enggak? Ngiler tetapi enggak berani untuk backpakeran sendiri? Bisa nyoba tourguielombok.com, ada paket wisata yang bisa kita ambil untuk memastikan bahwa perjalanan kita benar-benar nyaman. Kalau pengen tour sendiri tanpa paket wisata, tourguidelombok.com juga menyediakan sewa mobil Lombok dengan berbagai pilihan jenis mobil.

Have a nice holiday, Gengs.

 

 

 

%d bloggers like this: