Tiga Hal yang Harus Diperhatikan Emak Newbie Sebelum Memilih Paket Hosting

“Mbak, aku bingung memilih paket hosting, apa sih pertimbangannya?” seorang sahabat bertanya, ia merencanakan untuk migrasi dari blogspot ke wordpress self hosted.

Berulangkali aku mendapatkan pertanyaan yang sama, hingga memutuskan untuk menuliskan di blog karena aku berfikir masih banyak yang membutuhkan pendapat dalam memilih paket hosting.

Dulu aku juga bingung tentang hosting ini. Boro-boro hosting, Top Level Domain saja aku enggak ngerti. Awal-awal menikah dengan abah K, aku merasa sedang ngobrol dengan alien saking enggak ngertinya apa itu TLD, hosting, domain, disk space, dll.

3 Hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Memilih Hosting

3 Hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Memilih Hosting

Seberapa Besar Kapasitas Hosting yang Dibutuhkan

Sebelum memilih penyedia hosting, pikirkan dulu seberapa besar kapasitas hosting yang dibutuhkan. Apakah cukup dengan shared hosting ataukah harus menggunakan VPS. Biasanya, jika hanya digunakan untuk blogging dengan pengunjung kurang dari 1000/ hari, kita masih bisa memakai shared hosting.

Jika digunakan untuk marketplace yang perkiraan pengunjungnya lebih dari 1000/hari atau aplikasi berbasis website untuk usaha yang mempunyai cabang, baru menggunakan VPS.

Apakah Blog atau Website  Emak Membutuhkan SSL

SSL, Secure Socket Layer, adalah lapisan keamanan untuk melindungi transaksi di website dengan teknologi enkripsi data yang canggih. Pada website dengan SSL maka alamatnya berubah menjadi https dan muncul tanda padlock (gembok) di address bar browser yang bisa di-klik untuk melihat jenis SSL, teknologi enkripsi yang dipakai dan siapa identitas pemilik website.

SSL selain melindungi transaksi, juga sangat berpengaruh pada SEO. Jika Emak ingin mengoptimasi website, disarankan untuk memasang SSL. Pun, dengan website onlineshop, sangat disarankan menggunakan SSL untuk melindungi transaksi di website.

Apakah Emak Membutuhkan Email dengan Akhiran Domain Sendiri

Ehm, coba baca halo@widiutami.com. Keren yak? Selain keren juga meningkatkan branding. Hihihi. Tetapi emak K belum pakai, belum kuat membayar hosting dengan fasilitas email berakhiran domain. Makanya toh, doakan emak K biar makin banyak job dan bisa upgrade hosting yang menyediakan email dengan akhiran domain sendiri. ☹

 

Ketiga hal tersebut harus Emak perhatikan benar-benar. Jika sudah menandai ketiga hal tersebut, baru kita membandingkan harga antar penyedia hosting sesuai dengan yang kita butuhkan.

Jangan sampai memilih hosting di atas budget Emak. Pun, jangan sampai juga memilih hosting yang tidak mampu menampung visitor ataupun data Emak, nanti pengunjung blog kita ngambek kalau tetiba blog down enggak bisa diakses.

Lhah dalah, Emak K pan gimana? Emang ada ya hosting murah yang bisa menampung ribuan pengunjung dengan kapasitas disk besar?

Niagahoster merupakan salah satu penyedia web hosting langganan abah K sejak awal terjun sebagai website developer yang menawarkan hosting murah berkualitas. Debut pertama abah K menjadi seorang website developer dimulai dari Niagahoster.

Saat kiprah abah K sebagai aplikasi developer belum sebaik sekarang, abah K bergabung sebagai salah seorang afiliasi Niagahoster. Ya, Niagahoster sempat menjadi salah satu kran rejeki keluarga baru kami melalui program afiliasinya.

Layanan Niagahoster

Layanan Niagahoster

Niagahoster, Web Hosting Murah Berkualitas

Niagahoster menawarkan unlimited termurah, dimulai dengan harga Rp.19.800/ bulan, gratis domain, SSL Grade A, dan http/2 untuk SEO website kita. Ada 4 paket web hosting yang ditawarkan, yakni Paket Bayi, Pelajar, Personal dan Bisnis.

Paket bayi dengan diskspace 500 MB, SSL, Domain cocok untuk blogger pemula yang belum membutuhkan diskspace besar dan email. Hanya dengan Rp. 19.800/ bulan, kita bisa mempunyai blog WordPress Self Hosted lengkap dengan SSL dan domainnya. Namun belum termasuk emailnya.

Paket Pelajar dengan unlimited diskspace, bandwith, gratis 1 domain, SSL, email 10 add on domain, sangat cocok untuk blogger yang berencana mempunyai website lebih dari satu dan email dengan email berakhiran nama domain sendiri. Jika Emak ingin mempunyai website personal dan website online shop ataupun company profile, disarankan untuk mengambil paket ini karena mengelola beberapa website dalam satu hosting sangat memudahkan pengelolaannya.

Paket Personal menawarkan keunggulan unlimited add ons domain dan SpamAssasin Protection, untuk sesiapa yang ingin mengelola lebih dari 10 domain, selama pengunjung masih dalam batas wajar. Biasanya, sih, yang mempunyai lebih dari 10 domain adalah ads and job hunter. Eh. :p

Sedang Paket Bisnis menawarkan magic auto back up dan restore serta prioritas layanan support dibandingkan dengan paket sebelumnya.

Paket di Niagahoster

Paket di Niagahoster

Garansi 30 Hari Uang Kembali

Aku pernah bertanya kepada abah K, “Bah, kalau kita mau nyoba dulu, bisa enggak ya? Pan kita belum tahu, apakah paket bayi itu kuat menampung data dan pengunjung blog kita. Apakah penyedia hosting ini bisa dipercaya.”

“Cari yang menawarkan trial atau garansi uang kembali.”

“Oh, ada, ya?”

“Ada, Niagahoster.”

Ya, Niagahoster menawarkan Garansi 30 Hari Uang Kembali jika kita menemukan kendala atau merasa kurang puas dengan layanan Niagahoster. Selama 30 hari tersebut, ujicoba semua layanan Niagahoster, jika ada yang mengecewakan, silahkan klaim garansi, uang kita bakal kembali.

Dengan jaminan garansi ini, aku menangkap keseriusan Niagahoster untuk memberikan yang terbaik bagi pelanggan.

Garansi 30 Hari Uang Kembali

Garansi 30 Hari Uang Kembali

 

Hmmm, jadi, mau mengambil paket hosting yang mana, nih, Mak? Semoga artikel ini membantu mengurangi kegalauan emak-emak dalam memilih paket hosting yang tepat, ya. 😊

 

 

 

Emak Newbie Membangun Website bersama ID Hostinger

Emak Newbie Membangun Website bersama ID Hostinger

Jangan membangun website sendiri. Berat. Biar aku saja….

Dih, Emak K kok malah ter-Dilan. Hahaha. Ah, andai abah K yang bilang seperti itu. Sayang, kalimat itu cuma mimpi. Abah K bukan tipe orang kayak Dilan perihal kemampuan Emak K. Minggu ini ada yang minta tolong untuk membangun website sekolah, abah K malah menantang Emak K untuk membangun website profil sekolah sendiri karena beliau sedang kepentok deadline aplikasi.

Baiklah, Abah. Siapa takut! Gulung lengan dan mari tunjukkan ke dunia jika emak newbie pun bisa membangun website sendiri, meskipun codingnya nol prutul.

Gaya doang. Padahal sambil harap-harap cemas membayangkan berurusan dengan instalasi wordpress, domain, cpanel… ah, nanti bisa Googling atau minta tolong CS. :p

Agar tidak Salah Pilih Penyedia Hosting (Lagi)

Seorang sahabat bercerita, blog miliknya tidak keluar permalinknya. Setiap di klik artikel atau halaman apapun, link yang muncul di address bar adalah link utama blog. Jadi beliau tidak bisa memberikan laporan artikel langsung dengan link yang menuju ke artikel. Aduh, mbulet, ya? Aku kasih ilustrasi di gambar, deh.

Permalink yang Tidak Berfungsi

Melas kan, ya? Hal ini berlangsung setahun lamanya. Aku yang dicurhati melongo. Kutanya baik-baik, apakah penyedia domain tidak bisa memberikan solusi? Jawabannya bikin pengen ngunyah sirih: lama dan mbulet!

Baiklah, pasal pertama sebelum memilih penyedia hosting: Testing Customer Service-nya, jika jawabannya cepat, lugas dan on point, maka penyedia hosting ini lolos seleksi.

Masih dengan cerita dari sahabat yang sama. Setelah kutelusuri, beliau ternyata tidak memahami apa yang tengah terjadi dengan blog miliknya. Jadi, blog beliau masih menumpang di wordpress dot com, dipasang Top Level Domain tanpa membeli domain mapping, tanpa upgrade ke paket premium, seperti ketentuan dari wordpress dot com.

Ya, sahabatku itu pasrah bongkokan kepada penyedia hosting untuk mengurus upgrade domain ke Top Level Domain (TLD) karena iming-iming harga yang murah tanpa diberitahu ada apa dibaliknya dana pa konsekuensinya.

Pasal kedua sebelum memilih penyedia hosting: Jangan tergiur harga murah. Teliti fasilitas apa saja yang disediakan dengan harga tersebut, Jika tidak jelas feature-nya, tinggalkan.

Saat itu blog abah K tetiba down malam hari. Abah K tidak bisa mengatasi sendiri karena kesalahan ada di hosting. Username Cpanel di-banned karena dicurigai ada penyusup. Abah K mencoba untuk menghubungi cs berkali-kali,  tidak kunjung direspon. Baru direspon keesokan harinya pada jam kantor. Hanya 6 jam down-nya, tetapi sudah membuat optimasi blog terjun bebas lantaran terdeteksi broken link saat down itu.

Cuma 6 jam down, tetapi langsung membuat Google melirik yang lain. Patah hati. Pageview yang basanya 1000++ perhari, terjun bebas jadi 100++…. Statistik jadi kayak roll coaster. Teganya oh teganya.

Pasal ketiga sebelum memilih penyedia hosting: Pilih yang menawarkan layanan 24 jam. Kayak UGD. Testing saja dengan basa-basi tengah malam saat nglilir tidur. Jika dijawab welcome, penyedia hosting ini patut dipertimbangkan.

Membangun Website Sekolah Sendiri

Bisa jadi aku terlalu pede. Coding-nya nol pruthul, tetapi menerima tantangan abah K dengan senyum congkak. Wkwkwkwk. Tetapi, toh, nyatanya emak BISA!. Astaghfirullah, nyebut, Mak, Nyebut, jangan sombong, sombong itu temannya syaitan- Ehehehe, emak K bisa karena pilih layanan ID Hostinger yang newbie friendly, kok. Rahasia terbongkar, deh. Heuheuu

Kenapa Emak K Memilih ID Hostinger?

Sebelum memilih ID Hostinger, Emak K pre-test dulu, dong. Enggak Cuma anak yang mau masuk TK dulu yang harus pre test, penyedia hosting pun demikian. Pakai tiga pasal yang sudah kubahas sebelumnya.

Customer Service Fast Respon

Sebelum memilih, Emak K chat ke Customer Service, apakah bisa building website dengan domain sementara karena domain yang diinginkan belum disetujui oleh PADI. Customer service menjawab dengan sangat lugas dan cepat, kurang dari satu menit: Sebaiknya menunggu domain disetujui oleh PADI karena di layanan ID hostinger tidak bisa mengganti domain utama.

Pahit kan, ya? Iya, tetapi aku lebih suka yang jujur begini daripada di-iya-iyain demi menggaet customer, embuh gimana caranya. Baiklah, Jenderal, kutunggu dulu persetujuan pengajuan domain .sch.id di PADI.

Tawaran Layanan yang Jelas

Saat akan memilih layanan mana yang ingin kuambil, aku terlebih dahulu membandingkan antara layanan satu dengan yang lain. Menimbang-nimbang manakah yang sesuai dengan kebutuhanku. Aku membutuhkan hosting yang bisa menampung beberapa website karena yayasan yang meminta dibuatkan website mempunyai dua sekolah, TK dan Play Group. Kan kece kalau masing-masing sekolah mempunyai website profil sendiri.  Akhirnya, aku memutuskan untuk mengambil layanan premium yang bisa digunakan untuk menampung beberapa website dengan biaya yang ramah di anggaran sekolah.

Paket Premium ID Hostinger

Layanan 24 Jam

Saat aku menanyakan tentang domain sementara itu, sebenarnya di Salatiga masih terhitung dini hari, belum adzan shubuh. Hahaha, secara, emak K baru bebas ngubek-ubek website saat si K bobok, malam atau sebelum shubuh. Dan, yess, aku membuktikan jika layanan 24 jam ini bukan jargon belaka.

Newbie Friendly

Ini sih, bonus. Awalnya emak K sudah ketar-ketir bakal harus Googling sana-sini untuk setting domain dan hosting, eh, ternyata layanan ID Hostinger newbie friendly,tinggal ikuti saja step by step-nya setelah pembayaran berhasil.
Begitu pembayaran berhasil dan paket yang dipilih aktif, di layar langsung dipandu langkah apa yang harus kulakukan untuk mengaktifkan domain.

Layanan ID Hostinger yang Newbie Friendly

Dua Cara Membangun Website Sendiri di ID Hostinger ala Emak K

Ada dua acara yang telah kucoba untuk membangun website sendiri di ID Hostinger. Sebenarnya ada banyak cara yang ditawarkan ID Hostinger, tetapi bagi emak K, yang paling gampang ada dua cara: memanfaatkan fitur auto install wordpress dan Zyro Builder.

Auto Install WordPress

Cara ini kugunakan karena aku sudah mempunyai theme incaran, tinggal install di WordPress. Cara untuk memanfaatkan auto isntall WordPress sudah kujembreng di atas, setelah berhasil tinggal ketik domain(dot)com/wp-admin di adress bar dan masuk dengan username dan password yang telah diisi pada langkah ke lima.

Zyro Builder

Nah, kalau theme gratis yang disediakan wordpress belum ada yang cocok di hati, sementara malas membeli theme premium, Zyro Builder bisa menjadi solusi. Zyro Builder ini memungkinkan kita untuk mendesain tema tanpa harus menguasai coding. Tinggal klik dan drop printilan yang diinginkan.

Ini saat Emak K memakai Zyro Builder untuk membuat Desain Website Taman Kanak-kanak. Keenakan desain klik dan drop sampai lupa waktu. Hahaha

Zyro Builder, Tinggal Klik dan Drop

So, siap membangun website sendiri? Pakai Layanan ID Hostinger, kalau masih ingin eksplorasi sendiri sebelum memakai layanan,kita bisa memakai layanan gratis dengan sub domain IDHostinger.