Widi Utami

Learn, Write and Share
Tlatah Bocah

Agar Wisata Pantai Bersama Balita Tetap Seru

April 16, 2019
Agar Wisata Pantai Bersama Balita tetap Seru

Membawa bocah liburan itu sungguh menguras tenaga, baik fisik maupun psikis. Enggak bisa semena-mena. Sangat membutuhkan kerjasama antar pasangan. Apalagi wisata pantai, di satu sisi pasir dan air adalah kesukaan bocah, di sisi lain panasnya pantai dan keramaian bisa membuat bocah bad mood, berujung rewel.

Si K baru kuajak ke pantai satu kali saat berusia 2.5 tahun. Agak drama karena memang persiapan kami kurang. Si K mkenikmati saat sore hari ke pantai, tetapi emaknya klenger dan cenderung gampang emosi.

Kesalahan kami sebenarnya terlihat sepele. Kami saat itu mengandalkan transportasi umum, letak hotel yang harus jalan kaki selama 20 menit membuatku lelah karena harus menggendong si K. Hotel yang dipilih pun ternyata sempit, si K tidak bebas bermain dan menyebabkan ia rewel.

Kesalahan lain yang lumayan fatal adalah kami hanya mengandalkan ‘kayaknya’, enggak ngecek jarak secara real di Google Maps. Kami berjalan bertiga dari pantai Parangtritis lama dan berniat untuk menuju ke Gumuk Pasir. Cuaca sedang panas-panasnya.

Hasilnya?

Emak dehidrasi dan terpaksa kembali ke penginapan dengan segera, badan remuk redam. Sampai di hotel si K rewel. Rasanya… Campur-aduk pengen berendam di air es.

Saat di pantai kami juga enggak membawa mainan apapun, si K hanya bermain pasir dan ombak bersama abahnya. Sayang, lho, seandainya kami membawa sendok pasir, truk kesukaan si K, bola, atau mainan pencetak pasir lainnya pasti semakin menyenangkan.

Dari beberapa pengalaman emak K tersebut, emak K jadi mencatat beberapa poin agar wisata ke pantai bersama balita semakin menyenangkan.

Pilih Hotel yang Lumayan Luas dan Dekat dengan Pantai

Hotel menjadi salah satu kunci kenyamanan balita. Kenyamanan orang tua ada di tangan balita. Trust me, bocah rewel mood orang tua bisa bubrah berantakan.

Selama kami travelling bareng si K, hotel yang luas dan bisa digunakan untuk glundang-glundung cukup bagus untuk menjaga mood si K. Apalagi jika hotelnya ada play ground, si K hepi, emak bisa selonjoran sejenak menabung energi.

Saat6 merancang travelling, hotel yang nyaman tidak bisa ditukar dengan apapun. Kami bisa menghabiskan waktu 2 jam untuk mencari review hotel dan promonya. Hotel yang nyaman tidak selalu identik dengan hotel yang mahal, lhoh. Kami pernah mendapati hotel 300k kalah nyaman dengan hotel yang cuma 150k per malamnya. Pintar-pintar saja mencari celah promo.

Bawa Mainan Kesayangan Anak

Tips paling penting. Mainan favorit anak bisa mengalihkan perhatian anak saat bosan menunggu, kayak menunggu makan, menunggu bis, menunggu kereta. Apalagi jika kita termasuk orang tua yang sedang berusaha membatasi akses gadget, mainan tidak bisa ditinggalkan.

Kalau ke pantai, jangan lupa membawa mainan bola, sendok dan pencetak pasir, jika anak suka berenang bisa membawa pelampung kesayangan anak. Cerianya anak dalam bermain bisa menjadi mood booster bagi orang tua.

Pastikan Anak Kenyang dan Membawa Cukup Bekal

Si K paling pantang kekurangan minum. Ia akan rewel parah jika sedang haus namun tidak mendapati air putih. Memastikan anak kenyang dan membawa bekal makanan dan minuman yang cukup sangat membantu untuk meminimalisir kerewelan anak.

Jangan mengandalkan warung, tidak semua warung di tempat wisata menyediakan makanan dan minuman yang cocok untuk anak. Lebih baik repot membawa bekal daripada capek keliling mencari makanan dan minuman yang cocok untuk anak.

Bagaimana komentar kalian?

%d bloggers like this: