Review Buku| Kimi dan Mimi: Istana Balok

Review Buku| Kimi dan Mimi: Istana Balok

Aku mendapatkan buku ini dari Mami Ubiii Grace Melia saat menjadi pemenang Mini Giveaway di blognya. Mami Ubii mengirimkan dua buku untuk si K, buku Mimi & Kimi Istana Balok dan Liam the Lamb.

Serunya Mengenalkan Moral Quotient Melalui Cerita

Kimi punya banyak mainan

Watik Ideo membuka cerita dengan kalimat tentang keseharian anak. Si K yang berusia 17 bulan langsung menunjuk aneka gambar mainan yang terpampang di buku, lalu membandingkan dengan mainan yang dimilikinya.

Cerita berlanjut dengan kedatangan Sisi, teman Kimi. Tetapi Kimi tidak berkenan jika Sisi meminjam balok Kimi. Pelit, ya? Hal lazim yang terjadi di dunia anak-anak. Jika orang tua tidak bisa mengambil langkah yang tepat, bisa berabe, rebutan bisa berlanjut ke lomba menangis. Heuheu

Aku mencontoh bagaimana Ibu Kimi menyikapi sisi pelit Kimi. Bukan dengan memaksa Kimi meminjamkan balok kepada Sisi, tetapi meminta Sisi mengambil balok miliknya sendiri untuk dimainkan bersama.

Ya, pada usia Batita, anak baru belajar tentang arti kepemilikan. Memaksa anak untuk memberi/ meminjamkan barang miliknya kepada temannya bukan langkah yang bijak. Anak bisa mengalami kebingungan dengan konsep kepemilikan.

Gambar dan Cerita di Buku Mimi & Kimi Istana Balok

Gambar di buku Mimi &Kimi Istana Balok didominasi dengan warna pastel yang nyaman di mata anak. Gambar di dalam buku mempunyai detail sedang, cocok untuk anak usia 3 tahun plus, tetapi masih terlalu rumit untuk anak usia 1 tahun plus.

Kalimat penyusun terdiri dari 3-4 kalimat dalam setiap halamannya, sesuai dengan konsentrasi anak usia 3 tahun plus, masih terlalu panjang untuk usia 1 -2 tahun. Si K sudah tidak sabar membalikkan halaman,  padahal Ibunya baru membaca 1 kalimat.

Untuk anak usia 1-2 tahun, kita sebagai Ibu bisa menyiasati dengan menjadikannya sebagai permainan Tebak Gambar atau Dimana Ia Bersembunyi.

Bermain Tebak Gambar

Minta anak menunjukkan gambar sesuai instruksi kita. Nggak harus banyak, 1-2 gambar pun cukup, setelah itu siap-siap kita yang ditanya anak. Hahaha

Bermain Dimana Ia Bersembunyi

Tutup buku, berikan kepada anak, lalu, minta anak mencari gambar yang ada di dalam buku.

Ayo, kucingnya sembunyi dimana, Nang?

Si K akan membolak-balikkan halaman buku, serius banget, selang setelah membolak-balikkan 5-6 halaman ia girang menemukan kucing kesayangannya. Padahal gambar kucing nyaris ada di setiap halaman. Hahaha

Fisik Buku

Buku Mimi & Kimi Istana Balok tergolong board book dengan ujung buku yang tumpul. Aman jika dipegang anak-anak. Penjilidannya pun sangat kuat. Beberapa kali dibanting si K masih aman. Beberapa kali si K mencoba untuk menyobek pun gagal.

Identitas Buku Mimi & Kimi Istana Balok

Judul: Mimi dan Kimi Istana Balok

Penerbit: Elek Media Komputindo

Penulis: Watik Ideo

Jenis Buku: Cerita Moral Quotient

Bahan Penyusun Buku: Board Book

Jumlah Halaman: 12 hlm isi + 2 hlm cover

Peruntukan Buku: 3 tahun plus atau dibawahnya dengan pendampingan

 

K’s Books Corner: Beri Si Beruang

“Hei, apakah itu bau madu?”

Gumaman Beri si Beruang membuka jalannya cerita tentang jelajah madu si Beri Beruang bersama teman-temannya.

Aku menemukan buku ini saat membersamai si K di perpusda Kota Salatiga. Board Book terbitan Erlangka Kids ini dipilih si K sendiri saat menjelajah rak. Aku pun mendudukkan si K di pangkuan dan membacakan buku ini meski dengan suara bindeng karena sedang flu berat.

Dapatkah kamu menebak apa yang Beri temukan?

Sebuah pertanyaan memancing agar anak mencari tahu, ada apa dibalik lubang pohon, batu, rimbunan bunga. Ya, buku ini dilengkapi dengan flip-flap yang memancing keingintahuan anak. Ada apa? Bahkan si K yang baru genap satu tahun pun reflek membuka -tutup flip-flapnya.

Petualangan Beri mempertemukan dengan teman-temannya, Tupai, Bobi si Burung Hantu, dan Soni. Teman-teman Beri si Beruang menemani Beri untuk menjelajah hutan mencari madu. Rasa kesetiakawanan dan saling tolong menolong sangat kental pada kisah si Beri Beruang.

Nyam-nyammmm!

ujar si K menirukan Ibunya. Hahaha, ya, meskipun buku ini belum tepat untuk usia si K, si K sudah bisa menangkap satu hal, “Nyam-nyammm…” dan terbawa sampai sekarang setiap ia menemukan orang sedang makan. 😀

Buku ini adalah buku terjemahan, tetapi cerita dan tokoh-tokohnya bisa dijumpai di negara tropis. Meskipun board book ini lebih direkomendasikan untuk anak usia 3 tahun ke atas, tetapi tidak menutup kemungkinan bisa digunakan untuk anak usia satu tahun-an sebagai pengenalan buku, media penambah kosakata serta gambar-gambar. Dengan catatan harus didampingi penuh oleh orang dewasa karena SANGAT RAWAN Menyobek poop up. Wakakaka, kan sayang buku mahal-mahal. 😀

Hmmm, very recomended book!

Identitas Buku:

Judul: Beri si Beruang

Pengarang: Mauridge Pledger

Penerbit: Erlangga for Kids

Tahun Terbit: 2009

Hmm, masih ingin mencari referensi buku yang lain? Cuss ke blognya mbak Arin Rekomendasi Buku Kisah Keteladanan untuk Usia 3-7 Tahun dan mbak Rani Review Buku Anak: Halo Balita KDA Semut dan Nabi Sulaiman.

Pencarian Terkait:

  • buku cerita kisah si beruang