Site icon Widi Utami

Berapa Biaya Mengambil Tes TOEFL atau IELTS?

“Apa sih sebenarnya perbedaan mendasar antara tes IELTS dan TOEFL?”

Mama papa mungkin bingung membedakan antara tes TOEFL dan IELTS. Biasanya, kita memang lebih familiar dengan tes TOEFL, saat ingin tahu seberapa besar skill bahasa inggris. Karena tes TOEFL memang lebih sering dilakukan oleh mahasiswa dan murid di negeri ini.

Saat si kecil bercita-cita ingin meneruskan sekolah berasrama atau kuliah di luar negeri, maka harus mengambil tes TOEFL atau IELTS? Jangan bingung dulu, Ma! Karena tes yang akan diambil sebenarnya tergantung dari negara tujuan.

Berikut ini perbedaan antara tes TOEFL dan IELTS yang dijelaskan oleh Kiddo.id

Contents

1. TOEFL untuk Studi di Negara Paman Sam

Di manakah si kecil akan melanjutkan studi? Jika ia ingin belajar di Amerika atau Kanada, maka lebih cocok untuk mengambil tes TOEFL (Test of English as Foreign Language). Jika IELTS, maka biasanya untuk sekolah di negara non Amerika tetapi juga memakai bahasa inggris. Mama papa jadi paham beda antara tes TOEFL atau IELTS.

Tes TOEFL lebih familiar bagi orang Indonesia. Karena rata-rata yang diajarkan sejak TK adalah American accent.

Karena untuk sekolah di Amerika, maka pada tes TOEFL soal-soalnya memakai american accent. Khususnya di sesi listening. Selain itu, ada juga uji pengetahuan umum seperti geografis, bahasa gaul Amerika, dll.

Persyaratan lulus TOEFL adalah tiap calon murid atau mahasiswa harus memiliki skor minimal 550. Beda lagi jika si kecil ingin sekolah dan mendapatkan beasiswa. Biasanya sekolah atau kampus mensyaratkan minimal nilainya 600.

Jadi pastikan mama papa benar-benar memotivasi si kecil untuk semangat belajar. Sebelum ia mengerjakan ujian TOEFL tersebut. Biaya tesnya sekitar 2,5 juta rupiah atau 190 dollar Amerika.

2. IELTS untuk Australia dan New Zealand

Saat ini, mama papa bisa mengambil alternatif tujuan studi si kecil. Tidak usah jauh-jauh ke Amerika. Namun si kecil bisa lanjut sekolah di New Zealand atau Australia yang relatif lebih dekat dari Indonesia.

Tetaplah menyemangati si kecil saat ia akan ujian IELTS.

Saat akan mencari sekolah, harus ambil tes TOEFL atau IELTS? Jika tujuannya New Zealand, Inggris, atau Australia, maka tes yang tepat adalah IELTS. Karena standarnya berbeda dengan sekolah di negeri paman sam.

Pada tes IELTS, maka si kecil akan diuji dengan bahasa inggris british accent. Memang sedikit lebih sulit daripada bahasa inggris beraksen Amerika. Lagipula, kita lebih familiar dengan American Accent yang lebih sering disiarkan di televisi maupun internet.

Akan tetapi, mama papa jangan menyerah. Si kecil tak usah galau memilih antara tes TOEFL atau IELTS. Jika ia sudah mantap memilih negeri kanguru, maka ajak untuk les IELTS sebagai persiapan tes.

Pada tes IELTS, maka si kecil harus menuliskan jawabannya dengan tangan. Bukan dengan bantuan komputer atau menyilang-nyilang jawaban saja. Ada 4 sesi tes IELTS, yakni tes kemampuan membaca (reading), mendengarkan (listening), berbicara (speaking), dan menulis (writing).

Biaya tes IELTS relatif lebih mahal, yakni hampir 3 juta rupiah alias sekitar 275 USD. Namun mama papa jangan khawatir si kecil tidak lulus. Yang penting ia rajin berlatih dan terus dimotivasi oleh sang mama papa, agar lulus ujian.

Cara agar Si Kecil Lulus Ujian TOEFL atau IELTS

Mama papa tidak usah galau ketika si kecil akan ujian IELTS atau mengikuti ujian TOEFL. Jika ia sudah sering mengerjakan soal-soal tes di buku dan memahami pertanyaan, maka ia bisa lulus dengan nilai maksimal.

Berikut ini cara agar si kecil mendapatkan skor tinggi saat ujian TOEFL atau IELTS:

1. Latihan Listening di Rumah

Baik tes TOEFL maupun IELTS sama-sama punya sesi ujian pendengaran (listening). Biasanya ini yang dianggap mengerikan oleh banyak orang. Karena mereka tidak familiar dengan pengucapan bahasa inggris di telinga.

Mama papa bisa melatih si kecil untuk sesi listening dengan mengajak mereka berbicara dalam bahasa inggris. Atau, setelkan lagu dan film english version.

Nanti telinga si kecil akan lebih terbiasa mendengarkan berbagai kata dalam bahasa inggris. Ia Pun bisa melewati tes listening dengan sangat mulus dan skornya paling tinggi.

2. Latihan Memahami Jawaban

Kadang yang bikin si kecil bingung adalah soal TOEFL atau IELTS yang dianggap terlalu sulit. Karena mereka tidak paham artinya apa.

Mama papa bisa melatih si kecil agar memperhatikan jawaban, bukannya soal. Jika ia tidak tahu apa arti dari soalnya, pilihlah jawaban yang kira-kira mendekati.

Dengan cara ini, maka sisi psikologis si kecil akan aman. Karena memikirkan jawaban, bukannya membaca soal terus-menerus, lalu kehilangan banyak waktu. Akibatnya ia tidak selesai mengerjakan soal dan harus puas dengan nilai minim.

3. Latihan Soal di Buku

Mama papa tentu ingat ungkapan practice makes perfect? Sebelum si kecil tes TOEFL atau IELTS, maka belikan banyak buku. Sehingga ia bisa latihan soal dan familiar dengan jawabannya.

Di buku latihan biasanya ada kisi-kisi. Walau jawaban dan soal di dalamnya tidak sama persis, tetapi biasanya agak mirip. Si kecil jadi tak kesulitan saat mengerjakan tes TOEFL atau IELTS tersebut.

Bagaimana ma, pa, sudahkah menyiapkan yang terbaik sebelum si kecil ujian bahasa inggris? Mama papa bisa mengeklik Kiddo.id untuk mendapatkan informasi di mana saja les bahasa inggris khusus untuk persiapan ujian TOEFL atau ujian IELTS.

Yang menarik, kursus persiapan TOEFL atau IELTS bisa dipilih. Karena ada kelas daring (online) dan kelas luring (offline). Sesuaikan saja dengan kebutuhan si kecil.

Jika ia masih berusia dini, maka lebih baik kursus langsung karena butuh interaksi dengan mentor. Tetap semangat ya mama papa agar si kecil lulus ujian bahasa inggris!

Sumber artikel:

  1. https://tirto.id/perbedaan-toefl-toeic-ielts-dan-kisaran-biaya-mengikuti-tesnya-emJw
  2. https://indbeasiswa.com/2015/05/ambil-toefl-atau-ielts-syarat-kuliah-luar-negeri.html

 

 

Exit mobile version