Me and Hubby, Semua

Lima Langkah yang Harus Dilakukan Sebelum Membeli Al-Qur’an

Bulan Ramadhan adalah bulannya Al-Qur’an. Ummat berlomba-lomba untuk menuntaskan membaca al-Qur’an, paling tidak satu kali khatam pada bulan Ramadhan ini. Untuk mencapai target khatam membaca al-Qur’an dalam waktu satu bulan, minimal dalam sehari membaca 1 juz al-Qur’an yang terdiri atas 20 halaman pada Qur’an rosm Utsmani. Normalnya membutuhkan waktu 30 menit-1 jam untuk membaca, tergantung kecepatan membaca masing-masing orang.

Itu jika setiap hari bisa membaca al-Qur’an, jika ada halangan tentu saja harus membaca al-Qur’an lebih dari satu juz dalam sehari. Apalagi kalau cewek, aku harus membaca 2-3 juz dalam sehari jika ingin khatam. Ya, gimana, takdir seorang perempuan, halangan selama haid.

Agar target membaca al-Qur’an tercapai, salah satu hal yang menurutku paling urgent adalah memilih al-Qur’an yang bersahabat dengan mata. Apalagi jika mempunyai mata yang mudah lelah, rasanya mutlak untuk memilih al-Qur’an yang bersahabat dengan mata.

Lalu, mushaf seperti apakah yang bisa menjadi sahabat setia? Membuat kita betah memandang al-Qur’an dengan sepenuh cinta?

1. Izin Resmi dari Depag/ Lembaga yang Bersangkutan

Langkah pertama yang harus dilakukan sebelum memilih al-Qur’an adalah memeriksa ijin resmi dari Departemen Agama atau Lembaga Keagamaan negara penerbit al-Qur’an. Jika terbitan Indonesia, kita bisa memastikan adanya ijin resmi dari Kemenag RI yang ditandatangani oleh Menteri Agama untuk meyakinkan diri bahwa al-Qur’an yang kita beli telah diperiksa oleh kementerian. Biasanya ada di halaman pertama atau halaman terakhir mushaf.

2. Jenis Kertas

Jenis kertas sangat berpengaruh terhadap  kenyamanan membaca. Setidaknya ada tiga macam kertas yang digunakan untuk mencetak mushaf al-Qur’an, yaitu:

  1. Kertas HVS Putih
  2. Kertas Buram
  3. Paper Premium (kuning luxs)

Dari ketiga jenis kertas yang biasanya digunakan dalam mencetal mushaf tersebut, paper premium/ kuning luxs merupakan jenis kertas yang direkomendasikan untuk dipilih karena jenis kertas ini menyerap dan memantulkan cahaya dengan proporsional, sehingga tidak terlalu gelap dan tidak terlalu silau untuk mata.

Jika kesulitan untuk menemukan al-Qur’an Paper Premium, al-Qur’an yang dicetak menggunakan kertas HVS menjadi pilihan kedua. Tidak dianjurkan untuk memilih al-Qur’an yang dicetak menggunakan kertas buram karena akan membuat mata cepat lelah.

3. Huruf dan Lay Out Mushaf al-Qur’an

Jenis huruf yang sulit dibaca akan menghambat kecepatan dan ketepatan membaca al-Qur’an. Aku pribadi lebih nyaman membaca al-Qur’an yang menggunakan rasm Utsmani riwayat Imam Hafs. Di sisi lain, yai Nasrudin lebih nyaman membaca al-Qur’an menggunakan mushaf Menara Kudus yang telah mendarah daging selama beliau di pesantren. Kemampuan setiap orang dalam membaca al-Qur’an berbeda-beda, sejalan dengan perjalanannya mengaji al-QUran.

al-Qur’an rasm Utsmani Imam Hafs dan al-Qur’an Menara Kudus tidak terdapat alat bantu untuk memudahkan membaca tajwid, jadi disarankan bagi yang belum mampu memahami tajwid tanpa alat bantu untuk memilih al-Qur’an yang disusun oleh Kementerian Agama Indonesia. Sekarang banyak terdapat al-Qur’an Tajwid warna-warni yang memudahkan pembaca untuk memahami tajwid.

Jadi, diri kita sendiri lah yang bisa memutuskan apakah jenis huruf dalam mushaf cocok untuk kita. Hindari membeli al-Qur’an yang tidak boleh dibuka segelnya, rawan menyesal. Seperti pengalamanku saat duduk di bangku SMA,pedagangnya tidak berkenan jika aku membuka segel. Sampai di rumah aku kaget karena jenis hurufnya meliuk-meliuk dengan spasi yang sangat rapat. Huks!

4. Penjilidan

Al-Qur’an adalah Maha Karya Robbuna, yang apabila terlewat satu huruf saja bisa mengubah arti. Kita sebagai muslim dianjurkan untuk teliti dalam membaca al-Qur’an agar tidak merubah makna ayat dan surat yang kita baca. Disinilah pentingnya memilih penjilidan yang kuat untuk meminimalisir adanya halaman yang sobek/ lepas.

Kan menyebalkan jika kita tengah membaca al-Qur’an, eh, kok ada lembaran yang hilang… Waktu kita akan terbuang untuk mencari lembaran yang hilang atau mencari al-Qur’an lain. Setelah ketemu lembaran atau al-Qur’an pengganti, masih harus mencari sampai mana ayat yang dibaca tadi. Nggak jadi khatam nanti tadarusnya. Hiks.

5. Memilih al-Qur’an Sesuai dengan Kebutuhan

Overall, dalam memilih al-Qur’an harus menyesuaikan dengan kebutuhan kita pribadi. Setidaknya ada beberapa tips yang dapat dipertimbangkan.

  1. Al-Qur’an Mushaf Utsmani dan Menara Kudus, pilihan terbaik untuk kamu yang berniat menghafalkan al-Qur’an.
  2. Al-Qur’an resleting saku kecil bisa menjadi teman setia travelling, mudah dan aman disimpan di dalam tas.
  3. Al-Qur’an terjemahan menjadi pilihan untuk kamu yang ingin mengetahui arti ayat al-Qur’an.
  4. Kamu yang memiliki mata minus, pilih al-Qur’an Paper Premium berukuran jumbo. Percayalah, membaca al-Qur’an tanpa memakai kacamata sangat enjoy!

Bagaimanapun, diri kita sendirilah yang bisa memutuskan mana al-Qur’an terbaik untuk kita. Kenali kemampuan, pilih al-Qur’an yang bisa menjadi sahabat kita.

Kadangkala kita sungkan untuk bertanya banyak hal kepada penjual, apalagi jika penjualnya pasang tampang bete, uh, masa iya mau tinggal ambil dan merelakan diri untuk menyesal di kemudian hari. Jadi malas baca Qur’an nanti. Apalagi jika level-nya kayak WiDut yang mood-nya njungkir balik, malas membaca al-Qur’an hanya gara-gara hurufnya njelimet dengan spasi sangat rapat.

Mending, tak-tik-tuk lewat shoope, search jenis al-Qur’an yag kita inginkan. Disana tersedia berbagai macam al-Qur’an dari segala penjuru. Dari Al-Qur’an Utsmani sampai al-Qur’an tajwid peangi tersedia, beberapa penjual menampilkan detail foto isi al-Qur’annya.

Nah, sudah ketemu kan al-Qur’an yang cocok? Dibaca agar segera khatam.
Jangan dianggurin doang. al-Qur’an ada untuk dibaca, bukan dipajang.
Ingat ayat yang pertama kali turun, Iqra’! Bacalah! :p :p

Selamat berlomba-lomba di bulan Ramadhan, Kawans!

Pencarian Terkait:

  • tips beli al quran
  • macam rosm alquran
  • cara memilih alquran
  • tips membeli al quran
  • car atau tips membeli terjemahan alquran
  • cara membeli al quran
  • Saran Beli al quran terjemahan
  • ketepatan Alquran
  • cara pilij al qyrsn saku
  • cara memilih alquran yang baik

26 thoughts on “Lima Langkah yang Harus Dilakukan Sebelum Membeli Al-Qur’an”

  1. Suamiku khusus membelikan yang ada ilmu tajwidnya karena tau istrinya ini belum pernah masuk Diniyah. Tapi begitu ada buntut satu, itu halaman beneran ada yang terlepas karena penjilidannya kurang bagus 🙁

  2. Aku masih pakai Al-Quran sejak zaman sekolah dasar. Belum ada beli lagi. Masih apik dan terawat soalnya. Jenis kertasnya yang kuning luxs. Ukurannya sedang, sih. Buatku masih nyaman dan enak dibaca makanya belum beli lagi. Ayuk khatamkan Al-Quran sama-sama di bulan Ramadhan. 😀

  3. ooooh gitu ya
    saya kalo beli al-qur’an, yang pertama dilihat adalah covernya. menarik atau enggak. hehehe
    terus baru deh masuk ke tulisannya. cari yang renggang atau nggak bikin mata lelah. juga cari yang ayatnya berakhir di setiap halaman, supaya gak keganggu bacanya
    tapi nggak pernah ngecek ttd nya kementerian. padahal harusnya dicek ya

  4. Saya masih belum punya Al-Quran saku. Dari dulu ga sempat kebeli. Padahal penting bgt saat Ramadhan begini. Sampai sekarang saya masih mengandalkan aplikasi Al-Quran di smartphone kalau di luar rumah, tapi kendalanya kalau baterai habis maka aktivitas tilawah jadi terhambat deh.

  5. Al Qur’an ku besar2 krn mata udah tua hehe.
    Skrng kalau di luar paling baca dari hp.
    Tapi pengen deh beli Al Qur’an baru yang warnanya girly gtu yg sama tajwidnya, biar semangat bacanya
    TFS infonya ya mbk Widi 🙂

  6. Masha Allah…
    Adem baca postingannya mba Widi.

    Iya,
    Aku beli macam-macam Al-Qur`an termasuk tikrar, dengan niat ingin menghapalkan.
    Tapi selama ini yang selalu menemani aku Al-Qur`an pink, edisi khusus wanita.

    Warna pink nya yang menggoda untuk selalu ingin dibaca.

  7. Aku kemarin beli yang khusus wanita pink kaya Mbak Lendy itu. Tapi ternyata begitu tadarus balik lagi bacanya Al Quran yang rainbow. Abis enak nargetinnya pake sistem warna.
    Tiap orang ada-ada aja ya seleranya. Suamiku biasanya ngomel kalau alasan aku milih beli Al Quran karena cantiknya hehehe

  8. jenis huruf dan besar kecilnya tulisan emang berpengaruh buat proses kita ngaji, berdampak juga dengan mata kita. aku biasanya milih alquran yang besar kalau mau ngaji. tapi punya juga sih alquran mini yang praktis dibawa kemana-mana.

  9. Aku pernah lihat yg pakai Tajwid jg, tp dlm bahasa Arab. Kalau aku sendiri enak pakai yg pojok, satu juz 10 lembar. Size Alqurannya gak usah besar2, sekiranya bs dibawa ke mana2. Tp skrg gak bawa lagi. Pakainya alquran hp, hehehe

  10. makasih infonya mbak, sekarang memang ya mau beli alqur’an aja harus bener2 dilihat dan diperhatikan
    banyak yang palsu atau salah, dan lain sebagainya

    karena beda tanda harokah saja sudah beda arti

  11. ngomongin soal kenbutuhan jadi ingat dari dulu pengen beli quran terjemaahan yang dijilid berdasar tema dan bahasan. tapi belum jadi, Apalagi sekarang banyak yang nerbitin ya. sepertinya juga perlu lihat track recordnya perusahaan penerbitannnya juga ya mba

  12. Alhamdulillah untuk dirumah aku pakai alquran hadiah tahlilan 1000 hari pak Harto alm, alqurannya besar, tulisannya juga enak, tidak rapat dan jelas tajwidnya.

    Untuk yg dibawa bepergian kok mirip yg paling bawa ya, aku pakai alquran madina, benar sekali alasannya karena enak dibaca, walau kecil tapi hurif2nya jelas dan tidak rapat.

  13. Aku baru ngeh kalau lembar tanda tangan itu adalah lembar pengesahan. Enggak pernah merhatiin selama ini. Aku lebih nyaman dengan huruf Utsmani sih selama ini.

Bagaimana komentar kalian?