Santai Menghadapi Speech Delay, Keterlambatan Bicara pada Anak

Santai Menghadapi Speech Delay, Keterlambatan Bicara pada Anak

Speech delay, keterlambatan bicara pada anak kerap membuat ibu-ibu kalang kabut. Lha piye, lihat anak tetangga sudah cas-cis-cus di usianya yang baru 2 tahun, sementara anak sendiri masih diem kalau enggak dipancing. Belum komentar miring, belum neneknya yang ribet nyuruh periksa ini itu karena khawatir ada yang tidak pas pada cucunya. Bahkan ada juga yang didesak untuk segera ke dokter THT, barangkali anak enggak mau ngomong karena telinganya bermasalah.

Pening pala emak. Apakah anakku speech delay? Apakah ada yang salah? Apakah anakku beneran Tuli?

Tidak semudah itu untuk menyatakan apakah anak mengalami speech delay. Mbok menawa bocah cuma males ngomong banyak, tipikal bocah plegmatis damai yang pendiam, siapa tahu?

Deteksi Dini Speech Delay pada Anak

Deteksi dini speech delay pada anak bisa dilakukan sejak anak masih bayi. Semakin dini ditemukan, semakin panjang waktu untuk mendeteksi faktor penyebab, semakin lebar pula peluang untuk terapi dan anak bisa mengejar ketertinggalannya.

  • Bayi berusia 3-8 bulan sudah mulai mengoceh. Jangan dianggap enteng ocehan bayi yang lebih mirip gumaman. Bayi menggumam sambil memainkan air ludah itu sebenarnya merupakan bentuk komunikasi bayi. Dulu jaman si K sudah mulai menggumam dan bermain air liur, aku gembira, merekam tingkahnya dan mengirimkan ke abahnya.
  • Bayi usia 9 bulan-12 bulan sudah mulai babbling atau berceloteh. Dituntaskan dengan kemampuannya untuk mengulang konsonan dan vokal yang sama di usia 12 bulan. Mamamama, papapapa, babababa. Si K dulu pertama kali babbling babababaa.
  • Mulai mengucapkan kata yang bermakna di usia 12-15 bulan meskipun tidak sempurna. Sekedar ‘moh’ sebagai kata untuk menolak, sudah menjadi penanda jika anak berada di titik aman.
  • Usia 16 bulan ke atas mulai menyusun kata dalam satu kalimat sederhana, yang mulai sempurna pengucapan dan susunan katanya di bulan-bulan berikutnya.

Faktor Penyebab Speech Delay

Setidaknya ada 4 faktor yang bisa menyebabkan speech delay, masing-masing faktor mempunyai cara penanganannya sendiri. Emak K coba runut sesuai dengan apa yang emak K pahami dan alami selama ini, ya. Kalau ada yang punya informasi tambahan, please, kasih tahu dengan meninggalkan komentar.

Speech Delay karena Hambatan Pendengaran

Hambatan pendengaran secara otomatis akan menghambat perkembangan bicara anak karena stimulasi utama untuk belajar bicara adalah dengan mendengar. Anak yang mengalami hambatan pendengaran bisa dideteksi sejak bayi. Anak yang terlalu diam, enggak terganggu dengan keramaian sekitar, harus segera dites apakah ada hambatan pendengaran. Nge-tesnya sederhana, cukup dengan menggoyangkan kerincingan di kanan-kiri bayi, jika bayi bisa menoleh ke arah suara, insyAllah pendengarannya baik-baik saja.

Jika bayi tidak merespon berbagai sumber suara sampai usianya 2 bulan, orang tua harus segera ke spesialis anak untuk kemudian dirujuk ke tenaga medis yang kompeten. Ikhtiar medis, psikologis sekaligus terapi bicara harus berjalan secara beriringan agar tumbuh-kembang anak bisa optimal. Enggak perlu berkecil hati ketika mendapati anak mempunyai hambatan pendengaran, emak K yakin setiap anak mempunyai berliannya sendiri. Its okay untuk merasa lelah dan ingin menangis, tetapi jangan putus asa untuk terus berikhtiar.

Emak K dulu juga mengalami speech delay karena hambatan pendengaran. Orang tua jaman dulu belum melek dengan teori parenting, tetapi aku sangat bersyukur karena bapak dan ibu enggak lelah mengajari untuk berkomunikasi dengan mengandalkan gerakan bibir. Usia 4 tahun bicaraku masih cadel dan banyak kesalahan disana-sini, baru saat aku sudah mulai membaca, ucapanku membaik. Lha piye, banyak ucapan yang gerakan bibirnya sangat mirip, aku hanya bisa membedakannya dengan tulisan. Semisal, Papa-Mama, Ma’e-Pa’e, makanya aku membiasakan si K memanggil Abah-Ibu, bukan Mama-Papa, semata agar aku gampang membedakan apakah si K memanggil Abah atau Ibunya. Hahahaha.

Speech Delay karena Gangguan Perkembangan Otak

Orang dengan keistimewaan Tuli, bicaranya cenderung sengau dan enggak sempurna pengucapannya. Namun, orang yang enggak sempurna pengucapannya belum tentu Tuli. Ada yang mengalami kesulitan berbicara karena syaraf otaknya terganggu, terutama syaraf yang berhubungan dengan daerah oral-motor-nya. Untuk memastikan apakah anak mengalami gangguan perkembangan otak atau tidak, harus dipastikan ke dokter spesialis syaraf dan spesialis perkembangan anak.

Speech Delay karena Minimnya Komunikasi

Speech delay  yang bukan karena indikasi medis hambatan pendengaran dan gangguan perkembangan otak, sebagian besar disebabkan karena minimnya komunikasi dengan orang sekitar. Apalagi jaman serba canggih dan sibuk begini, enggak sedikit orang tua yang puas dengan memberikan anak-anak mainan apapun yang menurutnya bagus, tetapi enggak mendampingi anak bermain. Sungguh, yang diperlukan anak adalah kehadiran kita sebagai orang tua untuk bermain, bukan mainan serba mewah tetapi kita enggak hadir di dalamnya.

Interaksi antara anak dengan orang tua atau orang dewasa dan teman sebayanya selama permainan berlangsung merupakan stimulasi bicara terbaik. Kita bisa saling berbicara, merespon, berlatih empati, berlatih menghargai lawan bicara dengan bermain bersama anak. Bermain yang terlihat sepele di mata orang dewasa, sebenarnya adalah proses pembelajaran kompleks bagi anak, bagaimana anak belajar etika berkomunikasi, kontak mata, menghargai lawan bicara, merspon lawan bicara, dll.

Speech Delay karena Over Menonton Televisi dan Bermain Gadget

Emak K beberapakali menjumpai kasus speech delay karena over menonton televisi dan bermain gadget, masih diperparah dengan minimnya komunikasi karena porsi menonton televisi dan bermain gadget lebih besar daripada porsi bermain dan berinteraksi. Apalagi jika anak menonton youtube berbahasa asing, makin bingunglah ia dengan ragam bahasa yang masuk, padahal bahasa ibunya belum kuat. Jika anak mengalami keterlambatan bicara karena terlalu over menonton televisi dan bermain gadget, tidak bisa tidak, orang tua harus membatasi screen time dan memperbanyak interaksi melalui bermain. Bermain apa saja, bermain perah, kuda-kudaan atau apapun yang disukai oleh anak.

dini.id Solusi Mengoptimalkan Tumbuh Kembang Anak

dini.id Solusi Mengoptimalkan Tumbuh Kembang Anak

Assesment Perkembangan Anak di Dini.id

Tetap santai, dampingi anak dengan penuh kasih karena orang tua adalah pendamping terbaik bagi anak. Kalau sudah mentok dan tertekan dengan kenyataan yang tak kunjung membaik, mungkin kita membutuhkan bantuan orang lain untuk melakukan assesment terkait speech delay anak. Dini.id bisa menjadi rujukan untuk mengakses assesment online gratis yang bisa kita gunakan untuk mendeteksi apakah anak mengalami keterlambatan bicara atau tidak. Enggak cuma assesment online yang disediakan oleh dini.id, website yang dibangun karena kepedulian dengan speech delay ini juga menyediakan layanan assesment, deservasi dan investigasi untuk membantu kita mengatasi speech delay pada anak. Jangan sungkan untuk meminta bantuan, kita adalah manusia yang butuh dikuatkan, butuh ditolong, butuh panduan.

Assesment Perkembangan Anak Dini.id

Assesment Perkembangan Anak Dini.id

Emak K sudah mencoba assesment online yang disediakan oleh dini.id. Assesment ini gratis,loh. Kita cukup mengisi data pada halaman depan dini.id, kemudian dini.id akan mengirimkan link dan password via whatsapp. Isian kuesioner itu akan direkam dalam bentuk pdf disertai dengan penjelasan hasil assesment dan apa saja yang perlu kita lakukan untuk mengoptimalkan tumbuh kembang anak.

Enggak cuma menyediakan assesment, dini.id juga menawarkan solusi Play Time untuk anak-anakkita yang masih membutuhkan stimulasi serius dengan didampingi oleh kids trainer professional. Biayanya pun cukup terjangkau, 1,2 juta setiap bulan dengan durasi sesi 3 jam selama 8 kali.

 

Cara Asik Mengenalkan Strategi Menyelesaikan Masalah kepada Anak

Matematika enggak melulu tentang angka dan simbol. Salah satu konsep matematika yang harus dilatih sejak awal adalah strategi menyelesaikan masalah, problem solving. Biasanya kalau di usia sekolah guru menggunakan soal cerita untuk menguji problem solving siswa.

Problem Solving ini menyajikan masalah kepada anak dan menyerahkan sepenuhnya kepada anak bagaimana cara dia menyelesaikan sebuah masalah yang ada di hadapannya.

Hari ke dua tantangan Matematika, emak K mengajak si K untuk menembak bola kecil ke arah yang telah ditentukan. Kebetulan di rumah ada Game Shot untuk menembak bola, aku tinggal menambahkan kotak dan meminta si K mengisi penuh kotak tersebut dengan bola-bolanya menggunakan Game Shot.

Problem Solving dengan Bahan Sekitar

Problem Solving dengan Bahan Sekitar

Tantangannya, si K harus menembak sesuai dengan urutannya dari saf terdekat hingga saf terjauh. Masing-masing saf diisi dua bola, tidak boleh lebih.

Terlihat sepele, kan?

Padahal dengan kegiatan sepele seperti ini, kita sedang mengajari anak berpikir kompleks: bagaimana mengarahkan game shot agar bola tepat berada di saf yang telah ditentukan, seberapa banyak tekanan yang harus dikeluarkan agar bola tepat berada di saf yang telah ditentukan.

Di sela-sela permainan, kami saling menebak berapa banyak bola yang ada di saf, berapa banyak bola yang belum mendapatkan tempatnya, berapa banyak saf yang berisi bola dengan jumlah yang sama. Secara tidak langsung, si K sudah belajar konsep menambah, mengurangi dan perkalian sederhana-penjumlahan berulang.

Si K menikmati permainan dengan bahagia. Berteriak girang sambil mengangkat kedua tangannya manakala ia sudah menuntaskan tugasnya, “Horeee, Kevin bisa! Bola sudah habis.”

Matematika, kalau ditekuni memang seasik ini. Hehehehe. Seringkali di tengah-tengah permainan, kita bisa berimprovisasi sesuai dengan apa yang ada di depan.

“Eh Kevin, ini bentuk bola sama enggak dengan roda?”

“Oya, oya sama kayo yoda.”

Gitu doang, belum kukenalkan dengan bentuk silinder. Khawatir doi mumet. Wong bentuk bangun datar aja masih banyak yang belum kukenalkan, yang penting si K paham dulu kalau bentuk bola berbeda dengan bentuk roda. 😆

Enggak jarang juga si K yang nanya duluan, hingga Ibunya takjub dan bertanya-tanya, apa ini sudah waktunya untuk mengenalkan konsep matematika yang lain?

“Ibuk, mbak Piska sama Kepin mau bola yang sama. Beyapa? Kepin beyapa? Mbak Piska beyapa?”

Emaknya bingung kok bocah sudah merambah ke pembagian. Akhirnya cuma kulatih membagi bolanya satu-satu, “Nah, jadi Kevin berapa? Mbak Viska berapa?”

“Kepin tiga, mbak Piska tiga. Sama, yo. ”

“Iya, berapa tadi bola semuanya?”

“Enam.”

“Iya, enam bola, dibagi mbak Viska dan Kevin, masing-masing dapat tiga. Dah, yok, main lagi, ditembak lagi. Kevin tiga, mbak Viska tiga. Gantian.”

Kegiatan matematika apalagi yang kira-kira mengasikkan untuk anak usia tiga tahun, ya? Ada yang punya ide lain? Hihi.

Stimulasi Matematika Balita Kinestetik-Visual

Stimulasi Matematika Balita Kinestetik-Visual

Matematika bagi sebagian orang menyeramkan. Enggak jarang tanpa sadar menularkan rasa seram ini ke anak, “Hiii, mati-mati-ka.” Seolah matematika adalah ilmu antara hidup dan mati. Padahal, matematika sangat mengasyikkan jika tahu bagaimana cara belajar yang tepat.

Matematika bisa diajarkan kepada anak sejak kecil, dengan hal-hal sederhana yang terlihat sangat sepele padahal merupakan pijakan penting bagi anak. Aku pernah menulis hal-hal yang harus dikuasai anak usia balita sebelum belajar berhitung, Kemampuan yang Harus Dikuasai Anak Balita sebelum Belajar Berhitung.

Sebelum mengajarkan anak berhitung, ada baiknya kita memastikan bahwa anak sudah bisa mengelompokkan bentuk, mengelompokkan warna, dari bentuk yang sederhana hingga bentuk yang sulit, mengerti konsep penuh dan kosong. Jangan langsung mengajak anak menghafal angka-angka karena itu akan menyebabkan anak kebingungan, lha wong bentuk saja belum bisa menyortir kok mau dikenalkan dengan simbol yang jauh lebih rumit?

Anak Kinestetik yang Penuh Tenaga

Umumnya anak balita adalah anak kinestetik, usil, enggak bisa diam, maunya geraaaaak terus. Ada balita yang kinestetiknya sedengan, ada balita yang kinestetiknya bikin simbok gembrobyos keringetan. Si K masuk ke anak balita yang kinestetiknya bikin gembrobyos. Enggak heran emaknya auto langsing meski porsi makannya 2 kali porsi makan abah K. 😆

Anak kinestetik ditandai dengan gerakan anggota tubuh yang seolah enggak bisa diam, meskipun itu sedang melakukan aktivitas di atas kursi atau tempat tidur. Si K kalau sedang nonton atau sedang baca buku, tangan dan kakinya tetap kemana-mana. Jika seharian dikurung di dalam rumah, ia bakal tantrum dan sangat sensitif.

Sebaliknya, jika ia dibiarkan mengeksplor lingkungan, manjat sana-sini, naik-turun selokan, lari mengejar bola, glenderan vespa, ia akan menjadi anak yang manis, yang dikit-dikit meluk Ibunya.

Mengajarkan matematika ke anak kinestetik dengan duduk anteng di atas meja enggak akan bertahan lama. Paling cuma lima menit habis itu kakinya gatel pengen lari. Maka, Ibu harus menyesuaikan gaya belajar anak untuk stimulasi matematika ini.

Stimulasi Matematika Anak Kinestetik-Visual

Matematika bisa diselipkan dalam kegiatan anak, apapun itu. Tinggal kitanya yang harus kreatif dan memastikan bahwa anak sudah lulus tugas pra matematikanya. Si K sudah bisa sortir warna, sortir bentuk, sortir warna dan bentuk, dan sudah memahami konsep kosong dan penuh, jadi aku sudah mulai mengenalkan angka-angka.

Menghitung Jumlah Kursi Kereta Kelinci

Matematika anak KinestetikSi K menamakan kereta kelinci ini dengan odong-odong. Hahahaha. Tadi pagi kami ke Taman Tirtoagung, ada rombongan anak TK yang sedang studi lingkungan ke Taman dengan menggunakan kereta kelinci.

Keretanya parkir di dalam taman, si K penasaran dan minta ijin untuk masuk ke dalam kereta saat anak-anak TK sedang beraktivitas ke dalam Taman. Ia begitu excited, naik-turun, menunjuk, bertanya banyak hal.

“Wow, odong-odongnya ada enam!” Seru si K. Aku yang sedang mengikutinya dari belakang penasaran, menghitung berapa gerangan jumlah odong-odongnya, bener, dong, enam. Emak spikles dan langsung pengen stimulasi matematika lebih banyak. 😆

“Kursinya ada berapa, Nang?”

Dasar anak kinestetik, bukannya cukup menghitung dengan jari, ia menghitung dengan lompat dari kursi satu ke kursi lain. Setelah satu gerbong selesai dihitung, lanjut ngitung ke gerbong selanjutnya. Setelah satu kereta usai, lanjut ke kereta selanjutnya.

Ibunya yang cuma mengawasi dari luar kereta saha gembrobyos, si K masih hepi lompat antar kursi berulang kali. Menghitung dengan bahagia, tertawa saat mendapati bahwa jumlah kursi antar gerbong berbeda-beda.

“Ini lima, yang itu enam. Yang hijau tujuh. Beda yo, Ibuk? Beda yo?”

Berburu Angka di Taman

“Nang, nyari angka, yuk.”

Si K mengangguk riang.

“Coba cari angka 4.” Aku menantangnya. Si K baru mengenal angka 1-10, angka selanjutnya belum aku kenalkan.

Si K menyusuri Taman, melihat plat demi plat nomer motor yang ada di Taman. Berteriak ‘hore!’ saat ia berhasil menemukan angka yang kumaksud.

Mencari Berbagai Bentuk di Taman

“Ibuk, ini bentuk lingkaran yo?” si K menunjuk roda kereta kelinci.

“Iya. Coba ada yang bentuknya segitiga?”

Ia turun dari kereta. Mencari bentuk segitiga, girang bukan main ketika menemukan penghubung gerbong berbentuk segitiga.

Aku masih meyakini, jika anak akan menikmati belajarnya jika kita sebagai orang tua tahu bagaimana mencari cara yang tepat sesuai dengan kesukaannya, termasuk Matematika.

Emak K sampai sekarang masih menjadi barisan emak-emak yang menggunakan media belajar sesuai dengan kesukaan anak, yang terdekat dan mudah dicari. Menyelipkan belajar ke aktivitas anak memang menyenangkan, apalagi jika menjumpai mata anak berbinar-binar, membuatku lupa jika aku menghadapi aneka deadline setelah bocah tidur. Hahahaha.

Pencarian Terkait:

  • https://widiutami com/stimulasi-matematika-balita-kinestetik-visual html
Punya Hobby Menjahit? Inilah 5 Alat yang Bisa Bantu Belajar Menjahit!

Punya Hobby Menjahit? Inilah 5 Alat yang Bisa Bantu Belajar Menjahit!

Menjahit merupakan salah satu keterampilan yang bisa memberikan kamu banyak manfaat. Selain melatih kemampuan, kamu bisa membuka usaha sendiri dengan cara memiliki bekal menjahit. Melalui kursus menjahit kamu akan diberikan pembelajaran bertahap hingga bisa berhasil membuat pakaian. Untuk keterampilan menjahit tidak bisa dipelajari hanya semalaman saja, maka tidak ada salahnya mencoba belajar menjahit.

Aku sendiri ingin belajar menjahit demi bisa menjahit baju tradisional impianku demi melestarikan batik nusantara.

 

Cara yang mudah dulu saja seperti menjahit sarung bantal ruangan tempat tidur, pernak-pernik simple, pouch, taplak meja, simple skirt dan masih banyak lainnya. Untuk itu, buat kamu yang ingin belajar menjahit kami akan memberikan beberapa alat yang harus kamu punya. Berikut ini perlengkapannya.

 

  1. Bahan Kain

Bahan Kain

sumber: Hipwee.com

 

Kain merupakan salah satu bahan utama yang diperlukan untuk menjahit. Terlebih dahulu kenali ciri-ciri dan jenis kain sebelum membelinya. Kain meteran wollycrepe memiliki ukuran 1,5 meter sehingga memiliki jenis yang bertekstur halus, lembut, berpasir, ringan, dan tidak terlalu tebal. Sedangkan kain untuk celana dan kemeja biasanya kain seperti  premium/kain katun stretch/chinos memiliki ukuran 90×150 cm yang digunakan untuk membuat berbagai macam pakaian seperti blus wanita, celana panjang, celana chinos, dan celana pendek. Selain itu, ada kain Japan drill yang memiliki ukuran 1,5 meter biasanya digunakan untuk membuat seragam sekolah karena berbahan tekstur halus dan cukup tebal.

 

 

  1. Alat Pengukur

Alat Pengukur

Alat Pengukur, sumber: craffbymood.com

 

Alat ukur untuk menjahit menggunakan pita ukur meteran dan penggaris. Penggaris digunakan untuk membuat garis yang lurus. Ada berbagai macam jenis penggaris yang digunakan untuk menjahit seperti penggaris khusus pola, penggaris biasa, dan penggaris quilt. Sedangkan pita ukur meteran digunakan untuk mengukur pakaian. Selain itu, ada juga veterban digunakan untuk mengukur letak bagian tertentu agar tidak tergeser dan ukurannya tepat.

 

  1. Alat Pemotong

Alat Pemotong

Alat Pemotong, sumber: craffbymood.com

 

Gunting merupakan alat yang digunakan untuk memotong kain dengan berbagai macam variasi penggunaannya. Berbagai macam gunting tersebut yaitu gunting zigzag, gunting kain, dan gunting benang. Untuk gunting kain digunakan menggunting tekstil dengan salah satu pegangan berukuran besar agar empat jari dapat masuk ketika ingin menggunting kain. Jika ingin tetap tajam sebaiknya jangan digunakan untuk menggunting benda lain seperti kertas dan lainnya. Selain itu, gunting benang digunakan untuk menggunting bagian-bagian yang sulit digunting. Sedangkan gunting zig-zag digunakan untuk menyelesaikan kampuh pada bahan yang tidak mudah bertiras dan bisa juga untuk menyelesaikan tepi bahan.

 

  1. Alat Memindahkan Pola

Alat Pemindah pola

sumber: Shopee

 

Untuk memindahkan tanda pola, kamu membutuhkan bantuan alat seperti karbon jahit, kapur jahit, rader, dan pensil jahit. Pensil jahit atau kapur jahit digunakan untuk memberikan tanda pada bahan tekstil dan tidak perlu khawatir jika tidak bisa dihilangkan. Untuk menggunakannya sebaiknya pakailah tipis-tipis saja dan jangan terlalu ditekan. Alat pemindah pola (rader) digunakan untuk memberikan tanda pada bahan dengan cara menekan karbon jahitnya. Untuk rader beroda tumpul sebaiknya digunakan untuk tetoron, kain katun, georgette, dan lain-lain. Sedangkan rader beroda tajam digunakan untuk kain yang memiliki bahan tebal seperti jeans, corduray, dril.

 

  1. Janome CT2480 LX

sumber: carakitahd.com

 

Yang terakhir ini merupakan salah satu mesin yang dapat menjahit berbagai macam jenis bahan tebal atau tipis. Sangat cocok sekali nih untuk kamu yang memiliki hobi di bidang fashion atau craft. Mesin jahit Janome memiliki body dasar terbuat dari alumunium sehingga memiliki ketahanan yang awet dan lebih kuat. Selain itu, alat jahit ini dilengkapi dengan 1 langkah lubang kancing beserta pemasuk benang otomatis dam 25 pola jahitan. Lebar zigzag pun bisa diatur sesuai dengan keinginanmu. Mesin ini juga sangat ramah karena memiliki suara yang sangat halus. Untuk kamu yang sedang mencari mesin jahit yang kuat, tidak bising, bisa menjahit semua bahan, maka Janome CT 2480 LX sangat cocok untuk kamu gunakan.

 

Itulah 5 alat perlengkapan jahit yang bisa kamu gunakan untuk belajar menjahit, well kamu sudah punya yang mana ?

Modifikasi Gaya Hidup Pasien GERD ala SehatQ.com

Modifikasi Gaya Hidup Pasien GERD ala SehatQ.com

GERD, gastroesophageal reflux disease, penyakit yang lebih dikenal sebagai asam lambung, ditandai dengan naikya asam lambung ke kerongkongan secara berulang. Orang dengan GERD (ODG) umumnya juga merasakan heart burn, perut begah, pada gejala yang parah, ODG juga merasakan detak jantung yang sangat cepat hingga lebih dari 150 kali permenit.

Saat abah K mengalami GERD, daku stress parah. Bingung mau periksa kemana, bingung kepada siapa harus bertanya, bingung mana yang bisa aku lakukan untuk ikhtiar penyembuhannya diantara segambreng ikhtiar penyembuhan GERD yang disarankan oleh orang-orang. Semakin banyak anjuran, semakin stress rasanya.

Diperparah dengan artikel yang cenderung membuat hati kebat-kebit saking horornya. Plus, anxiety, kekhawatiran berlebihan yang menyertai abah K pada saat awal-awal GERD menyerang, membuatku semakin enggak bisa berfikir jernih kemana harus periksa. Lha piye, ke UGD dokternya bingung, wong terlihat sehat-sehat saja, loh. Mau ke spesialis, spesialis apa yang harus dituju juga enggak ngerti.

Saat kami ke spesialis penyakit dalam, dokternya terlihat kurang memuaskan dalam menjawab keluhan penyakit abah K. Sampai-sampai aku bertanya-tanya, sebenarnya ini sakit apa? Jaman itu, kami belum mengenal SehatQ.com, situs kesehatan yang menyediakan tanya-jawab dokter, artikel kesehatan, rekomendasi dokter hingga informasi seputar penggunaan obat. Kami mencari dengan bertanya kesana-kemari, mengunjungi orang-orang yang pernah menulis tentang keluhan yang sama dengan abah K.

Hingga akhirnya kami memilih untuk berikhtiar mengubah gaya hidup dengan pola makan food combining khusus GERD. Pola makan super ketat yang memperbaiki GERD dari akar masalahnya; usus. Ternyata, pola banyak teman yang enggak sanggup melaksanakan pola makan food combining karena merasa sangat sulit meninggalkan pola makan yang sudah mendarah daging.

Modifikasi Gaya Hidup Pasien GERD ala SehatQ.com

Membaca artikel tentang modifikasi gaya hidup pasien GERD ala sehatQ.com, daku merasa bahwa apa yang ditulis oleh SehatQ.com sudah dilakukan dalam food combining, tetapi modifikasi gaya hidup pasien GERD ala SehatQ.com jauh lebih longgar. Modifikasi yang bisa dilakukan oleh pasien GERD ala SehatQ.com antaralain:

  • Hindari makanan yang meningkatkan keasaman lambung. Makanan bersantan, durian, nangka, tape, ketan, merupakan makanan yang meningkatkan keasaman lambung.
  • Hindari makanan yang menurunkan tekanan sfingter esofagus bawah. Hindari makanan yang memengaruhi peristaltik (gerakan otot saluran pencernaan), seperti kol rebus, kol lebih baik dimakan dalam keasaan mentah.
  • Hindari makanan yang memperlambat pengosongan lambung, seperti makanan yang berlemak. Pada pola makan food combining khusus GERD, ODG pantang memakan makanan berminyak pada 3 bulan pertama FC khusus GERD.
  • Hindari makanan besar, kunyahlah makanan dengan baik dan lembut. Ini mungkin maksudnya makan makanan dalam jumlah yang banyak.
  • Hindari merokok
  • Hindari berbaring setelah makan
  • Tinggikan bagian kepala tempat tidur
  • Menurunkan berat badan jika kelebihan berat badan

SehatQ.com, Sahabat Kesehatan Keluarga yang Lengkap

Dibandingkan sebagai asisten, SehatQ.com lebih terasa menjadi sahabat keluarga untuk mencapai goal keluarga sehat. SehatQ.com merupakan layanan kesehatan digital, yang memudahkan kita untuk mengakses apapun tentang kesehatan yang terpercaya, hanya dengan ponsel dalam genggaman.

SehatQ.com didukung oleh team dokter dan team content writer mumpuni yang bisa mempertanggungjawabkan isi dalam situs SehatQ.com. Artikel dan direktorinya cukup lengkap. Sampai tulisan ini ditulis, SehatQ.com sudah memiliki 2297 Direktori Artikel, 1216, , Ensiklopedia Penyakit & Obat, 7329 Direktori dokter, 2141 Direktori Fasilitas Kesehatan.

 

SehatQ.com

SehatQ.com

SehatQ.com memungkinkan kita untuk live chat dan bertanya jawab dengan dokter tentang apa-apa yng ingin kita ketahui untuk kemudian meminta rekomendasi tindak lanjut. Selain merekomendasikan tindak lanjut, sehatQ.com juga akan merekomendasikan dokter apa yang harus dikunjungi, kapan harus mengunjungi dokter, dam dokter siapa saja yang bisa kita pilih.

Pada direktori obat, kita bisa mencari apakah obat yang kita konsumsi memiliki efek samping atau tidak, bahkan kita bisa mencari sendiri apakah penyakit kita pantang mengkonsumsi obat tertentu. Berbicara soal obat, aku langsung teringat kejadian menyebalkan saat Ramadan, abah K salah minum obat paracetamol dosis tinggi dan membuat GERDnya semakin parah.

Kita bisa follow akun media sosial SehatQ.com untuk menambah wawasan kesehatan kita agar kita tidak ceroboh dalam memperhatikan kesehatan keluarga. Emak K sudah follow, lho, ada yang mau ikutan?

IG: @sehatq_id
TW: @sehatq
FB: SehatQ