Sejak si K masih nyaman bergerak lincah di dalam rahim, aku mulai berselancar mencari referensi terkait tumbuh kembang bayi. Salah satu artikel yang sampai saat ini menghantui pikiran adalah 1000 Hari Pertama Si Kecil, alias 1000 HPK yang musti dimanfaatkan benar-benar. 1000 HPK si Kecil adalah saat-saat dimana perkembangan anak berada dalam puncak emasnya.

Sungguh, tidak ada emak yang ingin menyia-nyiakan masa terbaik anaknya untuk belajar.

Maka, aku pun memanfaatkan fasilitas koneksi internet dari Abah K untuk mencari referensi terkait kegiatan yang bisa menstimulus kemampuan si Kecil pada 1000 HPK. Kata mbak Anis Khoir, stimulasi yang dilakukan kepada si Kecil hendaknya memanfaatkan apa yang berada di sekitar rumah, sehingga tidak merepotkan emaknya. Jika ada pasir di sekitar rumah, rasa-rasanya belum perlu untuk membeli pasir kinetik yang lumayan harganya. Jika ada kali di dekat rumah, ngapain juga mengajak si kecil ke kolam renang ekslusif. Jika ada suami yang selalu sedia setiap saat, ngapain berandai-andai punya suami macam artis drakor? Wkakakak, piss!

Mbak Anis Khoir, pemilik blog www.aniskhoir.com yang sering mengulas permainan-permainan untuk anak tercintanya ini berbagi tips bagaimana agar para Emak rajin membuat aneka permainan untuk anak;

5-stimulasi-serubayi-6-8-bulan

MAU mencoba dan NGGAK malas untuk bikin-bikin.

Just as simple as 2 ways that, Dear! Wkwkwk, iyalah, Mbak… Cem mana kalau tidak mencoba? Tetapi, membuat mainan untuk anak kecil itu memang rada-rada horor, sebab sangat rawan untuk DICAMPAKKAN. Sakitnya tuh, disini…

Trus-trus, kalau buntu idenya gimana, Dut?

Gampang, si Mbak kece yang sudah memulai ngeblog sejak tahun 2009 ini berbagi bocoran darimana beliau mendapatkan ide tentang aneka permainan anak ini. Doi yang kini menetap di Tuban bersama suami dan anak tercintanya ini mendapatkan ide permainan dari pengalaman guru TK, baca buku dan blogwalking ke blog yang mengulas tentang stimulasi anak, ya, salah satunya blognya mbak Anis yang lulusan matematika tetapi mengaku nggak suka matematika. :D.

Gali pengalaman guru TK, baca buku dan blogwalking ke blog yang mengulas tentang stimulasi anak.

Sebagai murid yang baik, aku pun melaksanakan tips-tips yang kudapatkan dari mbak Anis dalam kegiatan stimulasi si K. Lhaa, aku kan nggak mau ilmunya ngendon trus jadi larva. Eh. Sebagai buktinya, ini dia ide ciamik stimulasi anak nan ngirit untuk anak usia 6-8 bulan. :v

1| Ciluk Ba

Pada dasarnya, permainan untuk anak usia 6-8 bulan masih melanutkan goal membedakan antara ada dan tiada. Ciluk Ba adalah permainan yang sangat sederhana dan dapat dilakukan kapanpun dan dimanapun. Hmm, siapa sih yang nggak kenal Ciluk Ba? Permainan yang sangat membumi yang hanya bermodalkan tangan atau selembar kain. 😀

2|Finding Fish

Permainan ini terinspirasi dari finding nemo. Hahaha. Tujuannya masih sama, mengenalkan konsep ada dan tiada pada si K.

Bahan:
  • Tusuk Sate (Boleh diganti pensil, batang kayu, dll)
  • Boneka Ikan (Boleh membuat sendiri menggunakan kertas, WiDut pakai boneka ikan milik si K, feel free pakai boneka apa saja, kok)
  • Botol minuman ukuran tanggung di potong dasarnya. Mau pakai yang gedhe silahkan. :v
  • Kertas dan Selotip
Cara Membuat:
  • Tempelkan boneka dengan tusuk sate menggunakan selotip.
  • Tutup botol dengan kertas dan rekatkan dengan selotip.
Cara Bermain:

Masuk dan keluarkan boneka secara perlahan sembari memancing fokus si kecil. Keseruannya terletak pada ekspresi si kecil ketika menunggu ikan keluar dari botolnya. Si K sampe melongo. :v

3|Sensory Play Pasir dan Kerikil

Permainan ini bertujuan untuk merangsang kemampuan sensori anak. Terutama pada tangan. Bahannya simpel sesuai namanya, pasir dan/ atau kerikil. Mainnya cukup membebaskan si kecil mengeksplor pasir dan kerikil sesuka hati. INGAT, saat anak bermain ini WAJIB DALAM PENGAWASAN. Sangat rawan ditelan oleh anak. Sebenarnya aku belum bermaksud untuk mengenalkan si K dengan permainan ini, tetapi kadung, saat pulang kampung si K melihat pasir dan kerikil bertebaran dimana-mana, dan dia terlihat sangat menikmatinya.

4|Terowongan Kardus

Permainan ini bertujuan untuk mengenalkan konsep ruang, merangsang kepekaan visual-spasial anak. Untuk bermain terowongan kardus, anak harus bisa merangkak terlebih dahulu.

Bahan:

Kardus bekas tanpa alas dan tutup.

Cara Bermain:

Letakkan kardus di lantai seperti terowongan. Untuk memancing anak, letakkan mainan yang disukai anak di ujung terowongan. Permainan ini berhasil membuat si K merangkak cepat-cepat.

5| Mencari Harta Karun

Permainan ini masih mengenalkan konsep ada dan tiada pada si kecil. Bahannya sangat simpel: pasir. Hahaha. Bisa diganti dengan bahan lain yang lebih aman, kok. Seperti kertas yang sudah digunting memanjang.

Cara Bermain:

Timbun mainan kesukaan anak dengan pasir atau helaian kertas. Biarkan anak mengeksplor sendiri. Si K bengong saat menemukan mainan kesukaannya di dalam pasir setelah sekian lama meremas-remas pasir. Meski awal-awalnya takut-takut penasaran sampai geleng-geleng. Mungkin si K ngebatin, Ibuk, ini maianan munculnya darimana?

Sudah, cukup lima dulu, yak. Sudah mencapai 700an kata soalnya, khawatir pegel yang baca. Hahaha. Masih banyak permainan si K yang berpegang teguh pada tips mbak Anis Khoir:

Manfaatkan barang di sekitar rumah.

Bagi temans yang ingin mendapatkan tips-tips parenting, ide-ide permainan, sila kunjungi blog mbak Anis Khoir, ya. Lain kali aku akan menulis tentang beberapa permainan si K yang belum diuraikan di postingan ini.

See you next blogpost!