Site icon Widi Utami

Sekolah Leader Indscript Creative; Bagaimana Menjadi Leader Perempuan yang Keren

Belajar Bangkit dari Kebangkrutan dari Indscript Creative

Belajar Bangkit dari Kebangkrutan dari Indscript Creative

Memang jadi leader enggak gampang. Bisa sih belajar berdasarkan pengalaman, tetapi mau sampai berapa lama? Sekolah Leader menjadi akselerasi yang tepat untuk belajar menjadi leader. Masalah di team sak-umbruk-umbruk. Jumpalitan menghadapi masalah personal dari rasa tidak percaya diri, ragu, manajemen waktu yang buruk, masih harus menghadapi masalah team. Dipikir jadi leader itu cuma tunjak-tunjuk apa? Heuuu.

Dulu aku membayangkan enaknya jadi boss. Duduk di kursi putar, tunjak-tunjuk asisten. Rebahan. Dandan cantik.

Jebule, Rek…. mental leader harus tangguh, setangguh karang di lautan yang tetap menjulang diterpa ombak.

Masalah Umum yang Dihadapi Leader

Masalah umum yang dihadapi leader bikin keder. Emak K kok malah nakut-nakutin, ya. Hahaha. Leader itu yang harus dihadapi enggak cuma klien dan team, tetapi yang paling menantang dan harus diselesaikan pertama kali adalah masalah dengan diri sendiri.

Sebagai seorang leader, kita dituntut untuk lebih percaya diri, lebih nekat, mental kuat, sekaligus bijak, hati-hati dan cerdas. Memang enggak gampang menjadi seorang leader, dituntut untuk sempurna padahal manusia adalah tempatnya segala khilaf.

Masalah personal yang dihadapi oleh seorang leader umumnya adalah manajemen waktu yang buruk, rasa percaya diri yang kurang, dan tekad untuk belajar yang kurang. Manajemen waktu yang buruk membuat seorang leader merasa tugas dan pekerjaannya sangat banyak dan rasa-rasanya waktu yang dimiliki kurang, ujung-ujungnya enggak ada yang dikerjakan. Hehehe.

Leader harus memiliki tekad belajar yang kuat, tanpa ini leader akan ketinggalan jaman dan bisnis yang dibangun kolaps karena ketinggalan jaman dan tidak bisa memenuhi kebutuhan terkini masyarakat. Beberapa kali emak K berjumpa dengan leader yang ‘memaklumi’ kegaptek-annya tanpa berusaha untuk belajar dan melibas gapteknya dengan berbagai alasan, entah enggak ada waktu, entah perangkat yang kurang, entah usia yang sudah tidak lagi muda.

Masalah personal saja sudah membuat kepala penuh. Belum masalah team yang kurang merespon ketika kita berbicara, konflik antar team, anggota team yang melanggar kode etik perusahaan, team yang pasif dan tidak membantu di perusahaan, team yang cari muka… auouoo, rasanya pengen terbang ke langit dan tiduran di awan tanpa memikirkan semua masalah itu.

Masalah umum dengan klien? Menghadapi klien seumpama menghadapi seorang raja. Harus tampil memikat dan meyakinkan, sekaligus tidak boleh bertingkah jauh mengungguli klien karena bisa membuat kita terkesan sombong di mata klien. Eleh, ribet bener. Huks.

Sekolah Leader Membentuk Leader Perempuan yang Keren

Berkaca dari berbagai permasalah seorang Leader, teh Indari Mastuti, owner Indscript Creative membuat Sekolah Leader yang mengakomodasi seorang perempuan untuk belajar menjadi Leader Perempuan yang keren. Sekolah Leader yang aku ikuti adalah Sekolah Leader Batch 2 yang dilaksanakan selama 10 hari pada tanggal 20-29 April. Iya, masih anget banget. Hehehe

sekolah-leader-batch-2

Sekolah Leader Diasuh oleh Lima Mentor

Sekolah Leader yang diselenggarakan oleh Indscript Creative ini diasuh oleh lima mentor yang berpengalaman di bidangnya. Mentor utama adalah owner Indscript Creative, teh Indari Mastuti, yang sudah mengalami jatuh bangun membangun Indscript Creative. Cerita bagaimana Teh Indari bisa bangkit dari kebangkrutan dalam membangun Indscript bisa kita amati, tiru dan modifikasi untuk menghadapi musim bisnis super menantang akibat covid-19.

Selain teh Indari Mastuti, masih ada mbak Runi Andriyani, Yuni Ummu Wafi, Euis Marlina dan Yaya Yanti. mbak Runi Andriyani adalah seorang founder dan mentor LAAF, Learning all About Facebook untuk menguatkan personal branding. Yuni Ummu Wafi adalah seorang penulis dan leader Indscript yang sudah malang-melintang di dunia kepenulisan. Euis Marlina adalah seorang founder ABCD yang fokus melatih emak-emak untuk belajar menggunakan aplikasi desain Canva. Yaya Yanti juga seorang Leader Indscript dan asisten mentor BOW.

Ya, mentor di Sekolah Leader sudah berpengalaman menjalani lika-liku bisnis dan menjadi leader untuk tim-nya.

Sekolah Leader Dilaksanakan via Telegram

Sekolah Leader batch 2 diikuti oleh 400an orang, dilaksanakan via Telegram. Ada satu channel Sekolah Leader dimana materi disematkan sehingga kita bisa membaca materi dan pertanyaan-jawaban yang sudah disematkan oleh asisten mentor tanpa terganggu oleh percakapan di grup.

Sementara, untuk interaksi antara mentor dan siswa Sekolah Leader kita menggunakan grup Telegram. Dengan penghuni grup 400-an, bisa dibayangkan seberapa riuhnya grup? Hehehe

Enam Pokok Materi Sekolah Leader yang Based on Pengalaman dan Aplikatif

Ada enam materi pokok di Sekolah Leader. Materinya diambil dari masalah umum yang dihadapi oleh leader, baik masalah personal, masalah dengan team maupun masalah dengan klien. Materi yang dibawakan cukup aplikatif dan disusun berdasarkan pengalaman mentor. Jadi kita bisa mempersingkat waktu belajar untuk menjadi seorang leader dari pengalaman orang lain.

Keenam materi sekolah leader ini dilaksanakan selama 10 hari, satu hari terdapat satu materi yang dibawakan oleh mentor. Materi diblast ke grup pada jam 7 pagi dan kita bisa bertanya sampai jam 10.00 siang. Iya, jadi kita harus memasukkan jadwal biar enggak ketinggalan karena pertanyaan hanya diterima sampai jam 10.00 siang.

Pokok Materi Sekolah Leader Indscript Creative Batch 2 adalah:

  1. Penggalian diri. Materi ini dibawakan pada hari pertama dan kedua. Kita dilatih untuk menggali diri sendiri. Enggak cuma kelebihan, tetapi juga menggali kekurangan.
  2. Manajemen Kepemimpinan. All about menjadi seorang leader, tentang jaringa, tentang target, juga bagimana memanajemen waktu dan menghadapi mood yang naik turun. Leader enggak boleh baperan. Hahaha.
  3. Personal Branding. Jika di penggalian diri kita fokus menggali diri sendiri, mengenali kelebihan dan kekurangan, di personal branding kita belajar mengkomunikasikan who is us ke publik dan mengevaluasi sejauh mana keberhasilan branding di mata publik.
  4. Motivasi dan tekad. Leader pantang loyo, begitu loyo harus segera upgrade jika enggak mau bisnis lenyap dan tim yang sudah susah payah dibentuk pecah. DI sesi ini kita belajar bagaimana caranya untuk menjaga tekad dan motivasi diri sebagai leader.
  5. Ketrampilan Berkomunikasi. Sebagai seorang leader komunikasi adalah sebuah kunci yang harus dikuasai dnegan cantik. Leader harus luwes berkomunikasi baik lisan maupun tulisan. Disini kita juga belajar bagaimana membangkitkan grup jaringan yang sepi.
  6. Membangun Antusiasme. Menjaga antusiasme diri enggak gampang, ya. Bawaannya kalau sedang bermasalah mau nyerah saja. Disini kita belajar bagaimana agar tetap antusias menjalani tugas sebagai seorang leader.

Bocoran materinya gitu doang? Enggak dikasih ringkasan? Hehehe, lebih nampol kalo kamu ikutan Sekolah Leader. Baca materinya doang enggak cukup, lho. Kalau ada pendampingan langsung, ada setrum dari jiwa leader yang bisa membuat kita semangat untuk terus belajar menjadi seorang leader.

Emak K kesetrum untuk memulai bisnis lagi, tetapi bisnis apanya belum ketemu. Hahaha, minimal sudah dipraktikkan untuk menghadapi team di kantor.

Seperti Sekolah, Sekolah Leader ada Sesi Tanya-Jawab dan Tugas

Iya, Sekolah Leader ada tugasnya. Mana tugasnya mefet bener waktunya. Tugas diberikan pagi, maksimal harus disetor jam 10 siang. Cuma 12 jam-an. Kata teh Indari sih jadi leader enggak boleh lelet, jadi ini sekaligus melatih jiwa leader kita.

Tips Sukses Mengikuti Sekolah Leader

Anggota pelatihan Sekolah Leader 400 orang. Dengan anggota sebesar itu, sangat sulit rasanya untuk memberikan pendampingan satu-persatu. Teh Indari dan tim mentor hanya fokus menanggapi peserta yang aktif dan cepat. Agar keikutsertaan Sekolah Leader ini enggak sia-sia, kamu perlu menyimak dan melaksanakan tips ini:

  1. Masukkan jadwal Sekolah Leader ke timeline to do list harian. Enggak bisa enggak, jadwal Sekolah leader harus kamu masukkan ke dalam to do list harian sebagai jadwal utama. Materi memang bisa dibaca kapan saja, tetapi pendampingan hanya dilakukan kepada siapa yang cepat dan tepat. Jadi baca materinya, segera susun pertanyaan sebelum waktu untuk bertanya habis.
  2. Kerjakan tugas secepat dan sedetail mungkin. Peserta yang mengerjakan tugas dengan detail dan cepat menjadi peserta yang beruntung yang tugasnya direview oleh teh Indari dan team. Jadi jangan sia-siakan kesempatan untuk direview langsung.
  3. LAKSANAKAN. Iya, semua yang kita pelajari di Sekolah Leader enggak bakal berguna jika cuma sebagai wacana dan disimpan di awang-awang. Kerjakan tugasnya, simak materinya, aplikasikan di kehidupan nyata.

Sekolah Leader recomended untuk kamu yang ingin belajar menjadi leader keren tetapi budget untuk upgrade belum banyak. Jika kamu mempunyai budget yang cukup besar, emak K sarankan untuk mengikuti pendampingan privat yang lebih nampol. Jika hanya mampu mengikuti Sekolah Leader, enggak perlu pesimis, ilmu yang ada di dalam Sekolah Leader bisa memberikan impact besar dengan mengikuti 3 tips tersebut.

Selamat belajar, semangat mengembangkan diri.

Salam,

Emak K

Exit mobile version