Me and Hubby

Ada Cinta dalam Sepiring Pecel

Ingatanku tetiba melayang ke masa tiga tahun silam saat mbak May mengirimi foto pecel, satu diantara Kuliner Nusantara yang sangat kugandrungi, ke inbox Facebook-ku. Potongan kecambah, kacang panjang, mendoan yang disiram sambal yang berwarna kecoklatan itu sukses membuatku menelan air liur. Hmm, sluurrppp... Hah? Cuma foto sudah membuatmu teringat dengan kenangan? Ada apa dengan pecel?… Continue reading Ada Cinta dalam Sepiring Pecel

Me and Hubby

Bersahabat dengan Mantannya Pasangan, Yeay or Nay?

Persoalan mantan bagi sebagian orang adalah isu sensitif. Bahkan aku beberapa kali menemukan cerita tentang permasalahan dengan pasangan yang bermula dari mantan, embuh pasangan yang tetiba menghubungi mantan, embuh mantan yang kegenitan. Dan... saat BloggerKAH bahasannya nyerempet tentang si mantan dan memutuskan untuk menjadikan tema tantangan bulan ini, alamak jang, eike kan nggak ada mantan… Continue reading Bersahabat dengan Mantannya Pasangan, Yeay or Nay?

Me and Hubby

Mereka Bilang Aku Tuli; Menoleh Sejenak Ingatan Terdalam

Fragmen Satu Siang itu lebaran, entah lebaran hari ke berapa.Gerimis menyapa. Aku tengah menunggu Mbak di teras rumah tetangga. Ketika kulihat Mbak muncul bersama Bulik, aku langsung melesat, berlari menyusul Mbak. Tak dinyana, aku terpeleset membentur jalan miring, tepat di telinga kanan. Tak banyak detail yang kuingat, ingatan yang paling lekat adalah, aku sudah berada… Continue reading Mereka Bilang Aku Tuli; Menoleh Sejenak Ingatan Terdalam

K's Family, Me and Hubby

JeggBoy, Ojek Online Salatiga

Semarang, Jakarta, Surabaya. Solo dan beberapa kota besar lainnya boleh bangga dengan keberadaan ojek online segambreng, tetapi, di Salatiga, yang notabene kota kecil, kami bangga dengan Jeggboy, Ojek Online Salatiga. *** Malam itu, sembari meninabobokan si K, aku chat dengan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) yang membawahi proyek pembuatan Aplikasi Website, E-Office dan Pojok Pendidikan terkait… Continue reading JeggBoy, Ojek Online Salatiga

Me and Hubby, Semua

Jangan jadi Sales Nyebelin

Jangan pakai BPJS, deh. BPJS itu pelayanannya rumit. Gabung dengan asuransiku saja, nanti kamu dapet banyak keuntungan. Sakit digaji, lhoo, jadi nggak perlu pusing mikir duwit buat bayar Rumah Sakit. Pernah dengar percakapan semacam itu? Atau bahkan kamu sendiri yang memakai kalimat seperti itu untuk merekrut orang? Tobat, Cung. Istighfar banyak-banyak. Nggak semua orang mampu… Continue reading Jangan jadi Sales Nyebelin

Me and Hubby

Karena Sekolah Bukan yang Utama

Terlahir dari keluarga petani yang sangat sederhana, membuatnya harus berfikir keras hanya untuk sekolah. Jangankan uang saku, biaya sekolah saat MTS saja dibantu beasiswa. Tugasnya hanya satu, belajar. Selepas MTS, ia memutuskan berhenti sejenak. Bukan, bukan berhenti untuk menuntut ilmu, tetapi berhenti sejenak untuk mengumpulkan kembali receh demi receh agar bisa melanjutkan ke jenjang yang… Continue reading Karena Sekolah Bukan yang Utama

Me and Hubby

NEVER ENDING LEARNING AND SHARING

Disclaimer: Tulisan ini murni pengalaman pribadi. Ditolak saat nglamar gawean? SERING! Mending jika ditolak nglamar gawean karena memang tidak punya kemampuan sesuai dengan job description yang diajukan. Lha, kalau ditolak hanya karena nggak bisa mengangkat telepon? Halah, nyeseknya, Mak! Susah menghubungi seseorang karena nggak bisa telepon? JANGAN TANYA. Nggak Cuma sekali aku menangis gegara susah… Continue reading NEVER ENDING LEARNING AND SHARING

Me and Hubby

Mahkota untuk Emak, Sebuah Doa yang Mewujud Nyata

Launching buku Mahkota untuk Emak yang dihadiri oleh Habiburrahman El Shirazy adalah satu dari sekian kilasan peristiwa yang paling berkesan dan selalu kuingat. Ada doa yang mewujud nyata dari orang tua, saudara, guru kehidupan¬† dan sahabat yang lain. Ada persaudaraan indah yang tersemat di acara ini, tentang sahabat-sahabat yang menyempatkan hadir disela-sela kesibukan yang tak… Continue reading Mahkota untuk Emak, Sebuah Doa yang Mewujud Nyata

Me and Hubby, Semua

Sebuah Pengantar

Rabu malam, saat aku mengejar deadline nulis sepanjang 2000 kata, abah K bertanya, "Sing apik ndi, Yi?" sembari menunjukkan website tema wordpress. Aku mendekati layar laptopnya dengan sedikit lemas, lha wong lagi sibuk ngejar deadline kok malah diganggu, batinku. "Tema buat apa?" "Blog, Yi." Aku pun mencermati satu-persatu. Tak ada yang menarik bagiku. Rata-rata warna… Continue reading Sebuah Pengantar