Semua

#2019SalingRangkul

Aku merindukan suatu masa, ketika berbeda pilihan bukanlah sesuatu yang harus dibahas terus-menerus.

Aku merindukan suatu masa, ketika mengagumi orang lain tidak lantas diikuti dengan mencerca idola orang lain.

Aku merindukan suatu masa, ketika beda pilihan hanyalah menjadi bumbu politik belaka.

Tidakkah kaurindu, duhai kawan?

Aku rindu tutur kata yang bersahabat, tangan yang menggenggam erat beriringan, tawa yang mengiringi perbincangan.

Aku rindu, hingga kubawa ke sujud panjang di penghujung malam.

Mengadu kepada Robbuna, sampai kapankah ontrang-antring ini membuat jagad maya panas? Sampai kapankah perbedaan pilihan membuat orang-orang tidak saling menyapa?

Perbedaan Adalah Hal yang Lumrah, Saling Cakar, Adakah yang Salah pada Hati?

Semua orang setuju jika setiap individu diciptakan unik. Bahkan anak kembar pun sifat dan pemikirannya berbeda, karena hati dan otaknya berbeda. Lantas, ada apakah dengan hati kita yang tidak suka dengan pilihan orang lain yang berbeda?

Adakah hasut yang meracuni, sehingga tidak berkenan melihat orang bersuka ria dengan pilihannya?

Adakah setitik kesombongan yang bertengger, hingga merasa lebih baik karena memilih si X, dan semua yang memilih si Y dianggapnya tolol hingga keluar julukan binatang itu?

Adakah ruang hati yang alpa ditengok, hingga menjelek-jelekkan saingan idola dengan kata-kata yang tidak pantas terasa biasa, bahkan merasa wajib untuk melakukan hal itu atas nama panggilan jiwa?

Ya Robbi, Ighfirly….

Senja itu, kami sowan ke nDalem yai, untuk apalagi jika bukan untuk mereguk kembali kasih sayang beliau yang tidak memandang apakah kami banteng, beringin atau binatang-binatang sekalipun.

Awake dhewe ki, yen wis kadung krasa paling apik, bubrah kabeh.” dhawuh beliau, tiba-tiba.

Aku istighfar terus-menerus. Perbincangan kami melebar, betapa, hatiku menangis mengingat beberapa orang yang menjauh hanya karena tahu aku memiliki pilihan yang berbeda. Tidak perlu aku jelaskan bagaimana pilihanku, tetapi sungguh, aku sakit dijauhi hanya karena hal ini.

Kemanakah Kata-kata yang Santun dan Lembut?

Dulu, kata-katanya lembut ya, Mbak, sekarang kublokir, daripada hatiku sakit karena aku adalah kaum yang iamaksud. Biar kalau ketemu di dunia nyata, aku biasa-biasa saja.

Cerita sesembak, aku meringis, Jangankan yang berbeda, aku yang sama-sama muslimnya saja merasakan hal yang sama; sakit.  Aku unfollow, pun abah K melakukan hal yang sama; unfollow semua akun yang memakai kata sumpah-serapah. Enggak pandang bulu dia siapa. Sekalipun dalam pilihan politik sama, tetapi jika sudah memakai kata yang tidak pantas, unfollow.

Hidup di dunia nyata sudah terlalu rumit dengan berbagai masalah, aku tidak mau tenagaku habis untuk mengomentari masalah-masalah yang bertebaran di jagad maya.

Aku tidak tahu, kemanakah kata-kata yang santun itu pergi saat mengomentari politik yang bersebrangan dengan pilihannya. Aku seperti melihat orang lain yang tidak aku kenal… Hiks, aku nangis nulis ini. Hai kamu, tahukah kamu jika aku menangis mengingatmu. Semoga ini tidak lama, ya. :'(

#2019SalingRangkul

2019 masih setahun lagi, gaungnya sudah ramai di awal 2018. Sungguh, baru tahun ini kayak gini, padahal aku hidup di rumah banteng sejak di kandung Bunda, tetapi belum pernah merasakan hal kayak gini. Bahkan hal ontrang-antring itu hanya terlihat di dunia maya, di rumahku enggak kelihatan, sekalipun kami berbeda pandangan.

Ya, Bapak adalah pengurus Banteng sampai ngoyot, akar-akarnya sudah menancap kuat dalam tubuh Bapak. Tetapi tidak sekalipun Bapak memaksa kami mengikuti pilihannya. Tidak sekalipun Bapak memaksa kami ikut kampanye. Keluarga masih menjunjung prinsip pemilu lama: RAHASIA.

Biarlah aku dan Robbuna yang tahu siapa yang kucoblos di bilik suara itu. Bahkan suamiku sendiri saja tidak tahu.

Biarlah aku dan kamu berbeda pilihan, mari bulatkan tekad #2019SalingRangkul. Masih banyak tetangga lansia yang butuh uluran tangan sekedar untuk memotong kuku-kukunya. Masih banyak Ibu-ibu baru yang butuh didolani agar bisa me time dengan dibantu menggendong bayinya barang satu -dua jam. Masih banyak adik-adik yang butuh didampingi dengan kegiatan-kegiatan seru agar tidak kecanduan gadget. Masih banyak kebaikan lain yang bisa dilakukan, biarlah pemilu dkk tiba pada waktunya.

Salam!

Emak K

 

2 thoughts on “#2019SalingRangkul”

  1. Kalau gerakan #2019SalingRangkul nya dimulai sejak hari ini gimana? Ah, tapi pasti mereka yang nggak mau, karena mereka terlanjur membuat hashtag penuh kebencian itu, demi kepentingan golongan mereka sendiri.

    Betewe, aku juga ikutan unfollow beliau yang paling bersih itu, Mbak.. kutaksanggup lagi membaca statusnya lah..

Bagaimana komentar kalian?