Site icon Widi Utami

Siap Sekolah Tatap Muka, Jaga Imunitas Anak

Siap Sekolah Tatap Muka, Jaga Imunitas Anak

Siap Sekolah Tatap Muka, Jaga Imunitas Anak

Tahun ini sekolah mulai tatap muka. Ada yang bertahap, ada yang langsung 100% dengan jadwal padat. Rasanya kami harus mulai menyiapkan diri jauh hari setelah sekian lama sekolah online, hybrid online-offline, kemudian PTM 100 persen. Siap sekolah offline, imunitas anak harus dipastikan tangguh karena tantangan kesehatan termasuk varian covid belum hilang 100%.

 

Tanda Anak Siap Sekolah

Aku kerap ditanya kapankah anak dikatakan siap sekolah. Si K sendiri di usianya yang 6.5 tahun masih di TK B. Bukan tanpa alasan aku memasukkan Si K ke TK A saat usianya sudah 5.5 tahun. Meskipun tidak berencana mengincar SD Negeri, aku adalah tim anak masuk SD di usia matang 7 tahun. 

 

Sebenarnya, tanda anak siap sekolah bukan semata-mata dilihat dari usia. Usia 7 tahun adalah usia umum dimana anak-anak sudah memasuki syarat minimal untuk sekolah SD. Jadi sebenarnya apa saja sih tanda anak sudah siap sekolah?

 

Mandiri

Anak dikatakan siap sekolah jika anak sudah mandiri dan tidak tergantung dengan orangtuanya, terutama ibu. Salah satu tanda kemandirian anak adalah tidak menangis saat ditinggal bersama bu Guru dan teman-teman. Anak menangis di hari awal sekolah adalah hal yang biasa, namun jika ia terus menangis dan minta ditemani, mungkin ia belum siap sekolah dan butuh dididik lebih intens oleh orang tuanya.

 

Lulus Toilet Training

Toilet training adalah kemampuan anak untuk buang air kecil dan air besar di toilet, ia tidak lagi ngompol atau menggunakan pampers. Anak dikatakan siap sekolah usia TK adalah ketika anak mampu buang air kecil di toilet dan membersihkan diri dengan mandiri. Minimal anak sudah mampu mengutarakan keinginannya untuk buang air kecil kepada bu Guru.

 

Sementara, anak sudah harus mambu buang air besar di toilet dan membersihkan diri (cebok) dengan mandiri ketika ia akan masuk SD. Kalau si K, tantangannya disini nih, ia sudah mampu mandi, melepas baju mandiri, buang air kecil dan membersihkan diri, tetapi ia masih belum siap untuk cebok sendiri.

Melaksanakan Instruksi Sederhana

Instruksi-instruksi sederhana yang diberikan oleh orang dewasa, seperti mengambil sesuatu, mengembalikan sesuatu, dilarang melakukan sesuatu, mengambil sesuatu dan memberikannya kepada orang lain, adalah salah satu tanda jika kecerdasan kognitif anak mulai terbentuk dan sudah siap untuk sekolah.

 

Bagaimana jika ketika sampai usia ideal sekolah namun anak belum mampu memahami instruksi sederhana? Sebagai orang tua, kita tentu khawatir jika hal ini terjadi kepada anak. Namun, ada baiknya segera mengambil tindakan untuk konsultasi ke spesialis tumbuh kembang anak agar anak segera mendapatkan terapi yang tepat.

 

Motorik Kasar dan Halusnya Sudah Terasah

Perkembangan motorik adalah perkembangan yang berkaitan dengan aspek penguatan otot, fisik, tulang dan kemampuan anak untuk bergerak mengeksplor benda-benda di sekitarnya. Jika motorik kasar berkaitan dengan keseimbangan tubuh, kekuatan fisik, dan koordinasi tubuh yang menghasilkan gerakan yang lebih besar. Motorik halus berkaitan dengan gerakan kecil yang membutuhkan tingkat kontrol dan ketepatan koordinasi tubuh.

 

Motorik kasar contohnya melempar bola, berjalan menaiki titian dengan seimbang, merangkak, melompat, berlari. Sementara, motorik halus antara lain menggenggam pensil, memungut biji, memegang sendok.

 

Anak yang sudah mampu melakukan motorik kasar dan motorik halus dengan lihai merupakan tanda anak siap masuk sekolah. Namun, sebaiknya orang tua selain mempertimbangkan kemampuan motorik kasar dan motorik halus juga melihat aspek kemandirian, sosial, komunikasi untuk memutuskan anak sekolah.

 

5 Cara Jaga Imun Anak

Pandemi Covid-19 yang membuat anak tidak sekolah tatap muka 100% selama 2 tahun masih terekam jelas di memori, bagaimana hari-hari yang kita lalui adalah hari-hari harap cemas. Hari-hari dimana berita lelayu terdengar dari segala penjuru. Sekarang, kita sudah mulai menapaki hari-hari baru, dimana kita diperbolehkan untuk beraktivitas di luar dengan lebih longgar namun masih harus memperhatikan juklak pencegahan Covid-19 dan penyakit menular lainnya.

 

Ribuan bakteri dan virus tersebar di sekitar lingkungan. Meski jumlah bakteri dan virus yang ada di lingkungan beragam sesuai dengan tingkat pencemarannya, namun kita tetap harus memastikan anak melakukan pola hidup sehat dan imunitasnya kuat. Bagaimana sih caranya agar imunitas anak kuat dan mampu melawan bakteri-virus yang gentayangan di sekitarnya? Si K dan Hada menerapkan pola-pola berikut ini untuk menjaga imunitasnya. Pengalaman saat terinfeksi Covid-19 satu tahun yang lalu membuatku belajar banyak.

Jaga Pola Tidur

Pola tidur merupakan kunci pertama untuk menjaga daya tahan tubuh anak. Respon sistem kekebalan tubuh dalam kondisi prima ketika kita tidur nyenyak. Makanya kebanyakan obat menyebabkan kita mengantuk karena kita butuh tidur nyenyak untuk mengkondisikan sistem kekebalan tubuh dalam kondisi prima sehingga mampu melawan benda asing yang masuk ke dalam tubuh.

Makan Makanan Bergizi Seimbang

Si K dan Hada suplai makanannya menggunakan piring gizi seimbang dimana makanan tersebut dominan sayur dan buah. Makanan karbohidrat dan proteinnya cenderung real food yang dimasak manual. Maksudku, kami tidak mengenal makanan awetan sebagai makanan utama seperti sosis, nugget, sarden.

Makanan awetan dan susu merupakan makanan refreshing yang tidak diberikan setiap hari.Kadang-kadang, Si K dan Hada juga kuberi jus sayur dan jus buah. Saat kami terinfeksi covid-19 sekeluarga, jus sayur dan jus buah adalah salah satu booster yang bisa dikonsumsi oleh anak-anak tanpa drama.

Gerak yang Optimal

Anak membutuhkan gerak yang optimal untuk mendukung tumbuh-kembangnya. Gerak anak yang optimal akan membantu neuron otaknya untuk berkembang dengan maksimal. Selain itu, gerakan yang optimal juga akan menguatkan otot dan tulang anak, melatih gerakan motorik kasar dan halusnya.

Pastikan Kesehatan Saluran Cernanya

Kesehatan saluran cerna anak sangat berpengaruh dalam keseharian anak. Sembelit, diare, kesulitan menyerap nutrisi akan sangat menghambat tumbuh-kembang anak. Kesehatan saluran cerna juga sangat berpengaruh dalam daya tahan tubuh anak. Memelihara saluran cerna artinya memastikan asupan nutrisi anak dengan baik.

Keluargaku merupakan keluarga yang fresh minded untuk urusan asupan makanan. Kami mengusahakan asupan makanan alami untuk keluarga, terutama asupan sayur dan jus. Namun, kadang-kadang, ada kalanya hari berjalan tidak seideal yang kita mau. Kami pun menggunakan suplemen probiotik untuk mendukung kesehatan cernanya.

Dulu saat terserang Covid-19, selain asupan makanan fresh, anak-anak juga kuberi vit D3 untuk meningkatkan kekebalannya. Cuma… vitamin D3 untuk anak belum sepopuler vit D3 untuk dewasa. 

BioGaia INTERLAC + Vit D3, Suplemen untuk Kesehatan Saluran Cerna dan Daya Tahan Tubuh Anak

INTERLAC + Vit D3 merupakan suplemen yang mengandung Lactobacillus reuteri dan vitamin D3 400 IU. Vitamin ini didesain untuk anak berupa tablet kunyah dengan rasa jeruk, jadi anak seperti makan permen dikunyah-kunyah tanpa drama.

Lactobacillus reuteri yang terkandung dalam INTERLAC + Vit D3 berfungsi untuk memelihara saluran cerna anak. Lactobacillus reuteri merupakan bakteri baik yang efektif mengatasi diare dan konstipasi pada anak. Sung, 2013, menyebutkan bahwa Lactobacillus reuteri mengurangi durasi menangis pada anak akibat kolik.

INTERLAC

Vitamin D merupakan vitamin yang mengatur fungsi sel dalam tubuh. Vitamin D mempunyai sifat anti inflamasi, antioksidan dan neuroprotektif yang mendukung kekebalan tubuh, aktivitas sel otak dan fungsi otot.

Sinar matahari merupakan salah satu sumber alami vitamin D3 terbaik. Sinar UV dalam sinar matahari akan memecah kolesterol pada kulit menjadi vitamin D3. Kekurangan vitamin D dapat menyebabkan lamanya waktu yang dibutuhkan untuk menyembuhkan diri.

Informasi Pembelian INTERLAC + Vit D3

INTERLAC + Vit D3 dikemas dalam bentuk tablet strip berisi 10 tablet. Meskipun memiliki rasa jeruk seperti permen, INTERLAC +  Vit D3 aman dikonsumsi oleh anak usia 2 tahun ke atas, ibu hamil dan lansia. INTERLAC + Vit D3 tidak mengandung laktosa sehingga aman untuk anak yang intoleran laktosa.

INTERLAC + Vit D3 bisa didapatkan di apotik atau babyshop kesayangan Emak. Jika males muter-muter keliling mencari, kita bisa mendapatkannya di official store Interbat. Di Tokopedia bisa didapatkan Interbat Store: Beli Interlac + Vit D3 di Tokopedia.

Harga INTERLAC + Vit D3 untuk satu boks berisi 30 tablet adalah Rp 373.620. Untuk yang ingin kemasan ekonomis bisa membeli 1 strip berisi 10 tablet dengan harga Rp 117.216. Hati-hati dengan pemalsuan, pastikan hanya beli di tempat yang terpercaya. Lebih banyak informasi tentang INTERLAC bisa follow instagram officialnya: @interlacprobiotics.

Exit mobile version