Site icon Widi Utami

Hi, Suami, Tupperware bukan Hanya Sekedar Wadah Plastik

Hi, Suami, Tupperware bukan Hanya Sekedar Wadah Plastik 1

Sudah beberapa bulan ini bertebaran meme tentang emak vs tupperware, yang intinya: Jangan sekali-kali menghilangkan tupperware-nya Emak. Aku sebenarnya cuek-bebek, lucu-lucuan saja. Tetapi, oh! saat abah K share link tentang tupperware dan nge-tag namaku, aku spontan membeberkan ada apa di balik tupperware dari a-z. Apalagi si K dan abah K paling tidak bisa kehausan, di tasku harus tersedia stock air putih.

Berat?

Berat, lah. Aku harus berfikir berulangkali untuk memilih tas fashion imut-imut. Aku sengaja memilih tas ransel yang agak gedhe demi bisa menampung tempat minum.

Demi apa jika bukan demi cinta?

Tahu apa mereka, para laki-laki, tentang hal remeh semacam ini? Padahal kalau kehausan, ribetnya minta ampun.

Tupperware memang Mahal, tetapi ini Strategi untuk Hemat

Harga tupperware memang tergolong mahal, apalagi jika dibandingkan dengan wadah plastik lainnya, bisa 1:10. Beneran, wadah air minum di pedagang keliling limaribu, tupperware dengan kapasitas yang sama limapuluh ribu. Tetapi, jangan sekali-kali membandingkan dari segi penampilan dan kualitas, tupperware sesuai dengan harganya, plus dengan garansi seumur hidup.

Lupakan tentang garansi seumur hidup, sepuluh tahun memakai tupperware, aku belum pernah memanfaatkan fasilitas garansi seumur hidup. Yang ada malah aku bosan karena tupperware-ku nggak rusak-rusak dan tergoda untuk membeli tupperware keluaran terbaru yang lutju.

Lha, trus, hematnya darimana?

Hahahaha, duhai para Bapak, Kalian tahu seberapa awetnya wadah plastik limaribuan? Baru kepancal si K saja sudah retak. Kalau tupperware plastikku, dijadikan senjata lempar jauh oleh anak-anak saja masih bagus, paling baret-baret doang.

Intinya, jika beli yang limaribuan dikit-dikit harus ganti, tupperware ganti jika sudah bosan. Apalagi jika istrimu berusaha mati-matian untuk tidak beli barang yang sama jika belum rusak, aman tabunganmu. Apalagi jika istrinya telaten, setiap pergi bawa bekal tupperware berisi minum dan makanan, dikau selamat dari pedagang jahat yang mematok harga tidak masuk akal.

Itu pun, kami para emak, kadang kala rela berselancar lama sebelum membeli demi mendapatkan tupperware diskonan. Apalagi kalau istrinya hanya membeli tupperware yang dibutuhkan saja, menerapkan tyding up-nya Marie Kondo.Kurang hemat apa?

Tupperware Menjadi Salah Satu Ikhtiar Cinta Bumi

Ya, sebagai emak-emak generasi mineal, kami belum bisa menerapkan zero plastic. Sulit. Dengan tupperware, kami berusaha untuk menekan produksi sampah plastik. Kadangkala–kalian pasti tidak tahu -_–, kami repot-repot membawa kotak makan tupperware saat jajan, demi tidak membawa sampah plastik bekas bungkus makanan pulang.

Iya, sih, cuma plastik sebungkus doang, tetapi cobalah bayangkan, bagaimana jika sejuta emak melakukan hal yang sama? Bagi bapak-bapak yang enggak pernah bantu istrinya buang sampah ke TPS, please, sekali-kali berbaik hati membuang sampah ke TPS seminggu saja, dan ENGGAK USAH PROTES MENERIMA KENYATAAN DI TPS!

Kan, pakai wadah plastik lainnya bisa, enggak harus tupperware, kan?

Ya, sama saja kali kalau wadah plastiknya tipe-tipe yang gampang rusak. Baru dipakai seminggu minta ganti lagi, menuh-menuhin sampah lagi.

Ada Cinta dan Doa Dibalik Tupperware

Hi, para suami.

Kalian tahu, enggak? Setiap kali bekal itu tertata rapi di tas Njenengan, sebenarnya si bekal sudah melalui beberapa saringan. Dari pemilihan makanan yang suci, sehat dan lezat hingga pemilihan wadah yang rapat dan anti tumpah agar tidak mengotori tas dan printilan di dalamnya.

Ya, tupperware menjadi salah satu refleksi cinta seorang istri kepada suami, sebab, kami belum menemukan wadah plastik selain tupperware yang anti tumpah meskipun sudah melalui berbagai goncangan. Serius. Masa iya kami memilih wadah plastik lain yang harganya murah dan mengesampingkan keselamatan isi tas Njenengan?

Dan, ya, dalam sekotak makanan dan sebotol minuman itu, ada doa-doa yang kami rapalkan sembari meracik, agar Robbuna selalu Melindungi suami dari berbagai marabahaya dan godaan.

Kurang apa?

Lalu, kenapa Emak-emak Marah Setiap Kali Tupperware Hilang?

Haiyaaaa, masih bertanya juga?

Enggak sadar kalau sejak awal Njenengan semua protes karena Tupperware yang MAHAL, trus njenengan DENGAN SANTAINYA MENGHILANGKAN? Please atuhlah…

 

 

 

Exit mobile version