Me and Hubby, Semua

Sebuah Pengantar

Rabu malam, saat aku mengejar deadline nulis sepanjang 2000 kata, abah K bertanya, “Sing apik ndi, Yi?” sembari menunjukkan website tema wordpress. Aku mendekati layar laptopnya dengan sedikit lemas, lha wong lagi sibuk ngejar deadline kok malah diganggu, batinku.

“Tema buat apa?”

“Blog, Yi.”

Aku pun mencermati satu-persatu. Tak ada yang menarik bagiku. Rata-rata warna dan tema-nya khas builder laki-laki, terlalu formal dan terkesan angkuh. Sekitar 10 menit aku mencermati deretan tema, abah K menunjukkan satu tema dengan penampilan ala-ala buku diari. Duh, remaja banget tema ini. Aku menggeleng. Mungkin karena lelah bertanya, Abah K akhirnya mencermati sendiri deretan demi deretan tema, dan aku kembali pada tulisan yang telah melambai-lambai.

Abah K mengangsurkan token rekening beliau, “Nih, domainnya yang dulu, dibayar.”

Aku melongo. Menatap beliau, meminta penjelasan lebih lanjut. Pasalnya, saat aku meminta ijin untuk membeli domain promo seharga seporsi gado-gado di kafe langganan, beliau menggeleng kuat-kuat, memintaku untuk bersabar hingga proyek di sebuah instansi tuntas.Beliau hanya tertawa, aku pun membuka email invoice domain yang kuanggurkan sejak empat bulan silam. Beliau begadang lagi selama dua malam, demi membantu istrinya mendapatkan tema sesuai impian.

Aku?

Takjub dong, Cyin. Setiap pasangan punya cara untuk mengekspresikan cintanya, kan? Dan inilah cara beliau, memberikan tempat istrinya yang ceriwis nggak ketulungan untuk mengekspresikan dirinya. Seorang WiDut yang hobi curhat kepanjangan. Romantika tersembunyi dibalik blog bernuansa ungu.

Dulu, saat kami masih pe-de-ka-te, beliau sempat mengeditkan sebuah blog untukku dengan tema ungu dan kupu ala anak-anak labil dengan animasi bertebaran sana-sini.  Nama blognya rahasiah, aib soalnya, banyak curhatan alay dengan tulisan nggak nggenah. I’ll closing this blog as soon as possible. Hahahaha.

Thanks for this wonderful gift, Abah.

Allah… Jadikan blog ini laiknya rumah tempatku berbagi yang berkah. Yang pahalanya mengalir pada sesiapa yang menjadi guru kehidupan. Menuntaskan dahaga pada sesiapa yang kehausan. Menghangatkan pada sesiapa yang kedinginan. Menunjukkan sepercik cahaya-Mu pada sesiapa yang kegelapan.

Allah… Mohon bimbing hamba-Mu. Jadikan apa-apa yang tertulis adalah tulisan baik. Jadikan apa-apa yang tertulis adalah tulisan yang berkah.

Allah… Doaku sepenuh, pada sesiapa yang berkunjung. Mohon keberkahan usia, keberkahan segalanya.

Allah… Mohon ampunan-Mu, sepenuh. Atas segala khilaf dan salah.

10 thoughts on “Sebuah Pengantar”

Bagaimana komentar kalian?