Blogger Keren; Ia yang tak Sekedar Mengejar Dunia

Blogger Keren; Ia yang tak Sekedar Mengejar Dunia

Kerja dari rumah. Kerjaannya kalau enggak mantengin laptop ya travelling, bikin video review produk, foto-foto, atau curhat di media sosial. Gitu doang, uang mengalir ke rekening, paketan produk rutin datang sampai kurir hafal. What a wonderfull life. Enggak perlu kerja berat, liburan seenaknya, enggak terikat waktu kerja, tetapi kebutuhan primer, bahkan tersier terpenuhi dengan mudahnya.

Stigma yang melekat pada seorang blogger dari orang-orang diluar sana. Biasanya aku iya-iyain saja, padahal di belakang senyum sumringah karena terlihat jalan-jalan dan fota-foto melulu, ada otak yang mendidih memikirkan optimasi blog, analytic, monetize, editing html-css, editing foto, editing video yang cuma satu menit tetapi ngeditnya bisa lima jam sendiri.

Jika enggak kuat dengan proses dan standarnya, godaan untuk mengambil jalan pintas, yang tentu saja tidak berkah, bertebaran dimana-mana. Menjadi #BloggerKeren yang enggak cuma memikirkan dunia, tetapi juga memikirkan akhirat, berat nian~

#BloggerKeren Menghargai Kekayaan Intelektual

Banyak orang yang mengelu-elukan Google Adsense, padahal untuk mencapai pembayaran dalam satu bulan membutuhkan setidaknya 10k trafik perhari. Perhari, Cyn, bukan perbulan. Katakanlah jika satu artikel page one biasanya dikunjungi 50 orang perhari, untuk mencapai trafik 10k perhari, setidaknya dibutuhkan 200 artikel page one. Padahal blog emak K yang masuk page one paling 10% dari jumlah artikel keseluruhan. Masih butuh 1800-an artikel lagi kalau mau Pay In Google Adsense setiap bulan. Hiks, nangis di pojokan.

Segitu banyak artikel yang dibutuhkan, ada programmer yang menawarkan sebuah tools untuk ‘menulis’ artikel yang konon lolos plagiarism check dengan harga 320k. Lengkap dengan penjadwalan posting ke blog. Artikel yang dihasilkan tidak terbatas, terserah yang memakai. Setelah kutelusuri lebih lanjut, ternyata ini mirip AGC, hanya saja jika AGC full copy satu artikel blog lain, tools ini menggabungkan dua-tiga-empat artikel dari blog lain dalam satu artikel.

Kamu ingin misuh?

SAMA.

#BloggerKeren Menghargai Kekayaan Intelektual

#BloggerKeren Menghargai Kekayaan Intelektual

Jika kalah optimasi SEO, blog kita tenggelam, blog orang itu yang page one. Meskipun mungkin umurnya tidak lama karena terendus bau busuknya oleh Googe, tetap saja ngeselin. Untuk membuat satu artikel 500 kata saja kita membutuhkan full konsentrasi dengan membaca berbagai referensi, eh, dia enak-enaknya pakai tools lalu ditinggal tidur.

#BloggerKeren enggak akan memakai tools jahat ini. Jangankan menggabungkan artikel, mengutip paragraf saja memperhatikan etika pencantuman sumber. Menghargai kekayaan intelektual orang lain. ENggan mencuri hasil karya orang lain. Memikirkan akhirat, memikirkan pertanggungjawabannya kelak.

#BloggerKeren Berani Berkata Benar, Meskipun Dibenci Sebagian Orang

Jaman now, kemajuan teknologi yang sangat pesat, ternyata enggak diimbangi dengan kecerdasan teknologi. Saat Bom Surabaya beberapa minggu yang lalu, timeline heboh dengan berita CNN yang menayangkan berita dengan tanggal terbit tiga-empat hari lebih awal dari kejadian. Orang-orang berspekulasi, “Bom Surabaya telah direncanakan, terendus oleh CNN,” bahkan ada judul yang lebih bombastis, “Bom Surabaya adalah pengalihan isu, direncanakan secara matang oleh pemerintah, CNN sudah menayangkan tiga hari yang lalu. Ada apa dengan negeri ini?”

#BloggerKeren Berani Berkata Benar, Meskipun Dibenci Sebagian Orang

#BloggerKeren Berani Berkata Benar, Meskipun Dibenci Sebagian Orang

Padahal itu hanya trik SEO jadul, backdate tanggal postingan. Untuk blogger, hal seperti itu terlihat sepele, mungkin malah terbiasa melakukan backdate saat menerbitkan artikel. Tetapi, bagi sebagian orang, backdate menjadi alat untuk memantik api fitnah, yang barangkali tidak pernah dipikirkan dampaknya oleh pembuat postingan. Aku dan abah K berjibaku untuk mengomentari postingan berbau fitnah ini dengan satu blogpost tentang backdate, membagikan seluas yang kami mampu, meskipun pada akhirnya kami dituduh bani cebong IQ sekolam. Padahal kami enggak tertarik politik babar blas.

#BloggerKeren berani berkata benar meskipun resiko tidak sedikit. #BloggerKeren enggak sungkan menegur jika menemukan sesuatu yang salah. Yang salah saja ditegur, apalagi membuat tulisan yang jelas-jelas fitnahnya, pasti big big no. Memikirkan pertanggungjawabannya berat, jangan sampai menjadi MLM dosa karena membuat tulisan fitnah untuk menyenangkan sebagian orang. No!

#BloggerKeren Tetap Mengedukasi, di Blogpost Berbayar Sekalipun

#BloggerKeren Tetap Mengedukasi, di Blogpost Berbayar Sekalipun

Godaan blogger saat banyak job adalah… membuat postingan seadanya, sekedar untuk menanam backlink, sudah. Yang penting invoice cair, masalah blogpost berguna atu sekedar cuitan enggak jelas, luweh. Pernah? Tenang, emak K juga pernah. HAHAHA. Jadi yang nulis bukan #BloggerKeren, dong? Hiks-hiks, iya, kadangkala menulis sekedar menulis, masalah kelak mempertanggungjawabkannya bagaimana, embuh, tergoda dengan invoice, apalagi kalau lagi krisis. 😀

 

Aku masih proses untuk belajar menulis yang bermanfaat, meskipun di postingan berbayar. Paling berat jika postingan berbayar temanya bukan yang dikuasai. Ingin nolak, tetapi kok sedang butuh uang. Begitulah, masih materialistis.

Aku ingin jadi #BloggerKeren yang tulisannya bisa dipertanggungjawabkan. Jangan sampai kelak di akhirat, malaikat bertanya, “Kamu nulis apa di artikel ini? Kuota internetmu sia-sia. Laptop kamu sia-sia. Waktu kamu sia-sia. Tidak amanah.” Hiks-hiks, ngeri.

#BloggerKeren Tetap Berada di Jalan yang Lurus, Meskipun Menguasai Trik untuk Menikung

YA SALAM! Headingnya sudah kayak judul sinetron belum? Hihihi, macam pacaran saja’ menikung.

Dunia blogger itu sungguh kejam, sama seperti dunia pekerjaan yang lain. Trafik kurang? Bisa memakai boot. Follower kurang? Tukang jualan follower bertebaran, 1k follower cuma 50.000 saja. SEO kalah? Bisa pakai blackhat SEO, tumbangkan artikel lawan memakai tools. Likes kurang? Beli saja, jasa bertebaran dimana-mana. Adsense belum mencapai target? Pakai tools blackhat Adsense, seolah-olah kliknya organik, padahal pakai tools. Itu belum blogger yang ngakalin pemberi job.

Emak K sampai hafal. HAHAHA. Sering menyimak obrolan abah K dan kawan-kawannya sesama programmer, blogger dan publisher adsense membuatku tahu betapa dunia blogger enggak terbatas pada blogger di lingkaran friendlistku yang bersih-bersih. Wkwkwk

Meskipun Menguasai Trik untuk Menikung

Meskipun Menguasai Trik untuk Menikung

Meskipun abah K menguasai trik untuk menikung, abah K masih memikirkan pertanggungjawabannya kelak. Katanya, “Masa anak istriku kukasih makan dengan cara yang tidak halal.”

Sungguh kata-katanya membuatku jatuh cinta untuk kesekian kalinya. Boleh mengidolakan suami sendiri kan? Hihihi. #BloggerKeren selalu berusaha untuk tetap berada di jalan yang lurus, meskipun godaan dimana-mana sangat menjanjikan. Meskipun trik-trik itu mudah dan dikuasainya, dia tetap teguh pendirian.

 

Hampir seribu kata, si K sudah bangun dari tidur siang. Waktu menulis sudah habis. Hihihi. Terimakasih Warung Blogger, dengan menulis ini aku jadi punya standar untuk terus memperbaiki diri. Doakan emak K agar bisa menjadi #BloggerKeren, ya.

 

Salam!

Emak K, deaf Blogger

 

“Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba blog Menu7uh Warung Blogger Lebih Baik: Yuk, Jadi Blogger Keren!

Kompetisi Blog Menu7uh Warung Blogger Lebih Baik: Yuk, Jadi Blogger Keren!

Kompetisi Blog Menu7uh Warung Blogger Lebih Baik: Yuk, Jadi Blogger Keren!

 

Langkah Mudah untuk Membuat Link Klik untuk Chat Whatsapp

Langkah Mudah untuk Membuat Link Klik untuk Chat Whatsapp

Hai! Akhirnya Emak K bisa posting lagi setelah seminggu ngilang karena si K ngajak emaknya begadang melulu. Heuheu.

 

Short link chat whatsapp cukup membantu dunia per-online-an, enggak usah lagi ketik nomor secara manual, save baru bisa chat. Kali ini WiDut bakal berbagi bagaimana caranya agar kita bisa membuat shortlink yang sekali klik, klien langsung tertuju ke whatsapp kita. WiDut kasih contoh, ya: bit.ly/widiutamidotcom. Kece, kan? Tapi punyaku belom kupasang, ada rencana untuk mengganti nomor whatsapp, nomorku hangus karena lupa mengisi ulang. Cry.

Dalam membuat shortlink ini, setidaknya ada dua langkah yang harus ditempuh yakni; membuat link whatsapp, kemudian membuat versi shortlink-nya.

1| Membuat  Link untuk Chat Whatsapp

Untuk membuat link untuk chat whatsapp, copy URL berikut ini dengan diikuti nomor dengan format Internasional:

Perlu diingat, penulisan nomor Internasional TIDAK PERLU MENGGUNAKAN ‘+, -, atau 0 di awal angka’.  Misal, jika nomor whatsappnya 085732255706, maka angka yang digunakan adalah 6285732255706.

Perhatikan contoh berikut ini,

Menambahkan Teks untuk Membuka Chat Otomatis

Saat ada yang klik link tersebut, otomatis mengirimkan chat, semisal: “Hello, Semangat Pagi, WiDut!” Keren, ya? Hahaha. Caranya cukup gampang, cukup tambahkan teks URL dengan %20 sebagai pengganti spasi.

Nomor telepon whatsapp adalah nomor Internasional seperti yang kubahas di atas, sedangkan teksberkode URL adalah teks yang kita harapkan untuk muncul dengan %20 sebagai pengganti spasi.

Contoh:

Nah, gimana? Sudah berhasil? Coba kirim URL tersebut melalui pesan pribadi untuk mengecek apakah sudah berhasil langsung nge-link ke nomor whatsapp yang kita kehendaki.

2| Membuat Shortlink URL Custom dengan Bit.ly

Jika kita ingin membuat URL Custom dengan bit.ly, dimana shortlink ini sangat mudah diingat agar kita tidak perlu meng-copy berulang-ulang, kita cukup membuat akun gratis di bitly.com. Aku kemarin mendaftarkan diri dengan menggunakan akun Facebook.

Setelah pendaftaran berhasil, klik create di pojok kanan atas.

Membuat Shortlink Whatsapp untuk Chat

Kunjungi bitly.com, klik create di pojok kanan atas

Paste long URL, kemudian klik Create.

Customize nama yang akan kita gunakan sebagai branding dengan mengganti teks di belakang bit.ly/ 

Membuat Shortlink Whatsapp untuk Chat1

Ganti teks di belakang bit.ly/ untuk membuat cutomize name sebagai branding

Klik Save, lalu copy link di pojok kanan untuk mulai menggunakan atau menyebarkan. Klik manual juga bisa, kok. Kan linknya mudah dihafalkan. Hehehe.

 

TARA! SELAMAT! Cukup mudah, kan? Aku aja bangga karena enggak perlu tanya ke abah K. WKAKAKAKA. Banggamu receh amat, Mak. Heuheuuu. So, selamat mencoba, temans. Semoga brandingnya berhasil, semakin sukses dan berkah, ya.

 

Salam!

Emak K, professional Deaf Blogger Wannabe

 

 

Memilih Penyedia Domain yang Terpercaya untuk Blogspot

Kalau penyedia domain, baiknya kemana, ya?

Berulangkali aku mendapatkan pertanyaan yang sama. Rerata yang bertanya adalah blogger yang sedang semangat-semangatnya untuk upgrade ke TLD. Membaca curhatan mereka biasanya aku langsung minder, huhuhu, apakabar blog TLD dan hosting yang update-nya Senin-Kamis ini. Merasa menyia-nyiakan kesempatan yang telah kupunya. Hiks.

Maka, malam ini sebelum mengerjakan DL tulisan dengan backlink, aku ingin menulis yang tanpa backlink dulu. Pemanasan sekaligus menyeimbangkan backlink biar blog ini enggak njomplang. Mhuahahahah.

Berbeda dengan domain dan hosting untuk WordPress Self Hosted yang membutuhkan banyak pertimbangan, domain untuk Blogspot tidak begitu banyak yang harus dipertimbangkan, memilihnya pun tidak perlu bermumet-mumet ria, cukup terapkan dengan cara berikut agar mendapatkan penyedia hosting terbaik.

Baca juga: Kenapa Aku Memilih WordPress Self Hosted

Jika Ada Promo Domain, Pertimbangkan juga Harga Domain di Tahun Kedua

Emak K pernah menyesal saat membeli domain dot co 2014 lalu. Apa pasal? Kala itu sedang promo domain dot co, harga domain cuma $5 kalau tidak salah, di tahun kedua, harga domain ternyata menjadi $25. Hiks hiks, daku lupa melihat berapa perpanjangan domain. Apesnya lagi, saat akan memperpanjang, eh, lagi enggak ada duit. Yawis, domain dengan nama widut dot co itu hilang ditelan kadaluarsa.

Jangan Risau Soal Harga Domain

Jangan risau soal harga domain. Harga domain antar penyedia domain bedanya tipis banget. Wkwkwk, kalau sedang promo, bolehlah mendapatkan domain murah di tahun pertama, tetapi tahun kedua dan seterusnya harga domain kembali pada harga normal.

Testing CS Penyedia Hosting Besar, Bisakah Memasangkan Domain di Blogspot

Kunjungi laman penyedia hosting besar, seperti Niagahoster, Hostinger, Dewaweb, Qwords, Go Daddy atau penyedia lain. Testing customer service-nya, bertanyalah apakah mereka juga bisa memasangkan domain di Blogspot. Cara ini sangat simpel dibandingkan harus memasang sendiri. HAHAHAHA. Emak manjah. 😛

Jika CS cepat merespon dengan jawaban yang memuaskan, segera lakukan pemesanan domain sesuai petunjuk, lalu kembali hubungi CS untuk memasangkan domain di blogspot. Simple ya?

Ingin Menguji Kemampuan? Boleh Saja, Banyak Tutorial

Jika ingin menguji kemampuan untuk memasang domain di blogspot sendiri, boleh saja. Siapa takut? Banyak tutorial yang sudah ditulis. Emak K belum nulis, terakhir memasang domain untuk blogspot enggak kepikiran screen shoot step by step-nya. Hahahaha.

Biasanya kan kalau bisa memasang sendiri ada kebanggan tersendiri. So, boleh-boleh saja menguji kemampuan, jika sudah mentok bisa menghubungi CS, menghubungi emak K juga boleh, kok. For free, insyaALlah.

 

Kenapa Aku Memilih WordPress Self Hosted

Kenapa Aku Memilih WordPress Self Hosted

Sudah lama pengen nulis blogspot vs wordpress, tetapi maju-mundur karena keduanya punya plus minus sendiri. Eh, kemarin di grup ditantang mbak Almazia Pratita buat nulis Why I Love WordPress. Aku pikir, kenapa enggak dibikin satu blogpost khusus tentang wordpress aja, biar adil dan pembaca memutuskan sendiri mau ambil yang mana. 😍

Ada Cinta di Balik WordPress

Awal-awal ngeblog, aku memutuskan untuk memakai platform blogspot. Tahun 2017, abah K memberikan sebuah kejutan, blog baru dengan domain di WordPress Self Hosted. Lengkap dengan nuansa serba keunguan sesuai kesukaanku. Nasib punya suami programmer, kejutannya berupa blog. Wkwkwkwk.

Ya, itulah salah satu alasannya, kenapa aku sangat sayang dengan blog ini, ada cinta di dalamnya. Cinta yag menuntut produktif, bukan yang melenakan. Ngahahaha.

Plugin nan Menggoda

Pengguna WordPress sangat dimanjakan dengan keberadaan plugin. Berbeda dengan blogspot yang mengharuskan edit HTML jika ingin menambah efek-efek tertentu yang belum tersedia di default dashboard, di WordPress kita hanya perlu menginstall plugin jika ingin menambah feature. Mana pluginnya tinggal download, pasang, yang paling membuat Emak girang, kebanyakan plugin ini gratis.

Aku pribadi memasang plugin Elementor yang kumanfaatkan jika membutuhkan tampilan grafis yang kece, Jetpack untuk mengecek statistik, Akismet untuk menangkal spamming, plugin Google Analytic untuk melihat tracking Google Analytic langsung di Dashboard, Plugin Yoast SEO yang merupakan salah satu Plugin SEO Terbaik , plugin Instant Artikel untuk memanjakan pembaca dari Facebook, dimana pembaca tidak perlu keluar dari aplikasi Facebook untuk membaca artikelku.

Plugin ini bisa diatur sesuai kebutuhan. Jika sedang tidak membutuhkan tinggal klik deactivate. Jika ada update dari penyedia, tinggal klik update.

Namun, jika terlalu tergoda dengan plugin akan menyebabkan spacedisk kolaps, bahkan di beberapa kasus, karena tidak pintar memilah-milih plugin, sembarang plugin diaktifkan, bisa menyebabkan blog down karena terlalu penuh. Jadi, pinter-pinternya kita saja memilih mana yang perlu diinstall.

Edit URL 😀

Sebagai Emak Blogger tukang ngegalau, aku sangat terbantu dengan fasilitas edit URL ini, soalnya suka gonta-ganti judul di tengah-tengah proses penulisan. NGAHAHAHA. Di WordPress jika ingin mengedit URL, tinggal edit URLnya saja, tidak perlu membuat blogpost baru agar URL menyesuaikan judul.

Edit Judul WordPress

Edit Judul WordPress

Edit Komentar

Pernah mendapatkan komentar yang bikin eneg? Bukan, bukan komentar pembesar payudara, nawarin utang atau apa, itu mah masuk ke spam biasanya, tetapi komentar dari wan-kawan yang kayak enggak ikhlas komentarnya, semacam “Ini pasti iklan ya?” atau “Kok ngiklan melulu sih?” atau yang paling ngeselin, “merk X lagi, dimana-mana merk X, enggak ada yang lain apa?”

Edit Komentar WordPress

Edit Komentar WordPress

Edit komentar ini juga bisa dilakukan jika ada komentator yang typo mengetik url-nya, sehingga menyebabkan broken link. Broken link ini bikin para blogger sewot karena menyebabkan spam score tinggi dan mempengaruhi performa blog.

Jika lagi slow, aku memilih untuk mengedit komentarnya. Kalau lagi enggak waras ya hapus saja sudah. 😀

Set Featured Image

Di blogspot, foto yang diupload pertama kali otomatis menjadi featured image. Kalau di WordPress, ada pilihan untuk memakain foto yang mana. Bahkan ada pengaturan apakah featured image dimunculkan di postingan sebagai gambar pertama atau ditiadakan dari postingan.

Membantu banget untuk orang-orang yang suka menulis secara random macam emak K. Ide-ide muncul di sela-sela menulis, kadangkala gambar pertama bisa menjadi gambar terakhir karena mengubah alur pembahasan. Hahaha.

Edit Nama Foto

Dulu saat menggunakan blogspot, aku harus menyiapkan foto sekaligus komplit dengan namanya sebelum posting karena blogspot tidak menyediakan feature editing printilan identitas foto. Nah, di WordPress, kita bisa mengedit printilan foto untuk menyesuaikan dengan keyword yang kita bidik.

Edit tag Foto di WordPress

Edit tag Foto di WordPress

Sudah 500an kata, padahal masih banyak yang ingin ditulis. Biar adil, aku juga mau cerita ENGGAK ENAKNYA memakai WordPress Self Hosted.

Konsekuensi Memakai WordPress Self Hosted

Bagaimanapun enaknya memakai WordPress Selfhosted, aku harus mengakui jika memakai WordPress Self Hosted juga ada enggak enaknya.

WordPressnya Gratis, Hostingnya… Bayar dong!

Hahaha. Berbeda dengan pengguna blogspot yang hanya memikirkan perpanjangan domain setiap tahun– Itu pun jika domainnya TLD–, pengguna WordPress Self Hosted harus memikirkan juga perpanjangan hosting, diakui atau tidak, perpanjangan hosting ini kadangkala membuatku galau. Jadi sebelum beralih ke WordPress Self Hosted, ada baiknya kita menghitung benefitnya terlebih dahulu. 😀

Harus Rajin Back up

Jika kita memakai blogspot, terus lupa memperpanjang atau sengaja enggak memperpanjang sewa domain karena lagi bokek, domain otomatis berubah ke sub domain blogspot dengan postingan dan theme yang aman sentausa. Berbeda dengan WordPress Self Hosted, kalau kita alpa memperpanjang, artinya kiamat kecil. Wkwkwkwk, maksudku, lenyap semua database yang pernah kita simpan. Jadi, harus rajin-rajin backup, entah backup ke WordPress Org atau blogspot yang diset privat, atau back up manual di office.

Harus Rajin Memantau Disk Space dan CPU Usage

Ini bagian yang paling njelehi. Kalau membayar hosting bisalah, tinggal bayar. Kalau memantau CPanel. O em Ji, emak K rada-rada horor gitu memantau Cpanel. Apalagi kalau melihat tanda merah di Disk Space atau CPU Usage, mata kayak udah berkunang-kunang. Wkwkwkwk.

Ya, pengguna WordPress Self Hosted harus melakukan kompress fot, pilah-pilih apakah foto ini penting atau tidak, demi menjga kestabilan Disk Space dan CPU Usage. Bahkan Emak K sampai meminta tolong abah K untuk mengatur penyimpanan foto di Google Drive agar hostingnya tetap aman sentausa. Huks.

 

Selesai sudah tantangan dari mbak Almazia. So, kalau kamu, apa yang membuatmu memilih untuk memakai WordPress atau blogspot?

 

 

Tiga Hal yang Harus Diperhatikan Emak Newbie Sebelum Memilih Paket Hosting

“Mbak, aku bingung memilih paket hosting, apa sih pertimbangannya?” seorang sahabat bertanya, ia merencanakan untuk migrasi dari blogspot ke wordpress self hosted.

Berulangkali aku mendapatkan pertanyaan yang sama, hingga memutuskan untuk menuliskan di blog karena aku berfikir masih banyak yang membutuhkan pendapat dalam memilih paket hosting.

Dulu aku juga bingung tentang hosting ini. Boro-boro hosting, Top Level Domain saja aku enggak ngerti. Awal-awal menikah dengan abah K, aku merasa sedang ngobrol dengan alien saking enggak ngertinya apa itu TLD, hosting, domain, disk space, dll.

3 Hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Memilih Hosting

3 Hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Memilih Hosting

Seberapa Besar Kapasitas Hosting yang Dibutuhkan

Sebelum memilih penyedia hosting, pikirkan dulu seberapa besar kapasitas hosting yang dibutuhkan. Apakah cukup dengan shared hosting ataukah harus menggunakan VPS. Biasanya, jika hanya digunakan untuk blogging dengan pengunjung kurang dari 1000/ hari, kita masih bisa memakai shared hosting.

Jika digunakan untuk marketplace yang perkiraan pengunjungnya lebih dari 1000/hari atau aplikasi berbasis website untuk usaha yang mempunyai cabang, baru menggunakan VPS.

Apakah Blog atau Website  Emak Membutuhkan SSL

SSL, Secure Socket Layer, adalah lapisan keamanan untuk melindungi transaksi di website dengan teknologi enkripsi data yang canggih. Pada website dengan SSL maka alamatnya berubah menjadi https dan muncul tanda padlock (gembok) di address bar browser yang bisa di-klik untuk melihat jenis SSL, teknologi enkripsi yang dipakai dan siapa identitas pemilik website.

SSL selain melindungi transaksi, juga sangat berpengaruh pada SEO. Jika Emak ingin mengoptimasi website, disarankan untuk memasang SSL. Pun, dengan website onlineshop, sangat disarankan menggunakan SSL untuk melindungi transaksi di website.

Apakah Emak Membutuhkan Email dengan Akhiran Domain Sendiri

Ehm, coba baca halo@widiutami.com. Keren yak? Selain keren juga meningkatkan branding. Hihihi. Tetapi emak K belum pakai, belum kuat membayar hosting dengan fasilitas email berakhiran domain. Makanya toh, doakan emak K biar makin banyak job dan bisa upgrade hosting yang menyediakan email dengan akhiran domain sendiri. ☹

 

Ketiga hal tersebut harus Emak perhatikan benar-benar. Jika sudah menandai ketiga hal tersebut, baru kita membandingkan harga antar penyedia hosting sesuai dengan yang kita butuhkan.

Jangan sampai memilih hosting di atas budget Emak. Pun, jangan sampai juga memilih hosting yang tidak mampu menampung visitor ataupun data Emak, nanti pengunjung blog kita ngambek kalau tetiba blog down enggak bisa diakses.

Lhah dalah, Emak K pan gimana? Emang ada ya hosting murah yang bisa menampung ribuan pengunjung dengan kapasitas disk besar?

Niagahoster merupakan salah satu penyedia web hosting langganan abah K sejak awal terjun sebagai website developer yang menawarkan hosting murah berkualitas. Debut pertama abah K menjadi seorang website developer dimulai dari Niagahoster.

Saat kiprah abah K sebagai aplikasi developer belum sebaik sekarang, abah K bergabung sebagai salah seorang afiliasi Niagahoster. Ya, Niagahoster sempat menjadi salah satu kran rejeki keluarga baru kami melalui program afiliasinya.

Layanan Niagahoster

Layanan Niagahoster

Niagahoster, Web Hosting Murah Berkualitas

Niagahoster menawarkan unlimited termurah, dimulai dengan harga Rp.19.800/ bulan, gratis domain, SSL Grade A, dan http/2 untuk SEO website kita. Ada 4 paket web hosting yang ditawarkan, yakni Paket Bayi, Pelajar, Personal dan Bisnis.

Paket bayi dengan diskspace 500 MB, SSL, Domain cocok untuk blogger pemula yang belum membutuhkan diskspace besar dan email. Hanya dengan Rp. 19.800/ bulan, kita bisa mempunyai blog WordPress Self Hosted lengkap dengan SSL dan domainnya. Namun belum termasuk emailnya.

Paket Pelajar dengan unlimited diskspace, bandwith, gratis 1 domain, SSL, email 10 add on domain, sangat cocok untuk blogger yang berencana mempunyai website lebih dari satu dan email dengan email berakhiran nama domain sendiri. Jika Emak ingin mempunyai website personal dan website online shop ataupun company profile, disarankan untuk mengambil paket ini karena mengelola beberapa website dalam satu hosting sangat memudahkan pengelolaannya.

Paket Personal menawarkan keunggulan unlimited add ons domain dan SpamAssasin Protection, untuk sesiapa yang ingin mengelola lebih dari 10 domain, selama pengunjung masih dalam batas wajar. Biasanya, sih, yang mempunyai lebih dari 10 domain adalah ads and job hunter. Eh. :p

Sedang Paket Bisnis menawarkan magic auto back up dan restore serta prioritas layanan support dibandingkan dengan paket sebelumnya.

Paket di Niagahoster

Paket di Niagahoster

Garansi 30 Hari Uang Kembali

Aku pernah bertanya kepada abah K, “Bah, kalau kita mau nyoba dulu, bisa enggak ya? Pan kita belum tahu, apakah paket bayi itu kuat menampung data dan pengunjung blog kita. Apakah penyedia hosting ini bisa dipercaya.”

“Cari yang menawarkan trial atau garansi uang kembali.”

“Oh, ada, ya?”

“Ada, Niagahoster.”

Ya, Niagahoster menawarkan Garansi 30 Hari Uang Kembali jika kita menemukan kendala atau merasa kurang puas dengan layanan Niagahoster. Selama 30 hari tersebut, ujicoba semua layanan Niagahoster, jika ada yang mengecewakan, silahkan klaim garansi, uang kita bakal kembali.

Dengan jaminan garansi ini, aku menangkap keseriusan Niagahoster untuk memberikan yang terbaik bagi pelanggan.

Garansi 30 Hari Uang Kembali

Garansi 30 Hari Uang Kembali

 

Hmmm, jadi, mau mengambil paket hosting yang mana, nih, Mak? Semoga artikel ini membantu mengurangi kegalauan emak-emak dalam memilih paket hosting yang tepat, ya. 😊

 

 

 

Emak Newbie Membangun Website bersama ID Hostinger

Emak Newbie Membangun Website bersama ID Hostinger

Jangan membangun website sendiri. Berat. Biar aku saja….

Dih, Emak K kok malah ter-Dilan. Hahaha. Ah, andai abah K yang bilang seperti itu. Sayang, kalimat itu cuma mimpi. Abah K bukan tipe orang kayak Dilan perihal kemampuan Emak K. Minggu ini ada yang minta tolong untuk membangun website sekolah, abah K malah menantang Emak K untuk membangun website profil sekolah sendiri karena beliau sedang kepentok deadline aplikasi.

Baiklah, Abah. Siapa takut! Gulung lengan dan mari tunjukkan ke dunia jika emak newbie pun bisa membangun website sendiri, meskipun codingnya nol prutul.

Gaya doang. Padahal sambil harap-harap cemas membayangkan berurusan dengan instalasi wordpress, domain, cpanel… ah, nanti bisa Googling atau minta tolong CS. :p

Agar tidak Salah Pilih Penyedia Hosting (Lagi)

Seorang sahabat bercerita, blog miliknya tidak keluar permalinknya. Setiap di klik artikel atau halaman apapun, link yang muncul di address bar adalah link utama blog. Jadi beliau tidak bisa memberikan laporan artikel langsung dengan link yang menuju ke artikel. Aduh, mbulet, ya? Aku kasih ilustrasi di gambar, deh.

Permalink yang Tidak Berfungsi

Melas kan, ya? Hal ini berlangsung setahun lamanya. Aku yang dicurhati melongo. Kutanya baik-baik, apakah penyedia domain tidak bisa memberikan solusi? Jawabannya bikin pengen ngunyah sirih: lama dan mbulet!

Baiklah, pasal pertama sebelum memilih penyedia hosting: Testing Customer Service-nya, jika jawabannya cepat, lugas dan on point, maka penyedia hosting ini lolos seleksi.

Masih dengan cerita dari sahabat yang sama. Setelah kutelusuri, beliau ternyata tidak memahami apa yang tengah terjadi dengan blog miliknya. Jadi, blog beliau masih menumpang di wordpress dot com, dipasang Top Level Domain tanpa membeli domain mapping, tanpa upgrade ke paket premium, seperti ketentuan dari wordpress dot com.

Ya, sahabatku itu pasrah bongkokan kepada penyedia hosting untuk mengurus upgrade domain ke Top Level Domain (TLD) karena iming-iming harga yang murah tanpa diberitahu ada apa dibaliknya dana pa konsekuensinya.

Pasal kedua sebelum memilih penyedia hosting: Jangan tergiur harga murah. Teliti fasilitas apa saja yang disediakan dengan harga tersebut, Jika tidak jelas feature-nya, tinggalkan.

Saat itu blog abah K tetiba down malam hari. Abah K tidak bisa mengatasi sendiri karena kesalahan ada di hosting. Username Cpanel di-banned karena dicurigai ada penyusup. Abah K mencoba untuk menghubungi cs berkali-kali,  tidak kunjung direspon. Baru direspon keesokan harinya pada jam kantor. Hanya 6 jam down-nya, tetapi sudah membuat optimasi blog terjun bebas lantaran terdeteksi broken link saat down itu.

Cuma 6 jam down, tetapi langsung membuat Google melirik yang lain. Patah hati. Pageview yang basanya 1000++ perhari, terjun bebas jadi 100++…. Statistik jadi kayak roll coaster. Teganya oh teganya.

Pasal ketiga sebelum memilih penyedia hosting: Pilih yang menawarkan layanan 24 jam. Kayak UGD. Testing saja dengan basa-basi tengah malam saat nglilir tidur. Jika dijawab welcome, penyedia hosting ini patut dipertimbangkan.

Membangun Website Sekolah Sendiri

Bisa jadi aku terlalu pede. Coding-nya nol pruthul, tetapi menerima tantangan abah K dengan senyum congkak. Wkwkwkwk. Tetapi, toh, nyatanya emak BISA!. Astaghfirullah, nyebut, Mak, Nyebut, jangan sombong, sombong itu temannya syaitan- Ehehehe, emak K bisa karena pilih layanan ID Hostinger yang newbie friendly, kok. Rahasia terbongkar, deh. Heuheuu

Kenapa Emak K Memilih ID Hostinger?

Sebelum memilih ID Hostinger, Emak K pre-test dulu, dong. Enggak Cuma anak yang mau masuk TK dulu yang harus pre test, penyedia hosting pun demikian. Pakai tiga pasal yang sudah kubahas sebelumnya.

Customer Service Fast Respon

Sebelum memilih, Emak K chat ke Customer Service, apakah bisa building website dengan domain sementara karena domain yang diinginkan belum disetujui oleh PADI. Customer service menjawab dengan sangat lugas dan cepat, kurang dari satu menit: Sebaiknya menunggu domain disetujui oleh PADI karena di layanan ID hostinger tidak bisa mengganti domain utama.

Pahit kan, ya? Iya, tetapi aku lebih suka yang jujur begini daripada di-iya-iyain demi menggaet customer, embuh gimana caranya. Baiklah, Jenderal, kutunggu dulu persetujuan pengajuan domain .sch.id di PADI.

Tawaran Layanan yang Jelas

Saat akan memilih layanan mana yang ingin kuambil, aku terlebih dahulu membandingkan antara layanan satu dengan yang lain. Menimbang-nimbang manakah yang sesuai dengan kebutuhanku. Aku membutuhkan hosting yang bisa menampung beberapa website karena yayasan yang meminta dibuatkan website mempunyai dua sekolah, TK dan Play Group. Kan kece kalau masing-masing sekolah mempunyai website profil sendiri.  Akhirnya, aku memutuskan untuk mengambil layanan premium yang bisa digunakan untuk menampung beberapa website dengan biaya yang ramah di anggaran sekolah.

Paket Premium ID Hostinger

Layanan 24 Jam

Saat aku menanyakan tentang domain sementara itu, sebenarnya di Salatiga masih terhitung dini hari, belum adzan shubuh. Hahaha, secara, emak K baru bebas ngubek-ubek website saat si K bobok, malam atau sebelum shubuh. Dan, yess, aku membuktikan jika layanan 24 jam ini bukan jargon belaka.

Newbie Friendly

Ini sih, bonus. Awalnya emak K sudah ketar-ketir bakal harus Googling sana-sini untuk setting domain dan hosting, eh, ternyata layanan ID Hostinger newbie friendly,tinggal ikuti saja step by step-nya setelah pembayaran berhasil.
Begitu pembayaran berhasil dan paket yang dipilih aktif, di layar langsung dipandu langkah apa yang harus kulakukan untuk mengaktifkan domain.

Layanan ID Hostinger yang Newbie Friendly

Dua Cara Membangun Website Sendiri di ID Hostinger ala Emak K

Ada dua acara yang telah kucoba untuk membangun website sendiri di ID Hostinger. Sebenarnya ada banyak cara yang ditawarkan ID Hostinger, tetapi bagi emak K, yang paling gampang ada dua cara: memanfaatkan fitur auto install wordpress dan Zyro Builder.

Auto Install WordPress

Cara ini kugunakan karena aku sudah mempunyai theme incaran, tinggal install di WordPress. Cara untuk memanfaatkan auto isntall WordPress sudah kujembreng di atas, setelah berhasil tinggal ketik domain(dot)com/wp-admin di adress bar dan masuk dengan username dan password yang telah diisi pada langkah ke lima.

Zyro Builder

Nah, kalau theme gratis yang disediakan wordpress belum ada yang cocok di hati, sementara malas membeli theme premium, Zyro Builder bisa menjadi solusi. Zyro Builder ini memungkinkan kita untuk mendesain tema tanpa harus menguasai coding. Tinggal klik dan drop printilan yang diinginkan.

Ini saat Emak K memakai Zyro Builder untuk membuat Desain Website Taman Kanak-kanak. Keenakan desain klik dan drop sampai lupa waktu. Hahaha

Zyro Builder, Tinggal Klik dan Drop

So, siap membangun website sendiri? Pakai Layanan ID Hostinger, kalau masih ingin eksplorasi sendiri sebelum memakai layanan,kita bisa memakai layanan gratis dengan sub domain IDHostinger.