Suasana di ruangan sedikit gaduh, sekelompok bocah terlihat belajar dengan mbak-mbak, beberapa yang lain sibuk memilah-milah buku di rak buku, sebagian sibuk bermain puzle yang tersedia di Rumah Mentari. Seorang anak tampak tenggelam dalam buku bersampul biru di genggaman, tak peduli dengan kesibukan-kesibukan di sekitarnya, tak peduli betapa heboh teman-temannya berbincang.

 

Begitulah pemandangan keseharian di Rumah Mentari, Taman Bacaan Masyarakat (TBM) yang berada di Lereng Merbabu. Rumah Mentari yang memanfaatkan ruangan kecil di sebelah Rumah Utama milik orang tua mbak Damasia Restu Rahmita, menyimpan cerita tentang orang-orang yang peduli dengan literasi. Cerita tentang cinta lintas dimensi yang tak lagi peduli dengan hiruk pikuk perbedaan yang belakangan santer di tanah air.  Cerita tentang betapa indahnya KEBeragaman jika saling menghargai.

Berawal dari Koleksi Pribadi

Di Dusun Wates, Getasan, Kabupaten Semarang, pada jalur utama Salatiga-Kopeng, 21 Mei 2011, mbak Mita dan adiknya, Imma Mukti membuka koleksi pribadinya untuk umum. Kakak Beradik ini merogoh kocek pribadinya untuk menambah koleksi pribadi dan menutup biaya operasional TBM. Hingga kini, tersedia lebih dari 4000 buku dari berbagai genre.

Koleksi bukunya pun meliputi lintas dimensi, buku anak, novel, majalah, bahkan buku agama pun tersedia di Rumah Mentari. Rumah Mentari tidak membatasi koleksi buku agamanya sebatas buku agama Katolik sebagaimana agama mbak Damasia dan mbak Imma Mukti, kakak beradik ini juga menyediakan koleksi buku agama Islam dan agama Budha.

Dari koleksi bukunya, Rumah Mentari sudah terlihat betapa pengelolanya menghargai keberagaman pengunjung TBM dengan menyediakan buku dengan berbagai genre dan latar belakang.

 

Beragam Kegiatan, Pengunjung dan Donatur

Selain sirkulasi baca buku, Rumah Mentari juga mengadakan berbagai kegiatan. Diantara kegiatan tersebut antaralain Latihan Tari yang dilaksanakan seminggu satu kali pada hari Minggu, bermain, mewarnai. Berbagai permainan disediakan di Rumah Mentari yang bebas dimainkan oleh pengunjung, antara lain dakon, puzle, blok. Bahkan, anak-anak Rumah Mentri sudah beberapa kali mengadakan pentas tari dalam rangka turut serta dalam pelestarian budaya Jawa.

Harapan kami tidak muluk-muluk, kami hanya ingin Rumah Mentari menjadi Taman Bermain dan Membaca. Asal anak-anak senang bermain membaca disini, kami sudah sangat senang. Daripada anak-anak hanya menonton televisi atau bermain tidak jelas.

(Damasia Restu Rahmita)

Pengunjung Rumah Mentari tergolong majemuk, dari anak-anak, remaja, dewasa, bahkan bapak-bapak yang sudah tua dengan beragam latar belakang agama dan budaya berkunjung ke Rumah Mentari untuk mencari bahan bacaan. Tua-Muda, Islam-Kristen-Katolik, Jawa-pendatang turut merasakan manfaat keberadaan Rumah Mentari.

Keberagaman Kegiatan di Rumah Mentari picture credit: mbak Damasia Restu Rahmita

Rumah Mentari mempersilahkan donatur untuk menyumbang buku tanpa pandang bulu, tentu saja buku yang diterima adalah buku yang memiliki visi dan misi sejalan dengan Rumah Mentari. Ditanya perihal siapa saja yang berperan dalam Rumah Mentari, mbak Damasia menuturkan jika Rumah Mentari bisa menjadi seperti sekarang atas peran banyak orang dengan beragam latar belakang.

Memanfaatkan Koneksi Internet untuk Menambah Jaringan dan Menebar Kebermanfaatan Buku Koleksi

Seiring kemajuan teknologi yang pesat, Rumah Mentari tidak mau ketinggalan untuk turut memanfaatkan koneksi internet dalam mengkampanyekan cinta baca. Bukan lagi lintas agama, suku, usia, peran Rumah Mentari sudah merambah ke lintas daerah. Rumah Mentari terus berbenah agar kebermanfaatannya tidak hanya terbatas di lingkungan Dusun Wates.

Book Delivery

Menyadari jika harga buku tergolong mahal dan Rumah Mentari membutuhkan dana untuk operasionalnya, pengelola Rumah Mentari merintis layanan Book Delivery. Book Delivery adalah program Rumah Mentari untuk melayani pemnjaman jarak jauh, baik dengan memanfaatkan tenaga kurir maupun bertemu di tempat yang telah disepakati.

Hanya dengan menyewa buku seribu rupiah perminggu per-buku dengan minimal peminjaman lima buku, peminjam bisa menikmati layanan Book Delivery dan membantu operasional Rumah Mentari. Win-win solution, peminjam bisa menikmati buku tanpa harus merogoh kocek dalam-dalam, Rumah Mentari mendapatkan pemasukan untuk biaya operasional dalam mengadakan berbagai kegiatan kreeatif di Rumah Mentari.

Sementara ini, Rumah Mentari baru meng-upload beberapa buku koleksi yang bisa dipilih oleh peminjam di akun facebook mbak Damasia Restu Rahmita. Website berisi katalog buku koleksi Rumah Mentari yang ditujukan agar peminjam lebih mudah dalam melakukan pemesanan buku masih dalam tahap pengembangan.

Rolling Buku

Berbeda dengan Book Delivery yang berbayar, Rolling buku adalah program Rumah Mentari yang tidak dipungut biaya sepeserpun. Jika Book Delivery ditujukan kepada personal yang ingin meminjam buku untuk dibaca secara pribadi atau keluarga, Rolling buku ditujukan kepada TBM atau orang yang ingin membuka TBM untuk orang-orang di sekitarnya.

Dengan Rolling buku, Rumah Mentari berharap agar kebermanfaatan buku koleksi milik Rumah Mentari semakin luas. Buku yang disediakan pada setiap periodenya sebanyak 50 buku. Buku tersebut akan ditukar dengan koleksi buku yang lain pada bulan berikutnya.

Hibah Buku

Alih-alih menyimpan buku berjumlah ganda, Rumah Mentari memilih untuk menghibahkan buku-buku yang berjumlah ganda. Biasanya, Rumah Mentari memposting pengumuman di akun facebook mbak Damasia Restu Rahmita, ketika menjumpai buku berjumlah ganda. Membuka kesempatan bagi TBM atau personal lain untuk memiliki buku tersebut.

Hibah Buku. Source: Damasia Restu Rahmita’s Facebook

Arisan Buku

Beberapa orang merasa berat untuk membeli buku lantaran harga buku tergolong mahal. Untuk mengatasi hal tersebut, Rumah Mentari mengadakan Arisan Buku yang diikuti oleh beberapa orang yang tersebar di berbagai pelosok Indonesia dengan berbagai latar belakang.

Berbeda dengan Arisan Buku yang diadakan oleh penerbit atau agen buku tertentu, Arisan Buku Rumah Mentari membebaskan anggotanya untuk membeli buku berjudul apapun di online store manapun. Tujuan Rumah Mentari untuk mengadakan Arisan Buku hanyalah untuk saling men-support dalam membeli buku sehingga terasa lebih ringan tanpa mengharapkan keuntungan materiil.

 

Semoga semakin banyak yang memanfaatkan internet untuk menebar kebermanfaatan dalam keberagaman tanpa memandang latar belakang.

 

Blogpost ini diikutsertakan dalam KEB Blogging Competition, “Internet 4G LTE Membuat Hidup Lebih Berarti dalam Keberagaman”